
Akhirnya Azka dan Rachel tiba di rumah sakit juga.
"Tidak apa-apa kan Azka aku bawa ini aja?" tanya Rachel.
"Ya nggak apa-apa dong Rachel. Memang mau bawa apa lagi. Bawa pesawat," seloroh Azka.
"Kamu ini ya semakin lama semakin sombong," ucap Rachel.
"Kok gitu?" tanya Azka.
"Tadi aja kamu bilang-bilang mau nelpon pengacara. Huhhhh mereka jadi takut sama kamu. Kamu itu benar-benar sombong," ejek Rachel.
"Itu hanya becanda Rachel supaya mereka takut aja," sahut Azka dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ohhhh," Rachel hanya mengangguk-angguk saja mendengarnya.
"Sudah kamu jangan mengejekku dan jangan berpikiran jika aku sombong. Karena pada kenyataannya aku tidak sesombong itu kok," ucap Azka.
"Iya-iya aku tau itu. Kamu sangat rendah hati dan juga sangat baik kok," sahut Rachel yang membuat Azka tersenyum.
Mereka jadinya senyum-senyum.Ya gemes sih melihat remaja yang senyum-senyum itu.
"Azka!" tiba-tiba suara seseorang yang menegur Azka membuat Azka langsung melihat ke arah suara tersebut yang ternyata Zee dan juga suaminya Abian.
"Kak Zee," sapa Azka dengan ramah.
"Kamu mau lihat kak Rafa?" tanya Zee.
"Benar kak pulang sekolah tadi Azka langsung kemari untuk melihat kondisi kak Rafa," jawab Azka.
Zee mengangguk dan melihat ke arah Rachel. Dari wajah Zee terlihat Zee seperti merasa mengenali wanita itu.
"Bukannya dia ini....."
"Iya kak Zee ini Rachel adik kak Miranda," sahut Azka yang langsung memotong pembicaraan itu yang tau apa yang mau di katakan Zee.
"Saya Rachel," sahut Rachel yang mengulurkan tangannya dan di sambut baik oleh Zee.
"Zee. Adiknya kak Rafa," jawab Zee.
"Oh adiknya kak Rafa," sahut Rachel. Zee hanya menganggukkan kepalanya dengan mengeluarkan senyum tipisnya.
"Saya Abian," sahut Abian yang bersalaman dengan tangannya yang di satukan karena Rachel bukan muhrimnya.
__ADS_1
"Rachel," sahut Zee.
"Kamu kok bisa sama Rachel Azka?" tanya Zee.
"Oh kebetulan kami ini satu sekolah dan satu kelas juga dan sekarang ingin pergi menjenguk kak Rafa," jelas Azka dengan singkat.
"Oh begitu rupanya. Ya sudah ayo sekarang kita masuk. Kita sama-sama. Kakak juga mau melihat ke adaan kak Rafa," ucap Zee.
"Iya kak," sahut Azka.
"Mari Azka," sahut Abian. Azka hanya mengangguk dan membiarkan Abian dan Zee pergi terlebih dahulu.
"Adiknya kak Rafa sepertinya tidak terlalu menyukaiku," ucap Rachel dengan pemikirannya.
"Tidak menyukai kamu bagaimana. Dia sangat baik dan tersenyum seperti itu kamu bilang tidak menyukai. Kamu itu jangan berpikiran buruk. Sudah ayo kita ketemu kak Rafa," sahut Azka. Rachel menganggukkan kepalanya dan akhirnya menyusul Zee dan Abian.
*********
Sementara di ruangan perawatan Rafa. Rafa sedang makan di suapi istrinya dengan pelan-pelan.
"Apa kalau makan itu terasa sakit ya kak Rafa?" tanya Asyifa yang melihat wajah suaminya seperti menahan sakit setiap makanan yang masuk kedalam perutnya.
"Ini itu pelajaran sayang. Di saat kita sembuh dan di lancarkan secara materi dan kesehatan untuk makan. Tetapi aku malah lalai dan kerap tidak makan sama sekali. Kenikmatan itu sekarang di ambil Allah yang benar-benar tidak bisa menikmati makanan dan itu pelajaran untukku," ucap Rafa yang menyadari hal itu.
"Sayang apa yang aku katakan itu memang benar. Aku juga suka lalai dari setiap yang kamu katakan dan tidak mendengarkan istriku ini. Jadi Allah juga menegurku," ucap Rafa yang menatap sang istri.
"Sudahlah kak Rafa jangan mengatakan hal itu lagi. Sekarang kak Rafa juga masih di beri kenikmatan dalam makan untuk hari ini. Jadi kak Rafa nikmati saja makan nya sekarang," ucap Asyifa yang tidak mau membahas masalah yang sudah lalu-lalu.
"Baiklah sayang," sahut Rafa yang kembali membuka mulutnya dan setiap makan Rafa akan memegang perutnya mungkin sangat sakit di bagian ususnya. Namun Rafa tetap kuat karena tidak ingin istrinya khawatir.
"Assalamualaikum!" sapa Zee dan Abian yang memasuki ruangan perawatan Rafa.
"Walaikum salam," sahut Asyifa dan Rafa dengan serentak.
"Kak Rafa sedang makan?" tanya Zee Rafa menganggukkan kepalanya.
"Assalamualaikum!" sapa Azka dan Rachel yang menyusul untuk datang.
"Walaikum salam," sahut semuanya dengan serentak yang ada di ruangan itu.
"Rachel, Azka, ayo kalian masuk," sahut Asyifa.
Rachel dan Azka mengangguk dan memasuki ruangan itu.
__ADS_1
"Kak Rafa maaf hanya bisa bawa buah," sahut Rachel yang langsung memberikan buahnya untuk Azka.
"Tidak apa-apa Rachel. Kamu itu sudah repot-repot sekali membawa ini. Seharusnya tidak perlu makasih ya," sahut Rafa.
"Iya kak Rafa. Bagaimana keadaan kak Rafa?" tanya Rachel.
"Kamu lihat aja sekarang jauh lebih baik," sahut Rafa dengan tersenyum.
"Alhamdulillah kalau begitu," sahut Rachel.
"Ayo Rachel kami duduk dan kamu juga Azka," sahut Asyifa dengan ramah.
"Iya kak," sahut Rachel.
"Hmmm, kalian baru pulang sekolah?" tanya Rafa.
"Iya kak Rafa. Aku tidak pernah melihat kakak. Jadi pengen jenguk dan ingin tau kondisi kak Rafa," jawan Azka.
"Dan Rachel juga ingin melihat kondisi ku?" tanya Rafa.
"Azka mengajakku dan aku rasa tidak ada salahnya untuk ikut," jawab Rachel.
"Aku dengar dari Asyifa Azka kamu juga sering ya mengajak Rachel kerumah dengan modus mengerjakan tugas ya," seloroh Rafa yang membuat Asyifa, Zee dan Abian tersenyum tipis dan Azka jadi mendadak panik dengan menelan salivanya.
"Bukan modus kak Rafa. Itu memang mengerjakan tugas beneran," sahut Azka yang harus klarifikasi.
"Ya ampun jangan gugup gitu kali. Memang kalian kapan jadiannya?" goda Rafa yang paling suka membuat adik iparnya itu panik. Yang adanya Rachel jadi malu yang di roasting Rafa.
"Kak Rafa apa-apaan sih. Siapa yang jadian sih. Udah nggak usah mulai deh," sahut Azka dengan wajahnya yang memerah.
"Rachel kamu pasti paham ya kan. Kalau sudah cowok tingkahnya seperti itu dengan effort yang besar. Itu pasti sudah berbarengan dengan hati," sahut Rafa.
"Kak Rafa sudahlah. Kak Rafa apa-apaan sih," sahut Azka dengan kesal.
"Kenapa memang apa yang salah, iya kan sayang, adik kamu gemes juga kalau naksir cewek langsung bawa ke keluarga lo," sahut Rafa yang habis-habisan membuat Azka panik dan Rachel juga bingung dan salah tingkah dengan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kak Rafa sudahlah. Kasian Azka suka amat jahil sama Rafa," sahut Zee yang membela Azka.
"Tau nih, nyesal datang kemari," sahut Azka yang kesal sendiri.
"Sudahlah kak Rafa ayo lanjutin makan. Lihat wajah Azka jadi kesal seperti itu," sahut Asyifa.
Azka memang wajahnya sudah tidak tau mau di taruh di mana dan sekarang wajahnya sangat kesal dan saling melihat dengan Rachel yang ke-2nya malah sama-sama canggung.
__ADS_1
Bersambung