
Suasana masih dalam penuh dengan ketengan Antara, Willo yang menatap Syira dengan menunggu jawaban Syira dan Syira yang tampak panik dengan tangannya yang memegang bajunya dengan erat yang terlihat takut dengan jantungan yang berdebar-debar dan apa lagi mendapat tatapan seperti itu.
Sementara Asyifa masih tetap pada kebingungannya yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan tantenya.
"Tante apa yang Tante bicarakan?" tanya Asyifa.
"Katakan Syira apa kamu benar-benar hamil?" tanya Willo.
"Ti-ti-tidak," jawab Syira dengan terbata-bata.
Willo berdiri dari tempat duduknya dan berhadapan dengan Syira dan Asyifa.
"Jangan bohong kamu. Lalu ini apa?" sentak Willo dengan memperlihatkan kertas yang di pegangnya yang ternyata hasil USG dan itu yang membuat Willo kaget.
Asyifa yang penasaran juga melihat hal itu langsung mengambil dari tantenya dan Asyifa terkejut melihat isi dari kertas itu. Dan itu benar-benar hasil USG kandungan memasuki Minggu ke-5.
"Astagfirullah Syira. Apa benar ini?" tanya Asyifa yang benar-benar sangat terkejut melihat hasil tersebut.
"Aku- a-aku," Syira terbata-bata ingin bicara yang tidak tau apa yang mau di katakannya lagi.
"Aku apa Syira?" tanya Asyifa yang juga kaget dan butuh kejelasan dalam hal itu.
"Kamu tidak mengakui hal itu Syira yang jelas-jelas di sana ada nama kamu," tegas Willo.
Syira sudah tidak bisa berkutik lagi dan hanya diam dengan menunduk dengan kaki yang bergetar yang sudah tidak ada lagi yang harus di katakannya. Karena mengelak pun sudah tidak bisa karena di kertas hasil USG tersebut ada namanya.
__ADS_1
"Sayang ada apa ini?" tanya Rafa tiba-tiba yang melihat ketegangan di tempat itu dan membuat Rafa bertanya-tanya. Karena ada Syira di sana.
Asyifa tidak mampu bicara apa-apa dan hanya memperlihatkan pada suaminya kertas yang membuatnya terkejut dan Rafa pun langsung melihatnya dan juga terkejut sembari melihat ke arah Syira yang diam dan tidak berkutik sama sekali.
Rafa juga tidak tau harus mengatakan apa dan sangat kaget dengan Syira yang berada di rumah sakit dan sedang memeriksakan kandungan dan tidak tau hamil anak siapa.
********
Karena mendapat kabar Syira yang hamil. Akhirnya Willo harus mempertanyakan putranya masalah yang terjadi dan di sana bukan hanya ada Dedi yang di interogasi. Ada juga Lulu, Rony, Asyifa dan juga Rafa suaminya.
"Katakan dengan jujur Dedi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Willo dengan wajah seriusnya.
Dedi tidak menjawab dan hanya menunduk diam.
"Jadi ini alasan kamu dengan tiba-tiba ingin menikah dengan Syira. Kamu mengatakan serius yang ternyata Syira sedang mengandung," ucap Willo yang tidak habis pikir dengan putranya.
"Aku tidak melakukan zina itu mah," sahut Dedi dengan suara rendahnya yang baru bicara sekarang dan membantah tuduhan sang mama.
"Tidak kamu bilang. Mama jelas-jelas melihat Syira yang melakukan USG dan ini lihat pakai mata kamu," ucap Willo yang melempar kertas itu ke wajah Dedi.
Yang lain hanya diam yang tidak ikut bicara sama sekali dan juga tidak tau mau bicara apa.
Dedi mengangkat kepalanya dan melihat ke arah mamanya, "Syira memang hamil. Tapi bukan aku yang menghamilinya. Dia hamil dengan orang yang tidak tau siapa itu," ucap Dedi yang mengejutkan Willo dan juga yang lainnya.
Asyifa dan Rafa saling melihat dengan mereka penuh tanya dan begitu juga dengan Lulu dan Rony.
__ADS_1
"Apa maksud kak Dedi?" tanya Lulu.
"Apa yang aku katakan jelas. Aku tidak berzina dengan Syira dan aku menikahi Syira karena memang kehamilannya," ucap Dedi.
"Kami menikahi wanita yang hamil dengan orang lain. Apa yang kamu pikirkan Dedi. Kamu jangan membuat cerita sana sini dengan semua pernyataan kamu yang tidak masuk akal itu," ucap Willo semakin pusing dengan putranya yang banyak bicara dan membuat semua orang juga ikut bingung.
"Kak Dedi alangkah baiknya kakak jelaskan sebenarnya apa yang terjadi dulu," ucap Asyifa dengan lembut agar semua orang bisa tenang.
"Syira mengalami musibah di mana dia di jebak, dia di perkosa dan Syira yang mendapatkan ujian itu ingin mengakhiri hidupnya. Karena ketakutan menghadapi semuanya dan untung aku datang mencegah apa yang di lakukannya yang ingin meloncat dari jembatan. Aku memutuskan untuk menikahinya untuk menutupi aibnya mah," jelas Dedi yang membuat semua orang terkejut.
"Astagfirullah," lirih Asyifa yang pasti terkejut dengan apa yang terjadi pada Syira. Hal naas yang terjadi di antara keduanya.
"Jika bukan dia hamil dengan kamu. Lalu dengan siapa. Kamu jangan bohongi mama Dedi," sahut Willo menekan suaranya yang tidak percaya dengan Dedi
"Aku tidak berbohong mah. Apa yang aku katakan memang benar. Jika aku tidak pernah menyentuh Syira dan semua masalah ini terjadi real dan yang aku katakan adalah kenyataan. Aku mohon sama mama untuk tidak menghalangi niatku untuk menikah dengan Syira," ucap Dedi yang sudah bulat untuk menikahi Syira.
"Kak Dedi bagaimana mungkin kakak mengatakan hal seperti itu. Jika kakak tidak terlibat dalam kehamilan Syira. Kakak tidak perlu bertanggung jawab padanya. Kakak tidak harus mengambil alih tanggung jawab itu," ucap Lulu yang memberikan saran.
"Benar kata Lulu kak Dedi. Kenapa harus kak Dedi yang mengambil alih dalam hal itu. Kenapa harus bertanggung jawab dengan kesalahan yang bukan kita lakukan," sahut Rony yang menambahi.
"Aku hanya membantunya dan itu yang bisa aku lakukan. Jadi aku melakukan sebisaku untuk membantunya, menggunakan hati nurani untuk Syira. Karena suasana yang di hadapinya tidak mudah," jawab Dedi.
"Kamu pikir menikah itu mudah Dedi. Apa lagi dengan kamu menikahi wanita yang hamil dengan pria lain. Apapun niat kamu hanya ingin membantunya. Tetap itu bukan tanggung jawab kamu dan Pria yang sudah berzina dengannya yang harus bertanggung jawab," tegas Willo.
"Pria itu tidak mau tanggung jawab mah dan Syira takut pada orang tuanya. Apa lagi pria itu juga melarikan diri," sahut Dedi.
__ADS_1
"Dan itu bukan urusan kamu Dedi. Pernikahan itu tidak mudah. Kamu harus memikirkan kebelakangnya bagaimana. Kami jangan asal-asalan ingin menikahi dan ini hanya akan menjadi masalah besar untuk kamu. Apa kamu tidak mengerti," ucap Willo yang benar-benar tidak tau mau bicara apa lagi pada putranya. Asyifa, Rafa, Lulu dan Rony juga bingung harus bicara apa lagi.
Bersambung