Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 97


__ADS_3

Asyifa dan Rafa memasuki kamar mereka berdua, "Asyifa siap kan pakaian kak Rafa dulu kak Rafa mandi aja dulu," ucap Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya.


Asyifa pun langsung menyiapkan pakaian Rafa dan Rafa sendiri langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan darinya.


"Asyifa!" tiba-tiba Rafa memanggil dari kamar mandi.


"Iya kak Rafa," sahut Asyifa menghampiri pintu kamar mandi, "ada apa kak Rafa?" tanya Asyifa yang mendekatkan telinganya di pintu kamar mandi.


"Sabunnya habis kamu punya cadangan tidak?" tanya Rafa.


"Oh ada kok kak, sebentar ya kak," sahut Asyifa yang langsung menuju laci yang memang dia baru membeli sabun. Namun belum sempat di letakkannya kedalam kamar mandi.


Toko-tok-tok-tok


"Ini kak Rafa sabunnya," ucap Asyifa mengetuk pintu kamar mandi.


"Masuklah," sahut Rafa. Asyifa kaget mendengarnya. Rafa menyuruhnya masuk dan Asyifa rasa itu bukan ide yang tepat.


"Kenapa diam Asyifa, ayo masuk cepat!" ucap Rafa. Asyifa menelan salivanya dan semakin gugup. Namun Asyifa menurut saja dan akhirnya membuka kamar mandi perlahan dan sama sekali tidak melihat kearah dalam.


"I_ini kak Rafa," ucap Asyifa gugup yang hanya menjulurkan tangannya pada Rafa untuk Rafa mengambil sabut itu.


Rafa yang masih membuka bajunya tersenyum miring melihat Asyifa. Dia tau Asyifa pasti gugup dan mengira jika Rafa sudah mandi. Padahal masih memulai saja.


"Tidak sampai," sahut Rafa yang sengaja sepertinya. Asyifa menghela napas dan agak masuk kedalam dengan posisi matanya tetap melihat ke luar kamar mandi.


Rafa pun akhirnya mengambil sabun itu dari tangan Asyifa. Namun bukan Rafa namanya jika tidak membuat Asyifa salah tingkah. Dengan jahilnya Rafa menarik tangan Asyifa yang membuat Asyifa kaget dan lebih kaget lagi saat sudah berada di depan Rafa dengan pinggang Asyifa yang di tarik mendekat pada Rafa sampai tangan Asyifa menyentuh dada polos Rafa yang begitu kekar.


"Kak Rafa!" lirih Asyifa dengan wajahnya yang melihat ke samping yang tidak berani menatap Rafa. Jangan tanya wajah Asyifa seperti apa. Wajahnya begitu merah dengan suara napasnya yang tidak stabil.


"Kenapa kau takut sekali melihatku," ucap Rafa


"Tidak, siapa yang takut, Asyifa, Asyifa hanya!" Asyifa begitu gugup yang tidak tau harus mengatakan apa.

__ADS_1


"Hanya apa Asyifa?" tanya Rafa.


"Kak Rafa, Asyifa harus siap-siap untuk besok. Jadi Asyifa mau keluar dulu," ucap Asyifa gugup dengan Rafa terus menatapnya dan sampai detik ini Asyifa tidak berani menatap Rafa.


"Maaf kak Rafa," ucap Asyifa yang ingin pergi namun Rafa menahannya dan Asyifa tetap pergi sampai sikut Asyifa menyenggol keran shower yang akhirnya menyebabkan air shower hidup dan membasahi mereka berdua yang membuat Asyifa kaget dengan melihat keatas.


Sementara Rafa berusaha untuk mematikan keran. Dengan tangan yang satunya tetap memegang bahu Asyifa dan Asyifa yang beberapa kali mengusap wajahnya karena basah kuyup.


"Kak Rafa apa sudah selesai?" tanya Asyifa yang mencoba membatu Rafa. Namun tangan mereka yang bersentuhan pada keran membuat mereka saling melihat. Asyifa yang adanya bertambah jantungan dengan Rafa yang menatapnya begitu dalam.


Tangan Rafa memegang kedua pipi Asyifa dan langsung menempelkan bibirnya pada Asyifa yang membuat Asyifa memejamkan matanya perlahan. Bukannya Rafa mandi malah sekarang Rafa dan Asyifa berciuman dengan mesra dengan di bawah guyuran shower.


Rafa benar-benar ya tidak akan puas jika tidak mencium istrinya dalam sehari saja. Dengan lembut dan penuh dengan keromantisan. Ciuman yang semakin dalam dengan memegang tengkuk Asyifa untuk memperdalam ciuman itu.


Sangat romantis dan benar-benar romantis dengan ciuman yang pasti juga di nikmati Asyifa. Karena Asyifa juga lama-lama sudah ketagihan dengan ciuman yang di berikan suaminya.


Lama berciuman di bawah guyuran shower. Akhirnya Rafa pun melepas ciuman itu dengan sama-sama melepas ciuman itu dan mata mereka yang sama-sama terbuka dengan deru napas mereka yang saling tidak teratur.


Dengan tiba-tiba Asyifa langsung memeluk Rafa yang tidak tau apa yang di rasakannya. Dia langsung memeluk erat Rafa dengan debaran jantungnya yang semakin tidak terkendali.


"Aku ingin melakukannya," ucap Rafa. Yang pasti Asyifa sudah mengerti apa yang di maksud Rafa. Apa lagi jika bukan untuk menuntaskan hasratnya yang sekarang tubuh Rafa benar-benar panas.


Namun Asyifa diam dan tidak menjawab apa-apa sama sekali, sejujurnya perasaannya juga ingin Rafa u menyentuhnya yang akan menjadikannya istri yang seutuhnya, kesempurnaan dirinya dalam pernikahan.


Tidak menjawab dan membuat Asyifa kembali memeluk Rafa dengan erat. Rafa pun akhirnya memeluknya dengan erat dan mereka malam berpelukan di dalam guyuran air shower.


**********


Mentari pagi kembali tiba Asyifa pagi ini sangat cantik dengan gamis putihnya yang senada dengan jilbabnya yang mana dia dan suaminya akan melakukan ibadah umroh hari ini.


Rafa juga tampak tapi dan sangat tampan dengan kemeja putih dan celana berwarna coksu.


"Kak Rafa sudah siap?" tanya Asyifa.

__ADS_1


"Sudah. Ayo!" ajak Rafa. Asyifa mengangguk kepalanya dan mereka sama-sama keluar dari kamar.


Asyifa dan Rafa sama-sama menuruni anak tangga dan Zee yang sarapan sendiri heran melihat kakak dan kakak iparnya itu.


"Mau kemana kak Rafa?" tanya Zee dengan wajah kagetnya.


"Kita mau ibadah umroh Zee," jawab Asyifa.


"Hah!" Zee langsung melotot mendengarnya. Sangat terkejut dan untung saja tidak tersedak makanan.


"Kamu itu biasa aja. Nggak usah kayak orang sport jantung seperti itu," ucap Rafa yang tau jika Zee pasti kaget karena dia yang mau ibadah.


"Zee memang jantungan. Zee tidak tau jika kak Rafa sungguh-sungguh akan melakukan ibadah umroh," ucap Zee yang jujur apa adanya.


"Ya sudah Zee dari pada kamu sport jantung, mending kamu ikut aja," sahut Asyifa.


"Kalian berdua aja yang pergi," sahut Rafa langsung ngambek yang sepertinya tidak ada yang ingin mengganggunya.


"Ya ampun kak Rafa, benar-benar ya kak Rafa. Sudah sana pergi. Aku tidak ikut. Takut amat di ganggu, huhhhh," kesal Zee yang bisa-bisanya Rafa terang-terangan tidak ingin dia ikut.


Asyifa hanya menghela napas saja. Hanya karena mengajak Zee. Rafa malah mengancam tidak jadi untuk pergi dan Asyifa pun tidak bisa melakukan apa-apa. Dia hanya sabar saja menghadapi Rafa.


"Ya sudah kalau begitu. Ayo kak Rafa kita pergi," sahut Asyifa.


"Kamu tidak jadi pergi sama dia," ucap Rafa.


"Heh kak Rafa, aku ini adikmu, punya nama di beri mama dan papa enak aja manggil dia. Keterlaluan deh," sahut Zee semakin kesal dengan kakaknya itu yang sepertinya sangat keberatan dengan keberadaannya di antara Asyifa dan Rafa.


"Sudahlah kak Rafa. Ayo kita pergi. Asyifa ingin ibadah dengan kak Rafa," ucap Asyifa dengan lembut.


"Ayo!" ajak Rafa yang langsung menggengam tangan Asyifa. Asyifa cukup kaget sampai bengong saat berjalan mengikuti Rafa. Namun pasti dia tersenyum.


"Huhhhh, benar-benar ya kak Rafa, kalau sudah bucin padati seperti itu. Keterlaluan, kenapa nggak sekalian aja belikkan aku tiket untuk pulang ke Indonesia. Jadi kalian itu bisa berduan terus. Memang aku setan apa yang menjadi orang ketiga," oceh Zee yang tidak henti-hentinya marah-marah karena Rafa yang seolah mengasingkan dirinya.

__ADS_1


"Tapi tidak apa-apa. Aku lihat-lihat kak Rafa ini kayaknya benar-benar cintai deh sama kak Asyifa terbukti. Tidak menyangka dia yang dulu menolak kak Asyifa mentah-mentah sekarang jadi luluh. Aura kak Rafa juga terlihat sangat berbeda saat dekat dengan kak Asyifa terlihat teduh, ya walau sangat menyebalkan," Zee bergerutu sendiri yang mengamati sang kakak. Walau kesal tetapi dia terlihat sangat happy.


Bersambung


__ADS_2