
"Kak Rafa kenapa senyum-senyum apa ada yang lucu?" tanya Asyifa heran dengan wajah Asyifa penuh kebingungan.
Rafa menghela napasnya dan memegang ke-2 bahu istrinya membuat istrinya menghadapnya dan Rafa sedikit maju membuat Asyifa mundur dan bersandar pada dinding meja kompor, Rafa mendekatkan wajahnya membuat Asyifa refleks mundur dan Rafa mematikan kompor.
"Kak Rifa kok di matikan, kan Asyifa belum selesai memasak," ucap Asyifa heran.
"Hanya kita berdua yang ada di sini buka. Jadi apa salahnya jika kita berdua melakukan hal-hal yang membuat otak jadi segar," ucap Rafa yang berbicara sembari membelai pipi istrinya.
"Memang mau melakukan apa?" tanya Asyifa heran.
"Kamu tau Asyifa apa yang ingin aku lakukan," ucap Rafa mendekatkan lagi wajahnya pada Asyifa membuat Asyifa melotot.
"Kak Rafa mau apa. Ini kan masih sore," ucap Asyifa pelan.
"Memang untuk hal itu harus melihat waktu," ucap Rafa dengan tatapannya menunjukkan tatapan mautnya sampai Asyifa harus pasrah. Jika kali ini suaminya mengajaknya untuk melakukan itu. Rafa memang tidak akan menghilangkan kesempatan apa-apa dan mendekatkan bibirnya pada istrinya dengan memiringkan kepalanya untuk meraih bibir yang menjadi candunya itu.
"Kak Asyifa aku per...." Rafa harus menghentikan kelakukannya saat dengan tiba-tiba Azka datang dan Azka juga kaget dan langsung mengalihkan pandangannya.
"Aku tidak melihat apa-apa kok," sahut Azka yang salah tingkah dan melihat ke lain arah yang mencari kesibukan sendiri.
"Kamu bilang Azka pergi berenang. Kok masih ada di sini?" tanya Rafa yang malu sendiri yang tertangkap adik iparnya.
"Ya tadi Asyifa pikir sudah pergi ternyata baru aja mau pergi," jawab Asyifa yabg juga ikutan malu. Karena Azka menangkap dirinya dan suaminya.
"Hmmmm, ya sudah ya kak Asyifa, kak Rafa. Azka pergi dulu untuk latihan berenang. Benar tadi Azka tidak lihat apa-apa kok," ucap Azka yang langsung pergi dengan helaan napasnya.
"Asyifa kamu sih," ucap Rafa menggaruk-garuk kepalanya.
"Kok nyalahin Asyifa. Kak Rafa yang salah, sudah tau Asyifa sedang memasak. Tetapi ganggu Asyifa. Sudah itu ini kan di rumah ayah dan ibu ya pasti tidak akan tau kapan orang akan masuk. Tetapi kak Rafa malah gangguin Asyifa dan sekarang nyalahin Asyifa lagi. Jelas-jelas yang salah itu kak Rafa. Bukan Asyifa," tegas Asyifa dengan kesal.
"Jadi yang salah aku?" tanya Rafa.
"Lalu siapa. Asyifa gitu, udah ahhh jangan ganggu Asyifa. Orang lagi masak juga," ucap Asyifa kembali menyalakan kompor.
__ADS_1
"Asyifa!" bujuk Rafa memegang bahu Asyifa dan Asyifa langsung menghindar.
"Asyifa lagi masak kak Rafa. Jangan ganggu Asyifa," ucap Asyifa yang sepertinya ngambek. Dan Rafa harus menghela napasnya dengan menggaruk kepalanya yang pusing sendiri dengan ulahnya yang membuat istrinya keget.
**********
Kediaman Miranda.
Miranda terlihat yang berada di rumahnya yang sedang menonton TV. Yang ternyata sedang memberitakan dirinya yang baru keluar dari kantor Polisi dan di wawancara wartawan yang mana Miranda memberi klarifikasi.
"Ada untungnya juga Rafa melaporkan ku dengan begini aku akan di undang banyak stasiun TV untuk menanyakan hal ini. Jadi karirku akan kembali naik. Selagi Rafa tidak mendapatkan bukti yang kuat. Maka aku akan aman-aman saja dan jadwal ku akan semakin padat," ucap Miranda dengan tersenyum miring yang ternyata memanfaatkan keadaan untuk mendompleng kembali ke populerannya dengan memperbanyak sensasi dengan memanfaatkan kasus yang ada.
Miranda tersenyum dengan bahagianya dan melihat kesampingnya yang membuatnya terkejut.
"Rachael," pekik Miranda saat di kejutkan wanita yang berdiri melihatnya dengan tatapan datar, "kamu itu ngagetin kakak aja," ucap Miranda dengan mengusap-usap dadanya dengan napasnya yang naik turun.
"Kakak membuat sensasi lagi dengan mengganggu keluarga kak Rafa?" tanya Rachel.
"Apa maksud kamu. Sudah kamu jangan ikut campur. Ayo nanti kamu telat lagi untuk berenang," sahut Miranda yang berdiri dan pergi terlebih dahulu. Gadis muda itu hanya melihat televisi dengan ekspresi yang tidak terbaca dan Rachel pun akhirnya pergi menyusul sang kakak.
************
Azka memang punya rutinitas untuk berenang. Karena dia merupakan Atlet renang. Jadi Azka harus konsisten untuk latihan. Azka yang sudah melakukan banyak latihan langsung naik kedaratan.
" Udah selesai Azka?" tanya seorang Pria yang kemungkinan adalah temannya Azka.
"Iya cukup sampai di sini saja. Aku harus pulang, soalnya kakak ku ada di rumah. Jadi tidak mau melewatkan makan malam bersama," jawab Azka.
"Ya ampun adik kesayangan kakak benget deh," sahut tekannya itu dengan mengejek.
"Biarin yang penting punya kakak, Dari pada kau tidak punya sama sekali," sahut Azka yang menyombongkan dirinya.
"Iya deh Azka," sahut temannya yang kalah dari Azka.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu aku duluan pulang ya Roby," ucap Azka pamit.
"Oke hati-hati," sahut temannya yang bernama Roby itu.
************
Setelah berganti pakaian, Azka pun yang menyandang ranselnya langsung keluar dari tempat ganti menuju parkiran untuk ke mobil yang pasti supirnya sudah menunggunya.
"Kamu itu fokus untuk latihan saja jangan mencampuri urusan kakak," Azka menghentikan langkahnya ketika mendengar suara yang tampak marah-marah membuat Azka melihat ke arah suara itu dan melihat Miranda yang ternyata sedang memarahi adiknya Rachel.
"Rachel dan itu kan Miranda," batin Azka yang sepertinya mengenal Rachel.
"Apa kamu tidak dengar apa kata kakak hah!" tegas Miranda.
"Tapi aku tidak suka cara kakak yang sangat kelewat batas. Apa gunanya kak mencari sensasi dengan menggunakan orang lain. Kenapa kakak tidak mau berubah," ucap Rachel yang perotes dengan pekerjaan sang kakak.
"Cukup Rachel!" bentak Miranda. Kakak sudah mengatakan jangan ikut campur. Semua kakak lakukan. Agar kamu bisa hidup enak, bisa sekolah di tempat yang bagus," tegas Rachel.
"Dengan cara mengganggu kak Rafa dan keluarganya," sahut Rachel.
"Mereka yang sudah menghancurkan karir kakak. Gara-gara wanita yang menjadi istrinya itu," tegas Miranda.
"Tapi kakak sendiri yang tidak mau menikah dengan kak Rafa. Lalu kenapa ketika kak Rafa sudah menikah kakak mengganggu keluarganya dan seperti wanita yang tidak punya harga diri," ucap Rachel.
Plakkk.
Rachel langsung mendapatkan tamparan keras dari Miranda membuat wajah Rachel miring kesamping dengan pipinya yang tertutup rambutnya dan Azka yang melihat hal itu jelas terkejut dan pasti kaget.
"Ini yang kamu maukan. Kakak tegaskan sekali lagi pada kamu jangan ikut campur. Kalau kakak miskin kamu juga tidak akan bisa hidup enak," tegas Miranda menunjuk tepat di wajah Rachel dan Miranda langsung pergi.
Rachel yang menghela napasnya dengan mendapatkan pukulan dari sang kakaknya. Saat Rachel ingin pergi. Tiba-tiba Rachel melihat Azka dan Rachel langsung pergi dengan buru-buru.
"Jadi Rachel itu adiknya wanita jahat itu dan apa katanya tadi dia ingin menghancurkan kak Rafa dan kak Asyifa," batin Azka yang benar-benar terkejut melihat hal yang baru saja terjadi.
__ADS_1
Bersambung