
Asyifa dan Rafa menikmati libur kerja Rafa dengan jalan-jalan dan makan apa yang di inginkan Asyifa yang seperti sekarang ini mereka berdua memasuki toko eskrim dan sedang menikmati eskrim pelangi yang di minta Asyifa dengan duduk bersebelahan di samping dingding kaca dengan Asyifa menikmati eskrim yang di masukkan kedalam gelas cantik itu.
"Kak Rafa coba!" ucap Asyifa menyuapi suaminya dan dengan senang hati suaminya menerima suapan istrinya.
"Enak bukan?" tanya Asyifa.
"Iya sangat enak. Hmmm tapi tunggu dulu ini benar-benar di ingin babyny atau kamu hanya mengerjaiku?" tanya Rafa.
"Issss kak Rafa, ini sungguhan tau. Asyifa tidak mengerjai kak Rafa kok," sahut Asyifa dengan suara manjanya.
"Ya habisnya keseringan di kerjai, jadi tidak bisa membedakannya," ucap Rafa.
"Kak Rafa jangan gitu dong, Asyifa benar-benar pengen makan eskrim kok, Asyifa pengen jalan-jalan, makan ini itu dan itu benar dan bukan mengerjai kak Rafa," ucap Asyifa dengan manjanya yang suaminya mulai meragukannya.
"Iya-iya aku percaya, jangan cemberut seperti itu," sahut Rafa mengusap-usap lembut pipi Asyifa yang cabi.
"Ternyata mengerjai suami itu bisa jadi kualat Asyifa janji tidak akan mengulanginya lagi. Gara-gara Asyifa kepercayaan kak Rafa jadi hilang pada Asyifa," ucap Asyifa yang lagi-lagi pasti menyesal.
"Tidak hilang Asyifa. Aku tadi hanya bercanda. Lagian aku sangat suka dengan kamu yang bermanja padamu dengan begitu aku dengan bersemangat, melakukan semuanya untukmu. Jadi aku tidak pernah hilang rasa percaya padamu. Karena kamu istri yang baik, yang cantik, yang jujur, yang Sholeh, yang lembut, yang tulus dan yang semuanya," ucap Rafa tidak segan-segan memuji Asyifa. Asyifa mungkin bisa terbang ke langit ke-7 jika suaminya semakin memujinya lagi.
"Makasih kak Rafa," ucap Asyifa tersenyum dan kembali menyuapi suaminya dengan eskrim tersebut.
"Oh iya kak Rafa. Asyifa boleh tanya sesuatu tidak?" tanya Asyifa.
"Boleh apa itu?" tanya Rafa.
"Masalah kartu ucapan yang Asyifa temukan di laci mobil kak Rafa, kenapa kak Rafa menyimpannya dan alih-alih seharusnya membuangnya?" tanya Asyifa yang memang penasaran. Apa lagi mengingat suaminya itu tipe orang masa bodo dan Rafa yang dulu berbeda dengan Rafa yang sekarang.
"Aku juga tidak tau Asyifa kenapa menyimpannya saat itu. Karena kita juga tidak saling mengenal saat itu dan saat itu aku sedang kesal dan emosi. Yang seharunya langsung membuangnya. Namun ternyata aku simpan setelah membacanya," jawab Rafa yang memang apa adanya.
"Lalu saat membacanya apa yang tersirat di pikiran kak Rafa?" tanya Asyifa.
"Hmmm apa ya," sahut Rafa sembari mengingat-ingat, "oh iya aku ingat, aku mengatakan ada ya di jaman sekarang wanita seperti ini sangat manis terhadap kakeknya yang menuliskan kata-kata indah," jawab Rafa yang memang itu yang di katakannya. Bahkan Rafa juga sempat membandingkan dirinya. Karena dirinya saja pada orang tuanya tidak seperti itu.
__ADS_1
"Jadi itu yang kakak katakan pertama kali?" tanya Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya.
"Itu artinya aku dari dulu sudah mengagumimu tanpa kita saling mengenal dan bahkan tidak tau sama sekali wajah kamu seperti apa," ucap Rafa yang memang apa adanya dan Asyifa pasti hanya tersenyum dengan mendapatkan kata-kata itu. Huhhhh kebahagiaan tidak bisa di katakan seperti apa.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
Ponsel Rafa tiba-tiba berdering dan Rafa langsung mengangkatnya.
"Ada apa Abian?" tanya Rafa yang ternyata yang menghubungi Rafa adalah Abian.
"Baiklah kalau begitu, aku kebetulan lagi bersama Asyifa kami akan segera kesana," ucap Rafa yang langsung menutup telponnya.
"Ada apa kak Rafa?" tanya Asyifa.
"Abian menelpon katanya polisi sudah menjadikan Miranda tersangka dan sekarang Miranda ada di kantor Polisi melakukan pemeriksaan dan pasti dia membawa pengacaranya untuk melakukan pembelaan," jawab Rafa dengan sedikit penjelasan.
"Oh begitu. Jadi kak Abian sudah kembali dari Bali?" tanya Asyifa.
"Kak Rafa sering berkomunikasi ya dengan kak Abian?" tanya Asyifa.
"Tidak terlalu sering Asyifa," jawab Rafa.
"Apa kak Rafa sudah benar-benar tidak cemburu lagi dengan kak Abian?" tanya Asyifa.
"Asyifa orang-orang mengatakan cemburu itu tandanya cinta. Kamu mau jawaban yang mana aku cemburu padanya atau tidak?" tanya Rafa yang malah membuat pilihan pada Asyifa.
"Asyifa senang kalau kak Rafa sudah tidak berpikiran buruk pada kak Abian. Tetapi kalau kak Rafa sudah tidak cemburu berati kak Rafa sudah tidak cinta dan lebih baik cemburu tapi jangan berlebihan," jawab Asyifa membuat Rafa hanya tersenyum saja dengan kelakuan istrinya itu.
"Ayo habiskan eskrimnya. Biar kita ke kantor polisi," ucap Rafa.
"Baik kak Rafa," sahut Asyifa.
********
__ADS_1
Kantor polisi.
Asyifa dan Rafa akhirnya sampai kantor polisi dan mereka bersama Abian yang menunggu hasilnya.
"Semoga saja Miranda mendapatkan hukuman yang setimpal agar dia jera dalam tindakannya," ucap Abian dengan doa dan harapannya.
"Iya kak Abian, kita doakan saja apa yang terbaik," sahut Asyifa.
Tiba-tiba mereka yang menunggu dengan duduk melihat Miranda yang berjalan bersama 2 pria yang di pastikan pengacara Miranda.
"Miranda tidak di tahan?" tanya Rafa yang heran melihat Miranda dan Abian sendiri juga heran.
"Aku juga tidak tau Rafa," sahut Abian.
Miranda pun tiba di depan mereka. Asyifa, Rafa dan Abian langsung berdiri dengan wajah mereka yang heran.
"Ada apa dengan wajah kalian. Apa heran melihatku yang masih memakai pakaian mahalku?" tanya Miranda.
"Wajah tampan kekasihku ini juga begitu terkejut. Apa sekarang kekasihku ini ingin memenjarakanku?" tanya Miranda yang ingin memegang pipi Rafa. Namun Rafa langsung menepis tangan Miranda.
"Jangan kurang ajar tanganmu. Aku memang akan memenjarakan mu. Kau sudah menyakiti Asyifa dan kau tidak akan bisa lepas Miranda," ucap Rafa menekankan.
"Oh iya. Tapi kok polisi belum menahanku ya. Aku hanya di interogasi dan setelah itu tidak ada apa-apa lagi," sahut Miranda dengan kesombongannya.
"Kau berbuat licik Miranda?" tanya Rafa.
"Aku tidak melakukan apa-apa Rafa. Aku hanya membawa 2 pengacara untuk membantuku dan masalahnya akan di prosesor kok, siapa yang salah sebenarnya," ucap Miranda dengan santai.
"Mau punya seribu pengacara. Kalau tidak akan pernah lolos Miranda," ucap Rafa dengan menekankan.
"Kekasih ku sekarang begitu galak ya aku tidak percaya. Sayang aku sebenarnya sangat merindukanmu dan ingin berbicara banyak padamu. Tetapi aku harus pergi. Karena aku banyak urusan dan kita akan bertemu di persidangan nanti," ucap Miranda dengan santainya seolah tidak takut dengan hukum yang ada dan pasti membuat Abian, Asyifa dan Rafa kaget dengan Miranda yang tidak di tahan yang padahal sudah jelas-jelas mereka mempunyai bukti yang kuat.
Bersambung
__ADS_1