Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 237


__ADS_3

Setelah pernikahan selesai Willo terlihat sedih dengan apa yang terjadi. Dia sangat menyayangkan apa yang terjadi di keluarganya. Rania dan Rendy yang saling berbicara melihat Willo yang tampak menyendiri.


"Pernikahan ini sudah terjadi. Aku tidak tau apa benar dan apa yang salah. Ya Allah aku hanya pasrah dengan semua ini dan aku berserah diri pada mu ya Allah," batin Willo dengan air matanya yang menetes.


Rania dan Rendy saling melihat dan sama-sama menganggukkan kepala mereka.


Lalu mereka langsung berdiri dari tempat duduk mereka dan menghampiri Willo yang terlihat begitu sendu.


"Kak!" tegur Rania memegang bahu Willo. Willo mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dengan menghembuskan napas beratnya.


"Jika anak yang di kandung Syira bukan anak Dedi. Maka masalah akan semakin banyak. Semuanya akan penuh kebohongan sampai kapanpun," ucap Willo yang khawatir dengan masa yang akan datang.


"Jika ragu dan percaya pada Dedi. Lalu kenapa kakak mendesak Dedi untuk menikah dengan Syira tanpa memberi kesempatan untuk memberi kebenarannya," ucap Rania.


"Aku takut Rania justru akan semakin sakit nantinya. Aku takut jika ternyata memang Dedi yang bohong," jawab Willo.


"Pernikahan ini sudah terjadi. Kita juga tau konsekuensinya ketika mengambil resiko menikahkan Syira dan Dedi. Tanpa itu benar atau salah. Ini sudah terjadi. Tidak ada yang harus di sesalkan dan jika anak itu anak Dedi mungkin masalah tidak akan semakin besar. Tetapi seperti yang ka Willo katakan. Jika ternyata anak itu bukan anak Dedi makan masalah tidak akan berhenti,"


"Dari Dedi yang haram menyentuh wanita yang hamil. Karena masih dalam massa Iddah dan jika itu terjadi itu sama saja dengan zina, anak yang lahir yang menggunakan bint Dedi sama saja kebohongan. Pernikahan yang berlanjut dengan lahirnya keturunan yang lain bukan muhrim dari anak pertama. Semuanya akan menjadi masalah besar jika anak yang di kandung Syira bukan anak Dedi dan mereka sudah menikah. Kita tau konsekuensinya dan tetap mengambil resiko ini. Apa yang harus di sesalkan. Pernikahan sudah berjalan," ucap renda membuat Willo semakin bersalah dengan pernikahan itu.


"Sekarang hanya tergantung Syira dan juga Dedi. Mereka berdua tau akhlak, syariat dan mengerti Agama. Jika kehamilan itu kebohongan maka mereka juga tau apa yang mereka lakukan dan kita lihat kedepannya bagaimana," ucap Rendy yang bicara dengan bijak.


Mungkin ini yang di namakan kurangnya diskusi. Mungkin rasa marah Willo pada putranya membuatnya mengambil keputusan dengan cepat dan di tambah lagi dengan desakan keluarga Syira.

__ADS_1


Willo juga menjaga nama baik keluarganya. Kalau sudah sampai hukum pasti masalah semakin besar. Nama keluarga dari iparnya Dokter Rendy yang begitu di kenal Agamis akan tercoreng dan itu yang di jagakan Willo.


Tetapi justru semuanya membuat Willo semakin tidak bisa berpikir dan justru malah berharap anak yang di kandung Dedi memang anak Dedi agar masalah tidak sampai panjang.


**********


Setelah acara pernikahan yang benar saja Syira langsung di bawa pergi. Langsung di bawa kerumah Dedi. Sementara keluarga yang lainnya dari Rafa dan Abian sudah kembali pulang kerumah masing-masing dan hanya Rafa dan Asyifa yang ikut mengantarkan Syira ke rumah ibu mertua Syira.


Sesampai di rumah semuanya sangat canggung. Hanya diam dan sepertinya tidak ada kehidupan. Rumah Willo juga biasa-biasa saja. Tidak seperti rumah pada umumnya yang kalau menyambut menantu pasti ada ini dan itu. Namun kali ini tidak ada sama sekali yang benar-benar hanya biasa-biasa saja. Bahkan Syira tidak di sambut ramah. Resiko Syira yang membuat masalah dan terkesan semua orang membencinya.


"Bi!" panggil Willo yang sudah memasuki rumah.


"Iya Bu," sahut Bibi yang langsung datang.


"Bawa kopernya ke atas!" perintah Willo yang datar-datar saja.


"Syira kamu akan tinggal di sini dan jika butuh sesuatu kamu tanya Bibi dan sesuaikan diri kamu dengan berada di sini. Ikutan peraturan yang ada di rumah ini dan jadilah istri dan iya tidak semua semudah yang kamu pikir. Ada apa-apa kamu tanya Bibi dan jangan ganggu saya," ucap Willo singkat dan langsung pergi dengan ketusnya.


"Ayo mas kita juga istirahat, aku capek dan kamu juga lelah," sahut Lulu yang juga membawa suaminya pergi. Ya lagi-lagi Syira mendapatkan perlakuan yang tidak enak. Salah sendiri suka cari masalah sih.


Hanya tinggal Syira, Dedi, Rafa dan Asyifa. Asyifa wanita yang tidak tegaan, Asyifa menghela napasnya dan menghampiri Syira.


"Aku antar kekamarmu," ucap Asyifa dengan lembut. Padahal Syira pernah mendorongnya saat Asyifa kerumahnya. Namun Asyifa bukannya dendam tapi malah dia satu-satunya orang yang baik pada Syira.

__ADS_1


"Ayo!" ajak Asyifa dan Syira mengangguk saja dan mengikuti Asyifa.


Sementara Rafa mendekati Dedi dengan menepuk bahu Dedi. Tidak tau apa artinya mungkin sebagai penguat untuk Dedi.


*********


Sesampai di kamar. Asyifa dengan baiknya membantu Syira merapikan kamar tersebut.


"Sepertinya keluarga ini tidak menyukaiku," Icao Syira yang mengeluarkan pakaiannya dari dalam koper.


Asyifa menoleh sebentar ke arah Syira "Ini akan menjadi hal sulit untuk kamu Syira. Mungkin yang kamu pikirkan adalah benar. Jika keluarga ini tidak mudah menerima kamu. Namun pasti sebelum kamu mengambil tindakan untuk menciptakan semua ini kamu sudah tau resikonya," sahut Asyifa bicara tertata yang membuat Syira melihat ke arah Asyifa.


"Kamu juga menganggap anak yang aku kandung bukan anak Dedi?" tanya Syira.


"Mau kamu mengakuinya atau tetap berbohong, sudah tidak ada gunanya Syira. Kamu sudah menikah dengan kak Dedi dan asal kamu tau Syira sebelum kamu mengatakan pernyataan itu. Kak Dedi sudah bercerita kepada kami semua masalah apa yang terjadi," ucap Asyifa dengan tenang bicara dengan begitu lembut.


"Masyaallah kak Dedi punya hati yang tulus yang ingin bertanggung jawab pada wanita yang hamil dan bukan dia pelakunya. Nilai plus padanya atas niat baiknya. Dan Tante Willo menentang hal itu. Karena Tante Willo tau apa yang terjadi kedepannya. Ternyata semuanya menjadi lain cerita dengan kamu memunculkan pernyataan dan sampai pernikahan ini terjadi,"


"Jadi mau ini bohong atau tidak. Ini tidak berarti lagi Syira. Kamu wanita yang mengerti agama dan dengan pernikahan ini kamu juga tau selanjutnya apa yang haram dan tidak. Kamu tau resikonya dengan semua perbuatan kamu dan ini bukan hanya masalah sampai anak itu lahir. Tetapi akan menjadi masalah besar sampai kedepannya," ucap Asyifa yang berbicara lemah lembut dengan sangat sopan dan bahkan memberikan nasihat di dalam setiap kalimat yang di ucapkannya.


Syira diam saja dengan matanya berkaca-kaca mungkin ada penyesalan. Namun sudah kejadian dan dia juga pasti tau apa yang akan di dapatkannya dari semua ini.


"Aku berharap kamu bisa menjaga diri kamu dengan pernikahan ini jangan membuat masalah dan dosa semakin besar. Kak Dedi laki-laki yang baik. Dan jika tidak baik. Tidak mungkin dia menikahi kamu dan kamu tau pasti bagaimana perasaannya saat ini. Perasaan yang hancur ketika niat baiknya di jadikan fitnah," ucap Asyifa yang secara tidak langsung sangat percaya pada Dedi dan tau jika Syira hanya memifnah Dedi.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi setelah ini benarkah aku akan mendapatkan karma setelah semua yang aku lakukan. Semuanya membenciku, menatapku hina dan seakan menganggapku sampah. Lalu Dedi bagaimana, apa yang akan terjadi setelah ini," batin Syira. Dia panik gelisah dan pasti tidak nyaman dengan situasi yang di hadapinya. Namun itu keinginannya dan mau tidak mau dia harus menerimanya.


Bersambung


__ADS_2