Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 101


__ADS_3

Setelah acara berhubungan itu selesai. Rafa dan Asyifa yang tadi sama-sama sempat tertidur yang sekarang ke-2nya sudah kembali bangun dengan sama-sama bersandar di kepala ranjang dengan tubuh Asyifa pasti masih polos dengan tertutupi selimut. Sementara Rafa dengan telanjang dadanya.


Terlihat tidak ada obrolan di antara ke-2nya yang diam dan sepertinya sama-sama canggung dan tidak tau mau bicara apa. Sama dengan Asyifa yang sejak tadi sangat gelisah berada di samping Rafa. Lebih tepatnya sangat gugup.


Asyifa tampak bergeser dari tempat tidur dengan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Rafa dengan menahan tangan Asyifa.


"Mau mandi, sebentar lagi masuk azan subuh," jawab Asyifa.


"Ini baru jam 4 Asyifa mau mandi satu jam," ucap Rafa yang memang melihat masih jam 4 Asyifa sudah buru-buru saja.


"Tapi Asyifa merasa gerah," sahut Asyifa dengan pelan. Wajahnya sangat memerah dan pasti malu-malu karena habis bermesraan dengan suaminya.


"Baiklah, tapi terlalu pagi untuk kamu mandi, aku akan menyiapkan air hangat untuk mu," ucap Rafa yang begitu perhatian. Bahkan Rafa langsung berdiri turun dari ranjang dengan sembarang sampai Asyifa mengalihkan wajahnya dengan cepat.


Apa lagi yang di lakukan Rafa kalau tidak polos yang turun dari ranjang dan Rafa mengambil bathrobe untuk memakainya.


"Tidak perlu mengalihkan wajahmu, kau juga sudah melihatnya," goda Rafa yang tersenyum miring melihat Asyifa yang malu-malu.


Rafa setelah selesai memakai bathrobe itu langsung menuju kamar mandi yang berbaik hati untuk menyiapkan air hangat untuk istrinya. Asyifa batu busa menghela napasnya. Walau sudah melihatnya. Rafa tidak juga harus terang-teranganan di depannya dan dia begitu kaget melihat tubuh polos suaminya itu. Padahal tidak ada yang salah juga sih.


Tidak lama Rafa kembali keluar dari kamar mandi dan Asyifa masih tetap berada di atas ranjang dengan posisi yang sama.


"Mandilah sudah selesai," ucap Rafa dengan lembut. Asyifa menganggukkan kepalanya dan turun dari ranjang.


"Auhhhhh!" lirih Asyifa saat merasa kesakitan dan sepertinya tidak bisa menahan sakit itu sampai spontan mengeluarkan suara.


"Ada apa Asyifa?" tanya Rafa.


"Asyifa nanti saja mandinya," ucap Asyifa mengubah keputusannya. Karena sepertinya merasa perih di area sensitifnya yang membuat Rafa menghela napasnya dan langsung menggendong Asyifa membuat Asyifa kaget.


"Kak Rafa turunkan Asyifa, kak Rafa!" ucap Asyifa yang masih berbalut selimut yang tubuhnya itu di angkat Rafa.

__ADS_1


"Kak Rafa!" ucap Asyifa.


"Aku tau itu sangat sakit, aku akan membangun untuk berjalan ke kamar mandi," ucap Rafa yang pengertian.


"Tapi itu tidak perlu kak Rafa, Asyifa bisa kok," sahut Asyifa.


"Jangan keras kepala," sahut Rafa yang langsung membawa Asyifa kekamar mandi dan Asyifa pasrah dengan Rafa yang menggendong tubuhnya. Begitu sampai di kamar mandi Rafa langsung mendudukkan Asyifa pinggir bathup.


"Mandilah!" ucap Rafa dengan lembut. Asyifa menganggukkan kepalanya.


"Lalu Kaka Rafa kenapa masih berdiri di sini?" tanya Asyifa yang melihat Rafa tidak kunjung pergi.


"Memang kenapa. Tidak boleh aku di sini. Aku juga mau mandi," sahut Rafa yang ingin membuka bathrobenya.


"Kak Rafa jangan!" cegah Asyifa.


"Jangan melakukan itu kak Rafa. Asyifa mau mandi sendiri jangan ikut-ikutan mandi sama Asyifa kalau kak Rafa mau kak Rafa saja yang duluan mandi," ucap Asyifa yang ingin berdiri. Namun Rafa langsung menahannya.


"Kamu serius sekali. Padahal sudah saling melihat tapi masih saja canggung. Mandilah nanti kamu juga akan terbiasa," ucap Rafa. Asyifa hanya diam saja yang pasti sangat malu dengan kata-kata Rafa.


Huffff


Asyifa menghela napasnya perlahan kedepan yang merasa lega. Namun Asyifa tersenyum tipis. Tidak tau apa yang menyebabkannya tersenyum dia tersenyum saja.


"Kak Rafa benar-benar, dan kenapa rasanya sakit sekali ya sama seperti tadi malam," keluh Asyifa yang masih merasakan sakit di area sensitifnya.


*********


Rafa keluar dari kamar mandi dan kembali ke sisi tempat tidur di mana mata Rafa langsung tertuju pada gumpalan darah yang terdapat di atas tempat tidur. Apa lagi jika bukan milik istrinya. Rafa tersenyum yang seakan begitu bangga yang menjadi orang pertama menyentuh Asyifa.


Dia telah menelan ludahnya sendiri dulu saja awal-awal menikah mengatakan dengan jelas. Kalau dia tidak mau menyentuh Asyifa, tidak sudi, bukan tipe dan lain-lain. Tapi sekarang lihatlah dia tersenyum lebar dan merasa puas karena telah memiliki Asyifa dengan seutuhnya.


Rafa menghela napas dan terlihat merapikan kamar itu mengutip pakaian yang berserakan di lantai dan pasti pakaian Asyifa juga mau luar dan dalam juga. Ya mata Rafa mungkin sakit melihat kamar yang berantakan. Makanya Rafa dengan cepat membersihkannya.

__ADS_1


************


Asyifa sudah selesai mandi dan menggunakan bathrobe putih dia lupa membawa pakaian kedalam kamar mandi dan mau-mau tidak mau akan memakai apa yang ada.


Asyifa berdiri di depan cermin dengan melihat lehernya yang penuh dengan merah-merah dan bahkan di bagian dadanya juga banyak sekali. Asyifa begitu memperhatikan yang berdiri di depan cermin.


"Sampai seperti ini ternyata," gumamnya. Asyifa pertama kali melakukannya. Jadi dia mana tau kalau hasil karya suaminya itu seperti itu.


Setelah selesai melakukan aktivitasnya di kamar mandi Asyifa kelihatan ingin keluar kamar mandi namun tidak tau kenapa dia begitu ragu seperti keberaniannya hilang. Apa mungkin Asyifa canggung bertemu dengan Rafa.


Namun Asyifa memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi yang pasti menarik napasnya terlebih dahulu dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu Asyifa dengan mantap membuka pintu kamar mandi. Tetapi kepalanya dulu yang pertama kali keluar untuk melihat kedalam.


"Kemana kak Rafa?" tanya Asyifa yang tidak menemukan Rafa. Dan Asyifa pun langsung keluar dari kamar mandi dan benar-benar tidak menemukan Rafa.


Asyifa buru-buru menuju lemarinya untuk mengambil pakaiannya sebelum Rafa ada di sana. Karena dia bisa canggung lagi kalau Rafa datang.


Untung dengan cepat Asyifa berhasil mengambil pakaiannya dan memeluknya langsung berlari menuju kamar mandi.


"Kenapa harus terlihat buru-buru sekali," suara itu membuat langkah Asyifa terhenti dan ternyata Rafa sudah berdiri di dekat pintu dan tidak tau kapan Rafa ada di sana.


"Kak Rafa!" lirih Asyifa


"Kamu kenapa buru-buru, seperti ada yang mengejar?" tanya Rafa yang mendekat Asyifa refleks membuat Asyifa mundur kebelakang.


"Asyifa, Asyifa hanya mau ganti baju saja," ucap Asyifa dengan gugup.


"Ganti di sini saja. Kau sudah terlalu lama memakai kamar mandi dan sekarang tinggal giliranku," ucap Rafa yang langsung menuju kamar mandi.


"Tapi kak Rafa," sahut Asyifa.


"Cepat ganti dan jangan salah kan aku kalau tiba-tiba aku keluar kamar mandi," ucap Rafa memberikan ancaman membuat Asyifa ngeri.


Ya bisa saja Rafa yang sudah di kamar mandi tiba-tiba harus keluar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2