Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 115


__ADS_3

Miranda menyunggingkan senyumnya saat melihat kemarahan Rafa yang mana Miranda masih berdiri di depan pintu yang sudah tertutup itu.


"Wau akan ada perang besar ini nih, akan ada hal yang paling besar, Rafa sekarang penuh dengan emosi. Ternyata tujuanku untuk datang kemari tidak sia-sia sama sekali," batin Miranda dengan menyunggingkan senyumnya yang sangat bahagia dengan apa yang telah di lihatnya.


"Aku hanya tinggal menunggu kabar dari mu Rafa. Kalau kau akan mengajakku ke mari dan kita akan bersenang-senang dan istrimu itu akan do hempaskan jauh-jauh. Kau baru tau kan Asyifa jika aku jauh lebih baik dari padamu dan lihatlah Asyifa apa yang aku lakukan, lihat bagaimana aku Asyifa. Aku bisa melakukan semuanya untuk kehancuran mu dan bagaimana Asyifa apa kau bisa menikmati semuanya," batin Miranda yang penuh dengan senyumannya yang terlihat begitu puas yang telah merusak rumah tangga Asyifa dan Rafa yang mana Miranda telah membuat fitnah pastinya.


"Sebaiknya aku kembali ke hotel dan siap-siap. Karena aku yakin Rafa akan menemuiku dan kami akan bersenang-senang setelah itu, rencana ku pasti akan berhasil, aku yakin itu," batin Miranda dengan senyumnya lebarannya yang sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


***********


Rafa masih berada di balik pintu yang terlihat frustasi.


"Tidak mungkin apa yang di katakan Miranda adalah benar, aku sangat tau wanita itu dan dia hanya mengatakan apa dengan sesuka hatinya saja. Wanita itu hanya ingin mengujiku saja. Tetapi kenapa Asyifa tidak mengabari apa-apa jika Abian ada di sana," batin Rafa yang penuh dengan tanya yang tidak bisa berbicara apa-apa lagi.


Rafa kembali kekamarnya. Percaya atau tidak percaya dengan apa yang di katakan Miranda. Pada intinya sekarang dia terlihat sangat marah dan penuh dengan emosi dan Rafa kembali menghubungi Asyifa yang lagi-lagi handphonnya Asyifa tidak dapan di hubungi.


"Argggg, umpat Rafa dengan penuh amarah yang langsung membanting ponselnya kelantai.


"Kenapa begitu sulit bagimu untuk mengangkat telpon apa yang aku inginkan sebenarnya Asyifa, kau pergi seminar, yang katanya tidak menginap dan kau malah menginap dan kau lagi-lagi bertemu dengan laki-laki itu. Apa maumu sebenarnya. Apa susahnya mengatakan kepadaku," teriak Rafa yang marah-marah sendiri yang benar-benar murka dengan Asyifa yang sudah tidak mengangkat telponnya dan bahkan Asyifa juga bertemu Abian.


Sudah tau Rafa paling benci dengan Abian dan sekarang Abian bisa-bisanya bersama Asyifa. Bagaimana Rafa tidak kesal dengan istrinya. Mau percaya atau tidak dengan apa yang di katakan Miranda. Tetapi intinya dengan Asyifa yang tidak mengangkat telponnya membuatnya marah dan pikiran Rafa mau tidak mau harus berpikir negatif karena tidak ada kejelasan dari istrinya tersebut.


***********

__ADS_1


Jakarta.


Rafa yang tidak mendapatkan kabar dari Asyifa ternyata bisa-bisanya Rafa langsung kembali ke Indonesia yang meninggalkan pekerjaannya dan memastikan jika apa yang di katakan Miranda tidak benar sama sekali.


Setelah dari Bandara Rafa langsung menuju rumahnya dan sangat cepat membuat Rafa sampai ke rumahnya karena taxi yang di tumpanginya di suruh nya untuk cepat-cepat. Sampai tepat di rumahnya Rafa juga buru-buru keluar dari Taxi dan bahkan memberi ongkos Taxi dengan asal-asalan saking Rafa yang begitu terburu-buru sekali dan pak supir pun tidak bisa memanggil lagi karena Rafa keburu masuk pagar. Tapi untung saja ongkos Taxi di lebihkan.


Brukkk


Rafa langsung membuka pintu rumah, di mana di ruang tamu membuat Shofia, Xander, Shania, Ardi dan Zee kaget dengan kehadiran Rafa yang tiba-tiba saja.


"Rafa kamu sudah kembali kok tumben cepat swkali?" tanya Shania yang cukup kaget. Namun mata Rafa langsung fokus pada Zee yang ternyata ada di rumahnya.


"Di mana Asyifa?" tanya Rafa yang langsung menanyakan Asyifa.


"Kurang ajar!" umpat Rafa dengan mengepal tangannya tanpa mendengarkan kelanjutan dari ucapan Zee.


"Rafa kamu itu ada apa?" tanya Shania.


"Kau benar-benar membuatku marah Asyifa!" umpat Rafa dengan matanya yang memerah dan langsung meninggalkan tempat itu yang membuat yang lain heran dengan Rafa yang emosian dan pergi begitu saja.


"Kak Rafa!" panggil Zee.


"Kenapa sih tuh anak dan mau kemana dia, pulang-pulang langsung seperti orang kesetanan," ucap Shofia yang geleng-geleng dengan kelakukan Rafa.

__ADS_1


"Sepertinya ada terjadi sesuatu makanya Rafa sampai seperti itu," sahut Xander.


"Dia hanya menanyakan Asyifa dan setelah itu main pergi aja dengan suka-sukanya benar-benar ya Rafa heran melihatnya," sahut Shofia.


"Jangan-jangan kak Rafa nanti salah paham lagi," batin Zee yang merasa ada yang tidak beres dan tadi dia juga belum selesai bicara dan Rafa sudah pergi saja. Zee jadi khawatir dengan Asyifa yang masih ada di Bali dan tidak tau juga kenapa Zee sudah ada di Jakarta dan mungkin itu yang Rafa kesal karena apa yang di katakan Miranda benar kalau Zee sudah pulang dan Asyifa masih di Bali dan apa benar Asyifa masih di Bali bersama dengan Abian.


"Zee apa ada sesuatu?" tanya Shania yang melihat Zee tampak memikirkan sesuatu.


"Tidak kok kak, Zee hanya heran saja dengan kak Rafa dan sekarang kak Rafa malah pergi begitu saja," ucap Zee.


"Ya memang sih anak itu memang ada-ada saja," ucap Shania dengan geleng-geleng.


***********


Rafa yang ingin membuktikan semua perkataan Miranda benar-benar langsung terbang ke Bali untuk menemui istrinya yang membuatnya tidak bisa tidur dan penuh dengan pemikiran yang perasaannya bercampur aduk yang pasti bawaannya emosian terus.


Masih berada di dalam pesawat tiba-tiba Rafa sudah menerima pesan lagi dan lagi-lagi dari Miranda.


..."Aku tidak bohongkan Rafa apa yang aku katakan benarkan jika Asyifa dan Zee sudah tidak bersama, Zee sudah ada di rumah dan Asyifa menginap di Bali dan kamu harus tau dia menginap di Villa Abian yang ada di Bali. Jika kamu tidak percaya kamu datang saja," tulis Miranda yang sekalian mengirm alamat pada Rafa....


Selain itu banyak foto-foto yang di kirimi Miranda lagi, foto-foto kebersamaan Abian dan Asyifa yang hanya berduaan dan bagaimana tidak membuat Rafa semakin emosi dengan mengepal tangannya dan mungkin handphone itu bisa-bisa akan melayang lagi karena Rafa yang di penuhi dengan amarah dan rasa emosi yang di penuhi api cemburu.


Dia hanya bisa mengumpat di dalam hatinya dengan apa yang terjadi dan paling parahnya Asyifa tidak mengabarinya sama sekali.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2