Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 43


__ADS_3

Rafa terlihat murung dan penuh pemikiran yang duduk di belakang Villa yang mengarah pada lautan yang terlihat Rafa penuh dengan beban pikiran.


Di mana dalam pemikiran Rafa yang mana Rafa memikirkan apa yang di katakan Miranda tadi. Miranda yang ingin meninggalkan semuanya, mengakhiri karirnya dan menikah dengan Rafa yang pasti Rafa harus menceraikan Asyifa dan bum lagi apa yang di katakan Asyifa teringat di benak Rafa.


Hal-hal seperti itu yang merusak pemikiran Rafa yang membuat Rafa jadi kepikiran dan tidak menentu.


"Rafa!" tegur Xander yang mengejutkan Rafa memebuay Rafa melihat kebelakang.


"Pah," sahut Rafa.


"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Xander yang duduk di sebelah Rafa.


"Tidak apa-apa," jawab Rafa yang pasti bohong.


"Bagaimana mungkin kamu tidak apa-apa. Jelas-jelas papa melihat kamu seperti mempunyai beban pikiran," sahut Xander.


"Pernikahanku," sahut Rafa mslihat ke arah Xander.


"Ada apa dengan pernikahan mu?" tanya Xander.


"Aku ingin mengakhirinya," sahut Rafa membuat Xander terkejut.


"Rafa!" lirih Xander.


"Aku tersiksa dengan semua ini," ucap Rafa.


"Lalu kamu pikir Asyifa tidak," sahut Xander.


"Jika dia tersiksa jadi aku rasa tidak ada alasan untuk tidak mengakhiri semuanya," sahut Rafa.


"Rafa, Asyifa itu anak yang baik, Sholeha,dari keluarga baik, kenapa kamu sejahat ini yang harus menyakiti gadis yang tidak bersalah," ucap Xander.


"Bukannya dia yang memilih semua ini, ini semuanya keinginannya," sahut Rafa.


"Apa maksud kamu?" tanya Xander.


"Dia menerima pernikahan ini. Artinya dia tau resikonya dan oke aku mengampuninya dengan mengakhiri semuanya, jadi dia tidak akan tersakiti lagi," ucap Rafa dengan jalan pikirannya yang sangat konyol membuat Xander geleng-geleng kepala.


"Astaga Rafa. Papa benar-benar tidak menyangka dengan jalan pikiran kamu. Bisa-bisanya kamu berpikiran pendek seperti ini. Rafa seharunya kamu sadar. Siapa wanita yang kamu sakiti itu. Kamu itu coba sholat dulu, siapa tau hati kamu langsung terbuka. Jangan sampai kamu menyesal. Asyifa juga tidak akan pernah mau menikah dengan kamu. Jika dia tau siapa kamu. Dia bertahan walau tau semuanya. Karena didikan dari orang tuanya karena ilmu dia punya bagaimana cara mengatasi semua masalah yang terjadi dan dia tidak gegabah dan itu membuktikan dia jauh lebih pintar dari pada kamu," tegas Xander.


"Papa terus memebelanya, memahami perasaannya dan tidak memehami apa yang Rafa rasakan. Pah, Rafa sangat tersiksa dengan semua ini dan sebenarnya Rafa yang menjadi korban," ucap Rafa.


"Cukup! Papa sudah tidak tau harus mengatakan apa lagi kepada kamu. Papa benar-benar sangat kecewa dengan kamu dan terserah kamu sekarang kamu mau bagaimana. Tapi papa perlu mengingatkan kepada kamu jangan sampai kamu menyesal. Papa hanya menyarankan Rafa coba buka mata dan pikiran kamu agar iblis tidak merasuki kamu," tegas Xander yang bicara dengan tegas pada Rafa.


"Kamu mungkin sudah sering mendengar. Betapa banyaknya orang tua yang menginginkan Asyifa sebagai menantu dan kamu adalah Pria yang seharusnya beruntung dan tidak dengan dia yang tidak beruntung. Tetapi kamu tidak pernah bersyukur dengan apa yang terjadi dan papa sangat kecewa kepada kamu," ucap Xander yang langsung berdiri meninggalkan Rafa yang sekarang hanya diam setelah mendapat peringatan dan kata-kata pedas dari papanya.


"Kenapa tidak ada satupun yang memahami apa yang aku rasakan. Apa kalian pikir aku juga sangat bahagia, ketika melihatnya menanggung semuanya. Tidak sama sekali dan aku ingin menyelesaikan masalah ini sebelum semuanya semakin panjang," batin Rafa dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya sembari membuang napasnya perlahan kedepan.


Xander memang selalu berusaha untuk membuat Rafa mengerti dengan masalah pernikahannya.


**********

__ADS_1


Setelah berdiskusi dengan Xander dan jelas Xander tidak setuju dengan Rafa yang ingin mengakhiri pernikahannya. Rafa pun akhirnya kembali ke kamar dengan wajahnya yang murung.


Di sana Asyifa sudah tertidur. Rafa melangkah mendekati ranjang dan melihat Asyifa yang berbaring di atas ranjang dengan wajahnya yang teduh. Sangat cantik saat tertidur dengan rambutnya yang terurai panjang. Tidur saja cantik apa lagi bangun dan Rafa apa tidak menyadari hal itu. Karena memangata Rafa sednag di butakan.


Rafa berdiri di pinggir ranjang yang hanya melihat Asyifa dengan tatapan yang tidak terbaca sama sekali.


Tiba-tiba kata-kata Miranda tadi teringat kembali yang meminta Rafa untuk berpisah dengan Asyifa dan Miranda akan meninggalkan semua demi Rafa. Namun apa yang di katakan Xander juga terlintas di pikirannya yang mana Xander tidak setuju dengan perpisahan Rafa dan juga Asyifa. Semua ingatan yang membuat pikirannya kacau itu membuatnya mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Apa kau puas Asyifa sudah membuatku seperti ini. Apa kau puas sudah merusak segalanya dan mengacaukan hidupku," batin Rafa do dalam hatinya yang sangat marah kepada Asyifa.


"Kau membuat kesalahan terbesar yang berani masuk dalam hidupku dengan menerima pernikahan itu. Asyifa aku sudah melakukan banyak hal untuk membuatmu pergi. Tapi kau malah bertahan. Kau menerima semuanya dengan apa yang aku lakukan, apa yang aku katakan sebelumnya seharunya kau sudah menyadarinya dan kau tetap berada di sini dan bertahan.


"Dan iya Asyifa aku akan menghentikan segalanya dengan perpisahan yang terbaik di antara kita dan kau tau itu juga aku lakukan demi dirimu. Karena aku masih menunjukka jika aku manusi yang punya hati dengan cara perpisahan di antara kita, maka kau terbebas dari segalanya dan tidak perlu merasakan semua ini," batin Rafa yang terus melihat Asyifa dnegan bergerutu di dalam hatinya.


Rafa menyadari jika dia sangat keterlaluan. Dia memang sengaja melakukannya untuk membuat Asyifa menyerah dan pergi. Namun siapa sangka Asyifa bertahan dan pasti ada alasannya. Rafa juga ada rencana untuk menghentikan dan pasti dengan cara perpisahan atau perceraian.


"Tapi kembali lagi. Aku tidak bisa melakukan hal itu. Karena tidak ada yang setuju dengan ku. Lagi-lagi keluargaku yang menginginkan semua ini. Keluargaku yang ingin kau tetap bersamaku dan aku akan tetap dalam penderita saat bersamamu. Jadi siapa yang jahat di antara kita Asyifa. Bukan aku yang jahat Asyifa tetepi kau yang jahat yang merusak kehidupanku dan membuatku berada di dalam semua ini dengan penuh tekanan dan apa lagi keluargaku jelas memihak dirimu dan tidak memperdulikan ku sama sekali,"


"Oek baiklah jika kau benar-benar menginginkan hal itu maka akan aku jalankan kembali sesuai dengan apa yang kau inginkan. Jadi jangan menyalahkanku jika kau akan semakin menderita di tanganku, karena ini keinginanmu. Ini yang kau inginkan Asyifa dan bukan aku yang menginginkan hal ini. Jadi mari kita lanjutkan semuanya dan kita lihat sampai kapan kau bertahan dengan semua ini," batin Rafa yang terus berbicara di dalam hatinya yang terus melihat Asyifa yang tetap tertidur dengan lelap.


**********


Untuk liburan bulan madu sudah selesai. Tidak bukan madu namanya. Karena banyak insiden yang terjadi yang tidak terduga dan juga harus membuat Xander dan Shofia menyusul karena perbuatan Rafa. Mereka memang begitu sayangnya dengan Asyifa dan sangat takut terjadi sesuatu pada Asyifa. Jadi mereka rela menyusul demi Asyifa.


Mereka akhirnya kembali dan sudah berada di dalam pesawat yang pesawat juga sudah berada di atas awan yang sekarang sedang mengudara menuju Jakarta.


Di dalam pesawat terlihat Asyifa yang sedang melaksanakan sholat seperti biasanya. Kalau jam sholat dia akak sholat yang tidak mengenal tempat. Mau di mana pun itu bagi Asyifa itu adalah kewajiban dan harus di laksanakan sesegera mungkin.


Rafa sibuk dengan hanphonnya yang sejak tadi berdering yang sama sekali tidak di angkatnya ternyata itu adalah panggilan dari Miranda.


"Mah!" Pekik Rafa yang berusaha kembali meraih handphonenya dari mamanya.


"Kamu ini benar-benar keterlaluan ya. Istri kamu sedang beribadah, malah berisik. Kalau tidak mau sholat diam aja jangan mengganggu orang sholat," oceh Shofia yang memarahi Rafa dengan wajah kesalnya yang tidak peduli dengan Rafa.


"Mama apa-apaan sih buat malu aja," sahut Rafa yang masih ada malunya dengan mamanya yang memarahinya di depan orang banyak dan Rafa memang melihat di sekelilingnya yang mana mereka melihat ke arah Rafa yang membuat Rafa semakin malu.


"Kamu masih punya malu ternyata. Mama pikir sudah tidak ada rasa malu kamu. Kamu jangan mengganggu Asyifa dan ini lagi wanita sangat tidak tau diri, masih saja menghubungi kamu," ucap Shofia marah-marah yang melihat panggilan masuk itu dari Miranda.


"Apa yang mama lakukan?" tanya Rafa yang melihat mamanya mengangkat panggilan telpon itu.


"Apa mau kamu. Jangan pernah menelpon anakku. Apa kamu dengar. Jika kamu melakukannya lagi. Aku akan memberimu pelajaran," ucap Shofia dengan tegas yang bicara pada Miranda yang membuat Rafa tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya penuh dengan kekesalan dan Shofia setelah selesai bicara langsung mematikan panggilan itu.


"Keterlaluan kamu. Kamu itu bisa malu jika mama marah-marah padamu. Tetapi tidak malu dengan kelakuan mu dan wanita itu," ucap Shofia dengan menekan suaranya yang membuat Rafa hanya diam.


"Awas kamu jika berani menelponnya lagi. Mama benar-benar tidak akan memberikan toleransi lagi kepadamu," tegas Shofia yang mengembalikan handphone Davin dan Davin hanya menghela napasnya yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Arghh sial!" Umpat Rafa setelah sang mama kembali ke tempat duduknya yang sekarang di tenangkan oleh suaminya dan Rafa melirik kesebelahnya melihat ke arah Asyifa yang masih menjalankan ibadah sholatnya. Dia tidak terganggu sama sekali dengan Rafa yang tadi telah di marahi oleh Shofia.


***********


Sementara di lain sisi Miranda yang menelpon Rafa yang terkejut mendengar apa yang di dengarnya.

__ADS_1


"Sial!" umpat Miranda mengepal tangannya dengan wajah bengisnya.


"Mamanya Rafa selalu saja kasar padaku. Bicara sangat keterlaluan yang sepertinya tidak memperdulikan ku sama sekali. Aku benar-benar sangat muak dengan keluarga Rafa yang meremehkanku dan semua ini gara-gara wanita sialan itu dan lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadanya. Aku benar-benar akan membuat perhitungan padamu wanita sok pintar," umpat Miranda yang sudah punya rencana banyak untuk Asyifa.


Awalnya Miranda tidak peduli dengan Asyifa yang menjadi istrinya Rafa. Karena baginya Rafa juga tidak akan menyukai Asyifa. Asalkan dia tetap bersama Rafa dan Miranda masa bodoh dengan wanita yang berstatus dengan sebagai istri kekasihnya itu.


Namun Miranda harus di tunjukkan jika Asyifa yang di anggapnya remeh bukanlah orang smebarangan. Selain dari keluarga yang terpandang yang memiliki ibu sebagai wanita karir di masa mudanya dan juga sekarang seorang penulis terkenal. Asyifa juga anak Dokter yang di kenal banyak orang dan memiliki rumah sakit yang terbesar di Indonesia.


Selain itu Asyifa sendiri juga wanita yang cantik dan pintar dan pendidikan tinggi dan IQ di atas rata-rata dan juga Asyifa sangat di kenal orang dan banyak memujinya dan pujian itu di perdengarkan di telinga Miranda.


Miranda walau tidak mengakui kehebatan Asyifa. Tetapi dia sebagai model internasional juga minder pada Asyifa. Latar belakang keluarga Miranda yang tidak jelas. Pendidikan yang tidak seimbang dengan Asyifa. Images buruk yang sering terdengar dan pasti sebagai selebritis banyak Scandal-scandal yang di alami Miranda yang 180 derajat berbeda dengan Asyifa dan bagaimana Miranda tidak minder.


Jadi Miranda tidak akan melepaskan Rafa bahkan sudah tekad bulanya meninggalkan karirnya demi Rafa. Ya tidak mau kalah saking dengan Asyifa itu pastinya.


***************


Setelah melakukan perjalanan yang panjang akhirnya mereka semua kembali kerumah yang tadi di jemput oleh supir yang di antarkan pulang kerumah.


"Assalamualaikum!" sapa Asyifa yang membuka pintu rumah. Zee, Shania, Aqeela, Ardi yang ada di ruang tamu kaget mendengar ucapan salam itu dan melihat ke arah pintu.


"Walaikum salam," sahut mereka dengan sertakan.


"Nenek!" teriak Aqila dengan bahagianya yang langsung berlari untuk mengejar nenek dan kakeknya yang sudah pulang dari liburan


Shania, Zee dan Ardi langsung berdiri dan menghampiri Asyifa dan yang lainnya.


"Kak!" sapa Asyifa yang langsung memeluk Shania.


"Kamu sudah pulang Asyifa. Kamu tambah cantik saja. Padahal baru seminggu tidak bertemu," puji Shania yang sudah melepas pelukannya dari adik iparnya itu.


"Kaka selalu aja berlebihan jika bicara," sahut Asyifa dengan geleng-geleng pada kakaknya itu.


"Itu memang kenyataan. Kakak tambah cantik dan auranya begitu positif," sahut Zee yang tidak kalah memujinya. Asyifa hanya tersenyum mendengarnya. Wajah Rafa jangan di tanya pasti sudah tau seperti apa.


"Aku capek. Aku mau langsung istirahat," sahut Rafa dengan ketusnya dan yang lainnya hanya menghela napasnya saja mendengarnya.


"Om Rafa kenapa langsung pergi? oleh-oleh untuk Aqila mana?" tanya Aqela dengan suara manjanya yang menagi pada Rafa.


"Kapan minta sama Om. Aqela tidak pernah minta sama Oma," sahut Rafa dengan ketus.


"Issss, menyebalkan," ucap Aqila dengan wajah cemberutnya, "Om Rafa sudah tidak sayang Aqela lagi. Masa iya tida mengingat Aqila dan pulang-pulang bukannya memeluk Aqila dan bahkan mau pergi aja," ucap Aqila yang ngambek karena perbuatan Rafa yang mengacuhkannya.


"Rafa tega banget sih kamu buat keponakan sendiri ngambek," ucap Shania.


Rafa menghela napasnya dan pasti tidak tega dengan wajah Aqila yang sangat menggemaskan itu.


"Baiklah Aqila sayang memang Aqela mau oleh-oleh apa-apa dari Om?" tanya Rafa yang berbicara lembut pada Aqela dan Asyifa melihat hal itu tersenyum. Hati Asyifa terlihat tenang mendengar perkataan tuan Pemarah itu.


"Banyak banget yang Aqela mau," sahut Aqela.


"Baik kalau begitu. Ikut kekamar Om," sahut Rafa yang langsung menggendong Aqela.

__ADS_1


"Horeeee," sahut Aqela yang begitu bahagianya dan saat sudah di gendong Rafa dengan menaiki anak tangga yang membuat yang lainnya tersenyum melihat Aqela dan Rafa.


Bersambung


__ADS_2