Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 92


__ADS_3

Karena Asyifa akan berangkat besok. Jadi malam ini Asyifa harus packing dengan banyaknya barang-barang yang harus di masukkannya kedalam koper. Rafa sejak tadi duduk di Sofa dengan laptop yang berada diatas pahanya.


Dengan tangan Rafa yang sebentar-bentar memegang mulutnya, mata Rafa sekali-kali melihat kearah Asyifa yang punya kesibukan sendiri. Rafa beberapa kali menghela napasnya rada-rada tidak ikhlas jika akan di tinggal sang istri yang akan pergi.


"Hmmmm," Rafa berdehem yang tidak tau apa maksudnya. Rafa kembali menghela napasnya lalu menutup laptopnya dan berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Asyifa yang menyusun pakaian kedalam koper.


"Kak Rafa butuh sesuatu?" tanya Asyifa yang lihat Rafa duduk di samping kopernya.


"Ayo makan malam di luar!" ajak Rafa yang tiba-tiba ingin makan malam.


"Kok tiba-tiba?" tanya Asyifa.


"Apa harus ada alasannya, dia ajak suami bukannya menurut malah banyak protes," cicit Rafa.


"Bukan begitu kak Rafa, Asyifa tidak protes kok," sahut Asyifa.


"Ya sudah kalau begitu ayo!" ajak Rafa lagi.


"Baiklah Asyifa ganti baju dulu," ucap Asyifa.


"Hmmmm," Rafa hanya menjawab dengan deheman. Asyifa pun langsung mengambil pakaiannya dan menggantinya di kamar mandi dan Rafa hanya menghela napas beratnya.


"Apa tidak bisa pergi saat acara intinya saja," gumam Rafa yang tidak bisa menahan dirinya harus lama-lama di tinggal Asyifa.


**********


Akhirnya Asyifa dan Rafa pun makan malam di salah satu Restaurant romantis dengan mereka yang duduk berdua saling berhadapan yang kebetulan mengambil tempat duduk di bagiamana outdoor agar viunya jauh lebih indah dan sangat cocok untuk suasana di antara mereka.


"Jangan aneh-aneh saat di sana nanti," ucap Rafa yang langsung mengingatkan Asyifa.


"Hmmm, iya kak," sahut Asyifa yang menurutnya saja.


"Jangan hanya iya saja," sahut Rafa yang prosesif pada Asyifa.


"Iya kak Rafa, Asyifa hanya wisuda saja dan menyelesaikan persiapannya. Jadi aneh-aneh mau ngapain," sahut Asyifa.


"Asal benar saja," sahut Rafa yang tampaknya kurang percaya. Namun Asyifa hanya menanggapinya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Kak Rafa. Kak Rafa akan datang kan?" tanya Asyifa memastikan.


"Tergantung," Jawa. Rafa.


Asyifa mengkerutkan dahinya mendengarnya.


"Tergantung apa maksud kak Rafa?" tanya Asyifa.


"Kalau kau membuatku kesal. Maka aku tidak akan datang. Jadi tergantung mood ku," sahut Rafa.


"Jadi tidak ada kepastian untuk kak Rafa datang atau tidak," sahut Asyifa yang tampak lesu.


Dengan santainya Rafa menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu Asyifa hubungi Tante Willo," sahut Asyifa tiba-tiba.


"Untuk apa?" tanya Rafa.


"Asyifa harus ada temannya untuk wisuda, Ayah ibu tidak bisa dan hanya Zee saja tidak cukup. Jadi Asyifa harus minta temani kak Dedy," sahut Asyifa dengan wajah cemasnya.


"Siapa lagi itu?" tanya Rafa bawaannya emosi. Kalau sudah mendengar nama laki-laki.


"Jadi kau ingin pria lain yang menanganimu," ucap Rafa dengan kesal.


"Kan sepupu Asyifa," ucap Asyifa dengan polosnya.


"Sama saja itu laki-laki lain. Jangan bertingkah. Awas saja kalau kau kau banyak bertingkah. Aku akan datang," ucap Rafa mengingatkan. Yang kelihatan tidak ingin istrinya sampai bersama laki-laki lain walau itu hanya sepupu Asyifa.


"Jadi kak Rafa sudah pasti datang," sahut Asyifa memastikan.


"Asyifa kau tidak menjadikan ku cadangan kan," ucap Rafa dengan menekan suaranya yang lama-kelamaan benar-benar emosi dengan Asyifa.


"Tidak kenapa kak Rafa mengatakan hal itu," sahut Asyifa heran.


"Awas saja ya Asyifa kalau kau benar-benar bertingkah," Rafa bolak balik mengingatkannya. Belum apa-apa Rafa sudah cemburu aja saat akan LDR dengan istrinya ya tidak tau bagaimana nanti dia yang akan kepikiran Asyifa terus saat Asyifa berada di Mekkah dan dia di Indonesia.


"Makan lagi!" sahut Rafa. Asyifa mengangguk-angguk. Suaminya itu benar-benar pemarah dan Asyifa harus sabar- menghadapi Rafa, harus banyak-banyak ini menghela napasnya dengan kelakuan Rafa.

__ADS_1


***********


Setelah acara makan malam mereka ternyata tidak langsung pulang yang jalan-jalan dulu taman untuk menghirup udara segar. Rafa berjalan di samping Asyifa dengan kedua tangannya berada di sakunya dan Asyifa berjalan dengan santainya.


"Asyifa!" tegur Rafa,


"Iya kak," jawab Asyifa. Rafa menghela napasnya dan menghentikan langkahnya yang berdiri di hadapan Asyifa. Asyifa sangat bingung dengan Rafa yang sekarang memegang pipinya.


"Aku pasti datang di acara wisuda mu. Jadi jangan punya rencana untuk mencari cadangan atau menjadikan ku cadangan," ucap Rafa yang ujung-ujungnya membahas perdebatan di meja makan tadi.


"Iya kak Rafa Asyifa tau. Kak Rafa pasti akan datang," sahut Asyifa dengan tersenyum.


Rafa langsung memeluk Asyifa seolah sangat tidak ingin Asyifa pergi. Asyifa tersenyum saat mendapatkan pelukan hangat itu dari suaminya.


"Aku sudah mengingatkanmu, jadi jangan melakukan apa-apa lagi," ucap Rafa.


"Iya kak Rafa Asyifa paham, makasih ya kak Rafa, sudah memberi Asyifa izin untuk melaksanakan wisuda Asyifa, makasih tidak memberatkan Asyifa," ucap Asyifa yang memang tidak percaya jika semuanya di permudah.


Rafa melepas pelukan itu dan menatap dalam-dalam Asyifa. Lalu mencium lembut kening Asyifa. Dan pasti Rafa tidak akan puas jika tidak meraih bibir istrinya. Namun mulutnya langsung di tutu Asyifa dengan jarinya membuat Rafa menaikkan 1 alisnya.


"Kak Rafa kenapa suka sekali mencium Asyifa do tempat umum. Asyifa kan malu. Walau kita sudah halal tapi kan tidak boleh seperti itu. Bagaimana jika yang melihat kita anak kecil. Dan itu sama saja kita memberikan contoh yang buruk. Karena anak kecil mana tau kita suami istri atau tidak," ucap Asyifa yang dengan lembut berbicara.


Rafa menyinggirkan tangan Asyifa dari mulutnya dan mendengus tersenyum. Ini sudah ke-3 kalinya Rafa di tegur dengan hal yang sama. Rafa merasa lucu sendiri yang selalu lupa jika istrinya ini sangat berbeda dengan wanita lain.


"Kak Rafa tersenyum seperti itu sangat manis dan bertambah tampan," puji Asyifa dengan tulus yang lagi-lagi membuat Rafa tersenyum dan Asyifa juga tersenyum yang ke-2nya terlihat begitu manis.


Setelah cukup lama di luar akhirnya Asyifa dan Rafa kembali pulang dan mereka sudah memasuki kamar dan sama-sama sudah bersih-bersih yang siap-siap untuk istirahat.


Namun Asyifa yang menarik tirai jendela kamar untuk di tutup dan tiba-tiba sebuah tangan berada di pundaknya membuat Asyifa menoleh yang ternyata Rafa dan Rafa langsung menggendongnya ala bridal style yang mengejutkan Asyifa.


"Kak Rafa!" lirih Asyifa.


Rafa membawa Asyifa ke atas ranjang dan membaringkannya perlahan dengan lembut. Asyifa sudah begitu dek-dekan saat kembali dekat dengan Rafa. Apa lagi saat Rafa mencium lembut keningnya.


"Istirahatlah, jangan sampai besok kamu kesiangan," ucap Rafa dengan lembut.. Asyifa menganggukkan kepalanya. Rafa langsung berbaring di samping Asyifa menarik selimut.


Rafa tidak mungkin menjalankan keinginan malam ini. Dia tau besok Asyifa akan pergi dan takut Asyifa kelelahan. Jadi Rafa juga tau apa yang harus di lakukannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2