Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 125


__ADS_3

Asyifa, Rafa dan Zee sedang sarapan bersama yang mana Asyifa menyiapkan sarapan ala kadarnya saja yaitu nasi goreng. Walau ala kadarnya. Tetapi masakan itu sangat nikmat dan sangat di nikmati suami dan adik iparnya yang makan sambil mengobrol.


"Jadi kak Asyifa mengalami semua itu?" tanya Zee yang terpekik kaget saat mendengar cerita dari Rafa tentang apa yang di alami Asyifa.


"Iya Zee kakak juga tidak tau jika hal naas itu datang pada kakak," jawab Asyifa.


"Ya Allah kasihan sekali, lalu siapa Bram yang di maksud kak Rafa tadi?" tanya Zee.


"Dia itu mantan suaminya Tante Willo yang pasti ayah dari kak Lulu dan juga Dedy," jawab Asyifa.


"Isss kok jahat banget sih dia," ucap Zee yang tidak habis pikir.


"Saat pertama kali aku bertemu dengannya, aku memang sudah curiga kepadanya dan bisa melihat dia itu ingin berbuat jahat pada kamu. Tetapi kamu saat itu tidak mengatakan apa-apa dan merasa semua baik-baik saja dan ini yang baik-baik saja. Tidak sama sekali," ucap Rafa yang jika mengingat orang itu rasanya ingin menghabisinya.


"Maafkan Asyifa kak Rafa, Asyifa seharusnya jujur dari awal pada kak Rafa," ucap Asyifa yang merasa bersalah.


"Sudahlah lupakan. Lain kali jadikan ini sebagai pelajaran," ucap Rafa.


"Baik kak Rafa," sahut Asyifa.


"Lalu bagaimana apa masalah ini sudah sampai pada pihak berwajib?" tanya Zee.


"Aku sudah melaporkannya dan masih di proses oleh hukum karena aku yakin ini juga pasti bukan satu orang pelakunya dan pasti ada yang lain," ucap Rafa yang sejak awal bisa menduga-duga.


"Maksud kakak siapa lagi?" tanya Zee


"Aku mencurigai Miranda," sahut Rafa.


"Miranda!" pekik Zee, "mantan kakak itu, wanita yang sangat terobsesi dengan kakak itu," ucap Zee yang terkejut dengan nama itu.


"Aku hanya menduganya. Tetapi perasaan ku sangat kuat, ya kita serahkan saja pada Polisi biar masalah ini selesai," ucap Rafa.


"Asyifa juga berharap masalah ini cepat selesai," sahut Asyifa dengan harapannya.


"Lalu bagaimana dengan keluarga apa kak Rafa dan kak Asyifa tidak ada niat untuk mengatakan pada keluarga?" tanya Zee.


Rafa langsung melihat Asyifa. Sebenarnya Rafa tau Asyifa sangat takut memberitahu hal itu karena pasti takut ayah ibunya khawatir. Belum lagi dengan sepupunya yang pasti shock. Namun pihak berwajib sudah mengurusnya dan mau tidak mau keluarga harus tau.


"Akan ada waktunya nanti, biarkan semuanya berjalan," sahut Rafa. Asyifa hanya diam saja.

__ADS_1


"Ya semoga saja semuanya berjalan dengan lancar," sahut Zee yang pasti juga dengan hadapannya.


**********


Asyifa dan Rafa sedang berada di kantor Polisi yang mana Asyifa di minta keterangan sebagai saksi yang di temani Rafa suaminya. Zee dan Abian juga ikut juga yang sebelumnya Abian yang di minta keterangan oleh polisi baru setelah itu Asyifa.


Zee menunggu di luar. Karena memang tidak berkepentingan untuk masuk kedalam. Karena Zee tidak ada urusan sama sekali di dalam. Tidak lama Abian keluar dari ruang pemeriksaan.


"Kak Abian!" sapa Zee yang langsung berdiri.


"Iya Zee, hanya sebentar saja dan sekarang giliran Asyifa yang di periksa," jawab Abian.


"Oh begitu rupanya, semoga saja semuanya di beri kelancaran," ucap Zee.


"Ya saya juga berharap seperti itu," sahut Abian, "oh iya kamu sendiri kapan datang?" tanya Abian yang memang belum sempat menanyakan hal itu tadi.


"Baru tadi pagi kok kak," jawan Zee.


"Oh begitu rupanya," sahut Abian. Zee hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Oh iya Zee dari pada bosan menunggu Asyifa dan Rafa bagaimana kalau kita tunggu di luar saja. Kamu sudah makan belum? tidak ada salahnya kita cari makan," ucap Abian yang basa-basi bicara pada Zee.


"Ya sudah mari!" sahut Abian dengan ramah dan sopan. Zee mengangguk dan mereka langsung pergi meninggalkan kantor polisi.


*********


Zee dan Abian menikmati makan siang mereka di salah satu Restaurant dengan makanan yang mereka pesan berdua.


"Kamu masih kuliah Zee?" tanya Abian sembari mengunyah makanannya.


"Hmmm, benar kak Abian, Zee masih kuliah yang kebetulan Zee semester 6," jawab Zee dengan apa adanya.


"Oh begitu rupanya," sahut Abian.


"Ya begitulah kak. Karena Zee tidak seperti kak Asyifa yang pintar dan sudah selesai S-2 di usia muda. Padahal kak Asyifa jauh lebih muda dari pada Zee," ucap Zee.


"Semua orang sudah punya porsi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak bisa menyamakannya," sahut Abian dengan bijak.


"Iya sih kak Abian benar," sahut Zee.

__ADS_1


"Oh iya kak Abian, kak Abian sendiri bagaimana?" tanya Zee.


"Bagaimana apanya?" tanya Abian heran.


"Apa kak Abian sudah selesai S-2 juga seperti kak Asyifa?" tanya Zee.


"Iya sudah selesai. Tapi aku bukan Asyifa juga yang sudah selesai di usia muda. Aku seusia dengan Rafa dan jelas kamu tau jarak aku dan Asyifa juga sangat jauh," jelas Abian.


"Benarkah, bukannya Zee pernah dengar ya. Kalau kak Abian itu sama kak Asyifa pernah kuliah sama-sama di Milan atau di mana gitu," ucap Zee.


"Itu memang benar, kita memang belajar sama-sama. Tetapi tetap Asyifa junior yang menjadi senior," ucap Abian.


"Hmmm begitu ya kak Asyifa memang wanita hebat," ucap Zee yang memuji Asyifa.


Abian tersenyum mendengarnya dan senyum itu di perhatikan oleh Zee.


"Apa kak Abian menyukai kak Asyifa?" tanya Zee tiba-tiba membuat Abian melihat serius kearah Zee.


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Abian.


"Dari kak Abian menyebut nama kak Asyifa, berbicara pada kak Asyifa dan tersenyum hanya karena kak Asyifa. Bisa di pastikan kak Abian menyukai kak Asyifa," tebak Zee.


"Asyifa sudah menikah Zee dan sebagai laki-laki tau siapa yang harus di sukainya dan tidak di sukainya," ucap Abian dengan bijak.


"Lalu sebelumnya bagaimana? apa sebelumnya kak Abian menyukai kak Asyifa?" tanya Zee yang tiba-tiba saja ingin tau tingkat rasa keponya bertambah.


"Apa ada laki-laki di dunia ini yang tidak menyukai Asyifa. Dia bukan hanya sempurna dari fisik. Tapi dia sempurna dalam segala hal orang yang mengenalnya pasti mengatakannya sebagai bidadari bumi, wanita berhati malaikat," ucap Abian yang tidak segan-segan memuji Asyifa.


"Dan kak Abian pasti kecewa dengan kak Asyifa yang tiba-tiba menikah," tebak Zee.


"Kamu benar. Dan pasti bukan hanya aku yang kecewa dengan pernikahan Asyifa yang di nikahi oleh kakakmu. Tetapi seperti yang aku katakan aku seorang laki-laki yang tau batasmu dan juga punya ilmu yang harus di gunakan. Sangat tidak pantas untuk menyukai wanita yang sudah bersuami dan jika jodoh maka akan ada jalannya dan ternyata bukan jodoh dan insya Allah Asyifa dan Rafa akan berjodoh sampai jannah nanti. Karena aku tau Rafa sebenarnya Pria yang baik dan bertanggung jawab," ucap Abian dengan bijak dan tampak tulus berbicara membuat Zee tersentuh dan hanya memperhatikan Abian saat bicara.


"Makanlah Zee jangan melihatku seperti itu," tegur Abian. Membuat Zee kaget.


"Oh iya kak Abian," sahut Zee yang jadinya salah tingkah dengan Pria di depannya.


"Ya ampun kak Abian itu tipe laki-laki yang sangat lembut. Huhhhh siapa juga wanita yang tidak akan klepek-klepek dengannya. Andainya aku wanita baik dan berilmu seperti kak Abian. Pasti bisalah menjadi istrinya," batin Zee yang mengangumi sosok Abian. Namun tetap Zee sadar diri yang tidak pantas dengan laki-laki seperti Abian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2