Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 161


__ADS_3

Zee membuka matanya yang mana Zee masih berada di dalam kamar yang tidak tau sudah jam berapa sekarang. Tetapi yang jelasnya matahari sudah begitu cerah.


"Jam berapa ini," gumam Zee yang mencoba untuk duduk dan ketika Zee duduk. Zee langsung mengambil handphone dan melihat sudah jam 8.


"Astaga bisa-bisanya aku bangun kesiangan. Bukannya aku ada kuliah. Mama kenapa juga tidak membangunkanku," ucap Zee dengan mengusap wajahnya, "mama apa kamu lupa Zee kamu tidak tinggal bersama mama. Kamu sudah menikah," gumam Zee yang baru menyadari. Jika dirinya sudah menikah dan kebiasaan yang selalu di bangun mamanya. Jadi hari ini dia kesiangan bangun.


Zee pun tidak ingin membuang-buang waktu dan Zee langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk segera siap-siap untuk bersih-bersih dan berangkat kuliah.


tidak lama Zee setelah selesai beres-beres. Hanya simple pakaiannya. Memakai jeans navy dengan blouse biru muda yang di masukkan kedalam celananya. Zee tampil simple dengan rambutnya yang di biarkan di gerai.


Setelah merasa cukup dengan penampilannya. Zee pun langsung keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dan langsung mendapati Abian yang sedang sarapan. Abian hanya melihat Zee sebentar dan melanjutkan sarapannya tanpa menyapa Zee.


"Maaf ya kak Abian kalau Zee bangunnya kesiangan," ucap Zee merasa tidak enak saat sudah berdiri di depan Abian. Namun Abian tidak menanggapi apa yang di katakan Zee.


"Hmmm, lain kali Zee akan bangun lebih cepat dan akan membuat sarapan," ucap Zee.


"Tidak perlu. Di sini ada asisten rumah tangga. Jadi kamu tidak perlu membuang tenaga untuk melakukan hal yang tidak pernah kamu lakukan, jangan memaksakan diri. Anggap saja kamu tamu di rumah ini," sahut Abian. Kata-kata Abian terdengar biasa saja. Namun lumayan sakit untuk di dengarkan, terlihat dari raut wajah Zee yang begitu sedih.


Abian tidak bicara apa-apa lagi dan langsung menghentikan sarapannya yang padahal belum selesai. Abian berdiri dan pergi yang melewati Zee.


"Kalau tamu. Kenapa menyuruhku kerumah ini?" tanya Zee membuat Abian menghentikan langkahnya tanpa membalikkan tubuhnya.


"Bukannya kamu ada kuliah. Jadi berangkatlah nanti kamu terlambat," ucap Abian mengalihkan pembahasan.


"Ada beberapa berkas-berkas penting masih tinggal di rumah. Aku akan menjemputnya dan sepertinya aku tidak akan pulang," ucap Zee yang langsung pergi melewati Abian dan Abian hanya diam saja melihat kepergian Zee. Ekspresi wajah Abian tidak terbaca sama sekali.


"Menyebalkan sekali. Kata-katanya saat di depan orang banyak sangat berbeda. Jika hanya berdua denganku," umpat Zee di dalam hatinya yang kesal dengan sikap Abian yang begitu dingin kepadanya.


Zee terus saja mengoceh sambil berjalan menuju pintu dan dengan kesalnya Zee membuka pintu rumah. Namun Zee di kejutkan dengan seorang wanita yang ingin mengetuk pintu yang siapa lagi jika wanita itu bukan Syira yang membuat matanya terbelalak keget dan Syira juga kaget dengan Zee yang ada di rumah Abian.

__ADS_1


"Syira!" bukan Zee yang mengatakan. Tetapi Abian yang berdiri di belakang Zee dan membuat Zee melihat kebelakangnya. Tidak tau bagaimana perasaan Zee saat melihat Abian dan Syira yang saling melihat dengan tatapan mata yang penuh arti dan dia berada di tengah-tengah 2 orang itu.


Sampai beberapa menit saling bertatapan seolah tidak menganggap Zee ada di tengah- mereka. Sampai akhirnya Abian tersadar.


"Kamu, kamu..." Abian tampak gugup.


"Aku ingin bicara kepada mu," ucap Syira dengan suara dinginnya.


Abian terlihat bingung. Dia melihat kearah Zee yang mungkin baru sadar ada Zee di sana. Namun Zee yang pasti merasa sakit di hatinya menghela napasnya dan memilih untuk pergi. Agar ke-2 orang itu puas dengan semua yang mereka inginkan dan doa sendiri tidak ingin menjadi pengganggu.


Syira hanya melihat kepergian Zee yang keluar dari gerbang rumah yang menyetopkan Taxi.


"Ada apa Syira?" tanya Abian.


"Kamu benar-benar melanjutkan pernikahanmu denganya. Kamu bahkan membawanya tinggal bersamamu dan bukannya berpikir bagaimana berbicara pada mama dan papa. Agar mereka bisa memaafkanmu dan hubungan kita berlanjut dengan apa yang sudah kita rencanakan. Tepi kamu seolah tidak merasa bersalah dengan membawanya tinggal bersamamu," ucap Syira yang ternyata masih mengharapkan hubungannya baik dengan Abian.


Abian menghela napasnya dengan memejamkan matanya yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan hanya membiarkan Syira mengeluh dengan semua apa yang di rasakan Syira yang ingin di ungkapkannya pada Abian.


Asyifa, Rafa, Shofia, Shania, Ardian, xender sedang sarapan seperti biasanya. Sarapannya agak siangan memang. Bahkan Aqela sudah pergi kesekolah.


"Asyifa. Apa ada hal kesulitan dalam kandungan kamu?" tanya Shofia.


"Tidak mah, malah Asyifa sangat dimudahkan oleh bayinya," jawab Asyifa.


"Masya Allah, sepertinya cucu mama ini anaknya sangat baik nantinya. Tidak ingin menyusahkan orang lain. Mama berdoa semoga saja bayinya sehat-sehat ya," ucap Shofia.


"Amin mah, kita doakan saja yang terbaik," ucap Asyifa.


"Kamu juga Rafa. Harus bantuin Asyifa dalam mengurus janin di kandungnya," ucap Shofia.

__ADS_1


"Itu sudah pasti mah. Tanya saja Asyifa. Aku yang paling repot," sahut Rafa.


"Iya deh, yang paling sayang istri," sahut Shania membuat yang lainnya tersenyum saja.


"Assalamualaikum!" tiba-tiba Zee datang dengan mengucapkan salam.


"Walaikum salam," sahut semuanya dengan serentak.


"Zee kamu ngapain di sini?" tanya Shania.


"Rumah Zee. Emang tidak boleh pulang," sahut Zee yang langsung duduk membuat semua orang heran dengan Zee.


"Bukan begitu Zee. Heran saja kamu kok pulang tiba-tiba. Baru aja kemarin barang suami kamu, sudah main pulang aja," ucap Ardi heran dengan adik iparnya itu.


"Kamu jangan kayak anak kecil Zee yang beluk apa-apa sudah main pulang aja," ucap Xander.


"Apa sih pah. Orang mau pulang aja pertanyaannya banyak sekali. Zee hanya mau pulang. Itu aja kenapa ribet amat sih heran deh," sahut Zee yang malah bertambah kesal.


"Kamu yang membuat orang heran yang tiba-tiba saja. Pulang. Kenapa kamu pulang?" tanya Rafa.


"Ahhhhh sudahlah, aku mau keatas. Mau tidur. Masih ngantuk," ucap Zee yang langsung berdiri dari tempat duduk dan langsung pergi dan tidak jadi sarapan yang padahal tadi dia sudah ingin sarapan.


"Zee!" panggil Shofia dah Zee sama sekali tidak mendengarkan sang mama dan tetap melanjutkan langkahnya.


"Kenapa sih tuh anak," ucap Shofia geleng-geleng.


"Dia pikir dia belum menikah kali ya, yang melakukan semauanya dengan suka-sukanya," sahut Shania geleng-geleng.


"Apa Zee dan kak Abian ada masalah ya. Makanya Zee pulang begitu saja," batin Asyifa dengan penuh kebingungan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2