Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 169


__ADS_3

Zee masih tetap berada di rumah orangtuanya yang memang sudah yakin untuk berpisah dan tidak akan kembali kerumah di mana ada Abian yang membuat hidupnya seperti di neraka. Apa yang terjadi pada Zee hanya Asyifa saja yang tau dan Rafa tau karena mendengarkan apa yang terjadi pada Zee. Dan orang tua Zee tidak tau apa-apa dengan masalah rumah tangga Abian dan Zee.


Shofia, Xander dan Shania dan Rafa sekarang sedang duduk di ruang tamu bersantai seperti biasanya.


"Aqeela sudah tidur Shania?" tanya Shofia.


"Sudah mah, lagi istirahat di kamar sama mas Ardi," jawab Shania.


"Hmmm, begitu rupanya," sahut Shofia.


"Oh iya mah, Zee ngapain ya pulang?" tanya Shania. Rafa langsung berubah ekspresi ketika mendengar nama Zee.


"Mama juga tidak tau, kenapa Zee pulang. Bukannya dia itu mau suka-sukanya," sahut Shofia yang juga bingung karena belum berbicara pada Zee.


"Dia tidak sedang ada masalah dengan Abian kan?" sahut Xander menebak.


"Memang mereka ada masalah?" tanya Shania.


"Ya mama mana tau mama belum bicara dengan Zee. Dia juga di kamar terus dan terlihat menghindari mama. Jadi bagaimana mama mau tau," jawab Shofia.


"Assalamualaikum!" sapa Abian yang tiba-tiba datang. Abian panjang umur baru di bicarakan sudah datang saja.


"Walaikum salam warahmatullahi wa barakatu," sahut semuanya serentak. Rafa langsung melihat ke arah Abian yang pasti tatapan Rafa sangat sinis pada Abian yang seperti ingin menerkam Abian. Karena dia tau permasalahan sang adik dengan Abian. Namun Rafa harus menahan diri. Karena itu urusan rumah tangga adiknya.


"Abian! ayo duduk," sahut Shofia yang tersenyum dan bahkan langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Maaf Tante mengganggu. Saya ingin bertemu dengan Zee," ucap Abian yang mengatakan langsung tujuannya.


"Zee ada di kamarnya, bicara kepadanya dan selesaikan masalahmu," ucap Rafa dengan datar membuat semua orang kaget dengan apa yang di katakan Rafa. Seolah terjadi masalah antara Abian dan Rafa.


"Memang ada apa ini?" tanya Shofia.


"Aku akan kekamarnya," sahut Abian menundukkan kepalanya dan langsung menaiki anak tangga yang ingin menemui Zee langsung.


"Rafa Abian dan Zee ada masalah?" tanya Shofia yang seketika menjadi panik.


"Aku tidak tau. Yang jelas bagaimana mereka tidak ada masalah dengan hubungan mereka yang seperti itu," jawab Rafa dengan jawaban yang tidak dapat di mengerti dan membuat orang-orang menjadi tanda tanya saja dengan apa yang di katakan Rafa.

__ADS_1


"Aku kekamar dulu!" ucap Rafa yang juga langsung pergi.


"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Shania.


"Mama juga tidak tau. Sepertinya Zee yang pulang keruma ada masalah dengan Abian," Shofia hanya menebak-nebak saja.


"Kita doakan saja semoga tidak terjadi apa-apa," sahut Xander dengan harapannya yang terbaik untuk anak dan juga menantunya dan yang lainnya hanya menganggukan kepala mereka dengan harapan yang sama.


********


Rafa memasuki kamarnya dan melihat Asyifa yang berada di atas ranjang yang duduk dengan bersandar sembari membaca-baca buku dan tersenyum melihat kedatangan suaminya yang langsung masuk dan menghampiri Asyifa, menaiki tempat tidur.


"Kamu belum tidur?" tanya Rafa yang merangkul bahu istirnya.


"Masih nungguin kak Rafa," jawab Asyifa yang berada di pelukan suaminya itu dan bahkan sudah menutup bukunya dan tidak membaca lagi.


"Abian datang kerumah?" ucap Rafa membuat Asyifa kaget dan melihat kearah suaminya.


"Kak Abian ada di sini?" tanyanya tidak percaya. Rafa menganggukkan kepalanya.


"Lalu?" tanya Asyifa yang ingin tau kelanjutannya.


"Semoga saja ada jalan keluar untuk permasalahan mereka," ucap Asyifa yang hanya berharap yang terbaik saja.


"Aku juga berharap seperti itu," sahut Rafa dengan merangkul sang istri lebih erat lagi sembari mengusap-usap bahu istrinya dan mencium pucuk kepala Asyifa.


"Sayang tubuh kamu kok panas?" tanya Rafa yang merasakan tubuh istrinya sedang tidak baik-baik saja.


"Masasih," sahut Asyifa yang merasa dia baik-baik saja.


"Kamu demam?" tanya Rafa yang langsung mengecek kondisi istrinya dengan memegang kening sang istri dengan punggung tangannya.


"Kamu hangat sayang, kamu benaran sakit?" tanya Rafa yang khawatir pada sang istri.


"Nggak aku tidak apa-apa sama sekali, sudah jangan panik seperti itu Asyifa baik-baik aja kok," sahut Asyifa yang merasa tidak apa-apa.


"Benar baik-baik aja?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Asyifa mau istirahat aja," sahut Asyifa yang merasa memang baik.


"Ya sudah sayang kamu istirahatlah dan jangan mengatakan apa-apa lagi. Kamu sebaiknya istirahat," ucap Rafa. Asyifa mengangguk-anggukkan kepalanya yang memang ingin istirahat dan di pelukan suaminya sudah membuatnya sangat nyaman untuk beristirahat dan sangat tenang.


***********


toko-tok-tok-tok.


"Sebentar!" sahut Zee dari dalam kamarnya yang turun dari ranjang ketika ada yang mengetuk pintu dan langsung membuka pintu dan Zee di kagetkan dengan Abian yang ternyata yang mengetuk pintu dan ada di depannya.


"Untuk apa kau kemari? kau sedang tidak bersandiwarakan. Oh aku tau pasti tadi saat di bawah kau mengatakan kepada orang tua ku jika aku pergi dari rumahmu dan pasti kau mengarang cerita bahwa aku yang salah dan makanya pergi kan," ucap Zee dengan santai yang menunjukkan rasa muaknya pada Abian.


"Kita harus bicara," sahut Abian.


"Tidak ada yang perlu yang harus di bicarakan. Aku dan kau tidak punya urusan apa-apa. Dan seharunya kau tidak perlu kerumahku, kau seharunya sekarang pergi kerumah wanita itu dan bawa semua pakaiannya dan bawa kerumahmu. Kalian bukannya sangat mendambakan untuk tinggal bersamakan," ucap Asyifa yang benar-benar sudah sangat muak dengan Abian.


"Kenapa masih diam di sini! pergi tidak!" usir Zee dengan mendorong dada Abian dan Abian menangkap tangannya Zee dan mendorong masuk kedalam dengan menutup pintu kamar.


"Apa maumu!" teriak Zee dengan suaranya yang menggelegar yang begitu membenci Abian.


"Pelankan suaramu, ini rumah orangtua mu. Apa kau tidak malu berteriak seperti itu," ucap Abian yang merendahkan suaranya yang berusaha untuk menenagkan Zee dan sia harus bisa menjaga emosinya.


"Kenapa? kau malu, kau takut jika semua orang tau kebusukanmu hah!" sahut Zee dengan emosi kepada Abian.


"Aku sudah tidak peduli Abian dengan apa yang kau inginkan. Aku sudah tidak peduli dengan semua yang kau katakan. Bagi ku sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kau ingin kita bercerai!" tegas Zee yang sudah bulat dengan keputusannya.


"Aku tidak ingin bercerai dari mu," sahut Abian membuat Zee mengkerutkan dahinya.


"Kau benar-benar gila. Kau mengatakan tidak bercerai dari ku sementara semua yang kau lakukan kepadaku sangat buruk. Apa kau benar-benar ingin menjadikan Syira sebagai istri ke-2. Kau itu benar-benar sangat kejam, sangat memuakkan!" umpat Zee dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Kau orang yang paling munafik yang pernah aku temui. Kau berbicara manis di depan semua orang dan sementara kau menyiksa batinku di dalam rumah mu. Kau menyalahkan ku dengan pernikahan ini tapi kau yang mencari gara-gara duluan kepadaku,"


"Kau tau Abian, aku sangat mengagumi dirimu dengan semua kepribadian mu, aku bahkan ingin menjadi yang lebih baik agar seimbang denganmu. Aku berusaha menjadi yang terbaik. Tetapi ternyata setelah menikahi kau berubah drastis dan menjadikan ku seperti orang asing di rumahmu,"


"Jika kau tidak menginginkan ku, seharunya kau tidak memberikan banyak peluang, harapan di kepadaku, kau yang mencari masalah padaku. Kenapa kau melakukan semua ini kepadaku? kau mempunyai calon istri dan aku sama sekali tidak tau itu. Kenapa kau mendekatiku seakan-akan kau tidak punya tunangan? kenapa kau melakukan semua itu? kenapa?"


"Aku menyukaimu!" sahut Abian yang memotong pembicaraan lebih banyak yang di keluarkan Zee yang membuat Zee kaget dengan apa yang di katakan Abian yang tiba-tiba mengatakan dia menyukai dirinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2