
Asyifa dan Rafa menikmati keindahan di atas kapal yang berada di tengah lautan dan di bawah rembulan yang indah dengan bintang-bintang yang sangat indah itu. Asyifa benar-benar tidak percaya dengan semua kebahagiannya yang berdiri di ujung kapal dengan melihat air laut dan tiba-tiba Asyifa mendapatkan pelukan dari suaminya yang membuat Asyifa benar-benar sangat bahagia dengan pelukan dari suaminya itu yang memelukmu erat dari belakang.
Asyifa langsung berbalik badan untuk menghadap suaminya dengan wajah Asyifa yang benar-benar sangat bahagia.
"Kak Rafa pasti sangat lelah dengan dengan menyiapkan semua ini pada Asyifa. Padahal kak Rafa sangat sibuk," ucap Asyifa
"Untuk istriku. Tidak akan ada kata lelah sama sekali," ucap Rafa dengan membelai-belai rambut Asyifa. Membuat Asyifa kembali tersenyum.
"Saat Asyifa membaca salah satu surat dari ibu untuk ayah. Ayah juga pernah memberikan kejutan manis untuk ibu di atas kapal dan sekarang kak Rafa melakukan itu pada Asyifa. Jadi jawaban Asyifa sekarang benar-benar terjawab. Kenapa ibu begitu mencintai ibu dan ini jawabannya. Karena ayah juga mencintainya dengan banyak ketulusan. Sama dengan hari ini di mana kak Rafa yang mencintai Asyifa begitu tulus dan melakukan semua ini untuk Asyifa," ucap Asyifa yang membuat Rafa mengukir senyum tipis.
"Jadi apa istriku juga sangat mencintaiku?" tanya Rafa. Asyifa mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Asyifa mencintai kak Rafa. Sangat mencintai kak Rafa. Kaka Rafa adalah imam Asyifa yang akan membawa Asyifa ke surga Allah dan Asyifa sangat bahagia telah menjadi istri kak Rafa. Menjadi wanita satu-satunya di hari kak Rafa. Asyifa sangat bahagia dengan pernikahan ini. Di mana kak Rafa yang menjadikan Asyifa sebagai istri yang sempurna. Dan menjadikan Asyifa calon ibu," ucap Asyifa dengan matanya berkaca-kaca.
"Aku yang sangat bahagia Asyifa dengan semua yang kamu berikan kepadaku. Jadi akulah orang yang paling bahagia di sini," sahut Rafa. Asyifa mengangguk dengan tersenyum dan Rafa kembali mencium lembut kening Asyifa.
Mata mereka yang saling menatap membuat mata Rafa turun pada bibir Asyifa dan langsung mengecup bibir itu lembut. Asyifa memejamkan matanya saat suaminya bukan hanya memberikan kecupan. Tetapi juga ciuman lembut di bibirnya yang membuat mereka berciuman di tempat romantis dengan cuaca yang sangat mendukung yang penuh dengan ke indahan yang pasangan itu sama-sama saling mencintai dan sama-sama saling bucin dengan caranya masing-masing.
***********
Mentari pagi kembali tiba, cahaya sinar matahari yang begitu cerah yang menembus kedalam kamar yang berada di atas kapal itu. Kamar yang begitu dingin dengan sedikit berantakan dengan pakaian di lantai yang berserakan.
Jika di lihat dari penampakan kamar itu sudah bisa di tebak. Jika Rafa dan Asyifa pasti melanjutkan semuanya di atas ranjang. Karena di lihat pasangan suami istri itu tampak tidak memakai busana sama sekali yang hanya tertidur dengan menggunakan selimut saja.
Rafa sudah bangun yang memeluk sang istri terus menerus yang memberikan kehangatan pada istrinya dengan beberapa kali mencium lembut kening istrinya sampai akhirnya Asyifa terbangun. Rafa sih kerjanya mengganggu Asyifa aja.
"Pagi sayang," ucap Rafa dengan lembut.
__ADS_1
"Pagi kak Rafa," jawab Asyifa dengan suaranya yang masih serak yang melentangkan tubuhnya agar bisa melihat suaminya yang sangat tampan itu.
"Bagaimana tidur kamu apa nyenyak?" tanya Rafa.
"Sangat nyenyak," jawab Asyifa dengan tersenyum yang pasti memang benar apa adanya. Jika dia begitu nyenyak tidur. Rafa mendengarnya tersenyum dan mencium kening istrinya kembali dengan lembut.
"Kamu mandi setelah ini. Lalu kita sarapan," ucap Rafa dengan lembut.
"Kak Rafa sendiri tidak mandi?" tanya Asyifa.
"Aku akan mandi sayang setelah kamu. Hmmmm tapi kalau kamu mau mandi bersamaan juga tidak apa-apa," ucap Rafa dengan menyipitkan sebelah matanya. Asyifa menyunggingkan senyumnya mendengarnya.
"Hmmmm, Asyifa tidak keberatan jika mau mandi bersama," sahut Asyifa yang semakin berani saja pada Rafa.
"Istri bakal!" sahut Rafa mencolek hidung Asyifa yang membuat Asyifa tertawa-tawa. Dan tidak sampai di situ Rafa juga menggelitiki sang istri dan itu sudah pasti menjadi kelemahan Asyifa.
***********
"Zee!" tegur suara seorang pria yang membuat Zee menoleh kebelakang
"Kak Dedi," sahut Zee yang terkejut melihat adanya Dedi di sana.
"Kamu di sini juga?" tanya Dedi yang sedikit kaget.
"Oh iya kak. Zee sedang mencari beberapa buku untuk tugas kuliah," jawab Zee ,"kak Dedi sendiri di sini ngapain?" tanya Zee.
"Oh ini lagi mencari buku ini," ucap Dedi yang memperlihatkan buku yang di pegangnya.
__ADS_1
"Indahnya Islam," sahut Zee membaca judul buku tersebut. Dedi menganggukkan kepalanya.
"Kak Dedi suka membacanya?" tanya Zee.
"Ya sangat suka. Ini juga banyak jilidnya dan ini yang ke 8 yang baru terbit," jawab Dedi, "kamu mau membacanya?" tanya Dedi.
"Kak Dedi aja dulu. Nanti kalau sudah selesai kak Dedi baca. Baru Zee yang membacanya," jawab Zee.
"Baiklah, nanti kalau sudah selesai saya baca. Aku saya berikan pada kamu," ucap Dedi.
"Di tunggu!" sahut Zee tersenyum dan Dedi juga tersenyum dan ternyata Zee dan Dedi yang saling berhadapan itu yang sama-sama tersenyum di perpustakaan itu di saksikan Abian yang tidak tau juga kenapa tiba-tiba Abian ada di sana dan apa mungkin Abian mengikuti Zee.
Di lihat dari wajah Abian tampak memang dia sangat cemburu pada Zee dan Dedi yang tampak begitu dekat.
*********
Setelah mendaftarkan perceraiannya kepengadilan dan juga sudah di adakan proses mediasi. Namun tidak mendapatkan hasil. Karena Zee tetap ingin berpisah dari Abian dan hari ini adalah sidang perceraian pertama Abian dan Zee.
Zee masih berada di kamarnya yang siap-siap ingin ke pengadilan. Zee yang berdiri di depan cermin, menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
"Aku sangat berharap semuanya akan selesai hari ini. Agar aku bisa terbebas dalam masalah ini dan mungkin ini adalah takdirku," batin Zee yang hanya pasrah dengan kehidupannya setelah ini. Dan menyerahkan semuanya pada sang penciptanya.
Zee menarik napasnya kembali dan membuangnya perlahan kedepan yang siap-siap ingin pergi. Namun tiba-tiba Zee memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit.
"Kenapa aku mendadak sakit kepala," gumamnya yang menggoyangkan kepalanya yang memang sakit. Namun Zee berusaha untuk merasa baik-baik saja. Agar hari ini masalah perceraiannya bisa di selesaikan.
Bersambung
__ADS_1