
Asyifa dan Rafa makan malam bersama di rumah dengan makanan yang tadi di masakkan Asyifa. Dan walau tadi Asyifa meninggalkan makanan karena Asyifa malu dengan apa yang di lakukannya pada suaminya mencium suaminya tiba-tiba. Namun Asyifa mau tidak mau harus kembali ke dapur melanjutkan memasak dan yang benar saja dia memasak yang terus di perhatikan Rafa dengan tatapan yang menghanyutkan.
Tapi meski di perhatikan sang suami Asyifa berhasil menyelesaikan masakannya dan sekarang masakannya sudah selesai yang di nikmati berdua dengan suaminya.
"Kak Rafa kenapa melihat Asyifa terus seperti itu, Asyifa jadi gugup kak Rafa," ucap Asyifa dengan menunduk malu.
"Tadi pengen di maafkan. Terus sekarang kalau di lihati malah gugup. Kamu itu banyak sekali protesnya," ucap Rafa.
"Ya kan hanya minta maaf bukan minta di lihati," sahut Asyifa.
"Kalau begitu biasakanlah untuk terus di lihati," ucap Rafa.
"Kenapa seperti itu?" tanya Asyifa.
"Ya tidak apa-apa. Kenapa juga tidak melihat wanita yang cantik seperti kamu," sahut Rafa dengan tersenyum. Mendapat pujian membuat Asyifa langsung tersenyum malu kembali.
"Maaf ya Asyifa tadi aku membentakmu," ucap Rafa tiba-tiba yang menyadari apa yang barusan di lakukannya.
"Asyifa memang kaget mendengar bentakan kak Rafa. Asyifa tidak menduga-duga kak Rafa kembali seperti itu. Tapi Asyifa maklum karena itu juga kesalahan Asyifa. Karena Asyifa sudah membuat kak Rafa marah," sahut Asyifa.
"Lalu bagaimana? apa masih ingin mengulanginya?" tanya Rafa dengan menaikkan 1 alisnya. Asyifa langsung menggelengkan kepalanya.
"Bagus kalau begitu. Jangan mengulanginya yang membuatku kesal dan marah. Walau hanya sekedar bertemu dengannya dan hanya berbicara padanya walau hanya satu kata saja," tegas Rafa yang mengingatkan istrinya berkali-kali.
"Baik kak Rafa. Asyifa akan melakukan apa yang kak Rafa katakan. Tapi kak Rafa boleh Asyifa tanya sesuatu?" tanya Asyifa.
"Tanya apa!" ucap Rafa.
"Kak Rafa sangat marah kalau Asyifa dekat-dekat dengan kak Abian. Apa kak Rafa bukan hanya sekedar marah pada Asyifa. Apa kak Rafa sebenarnya cemburu kepada Asyifa?" tanya Asyifa yang butuh kepastian untuk perasaan Rafa yang sebenarnya seperti apa kepadanya.
"Apa aku harus menjawabnya?" tanya Rafa dengan ke-2 alisnya yang terangkat. Asyifa mengangguk pelan yang memang ingin tau jawabannya.
"Apa akan ada perbedaannya jika aku menjawab iya atau tidak?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Asyifa hanya ingin tau. Asyifa saja sangat cemburu jika kak Rafa dekat dengan wanita lain dan Asyifa juga ingin tau bagaimana kak Rafa," ucap Asyifa.
Rafa menyunggingkan senyumnya, "jika kamu cemburu aku dengan wanita lain. Lalu bagaimana dengan perasaan kamu kepada ku?" tanya Rafa yang malah bertanya perasaan.
Asyifa diam sebentar dengan menatap suaminya itu, "bukannya saat pertama kali kakak datang kemari kakak juga menanyakan hal itu dan Asyifa bingung menjawabnya dan kak Rafa bilang akan mendapatkan jawabannya setelah kak Rafa mencium Asyifa. Lalu kenapa bertanya lagi pada Asyifa," ucap Asyifa dengan polosnya yang membuat Rafa gemes dengan istrinya yang terlalu polos.
"Kalau begitu cium aku supaya kamu juga mendapat jawabannya," ucap Rafa. Asyifa mendengarnya langsung menelan salivanya dengan tangannya yang saling memegang dengan erat.
"Kak Rafa bicara apa," jawab Asyifa dengan gugup yang menunduk.
"Setelah makan malam aku ingin mengajakmu ketempat sesuatu," ucap Rafa.
"Kemana?" tanya Asyifa.
"Nanti kamu juga akan tau kemana," jawab Rafa.
"Kita pergi lagi bukannya besok kita akan kembali ke Jakarta," ucap Asyifa yang memang jadwal penerbangan mereka itu besok.
"Ohhhh begitu kak Rafa. Ya sudahlah kalau begitu," ucap Asyifa yang menurut saja. Walau dia tidak tau Rafa mengajaknya kemana.
Di tengah makan mereka Zee yang baru keluar dari kamar langsung menghampiri meja makan.
"Makam tidak mengajak-mengajak," gumam Zee dengan sewot yang langsung menarik kursi dan langsung duduk.
"Memang kamu ratu di rumah ini yang harus di panggil-panggil kalau mau makan," sahut Rafa.
"Isss kak Rafa benar-benar ya sangat menyebalkan," ucap Zee dengan kesal.
"Sudahlah Zee sekarang makan saja. Jangan marah-marah lagi, ayo kamu juga ikut makan malam," sahut Asyifa.
"Kayak gini kak Rafa jadi kakak itu harus baik pada adiknya. Jangan pikir diri sendiri," ucap Asyifa.
"Iya-iya terserah kamu," sahut Rafa. Asyifa hanya geleng-geleng dan kembali melanjutkan makan bersama mereka semuanya.
__ADS_1
*********
Akhirnya Rafa pun mengajak Asyifa untuk pergi ke tempat yang di tunjukkan Rafa untuk Asyifa. Asyifa heran ketika Asyifa berada di depan pintu yang Asyifa tidak tau tempat apa yang di ajak Rafa.
"Kak Rafa kita kemari?" tanya Asyifa dengan wajahnya yang heran.
"Iya Asyifa, sekarang ayo kita masuk!" ajak Rafa yang membuka pintu. Asyifa hanya mengangguk yang menurut saja dan begitu pintu di buka. Asyifa langsung tidak melihat apa-apa selain kegelapan di ruangan itu membuat Asyifa bertanya-tanya. Entah apa lagi yang akan di kejutkan sang suami kepadanya.
Rafa terlihat melangkah masuk dan Asyifa hanya bisa melihat bayangannya. Namun tiba-tiba lampu di hidupku yang mana Asyifa langsung di kejutkan dengan isi ruangan itu yang ternyata kamar yang sangat besar dan luas.
Namun yang membuat Asyifa takjub kamar itu ternyata memiliki dingding kaca yang bisa melihat keluar yang mana melihat kota-kota bangunan-bangunan yang indah dan bahkan untuk atapnya sendiri juga di lapisi kaca yang bisa melihat ke indahan langit dengan bintang yang banyak dan bulan sabit yang indah.
Selain pemandangan luar yang dapat di lihat. Di dalam kamar sendiri itu juga sangat indah dengan mawar-mawar yang berserakan di lantai.
"Kak Rafa ini yang mau kak Rafa tunjukkan untuk Asyifa?" tanya Asyifa.
"Hmmm, aku ingin mengajakmu kemari. Jangan khawatir Asyifa meski dingding kaca. Tapi apa yang ada di dalam tidak bisa di lihat dari luar dan hanya kita yang bisa melihat keindahan dari dalam," jawab Rafa sekalian penjelasan. Karena dia tau istrinya itu sangat sensitif jika apa-apa akan di perhatikan orang.
"Tapi mengapa mengajak Asyifa kemari?" tanya Asyifa. Rafa mendekati Asyifa dengan berdiri di depan Asyifa lalu memeluk Asyifa.
"Aku ingin menghabiskan waktu di tempat ini bersamamu," jawab Rafa membuat Asyifa menelan salivanya. Sepertinya Rafa ingin mengulang malamnya dengan Asyifa.
Rafa melepas pelukannya dari Asyifa dan melihat wajah merah Asyifa. Rafa mencium lembut kening Asyifa dengan menatap dalam-dalam mata Asyifa.
"Kamu mau melakukannya?" tanya Rafa yang harus minta izin dulu karena tidak ingin ada paksaan dalam setiap apa yang ingin di lakukannya.
"Asyifa kenapa diam?" tanya Rafa yang belum mendapat jawaban apa-apa.
"Bukankah itu juga adalah suatu pahala. Pernikahan juga tujuannya untuk ibadah dan Asyifa juga ingin mengumpulkan banyak pahala," jawab Asyifa yang tidak ada penolakan jika suaminya menginginkan hal itu.
Karena dia sadar tugas dan kewajibannya dan seharusnya tidak ada alasan untuk itu dan Rafa sepertinya akan ketagihan dengan hal itu. Jika dia candu pada bibir Asyifa. Sekarang akan bertambah dengan candu untuk bermesraan dengan Asyifa. Istrinya yang tubuh dan kecantikannya hanya dia yang bisa memilikinya.
Bersambung
__ADS_1