
Malam hari Asyifa dan Rafa berada di kamar yang mana sedang beristirahat. Rafa sudah tertidur lelap yang mungkin sudah mimpi indah sampai tidak menyadari istrinya yang masih belum tidur yang sejak tadi begitu gelisah yang tidak mau tidur.
Sebentar-sebentar kekiri, kekanan, sebentar-sebentar menutup mata, membuka mata. Asyifa kelihatan sangat gelisah.
Asyifa menghela napasnya dan langsung duduk dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan menoleh kearah Rafa yang tertidur lelap. Sepertinya Asyifa ingin melakukan membangunkan Rafa. Namun dia takut mengganggu Rafa.
Asyifa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
"Kak Rafa!" ucap Asyifa dengan lembut yang ternyata memutuskan untuk membangunkan suaminya itu. Asyifa terus membangunkan Rafa dengan memegang bahu Rafa menggoyangnya pelan.
"Kak Rafa," ucap Asyifa lagi.
"Hmmmm, ada apa Asyifa!" tanya Rafa yang masih menutup matanya yang terlihat mengantuk sampai Rafa membuka matanya dengan menguap dan dan menoleh ke arah Asyifa.
"Ada apa?" tanya Rafa dengan suara seraknya.
"Kak Rafa mau tidak temani Asyifa buat jalan cari udara segara," ucap Asyifa dengan pelan yang takut Rafa tidak mau.
"Jalan-jalan," ucap Rafa mengkerutkan dahinya. Asyifa menganggukkan kepalanya.
Rafa langsung mengambil ponselnya dan melihat sudah pukul 2 pagi, "ini tidak salah Asyifa?" tanya Rafa yang berharap salah dengan permintaan istrinya.
"Asyifa tidak bisa tidur kak Rafa. Mau jalan-jalan," ucap Asyifa.
Rafa menghela napasnya dengan panjang kedepan, "kamu tidur aku peluk saja, pasti mau tidur," ucap Rafa mendapatkan ide dari lada harus jalan-jalan malam-malam seperti itu.
"Tidak mau kak Rafa. Agak pengap kalau di peluk," tolak Asyifa.
"Ya ampun Asyifa, bisa-bisanya mengatakan pengap kalau di peluk awas aja nanti kapan ingin di peluk. Nggak akan aku kasih," batin Rafa dengan kesalnya.
"Hmmm, Asyifa kamu sebaiknya tidur aja, pejamkan mata. Biar aku nyanyiin Nina bobok. Asyifa mau kan," bujuk Rafa yang melakukan berbagai cara.
"Asyifa kan bukan anak kecil kak Rafa. Masa iya mau di nyanyiin Nina Bobo," sahut Asyifa.
"Lalu kamu benar-benar mau jalan-jalan?" tanya Rafa memastikan. Asyifa menganggukkan kepalanya.
Rafa membuang napasnya dengan perlahan kedepan, "di luar dingin loh Asyifa," ucap Rafa.
__ADS_1
"Tapi Asyifa mau jalan-jalan sekalian mau cari nasi goreng gila," ucap Asyifa yang permintaannya bertambah lagi yang pertama saja tidak belum bisa di kabulkan Rafa dan ini bertambah lagi.
"Kak Rafa mau ya," ucap Asyifa yang memastikan.
Rafa pun duduk dari tidurnya, "ya sudah," sahut Rafa yang tidak punya pilihan yang harus menuruti kemauan Asyifa. Asyifa tersenyum yang merasa lega.
*******
Tidak mungkin jalan-jalan malam-malam dengan udara yang dingin yang tidak baik untuk kesehatan Asyifa. Rafa berhasil membujuk Asyifa dan Asyifa mau menuruti Rafa. Namun untuk nasi goreng gila tetap di turuti Rafa yang untung saja jualannya ada dan sekarang Rafa dan Asyifa yang berada di dalam mobil pinggir jalan yang dekat dengan penjual gerobak nasi goreng gila yang mana Asyifa sedang menikmati makanan itu di dalam mobil.
Asyifa makan dengan lahap dan Rafa hanya melihat nya saja makan.
"Kak Rafa tidak mau?" tanya Asyifa.
"Tidak Asyifa. Kamu saja yang makan," jawab Rafa.
"Maaf ya kak Rafa sudah membuat kak Rafa repot. Padahal besok kak Rafa harus kekantor. Tetapi sekarang malah menemani Asyifa. Maaf ya kak Rafa," ucap Asyifa yang sadar jika dia merepotkan suaminya.
"Tidak apa-apa Asyifa, kamu makan lagi," jawab Rafa yang tadi mungkin sangat berat menuruti kemauan Asyifa. Namun melihat Asyifa yang makan dengan lahap membuatnya tidak ada penyesalan untuk menuruti kemauan istrinya itu.
"Aku penasaran saat kamu di kandungan ibu Rania, kira-kira dia itu ngidam apa?" tanya Rafa.
"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Asyifa menoleh sebentar kearah suaminya dengan mulutnya yang tidak berhenti mengunyah.
"Kenapa dia melahirkan putri yang sangat cantik, sangat baik, dan sangat manja," ucap Rafa tersenyum yang terlihat dari matanya benar-benar jatuh cinta tingkat dewa pada istrinya itu.
"Kak bisa aja," sahut Asyifa dengan wajahnya yang memerah yang di puji suaminya.
"Itu kenyataan Asyifa apa kamu tidak sadar. Jika kamu itu wanita yang paling cantik yang pernah aku temui, sangat pintar, sangat Sholeha, sangat baik, kamu sangat sempurna," puji Rafa lagi membuat Asyifa bisa-bisa melayang setelah ini.
"Kak Rafa udah ah, jangan memuji Asyifa terlalu berlebihan. Asyifa ini bukan siapa-siapa. Asyifa masih jauh dari kekurangan," ucap Asyifa merendahkan diri.
Rafa hanya tersenyum dengan membelai-belai rambut Asyifa.
"Oh iya Asyifa. Kapan aku mendapatkan jawabannya?" tanya Rafa membuat Asyifa mengkerutkan dahinya melihat ke arah Rafa.
"Jawaban apa?" tanya Asyifa heran.
__ADS_1
"Kamu tidak lupakan jika beberapa hari yang lalu aku mengatakan. Jika aku jatuh cinta padamu dan mencintaimu. Dan kamu sampai detik ini belum memberikan jawabannya," ucap Rafa yang mengingat Asyifa.
Asyifa malah tertawa mendengarnya.
"Ada yang lucu Asyifa?" tanya Rafa
"Ya ampun kak Rafa ini aneh sekali. Kita ini sudah menikah dan bukan anak remaja kalau si Pria menyatakan cinta pada wanitanya dan harus ada jawabannya. Apa kak Rafa harus menunggu jawaban dari Asyifa?" tanya Asyifa.
"Jadi kamu belum mencintaiku?" tanya Rafa yang benar-benar sangat butuh kepastian.
"Apa Asyifa harus menjawabnya?" tanya Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya. Asyifa diam.
"Diamnya kamu sudah memberi jawaban. Jika kamu belum mencintaiku," ucap Rafa yang terlihat kecewa dengan Asyifa yang membekuk membalas perasaannya dan tidak tau kenapa Rafa sangat membutuhkan kepastian itu.
"Asyifa apa kamu tidak mempercai ku?" tanya Rafa.
"Apa yang kak Rafa katakan, percaya dalam hal apa. Kak Rafa Asyifa jelas sangat percaya pada kak Rafa," ucap Asyifa yang memang apa adanya.
"Ya sudahlah kalau begitu. Aku tidak akan memaksamu untuk secepatnya mencintaiku. Karena cinta yang di paksa juga tidak ada gunanya," ucap Rafa yang tersenyum datar.
"Kamu makan lagi," ucap Rafa. Asyifa menganggukan kepalanya. Rafa tidak tau kenapa merasa kepikiran jika Asyifa tidak mencintainya.
Padahal Asyifa sudah istrinya dan masalah Asyifa menjawab atau tidak seharusnya tidak ada masalah sama sekali.
********
Setelah selesai menuruti apa yang di inginkan istrinya dan Asyifa sudah makan banyak. Asyifa dan Rafa pun pulang kerumah dan pasti Asyifa sudah tertidur di dalam mobil. Rafa yang tidak tega membangunkan Asyifa. Rafa langsung menggendong Asyifa ala bridal style membawa Asyifa memasuki rumah dan memasuki kamar untuk beristirahat. Karena Asyifa juga pasti lelah.
"Aku akan tetap menunggu jawaban mu Asyifa," ucap Rafa dengan lembut mencium kening istrinya itu.
...Jangan lupa mampir ke Novel terbaru aku ya....
...Mantan? tapi Nikah Yuk. Di tunggu like koment dan vote sebanyak-banyaknya....
Bersambung
__ADS_1