
Rafa langsung buru-buru memasuki mobil yang sangat khawatir pada istrinya yang pergi begitu saja tanpa meminta izin padanya terlebih dahulu.
"Asyifa kenapa sih kamu mencari masalah. Kenapa kamu pergi begitu saja Asyifa," ucap Rafa yang tampak sangat kesal dengan Asyifa. Kesal bercampur dengan cemas. Apalagi jika dugaan Rafa benar. Kalau Asyifa pergi menemui Miranda karena pesan yang di kirim Miranda tadi.
Tanpa ingin membuang-buang waktu Rafa pun akhirnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi yang buru-buru mencari istrinya.
**************
Sepanjang perjalanan yang menyetir dengan kecepatan tinggi Rafa tidak henti-hentinya menghuni sang istri dan juga Zee adiknya. Namun tetap sama tidak ada satupun dari mereka yang mengangkat telpon itu yang membuat Rafa kesal sendiri dan bahkan beberapa kali memukul stir mobilnya dan menekan klakson dengan berkali-kali karena ingin melajukan dengan kencang mobilnya.
Bagaimana bisa di angkat oleh Asyifa atau Zee yang ternyata handphone Asyifa berada di dalam mobil dan begitu juga dengan Zee yang tidak membawa handphone. Di mana mobil itu berhenti di depan sebuah Club mewah.
Dugaan Rafa ternyata benar sang istri pergi bersama Zee yang berhubungan dengan pesan Miranda. Di mana dalam pesannya Miranda mengajak Rafa untuk bertemu dengan tawaran Miranda untuk menyelesaikan masalah Rafa. Miranda juga mengirimkan alamat yang ternyata Club yang di datangi Asyifa bersama dengan Zee.
Entah apa yang di pikiran Zee yang bisa-bisanya mendatangi Club tersebut bersama dengan adik iparnya. Di mana 2 orang itu yang Zee memakai blouse hitam dengan jeans dan Asyifa yang memakai gamis merah maron nya yang ke-2 sudah memasuki Club tersebut.
Club pada umumnya sangat khas dengan dentuman musik yang kuat dan kuat, penuh dengan aroma yang menyengat yang apa lagi jika bukan alkohol. Juga penuh dengan asap rokok dan jangan tanya orang-orang yang di dalamnya seperti apa. Menari-nari dengan iringan musik DJ. Dengan pakaian-pakaian yang pasti kekurangan bahan dan mungkin pakaian Zee yang sopan dan Asyifa sudah kelewat sopan.
"Kak Asyifa kita yakin mau kemari?" tanya Zee yang sejak tadi merangkul lengan Asyifa dengan kepala Zee yang berkeliling melihat di sekitarnya yang ngeri-ngeri sedap mendatangai tempat seperti itu.
"Seperti yang kakak bilang Zee. Miranda ada di sini," jawan Asyifa yang ternyata menceritakan pada Zee dengan pesan Miranda dan mengajak Zee untuk menemui Miranda.
"Tapi kak Asyifa. Bukannya tempat seperti ini berbahaya ya. Lihatlah sebagian dari mereka terus melihat kita," ucap Zee yang ragu-ragu untuk memasuki lebih dalam lagi. Karena semakin masuk semakin menjadi-jadi yang mana Zee penuh dengan rasa takut.
"Kakak tau Zee. Ini juga pertama kali bagi kakak datang kemari. Tetapi mau tidak mau kita harus kemari untuk menemui Miranda," ucap Asyifa. Zee mengangguk dengan ragu.
"Ayo bismilah, Allah pasti melindungi kita, kota harus yakin," ucap Asyifa meyakinkan adik iparnya itu.
__ADS_1
"Memang Miranda ada di mana kak?" tanya Zee.
" Kakak ingat dia ada di salah satu kamar," jawab Asyifa, "biar kakak tanya saja sama salah satu pelayannya," ucap Asyifa.
"Tidak usah kak Asyifa," cegah Zee. Membuat Asyifa heran.
"Kenapa?" tanya Asyifa.
"Kakak tau kan no kamar Miranda?" tanya Zee.
"Iya tau," jawab Asyifa.
"Ya sudah kalau begitu ayo Asyifa tau tempat penginapan di tempat ini," ucap Zee yang menarik tangan kakaknya. Namun Asyifa mencegahnya.
"Kamu tau dari mana. Apa kamu pernah datang kemari?" tanya Asyifa heran.
"Oh begitu ya sudah lupakanlah. Lain kali jangan ketempat ini. Sangat tidak baik dan berbahaya," ucap Asyifa mengingatkan.
"Iya kak," sahut Asyifa.
"Ya sudah ayo kita pergi buruan kalau kamu memang tau tempatnya," ucap Asyifa.
"Iya kak," sahut Zee yang mana dengan keberanian 2 orang itu benar-benar pergi. Jangan tanya apakah mereka menjadi pusat perhatian. Pasti iya mereka menjadi pusat perhatian. Bahkan banyak yang menggoda mereka dan Asyifa dan Zee harus benar-benar hati-hati.
"Nggak salah alamat datang kemari mbak. Ini itu Club bukan mesjid untuk ceramah," cicit salah satu wanita yang di lewati Asyifa dan Zee. Asyifa dan Zee tidak memperdulikan kata-kata wanita itu dan mereka melanjutkan langkah mereka.
Sampai ada Pria yang menghadang langkah mereka yang ada di depan mereka, membuat Asyifa merasa ngeri begitu juga dengan Zee yang memegang kuat lengan Asyifa.
__ADS_1
"Maaf tuan izinkan kami untuk lewat," ucap Asyifa dengan menyatukan ke-2 tangannya yang berbicara dengan lembut.
"Jangan buru-buru nona, apa nona tidak salah datang ketempat ini?" tanya Pria itu yang tampak menggoda Asyifa dan juga Zee.
"Kami tidak salah datang. Kami hanya datang mencari seseorang. Jadi izinkan kami untuk lewat tuan," ucap Asyifa dengan ramah yang berusaha untuk tenang.
"Baik nona jangan terlalu tegang nona saya tidak jahat kok. Mari silahkan lewat," ucap Pria itu yang membuka jalan membuat Asyifa dan Zee merasa lega yang akhirnya berhasil lewat.
**********
Di salah satu kamar ternyata memang benar ada Miranda di sana. Di mana Miranda sudah memakai piyama yang sangat terbuka yang pasti sengaja di gunakannya untuk menggoda Rafa penampilannya juga jangan tanya, dia sengaja memoles wajahnya dengan make up agar dirinya semakin cantik dan Rafa tertarik padanya.
"Aku yakin Rafa akan saya menemuiku. Rafa akan meninggalkan istrinya yang sok suci itu dan akan langsung menikah denganku, hubungan kami akan kembali seperti dulu. Wanita yang sok suci itu akan di hempaskan Rafa. Karena dalam k" ucap Miranda dengan senyum merekahnya sembari meminum alkohol yang ada di dalam gelas.
Tingnong
Bel pintu kamar Miranda berbunyi. Miranda langsung tersenyum sumringah langsung dan dengan cepat-cepat Miranda langsung membuka pintu kamar itu.
"Rafa!" ucap Miranda yang senyumnya langsung hilang ketika yang di tunggunya itu bukan Rafa yang datang melainkan Asyifa dan juga Zee yang akhirnya mendapat kamar Miranda.
"Kau!" ucap Miranda dengan menatap tajam Asyifa.
"Kamu sangat kecewa saat yang datang aku dan bukan kak Rafa," ucap Asyifa dengan berusahalah tenang.
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Miranda dengan emosi melihat kedatangan Asyifa bersama Zee.
"Yang pasti untuk menemui kak Miranda," sahut Zee yang juga tidak takut dengan Miranda. Sepertinya kekuatannya bertambah kala Asyifa juga begitu berani.
__ADS_1
Bersambung