Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 203


__ADS_3

Zee sedang berada di dalam kamar yang sedang merapikan tempat tidur dan tidak berapa lama Abian memasuki kamar.


"Kak Abian sudah mau tidur?" tanya Zee yang memang beres-beres untuk istirahat malam agar nyenyak.


"Tidak juga, lagian masih jam 9 mata belum mengantuk," jawab Abian.


"Hmmm, begitu rupanya," sahut Zee.


"Kamu sendiri sudah mau tidur?" tanya Abian.


"Belum juga sih," jawab Zee yang juga pasti belum mengantuk.


"Kamu suka menonton?" tanya Abian.


"Suka?" jawab Zee.


"Kita berdua belum mengantuk. Bagaimana kalau kita berdua menonton saja," ucap Abian yang tiba-tiba saja mendapatkan ide.


"Boleh juga. Ya sudah Zee ambil cemilan dulu ya. Biar ada temannya untuk menonton," ucap Zee yang sangat semangat dan langsung pergi. Namun Abian menahan tangannya.


"Kenapa harus pakai cemilan dari rumah di bioskop kan banyak jualannya," ucap Abian.


Wajah Zee terlihat mengeluarkan eksperesi kaget saat mendengar apa yang di katakan Abian.


"Maksud kak Abian kita menonton di luar?" tanya Zee dengan wajah yang tidak percaya. Abian menjawab dengan anggukan kepala.


"Di bioskop?" tanya Zee lagi yang harus memastikan dengan jelas.


"Iya. Menonton di bioskop. Bukannya kalau mau menonton harus ke bioskop ya," ucap Abian.


"Ya ampun kak Abian Zee pikir kita akan menonton di rumah. Zee tidak menyangka kak Abian ternyata mengajak Zee untuk menonton ke bioskop," ucap Zee yang masih tidak percaya.


"Zee kita tidak pernah untuk jalan berdua. Jadi apa salahnya kita berdua sekali-kali jalan keluar dan menonton ke bioskop," ucap Abian yang ingin membuat istrinya senang sampai Zee tidak bisa berkata-kata.


"Hmmm, tapi kamu mau tidak kita menonton bioskop?" tanya Abian dengan menaikkan 1 alisnya yang harus memastikan dulu. Asyifa mengangguk-anggukkan kepalanya yang pasti tidak mungkin menolak.


"Zee mau kak Abian. Ya sudah Zee ganti baju sebentar ya," ucap Zee yang begitu semangat. Abian tersenyum dengan menganggukkan kepalanya dan Zee pun buru-buru langsung menuju lemari mengambil pakaian dan langsung berlari cepat-cepat kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Abian tersenyum melihat semangatnya Zee yang pasti bagi Zee tidak percaya dengan ajakan suaminya yang bisa-bisanya mengajaknya menonton dan tadi Zee sampai berpikir jika mereka menonton di rumah. Eh ternyata ke bioskop dan kebetulan malam minggu juga. Jadi sekalian malam mingguan.


********


Zee dan Abian sudah sampai di bioskop dengan Abian yang membelikanmu tiket dan Zee yang malam ini tampil sangat cantik dan anggun yang menggunakan rok tutu yang di pasu dengan bleajer coklat yang membuatnya menjadi wanita anggun dan sangat manis.


"Ayo!" ajak Abian yang selesai membeli tiket dan minuman juga popcorn untuk cemilan mereka.


"Tunggu dulu kak Abian," ucap Zee dengan memegang tangan Abian saat Abian ingin berjalan dan hal itu membuat Abian heran.


"Ada apa lagi Zee? apa ada yang belum di beli?" tanya Abian dengan sebelah alisnya yang terangkat.


"Zee pikir orang seperti kak Abian tidak akan pernah menonton di luar," ucap Zee.


"Memang aku se kuno itu?" tanya Abian.


"Bukan begitu. Siapa tau aja kak Abian tidak suka," ucap Zee.


"Kalau aku mengajak kamu menonton di luar. Itu artinya aku suka dan lagian biar kita berdua juga tidak boring yang hanya melakukan aktivitas di rumah saja. Jadi kamu lain kali juga kalau mau makan, mau nonton dan mau melakukan apa-apa di luar. Kamu harus ajak aku. Karena aku ingin selalu menemani kamu dengan aktivitas kamu," ucap Abian yang ingin mencairkan suasana dalam pernikahannya.


"Berarti boleh. Jika lain kali kita mau nonton?" tanya Zee memastikan.


"Baik kak Abian," sahut Zee dengan semangatnya dan mereka langsung pergi memasuki bioskop tersebut.


***********


Ternyata di bioskop yang sama Asyifa dan Rafa juga sedang menonton. Rafa membujuk sang istri dan Asyifa sudah bisa tidak marah lagi. Sebenarnya masih marah. Namun wajahnya sudah lumayan lah dengan tersenyum dan Rafa ingin memanjakan istrinya dengan mereka menonton film romantis.


Film sudah berjalan sejak beberapa menit yang lalu dengan Rafa dan Asyifa yang terlihat sangat dekat dengan Asyifa yang memeluk lengan suaminya yang ingin dekat-dekat pada suaminya yang artinya dia memang tidak marah lagi.


"Kamu suka filmnya?" tanya Rafa melihat istrinya itu.


"Suka kak Rafa. Makasih sudah mengajak Asyifa menonton bioskop," jawab Asyifa.


"Sama-sama sayang. Apa kamu sering menonton bioskop?" tanya Rafa.


"Tidak terlalu sering dan bahkan sangat terhitung," jawab Asyifa yang apa adanya.

__ADS_1


"Hmmm begitu rupanya. Kalau aku sering menonton bioskop. Karena menonton bioskop itu lumayan untuk merefleksikan diri," ucap Rafa.


"Lebih suka nonton sendiri atau berdua?" tanya Asyifa.


"Menonton itu mana enak Asyifa sendirian. Jadi harus berdua. Biar bisa seperti ini, merangkul dengan mesra," ucap Rafa yang langsung merangkul istrinya.


"Ohhh begitu, berarti selama ini kak Rafa pasti nonton sama mantan-mantan kak Rafa ya. Hmmm, pantesan aja mau ngajak Asyifa nonton eh ternyata mau nostalgia," sahut Asyifa yang mancing dan malah ngambek kembali lagi.


"Sayang kamu ini bicara apa sih. Siapa yang mau nostalgia," sahut Rafa.


"Buktinya kenapa jadi bahas-bahas itu," sahut Asyifa yang melepaskan tangan Rafa dari bahunya.


"Siapa yang bahas-bahas kan kamu yang mulai," sahut Rafa yang harus membujuk istrinya yang kembali merajuk.


Rafa menghela napasnya dan merangkul kembali istrinya, "eh sayang itu hanya masa lalu. Kamu jangan memikirkan hal-hal yang lain sayang. Itu hanya masa lalu. Lagian aku juga lebih suka kalau menonton itu bersama kamu," bujuk Rafa. Dari pada Asyifa ngambek lagi.


"Sayang ayo dong jangan marah," ucap Rafa.


"Ya sudah. Kak Rafa jangan ungkit- ungkit masa lampau lagi," ucap Asyifa. Rafa mengangguk-angguk.


"Ya sudah sekarang kita lanjut menonton lagi dan iya sayang aku itu besok pengen ngajak kamu ke tempat sesuatu," ucap Rafa.


"Kemana?" tanya Asyifa dengan dahi yang mengkerutkan.


"Supraise untuk kamu," jawab Rafa.


"Asyifa kan tidak lagi ulang tahun," sahut Asyifa.


"Walau tidak ulang tahu. Tetapi aku ingin terus memberi kamu Supraise," jawab Rafa


"Apa ini sebuah sogokan?" tanya Asyifa dengan menatap curiga sang suami.


"Bisa di katakan sebuah sogokan," jawab Rafa.


"Baiklah kalau begitu. Asyifa ikut aja kemana kak Rafa mengajak Asyifa," ucap Asyifa.


"Baiklah sayang," sahut Rafa tersenyum dan mencium pucuk kepala Asyifa yang kembali merangkul erat istrinya itu. Kelihatannya Rafa sangat ingin membahagiakan istrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2