
Rafa dan Asyifa sudah kembali pulang ke rumah Rafa. Masalah dengan orang tua Asyifa memang sudah bisa di atasi dan orang tua Asyifa mencoba untuk mempercayai Asyifa dan Rafa.
Namun tetap saja berita di luar masih belum hilang yang ternyata mempengaruhi bisnis Rafa dengan adanya berita tersebut. Miranda adalah model terkenal dan jelas berita itu menjadi sorotan dan topik hangat di kalangan masyarakat yang merusak nama Rafa dan apa lagi keluarga Dokter Rendy yang cukup di kenal.
Asyifa memasuki kamar dengan membawa secangkir kopi dan melihat Rafa yang berdiri di depan jendela yang menelpon dengan serius sembari memijat kepalanya.
"Tapi tuan kita bisa bicarakan dulu. Saya akan menyuruh Sekretaris saya untuk mengatur jadwal pertemuan kita," ucap Rafa dengan suara yang seperti memohon.
"Tapi tuan. Tuan Hallo, Hallo!" ternyata panggilan telpon itu di matikan secara sepihak
"Hahhhh, kenapa di matikan lagi?" umpat Rafa dengan kesal dengan hembusan napas kasar dan memijat kepalanya yang semakin berat yang mungkin hampir pecah.
"Kak Rafa!" tegur Asyifa dengan lembut membuat Rafa menoleh kebelakang.
"Asyifa," sahut Rafa.
Asyifa pun menghampiri Rafa dan berdiri di depan Rafa, "Asyifa buatkan kopi untuk kak Rafa," ucap Asyifa dengan lembut.
"Makasih Asyifa," sahut Rafa mengambil kopi tersebut dan tidak langsung meminumnya dan meletakkan di atas meja dan Rafa duduk di sofa dengan memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya yang terasa berat.
Asyifa menghela napasnya dan melangkah mendekati Rafa duduk di samping Rafa.
"Apa ada sesuatu kak?" tanya Asyifa yang terlihat cemas.
"Tidak ada hanya berita yang di sebar Miranda ternyata semakin kemana-mana. Aku sudah menyuruh Novi Sekretarisku untuk mengurus semuanya. Namun Miranda sepertinya sengaja semakin memperlebar semuanya dan akhirnya aku kehilangan banyak klien karena berita yang ada," jawab Rafa yang menceritakan keluhannya pada istrinya.
"Separah itu efeknya?" tanya Asyifa.
"Aku seorang pengusaha Asyifa dan jika terdengar berita negatif di telinga klien. Mereka akan berpikir untuk membatalkan pekerjaan denganku karena tidak mau mendapat resiko dan hari ini sudah ada beberapa yang membatalkannya dan aku tidak tau mau berapa lagi yang akan menyusul," ucap Rafa dengan napas beratnya yang terlihat pasrah.
"Lalu sekarang bagaimana kak?" tanya Asyifa.
"Aku juga tidak bisa berpikir lagi, aku seakan hanya akan menghitung siapa dan berapa lagi yang akan datang, yang jelas Perusahaan mengalami banyak kerugian dan aku juga harus menghadapi papa. Karena semua itu tanggung jawabku," jawab Rafa yang memang terlihat frustasi.
__ADS_1
"Ya Allah. Gara-gara berita ini kak Rafa menjadi korban. Kasian kak Rafa dia pasti kebingungan," batin Asyifa yang tidak tega dengan suaminya yang mengalami masalah yang begitu besar.
"Kak Rafa, mungkin ini adalah ujian dari Allah. Kak harus percaya. Jika masalah ini akan cepat selesai. Asyifa yakin akan ada petunjuk dan yang paling utama rezeki itu dari Allah. Kalau itu sudah menjadi rezeki kak Rafa pasti akan kembali pada kak Rafa," ucap Asyifa yang hanya bisa memberikan masukan untuk menenagkan pikiran Rafa.
"Iya kamu benar," sahut Rafa yang menerima kata-kata motivasi dari istrinya.
"Apa ada yang bisa Asyifa bantu. Siapa tau Asyifa bisa mengurangi sedikit beban kak Rafa?" tanya Asyifa menawarkan dirinya.
Rafa menoleh ke arah istrinya, melihat wajah istrinya yang sangat Khawatir padanya, Rafa memengan tangan Asyifa, "tidak usah. Aku akan menyelesaikan semuanya. Ini adalah tanggung jawabku Dan resiko dari masalah yang aku cari sendiri. Jadi aku yang menyelesaikannya," ucap Rafa yang tidak ingin merepotkan istrinya.
"Tapi Asyifa ingin bantu," sahut Asyifa.
"Tidak perlu. Aku akan menyelesaikannya. Kamu hanya berdoa saja. Karena doa kamu pasti di kabulkan," ucap Rafa.
"Kak Rafa ada-ada saja. Semua doa itu di jabah sama Allah. Bukan hanya dia Asyifa saja. Doa kak Rafa juga pasti, Hmmm bagaimana kalau kita sholat Dhuha, kita berdoa sama Allah," ucap Asyifa tiba-tiba mendapat ide.
Rafa hanya diam yang tidak menolak dan juga tidak mengiyakan.
Toko-tok-tok-tok.
"Masuk!" sahut Rafa
Krekkk. Pintu di buka yang ternyata Zee.
"Ada apa Zee?" tanya Rafa.
"Papa dan mama menunggu kak Rafa di ruangan kerja papa," jawab Zee.
Rafa melihat kearah Asyifa. Rafa sepertinya sudah tau untuk apa dia di panggil.
"Baiklah, kakak akan segera kesana," jawab Rafa dengan helaan napas berat.
"Ya sudah Zee pergi dulu," sahut Zee yang tersenyum pada Asyifa dan langsung menutup pintu.
__ADS_1
"Kak Rafa apa ini akan membahas masalah pekerjaan yang kakak alami yang sedang dalam kesulitan?" tanya Asyifa yang menduga-duga.
"Pasti itu," jawab Rafa, " ya sudah aku ketemu mama dan papa dulu," ucap Rafa yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi. Asyifa melihat kepergian suaminya begitu berat. Dia ikut cemas dengan masalah yang di hadapi suaminya yang pasti tidak mudah.
"Ya Allah Asyifa hanya meminta untuk engkau berikan petunjuk dengan semua ini," batin Asyifa.
**********
Rafa sekarang sudah berada di ruangan kerja papanya yang di sana juga ada mamanya.
"Papa baru mendapat email dari manager keuangan di perusahaan dan Perusahaan mengalami kerugian miliaran dalam waktu 2x 24 jam dan tidak tau akan berapa banyak lagi kerugian yang akan kita alami berdasarkan waktu yang akan terus berjalan," ucap Xander.
"Aku akan secepatnya menyelesaikan semua masalah ini," sahut Rafa yang memang apa yang terjadi adalah tanggung jawabnya.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Shofia.
"Aku belum menemukan ide mah, pikiran ku masih belum bisa berputar," Jawab Rafa.
"Ini itu adalah teguran untuk kamu. Makanya jangan dzolim sama istri sendiri. Lihat yang terjadi. Istri Sholehah di dzolimi ini akibatnya," cicit Shofia yang tampak malah bersyukur dengan keterpurukan sang anak. Supaya sang anak jera.
"Mah sudah jangan lagi di bahas masala itu," sahut Xander yang tidak mau anak dan istrinya ribut.
"Aku tau ini kesalahan ku dan menyadari semuanya. Papa jangan Khawatir aku akan kembali menarik semua klien yang sudah membantalkan kontrak denganku. Aku akan meyakinkan mereka dan semuanya secepatnya pilih kembali," ucap Rafa dengan yakin.
"Sebelum kamu melakukan itu. Kamu adakan konferensi pers dan kamu harus menjelaskan semuanya untuk mengklarifikasi berita itu. Untuk membersihkan nama kamu," ucap Xander mencoba memberi saran.
"Iya papa kamu benar. Kamu konferensi pers biar semuanya jelas dan wanita itu juga sadar siapa dirinya dan kamu juga harus menegaskan bahwa Asyifa istri kamu," sahut Shofia yang setuju dengan saran suaminya.
"Baiklah aku akan menyuruh Novi untuk menyiapkannya," sahut Rafa yang merasa saran itu memang harus di lakukannya.
"Papa percaya sama kamu Rafa. Kalau kamu bisa menghadapi semuanya dan kamu harus ambil semua ini sebagai pelajaran agar kedepannya kamu lebih bijaksana lagi," ucap Xander dengan bijak.
"Baik pah. Terima kasih untuk kesempatan papa dan juga kepercayaan papa," ucap Rafa.
__ADS_1
Untung saja Xander tidak terlalu menyalahkan Rafa dengan masalah yang terjadi. Karena jika Rafa semakin di salahkan yang ada Rafa semakin frustasi dan masalah bukannya selesai makan akan bertambah banyak dan tidak akan selesai-selesai.
Bersambung.