Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 181


__ADS_3

Asyifa dan Rafa berada di dalam mobil yang mana Rafa yang sedang menyetir dan Asyifa yang duduk di sampingnya. Asyifa menoleh ke arah suaminya yang melihat sang suami tampak penuh dengan pemikiran.


"Kak Rafa baik-baik aja?" tanya Asyifa.


"Tadi saat aku masuk keruangan perawatan Zee. Aku bertemu dengan Abian di dalam ruangan perawatan Zee," ucap Rafa membuat Asyifa melihat dengan serius.


"Lalu kak Rafa dan kak Abian bicara?" tanya Asyifa.


"Dia mengatakan ingin rujuk dengan Zee," jawab Rafa.


"Lalu kak Rafa sendiri bagaimana?" tanya Zee. Rafa diam sejenak yang tidak langsung menjawab pertanyaan Asyifa.


"Sebelumnya kak Abian juga pernah mengatakan itu pada Asyifa saat Asyifa menemani Zee ke kantor pengadilan agama dan kami bertemu dengan kak Abian yang katanya dia ingin berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya dan seperti yang kakak bilang dia ingin rujuk dengan Zee dan saat itu Zee dengan tegas mengatakan tidak ingin rujuk. Asyifa ingin mengatakan itu pada kak Rafa. Tapi belum sempat, aja mengatakannya," ucap Asyifa yang mengatakan apa yang pernah di bicarakan Abian kepada-nya.


"Dia mau rujuk dengan sesuka hatinya. Dia seenaknya mengatakan untuk berpisah dengan Zee menjatuhkan talak pada Zee dan sekarang ingin rujuk dengan Zee. Dia terus saja melakukan semua dengan keinginan. Kenapa mudah sekali dia ingin melakukan semua itu," ucap Rafa yang terlihat marah dengan Abian.


"Apa itu artinya kak Rafa tidak ingin Zee dan kak Abian rujuk?" tanya Asyifa.


"Aku tidak tau Asyifa. Harus mengatakan apa. Melihat Zee yang begitu menderita membuatku tidak bisa membiarkan dia kembali kedalam penderitaannya. Tadi aku juga tidak ingin campur. Tetapi jika sudah melihat seperti ini. Bagaimana tidak ingin ikut campur dan aku juga tidak bisa melihat Zee menderita lagi yang kita tau Abian tidak konsisten dan bahkan bisa-bisanya di menggunakan pengacara dalam perpisahan mereka dan yang paling parahnya orang tua dari wanita yang menjadi orang ke-3 dari rumah tangga mereka sendiri," ucap Rafa yabg tidak bisa membiarkan sang adik rujuk begitu saja dengan Abian.


"Kak Rafa, Asyifa mengerti dengan apa yang kak Rafa khawatirkan sebenarnya. Namun Asyifa juga melihat kesungguhan hati kak Abian dalam pertahankan rumah tangganya dan iya masalah pengacara. Asyifa rasa kak Abian memang tidak menggunakan Om Danu sebagai pengacaranya dan mungkin Syira yang bertindak sendiri dan kita kemarin juga mendengar hal itu," ucap Asyifa yang mengeluarkan pendapatnya.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau Asyifa harus percaya yang mana," sahut Rafa yang memang terlihat penuh dengan kebingungan. Asyifa menghela napasnya dan menggengam tangan suaminya.


"Jika memang kak Abian tulus dan sungguh-sungguh ingin bersama dengan Zee memperbaiki rumah tangganya. Ada sebaiknya kita mendoakannya dan jangan menjadi penghalang untuk mereka. Maaf kak Rafa jika kali ini Asyifa lebih mendukung apa yang di inginkan kak Abian sahut. Karena Asyifa sangat ingin melihat Zee dan kak Abian baik-baik saja dan pernikahan mereka yang tetap menjadi utuh," ucap Asyifa yang tidak sama pendapatnya dengan suaminya.


"Bukannya kamu sendiri yang mengatakan. Jika Zee bahkan menolak keras untuk rujuk yang artinya Zee juga tidak akan bahagia dalam pernikahannya. Jika kembali di paksakan," ucap Rafa.


"Tapi Asyifa tidak melihat itu dari Zee. Mungkin Zee hanya butuh waktu dan lihatlah kak Rafa sekeras apapun Zee untuk berpisah. Jika Allah berkehendak lain maka tidak akan bisa. Contohnya di saat persidangan putusan cerai mereka yang di saat ingin ketuk palu. Tetapi Allah memberikan ujian dengan Zee berada di rumah sakit dan ketuk palu tidak terjadi dan mungkin ini semua juga sudah di atur oleh Allah dan pasti ada rencana yang indah darinya," ucap Asyifa dengan lemah lembut bicara.


Rafa diam yang tidak bisa berkata apa-apa untuk menanggapi kata-kata istrinya. Dia juga tidak tau harus mengatakan apa lagi.


"Aku tidak bisa berpikir jernih Asyifa. Aku hanya ingin yang terbaik untuk Zee," sahut Rafa yang tidak bisa berpendapat apa-apa lagi.


"Asyifa paham itu," sahut Asyifa meletakkan kepalanya di bahu Rafa dan menghela napas beratnya.


"Aku bilang keluar dari sini!" usir Zee pada Abian yang mengunjungi dirinya. Setelah satu hari kondisi Zee memang sudah lumayan dan Abian langsung menjenguknya dan pasti marah-marah.


"Aku tidak akan pergi," sahut Abian dengan tenang menghadapi kemarahan Zee


"Ya sudah kalau tidak mau pergi. Biar aku saja yang pergi," sahut Zee dengan ancaman yang ingin turun dari ranjang dan Abian langsung menghentikannya.


"Zee kamu apa-apaan sih," ucap Abian mencegah Zee.

__ADS_1


"Jangan menyentuhku!" sentak Zee dengan penuh emosi yang menggebu-gebu saat Abian memegang lengannya yang ingin mencegahnya.


"Kita masih suami istri," tegas Abian menekan suaranya.


"Suami istri katamu. Kau sudah menjatuhkanku talak di hadapan keluargaku!" bentak Zee.


"Talak itu tidak sah dan itu talak satu yang artinya. Kita masih suami istri," tegas Abian dengan menekan suaranya yang melototkan matanya pada Zee dan mereka berdua saling menatap dengan tajam.


Namun Zee langsung mendorong dada Abian yang tidak ingin dekat-dekat dengan Abian.


"Mau itu talak satu atau berapapun. Bagiku kau bukan suamiku. Jika kau tidak ada niat untuk menceraikan ku. Kau tidak akan menjatuhkan talak di depan orang tuamu, orang tuaku dan juga wanita itu," teriak Zee.


"Itu karena kau yang memintanya!" sahut Abian yang juga tidak kalah berteriak pada Zee dan hal itu membuat Zee kaget.


"Soal itu saja kau langsung menurutinya," desis Zee dengan suaranya yang pelan.


Abian memijat kepalanya yang terasa sangat berat, " Kenapa kau selalu menguji ku Zee. Apa kau sengaja mempermaikan ku dengan semua ini," sahut Abian dengan suara. beratnya.


"Bukan aku yang mempermaikan mu. Tetapi justru kau. Bukan kau yang menginginkan perpisahan di antara kita. Supaya kau bisa bersama Syira. Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan ku saat ini hah! Abian aku hanya ingin berpisah darimu itu saja. Aku sudah capek melihat semua ini," tegas Zee.


"Tapi aku tidak melakukan hal itu. Aku sudah menjelaskan semua kepadamu dan seharunya ada kesempatan untuk memperbaikinya. Alasan aku mempertahankan rumah tangga ini. Karena aku benar-benar jatuh hati padamu. Zee sangat sulit bagiku untuk bisa jatuh hati pada wanita manapun dan aku harus jujur mengakui. Jika aku memang menyukai Asyifa dan sangat kecewa dengan pernikahannya. Tetapi tidak ada yang menduga. Jika kamu yang wanita bukan kteriaku. Bisa menarik perhatianku dan jatuh jati padamu dan itu menjadi alasan ku yang tidak mungkin melepaskanmu," tegas Abian yang berbicara lembut yang mencoba untuk meluluhkan hati Zee.

__ADS_1


Namun Zee hanya diam saja mendengar kata-kata Abian.


Bersambung


__ADS_2