
Ternyata obrolan Rachel dan Azka itu di perdengarkan oleh Rafa dari saluran rekaman. Tidak tau bagaimana caranya Rafa yang berada di dalam kamar yang duduk di atas tempat tidur sangat asyik mendengarkan rekaman itu dengan Rafa yang mengangguk-anggukkan kepalanya.
Namun tiba-tiba Rafa di kejutkan saat melihat ke arah pintu yang mana ada Asyifa di sana.
"Kak Rafa ini benar-benar ya. Bisa-bisanya mendengarkan pembicaraan orang dari handphone seperti itu. Hal itu namanya privasi kak Rafa," oceh Asyifa yang mendekati suaminya itu.
"Sayang ini juga persetujuan Azka. Orang Azka sendiri yang meminta saran pada dan kamu dengar sendiri bagaimana adik kamu itu menyatakan perasaannya yang dengan cara berbeda manis tidak dan kamu tanya dong siapa gurunya," ucap Rafa dengan menyombongkan dirinya.
"Tetap aja kak Rafa itu namanya mengganggu privasi orang lain," sahut Asyifa kesal.
"Sayang kan sudah aku bilang Azka setuju. Aku hanya mengawasi para remaja yang sedang kasmaran itu," ucap Rafa.
"Issss terserah kak Rafa aja," kesal Asyifa yang hendak pergi. Namun Rafa menarik tangannya dan membuat Asyifa duduk di atas tempat tidur yang langsung di peluk Rafa dari belakang.
"Kenapa-napa marah-marah sih sayang?" tanya Rafa dengan memeluk gemas.
"Tidak ada yang marah kak Rafa," sahut Asyifa.
"Lalu tadi?" tanya Rafa.
"Ya kak Rafa sih ada saja kerjaannya," ucap Asyifa.
"Ya kan ada alasannya," ucap Rafa.
"Iya-iya kak Rafa yang paling benar," sahut Asyifa yang mengalah saja membuat Rafa tersenyum dan semakin memeluk erat istrinya itu dengan pipi Rafa yang menempel pada Asyifa.
"Sayang kalau dulu aku bertemu dengan kamu saat kamu masih sekolah. Kira-kira aku seperti Azka yang menyatakan perasaan dan menyuruh wanita menunggu. Kamu kira-kira mau tidak?" tanya Rafa.
"Ya nggaklah Azka sama Asyifa beda. Asyifa tidak pacaran," ucap Asyifa.
"Ya ini juga mereka tidak pacaran," ucap Rafa.
"Ya pokoknya Asyifa tidak mau menunggu-nunggu. Buang waktu," tegas Asyifa.
"Ya ampun istriku ini kenapa galak sekali sih," gemes Rafa yang sampai mencium pipi gembul Asyifa.
"Issss kak Rafa ini," Asyifa juga jadi kesal sendiri.
"Sayang kamu jangan galak-galak dong. Kamu nggak kengen apa sama aku," ucap Rafa.
"Kita kan setiap hari bertemu," ucap Asyifa.
"Ya kengen dalam hal lain?" tanya Rafa.
"Kan Asyifa baru melahirkan kan masa idahnya belum habis," ucap Asyifa yang mengerti apa yang di maksud suaminya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dong?" tanya Rafa.
"Kak Rafa harus bersabar. Kan menjadi orang sabar itu pahalanya banyak," jawab Asyifa.
"Iya-iya sayang. Kalau sudah istriku yang berbicara mana mungkin aku tidak bersabar," ucap Rafa membuat Asyifa tersenyum.
"Makasih ya Asyifa. Kamu sudah menjadi wanita yang selalu ada untukku memberi kehidupan yang penuh warna, kedamaian dan cinta di dalam hidupku. Aku tidak tau kebaikan apa yang aku lakukan sampai Allah memberikan istri seperti kamu," ucap Rafa.
"Sama-sama kak Rafa. Kak Rafa juga menjadi suami yang sangat baik untuk Asyifa. Kita sama-sama menjaga pernikahan kita ya untuk saling membimbing anak-anak kita," ucap Asyifa.
"Anak-anak. Itu artinya adik Afiza akan ada lagi dong?" tanya Rafa.
"Ya kalau Allah kasih kenapa tidak?" sahut Asyifa.
"Memang kamu mau berapa?" tanya Rafa.
"Terserah kak Rafa," jawab Asyifa.
"Kalau mau selusin boleh tidak?" tanya Rafa.
"Issss itu sih maunya kak Rafa," ucap Asyifa yang membuat Rafa tersenyum dan mencium kening istrinya dengan memegang ke-2 pipi Asyifa.
" I Love you sayang," ucap Rafa
" I Love you too," jawab Asyifa membuat Rafa mendekatkan bibirnya pada Asyifa yang ingin mencium bibir Asyifa.
Belum sempat menyatu tiba-tiba bayi mereka menangis yang membuat ke-2nya saling melihat dengan sama-sama tertawa yang merasa lucu yang sekarang anak harus mengganggu mereka.
"Iya sayang mama datang," sahut Asyifa yang sebelum turun dari ranjang mengecup dulu bibir suaminya.
Rafa hanya menghela napasnya saja dan juga menuruni ranjang.
"Papa juga sayang sayang," sahut Rafa yang menyusul istrinya yang mereka sama-sama mendiamkan bayi mereka yang menangis dan Rafa yang menggendongnya Asyifa yang bernyanyi mendiamkan putri mereka dengan mereka yang sama-sama tertawa yang penuh dengan kebahagiaan.
"Lama sekali 40 hari," goda Rafa dengan candaan.
"Isss," Asyifa hanya berdesis mendengar suaminya itu yang pasti Asyifa tau apa maksudnya. Namun keduanya kompak untuk mendiamkan bayi mereka yang rewel dengan candaan dan energi positif yang mereka berikan.
*********
Sama dengan Syira dan Dedi yang sekarang berada di dalam kamar dengan mereka yang duduk di atas tempat tidur dan Dedi yang mendekatkan telinganya pada perut Syira yang sepertinya ingin mendengar aktivitas bayi itu.
"Ada suaranya?" tanya Syira.
"Belum ada. Mungkin karena masih kecil," ucap Dedi yang membuat Syira tertawa lucu dengan Dedi.
__ADS_1
Dedi tersenyum dan menatap Syira begitu dalam. Lalu memegang pipi Syira dan mencium kening Syira dengan lembut yang ternyata bukan hanya mencium kening Syira. Namun juga mencium bibir Syira yang membuat Syira memejamkan matanya dalam menerima ciuman dari suaminya itu.
Sampai beberapa detik mereka berciuman dan saling melepas dengan mata mereka yang saling bertemu.
"Ini ciuman pertama kita," ucap Syira dengan suara seraknya.
"Dan kita belum melakukan malam pertama," jawan Dedi membuat Syira tersenyum.
"Jadi kapan di lakukan?" tanya Syira.
"Ya terserah. Tapi kita tunggu sampai anak kita lahir," ucap Dedi.
"Memang kamu bisa menunggunya?" tanya Syira.
"Ya bisa. Jika kamu tidak berusaha menggodaku," sahut Dedi yang membuat Syira hanya tersenyum dengan rasa haru dengan kebahagiaan yang terus di dapatkannya. Punya suami yang sangat menerima dirinya dan bahkan bayi di kandungannya dan Dedi juga bahagia yang bisa bersama Syira.
*************
Sementara Zee dan Abian yang mereka jalan-jalan di sekitaran pantai dengan mereka yang berjalan dengan bergandengan tangan yang sama juga dengan Rony dan Lulu. Yang sama-sama punya cara sendiri untuk membahagiakan pasangan mereka masing-masingnya.
"Terima kasih kak Abian, sudah membimbing Zee selama ini," ucap Zee dengan melihat ke arah Abian.
"Sama-sama Zee. Kamu juga sudah menjadi istri yang naik selama ini," ucap Abian yang membuat Zee tersenyum dan Abian mencium kening Zee.
"Aku mencintaimu," ucap Abian.
"Aku juga mencintai kak Abian," sahut Zee yang mereka sama-sama tersenyum dengan ucapan cinta itu.
Lalu mereka berpelukan dengan hangat yang sama juga di ujung sana Lulu dan Rony yang berpelukan yang saling mengucapkan cinta dan rasa syukur yang akhirnya di karuniai seorang bayi di dalam rahim Lulu yang membuat mereka bertambah bahagia.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹 SELESAI 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...Akhirnya Novel Istri Sholeh Milik Tuan Pemarah Selesai juga ceritanya. Terima kasih untuk para readers yang terus membaca Novel aku, terima kasih untuk memberikan sarannya, kritikan dan semua vote yang kalian berikan like dan juga yang lainnya yang membuatku semangat dalam menulis Novel....
...Novel ini jauh dari kesempurnaan. Banyak kata-kata yang salah, pengucapan dan mungkin bahasa yang mungkin agak sulit di mengerti. Tetapi kembali lagi saya hanya belajar dan akan terus belajar dengan mempelajari banyak hal dan mencari-cari inspirasi dan semoga saja ada Novel saya yang bisa mendapat posisi teratas....
...Walau Novel ini tidak mendapat posisi teratas atau jauh dari kesempurnaan. Tetapi saya sangat bersyukur bisa menyelesaikannya dan semoga Novel berikutnya bisa berada di Posisi pertama....
...Mohon doa dari para readers tercinta. Sekali lagi terima kasih sudah mengikuti perjalanan Novel ini....
...Jangan lupa ya untuk mampir di novel-novel yang lainnya dan dan juga di Novel yang masih on going dan yang baru juga....
...Jangan lupa mampir ke Novel terbaru saya. Mohon dukungannya, like, coment dan jadiin vavorite kalian Terima kasi...
__ADS_1