Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 114


__ADS_3

Rafa keluar dari kamar mandi yang sudah bersih-bersih. Namun dia tetap memikirkan istrinya yang tak kunjung datang juga karena sang istri tidak dapat di kabari nya.


Karena Rafa terus memikirkan istrinya yang tak kunjung memberinya kabar sampai Rafa sendiri pun memutuskan untuk mengabari Asyifa dengan menelpon Asyifa kembali Namun beberapa kali Asyifa menghubungi ternyata tidak ada respon sama sekali. Handphone Asyifa tidak ada yang mengangkat sama sekali yang membuat Rafa lama-lama kesal dengan Asyifa yang tidak mengangkat telpon darinya.


"Kamu di mana sih Asyifa, apa susahnya mengangkat telpon dari tadi aku menghubungi mu dan bahkan kamu juga tidak mengabari kalau sudah sampai apa belum. Apa sih mau kamu sebenarnya kenapa kamu sangat menyebalkan," ucap Rafa yang benar-benar kesal dengan Asyifa


Tingnong Tingnong.


Tiba-tiba bel rumah berbunyi membuat Rafa menoleh kearah pintu, "siapa lagi yang datang malam-malam seperti ini, kenapa semua orang sangat menyebalkan," umpat Rafa yang menjadi pemarah karena Asyifa tidak mengabarinya dan juga tidak mengabarinya yang membuat Rafa begitu kesalnya dengan Asyifa.


Rafa pun akhirnya keluar dari kamarnya untuk membuka pintu karena Rafa harus melihat siapa yang datang bertamu kerumahnya.


"Iya sebentar!" sahut Rafa yang sudah berada di depan pintu dan langsung membuka pintu yang ternyata tamu yang di lihatnya adalah Miranda yang mana berdiri dengan pakaian seksi yang begitu ketat yang sepanjang pahanya dengan rambut di gerai dan tersenyum kepada Rafa.


"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Rafa dengan suara datar.


"Kenapa wajahmu seperti itu Rafa? dulu saja kalau aku datang kau langsung memelukku dan kita langsing berciuman sampai di sofa dan melakukan.....


"Cukup Miranda!" gertak Rafa yang tidak ingin mendengar kata-kata Miranda yang lebih panjang lagi.


"Aku hanya bertanya kepadamu untuk apa kau datang kemari bukan untuk mendengar semua omong kosong mu," tegas Rafa.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan mengatakan kedatangan ku pasti karena aku sangat merindukanmu, aku sangat bahagia saat bertemu denganmu. Jadi itulah tujuan kedatangan ku yang mana kita bukannya saling merindukankan dan bisa menuntaskan kerinduan kita malam ini," ucap Miranda dengan tersenyum kepada Rafa.


"Jaga bicaramu. Aku tidak akan sudi melakukan apa-apa denganmu dan kau dengar Miranda aku sudah sering menegaskan kepadamu. Jika aku dan kau sudah tidak punya hubungan apa-apa. Aku sudah menikah dan kau tau istriku siapa dan sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku mengusirmu dengan paksa!" tegas Rafa.


Miranda menyunggingkan senyumnya dengan ke-2 tangannya yang berada di dadanya, "apa sekarang seorang Rafa telah menjadi seorang pria yang takut dengan istri," ucap Miranda dengan menyunggingkan senyumnya.


"Apa maksudmu," ucap Rafa dengan wajahnya yang menahan dengan amarah.


"Rafa kamu berbicara seperti ini pasti kamu takut bukan jika Asyifa akan marah kalau sampai dia tau kita sedang berduaan. Kamu terlalu memikirkan Asyifa Rafa. Lalu apa Asyifa memikirkan mu," ucap Miranda.


"Apa yang kau bicarakan Miranda. Bicaralah dengan jelas jangan mengatakan hal-hal yang tidak penting," ucap Rafa.


"Kau bicara sembarangan. Jika kata-kata mu tidak ada makananya, sekarang kau sebaiknya pergi dari sini!" usir Rafa yang menekan suaranya.


"Baiklah Rafa aku akan pergi. Tapi apa tidak sayang jika kepergian ku hanya membuatmu sia-sia. Abian, apa namanya tidak asing bagimu," ucap Miranda dengan menyunggingkan senyumnya membuat Rafa melihat ke arah Miranda dengan wajah Rafa yang terlihat kaget dengan nama yang pasti membuatnya emosi.


"Kenapa kau membawa namanya?" tanya Rafa.


"Ada apa Rafa, kau begitu panik. Apa kau sedang berpikiran jika istrimu sedang bersamanya," ucap Miranda yang membuat Rafa kaget.


"Jaga bicara mu Miranda!" ucap Rafa menekan suaranya.

__ADS_1


"Aku bicara apa adanya dan aku pasti tidak bicara sembarangan," sahut Miranda yang mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya dan menunjukkan pada Rafa jika ternyata Miranda yang mendapatkan foto Asyifa dan Abian yang makan berduaan dan itu membuat Rafa kelas terlihat emosi dengan tangannya yang terkepal.


"Sengaja mengatakan akan pergi mengikuti acara seminar, eh tau-taunya malah liburan di Bali bersama pria yang mungkin mereka memang sudah dekat sebelum kalian menikah. Huhhhh sengaja membawa asik ipar agar suami percaya. Tapi tau-tau adik ipar di pulangkan terlebih dahulu dan kakak iparnya masih berada di Bali yang menghabiskan liburan bersama Abian," ucap Miranda yang sengaja memanas-manasi Rafa yang sepertinya Miranda berhasil sampai membuat Rafa mengepal tangannya dengan wajahnya yang menahan emosi, wajahnya yang memerah dan terlihat kesal dengan Rahang kokohnya yang mengeras.


"Kasihan sekali kamu Rafa, kamu begitu memikirkannya dan sementara dia sedang bersenang-senang," ucap Miranda.


"Cukup Miranda!" bentak Rafa, "kau jangan bicara sembarangan, aku tau siapa dirimu dan kau sengaja mengatakan semua ini karena hanya menguji kesabaran ku aku tau dirimu Miranda. Aku siapa kau dan kau jangan berbohong. Karena aku tidak akan terpengaruh dengan kata-kata murahan seperti itu!" ucap Rafa yang berusaha tidak terpengaruh dan mempercayai Asyifa.


"Terserah kau mau percaya atau tidak dengan apa yang aku katakan. Tetapi dengan semua perkara ku sudah sangat menjelaskan bagaimana keadaan sebenarnya dan Rafa.." Miranda maju selangkah mendekati Rafa namun Rafa mundur yang tidak mau dekat-dekat dengan Miranda membuat Miranda menyunggingkan senyumnya.


"Rafa dari pada membuang-buang waktu untuk marah dan memikirkan istrimu, lebih baik kita menghabiskan waktu bersama. Kita berdua yang bersenang-senang seperti dulu lagi sebelum wanita perusak itu datang kedalam kehidupan kita," ucap Miranda dengan tangannya yang berusaha menyentuh pipi Rafa. Namun Rafa langsung menepis tangannya sebelum pipinya di sentuh Miranda.


"Jangan berani menyentuhku, kau pergi dari sini, sebelum aku mengusirmu paksa," ucap Rafa dengan emosi.


"Rafa.."


"Aku bilang pergi!" bentak Rafa dengan menunjuk kearah luar. Miranda lagi-lagi hanya tersenyum yang sangat menikmati kemarahan Rafa.


"Baiklah Rafa aku akan pergi jika memang itu yang kamu inginkan tidak masalah bagiku untuk aku pergi. Tetapi Rafa aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Jika kau masih tidak percaya. Kabari adikmu di mana dia sekarang dan jika kau sudah percaya maka kabari aku. Karena nomor ku masih tetap sama dan kita berdua bisa bersenang-senang kembali," ucap Miranda. Rafa yang dengan kesal langsung menutup pintu yang tidak peduli dengan apa yang di katakan Miranda lagi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2