Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 108


__ADS_3

Setelah melakukan liburan panjang akhirnya Asyifa, Rafa dan Zee kembali ke Indonesia. Ternya Zee tidak di suruh pulang duluan. Zee akhirnya pulang bersama kakak dan kakak iparnya. Mereka semua sudah berada di dalam pesawat yang sedang mengudara yang tidak tau sudah berapa lama.


Yang jelasnya sudah malam hari dan Asyifa dan Rafa yang duduk bersebelahan dengan Rafa yang fokus lada tabletnya yang mengecek beberapa pekerjaan yang ditinggalkannya beberapa hari ini.


Rafa menoleh ke sebelahnya yang ternyata Asyifa sudah tertidur pulas dengan kepalanya yang bersandar pada jendela pesawat. Rafa pun memanggil pramugari dan meminta tolong untuk membawakan selimut.


Tidak tega dengan istrinya yang pasti kedinginan. Jadi Rafa harus bertindak pada istrinya dan ketika pramugari datang membawakan selimut Rafa langsung langsung menyelimuti Asyifa dengan tersenyum pada Asyifa, Rafa juga meletakkan kepala Asyifa untuk bersandar di pundaknya dan Asyifa malah memeluk Rafa yang nyaman tertidur di dada bidang itu yang membuat Rafa tersenyum. Itu yang di inginkannya Asyifa harus tertidur dengan memeluknya.


Rafa dengan lembut mencium kening Asyifa. Lalu Rafa sepertinya harus tertidur karena dia juga sudah mengantuk yang akhirnya menghentikan pekerjaannya dan perlahan memejamkan matanya degan mengeratkan pelukannya pada Asyifa.


***********


Jakarta.


Akhirnya Asyifa, Rafa, Zee sampai juga di Jakarta. Saat mereka di Bandara mereka langsung di jemput oleh supir dan langsung membawa mereka kerumah yang mana tidak lama mereka telah tiba di rumah. Supir membuka pintu mobil untuk majikannya dan mereka langsung turun dari mobil.


"Alhamdulillah kita sampai dengan selamat," ucap Asyifa.


"Iya. Ayo masuk," sahut Rafa yang menggenggam tangan Asyifa dan langsung membawanya masuk kedalam rumah. Zee hanya menghela napas melihat kakaknya yang sangat bucin yang sekarang sudah main genggam-genggam saja.


"Assalamualaikum," sapa Asyifa begitu memasuki rumah.


"Walaikum salam," sahut semua orang yang ada di ruang tamu. Ada Xander, Shofia, Shania, Ardi dan Aqqela.


"Om Rafa!" teriak Aqela yang langsung menghampiri Rafa dan Rafa harus berjongkok untuk menyambut pelukan dari keponakannya yang di pastikan sangat merindukan dirinya.


"Mama!" lirih Asyifa yang langsung memeluk ibu mertuanya itu dan bergantian dengan Shania juga.


"Alhamdulillah kalian sudah pulang dengan selamat. Mama benar-benar lega melihat kalian," ucap Shofia.


"Asyifa juga senang kok mah bisa pulang kerumah dengan selamat," sahut Asyifa.


"Bagaimana perjalanan kalian Asyifa?" tanya Xander.


"Uhhh sangat lancar pah. Sampai lupa kalau aku ikut," sahut Zee yang mengambil alih untuk menjawab yang membuat Asyifa hanya tersenyum.


"Kamu memang sepertinya salah untuk ikut Zee," sahut Shania.


"Bukan aku yang salah kak. Itu tuh yang salah. Katanya mau datang pas acara wisuda dan langsung pulang. Tau-tau 2 hari baru di sana udah main datang aja dan selesai Wisuda tidak mau pulang. Huhhhh dasar," sindir Zee yang pasti untuk Rafa kakaknya tersebut.

__ADS_1


"Kamu itu banyak sekali protesnya," sahut Rafa dengan kesal yang sudah berdiri dan memegang tangan Aqela.


"Memang iya kok. Mah pah. Zee benar-benar tidak di anggap di sana," sahut Zee yang sekarang mengadu pada orang tuanya.


"Kamu ya Zee," Rafa yang adanya semakin kesal dengan Zee.


"Sudah-sudah malah berantam, yang penting mama senang akhirnya kalian pulang dengan selamat dan semuanya lancar dan mama juga senang dengan Asyifa dan Rafa sepertinya akan banyak kejutan yang mama akan dapatkan," ucap Shofia.


"Kejutan apa maksud mama?" tanya Asyifa.


"Kalian yang tau itu. Sudah sekarang kalian berdua sana istirahat. Kalian pasti lelah. Nanti mama akan siapkan makan untuk kalian," ucap Shofia.


"Baik mah," sahut Asyifa.


"Aqeela sayang kemari. Biarkan Om Rafa istirahat dulu!" ucap Shania mengajak putrinya itu.


"Baik mah. Tapi Om Rafa jangan lupa ya oleh-olehnya," ucap Aqela yang selalu menagih oleh-oleh.


"Baik sayang jangan Khawatir," sahut Rafa, "ya sudah aku sama Asyifa istirahat dulu," sahut Rafa yang lain mengangguk dan Rafa langsung pergi bersama dengan Asyifa.


"Zee kamu harus cerita yang banyak untuk mama hari ini," ucap Shofia yang tidak sabar mendengarkan Zee yang bercerita.


"Aman mah," sahut Zee dengan mengacungkan ke- jempolnya. Pasti mereka memang akan penasaran dengan hubungan Asyifa dan Rafa saat di Mekkah.


*********


Tidak lama Rafa keluar dari kamar mandi yang juga sudah memakai pakaian santainya yang hendak ingin tidur.


"Besok saja di kerjakan. Kamu istirahat saja," ucap Rafa yang tidak ingin istrinya itu sibuk.


"Tidak apa-apa kok kak Rafa. Sebentar lagi juga selesai," sahut Asyifa yang tidak masalah mengerjakan pekerjaan itu.


"Asyifa bisa tidak kamu tidak melawan. Dengarkan aku. Aku bilang istirahat maka istirahat," tegas Rafa.


"Baik kak Rafa," sahut Asyifa dengan lembut yang mau tidak mau harus menghentikan pekerjaan dari pada Rafa nanti marah padanya.


"Biar aku yang menurunkannya," sahut Rafa yang mana Asyifa ingin menurunkan koper dan langsung di turunan Rafa.


"Kamu istirahat," ucap Rafa.

__ADS_1


"Kak Rafa juga," ucap Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya dan Asyifa merapikan tempat tidur. Lalu langsung menaikinya dengan merebahkan dirinya Rafa juga menyusul namun masih bersandar pada kepala ranjang dengan membuka laptopnya. Menyuruh orang untuk istirahat dia saja tidak istirahat.


"Kak Rafa mengurus pekerjaan?" tanya Asyifa.


"Iya ada beberapa yang harus aku selesaikan," jawan Rafa yang fokus pada laptopnya.


"Pasti karena ikut dengan Asyifa. Pekerjaan kak Rafa jadi terbengkalai ya," ucap Asyifa.


"Tidak juga," sahut Rafa.


"Kak Rafa besok boleh tidak Asyifa kerumah ibu dan ayah," ucap Asyifa yang meminta izin untuk bertemu orangtuanya membuat Rafa menoleh ke arah Asyifa.


"Untuk mengantarkan oleh-oleh?" tebak Rafa. Asyifa menganggukan kepalanya.


"Jam berapa kamu pergi?" tanya Rafa.


"Kalau bisa pagi," jawan Asyifa.


"Aku akan mengantarmu dan akan menjemput mu. Kabari saja kalau sudah selesai," ucap Rafa yang memutuskan untuk memantau istrinya.


"Baik kak Rafa. Makasih ya kak Rafa," ucap Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya.


"Kak Rafa belum istirahat!" tanya Asyifa yang melihat Rafa masih sibuk bekerja.


"Kamu istirahat terlebih dahulu, sebentar lagi aku akan menyusul," jawab Rafa.


"Baiklah, kalau begitu Asyifa tidur duluan. Kak Rafa jangan lama-lama ya tidurnya," ucap Asyifa dengan lembut. Rafa mengangguk saja dan melanjutkan pekerjaannya dan Asyifa yang memang sudah mengantuk langsung memejamkan matanya yang terasa berat.


**********


Rafa masih tetap dengan pekerjaan yang sudah sampai larut malam. Sudah beberapa kali Rafa menguap karena menahan kantuk. Namun Rafa masih saja bekerja sampai menyadari sudah pukul 2 pagi.


"Huhhhhh, aku harus istirahat," gumam Rafa yang akhirnya menghentikan pekerjaannya yang menyadari sudah larut malam. Rafa langsung menutup laptopnya dan meletakkannya di atas nakas dan mematikan lambu tidur di bagian dirinya dan Rafa langsung melihat kearah Asyifa yang membelakanginya dan Rafa mencium kening Asyifa membuat Asyifa berbalik badan dan langsung memeluk Rafa.


Sekarang Asyifa apa-apa harus memeluk Rafa tenang Asyifa. Rafa sangat suka kok..Rafa kembali mencium lembut kening Asyifa dengan menatap cantik wajah istrinya itu.


"Makasih kak Rafa sudah menjadikan Asyifa istri seutuhnya, Asyifa benar-benar bahagia yang merasakan surga yang indah bersama kak Rafa," lirih Asyifa yang tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya.


Asyifa saking bahagianya sampai mengigau dengan kata-kata yang mungkin tidak sempat di sampaikan pada suaminya.

__ADS_1


"Aku yang berterima kasih karena kamu yang telah memberikan ku arti sebuah hubungan. Kamu banyak membuatku menjadi orang yang jauh lebih berguna. Maaf Asyifa aku banyak menyakiti mu dan meragukan mu. Kau wanita sempurna dan aku orang yang sangat beruntung yang telah memiliki mu," batin ucap Rafa dengan kata-kata tulusnya yang mencium kembali kening Asyifa dan langsung memeluknya dengan erat yang


Bersambung


__ADS_2