
Keduanya yang berada di ruangan itu masih dalam situasi keheningan dengan Zee yang mendengar kata-kata Abian dan tidak tau juga apa yang di pikirkan Zee saat ini.
"Zee kasih aku kesempatan 1 kali saja," sahut Abian yang kelihatannya memang begitu serius untuk memperbaiki hubungannya dengan Zee.
Namun tiba-tiba Zee terlihat pusing dengan Zee yang memegang kepalanya yang membuat Abian heran melihatnya.
"Zee kau baik-baik saja?" tanya Abian yang mendekati Zee dan kembali memegang lengan Zee yang ingin tau kondisi Zee.
"Aku akan panggil Dokter," ucap Abian yang langsung bertindak untuk memanggil Dokter agar Zee langsung di periksa.
*********
Abian menemui Xander, Shania, Ardi, Rafa, Shofia dan Asyifa yang mereka berbicara di kantin rumah sakit.
"Untuk apa kamu mengajak kami untuk bertemu?" tanya Shania dengan datar.
"Aku ingin membatalkan perceraian ku dengan Zee," jawan Abian yang langsung menyampaikan apa yang ingin di sampaikannya.
"Enak sekali kamu mengatakan hal itu," sahut Shania yang sensian.
"Shania sudah," tegur Ardi yang membuat Shania menghela napasnya yang memang pasti emosi mendengar apa yang di katakan Abian.
"Mungkin ini membuat kalian marah dan berpikir saya hanya ingin mempermainkan Zee. Tetapi tidak sama sekali. Saya tidak pernah bermaksud ingin mempermainkan Zee atau untuk mempermainkan pernikahan kami. Tetapi memang pada kenyataannya. Saya ingin memperbaiki rumah tangga saya dan juga Zee," ucap Abian dengan tulus dan kelihatannya sangat serius.
"Kamu sudah menceraikan Zee Abian dan lagian putusan pengadilan juga sudah ada dan usaha atau keinginan kamu sudah tidak berarti lagi," ucap Xander.
__ADS_1
"Hanya talak satu dan itu bisa rujuk dengan syarat yang ada dalam syariat Islam dan tanpa saya mengatakan apa itu syaratnya. Om Tante dan semua yang ada di sini pasti tau," ucap Abian.
"Kamu ingin rujuk sementara Zee sendiri tidak menginginkannya," sahut Rafa.
"Aku akan berusaha. Ini kesalahan ku dan aku yang akan bertanggung jawab untuk semua ini," sahut Abian dengan yakin.
"Lalu bagaimana dengan wanita yang bersama mu itu. Bukannya dia sedang menunggu masa lajangmu. Bukannya dia sedang menunggu kau dan Zee berpisah dan bahkan keluarganya juga menginginkan hal itu dan tidak hanya keluarganya. Keluarga mu juga," sahut sinis Shofia.
"Tante aku...."
"Kami tidak tau menau masalah itu," sahut Vanya yang tiba-tiba memotong pembicaraan Abian yang pasti ingin membela orang tuanya.
"Mama, papa," lirih Abian. Vanya dan Lucky pun menghampiri Abian dan yang lainnya dan Asyifa memberikan mereka tempat untuk duduk yang memang alangkah baiknya saling bicara dulu.
"Lalu apa menurut mbak. Putri saya tidak di didik dengan agama. Apa karena putri saya tidak memakai jilbab. Jadi menurut kalian doa tidak baik dan tidak pantas menjadi bagian keluarga kalian," sahut Shofia.
"Mbak. Tidak ada yang mengatakan hal itu pantas atau tidak pantas. Saya baru mengenal Zee dan saya juga tidak mengatakan kami keberatan dengan Zee yang menikah dengan Abian. Jika Abian menikahinya dengan cara seperti itu. Berarti ada sesuatu di antara Abian dan Zee dan saya dan suami saya tidak pernah ikut campur atau bahkan seperti apa yang di katakan Zee kepada kami. Jika kami mendukung kedekatan Abian dan Syira saat mereka sudah menikah. Itu sama sekali tidak benar. Karena kami juga tidak tau apa-apa dan kami juga kaget jika semua itu terjadi," kelas Vanya yang berusaha meyakinkan keluarga itu.
"Benar apa yang di katakan istri saya. Jika kami memang tidak tau apa-apa tentang hal itu," sahut Lucky menambahi.
"Tetapi semuanya sudah terlambat. Seharusnya kalian lebih mengawasi putra kalian. Anak kami yang menjadi korban. Bahkan sampai sakit seperti ini. Saya akan menjadi ibu yang paling bodoh. Jika membiarkan anak saya kembali bersamanya," sahut Shofia dengan tegas yang tidak ingin Abian dan Zee kembali bersatu.
"Tapi Tante saya mohon untuk kalian memberi saya kesempatan. Sungguh saya benar-benar sangat menyesal atas semua yang telah terjadi," sahut Abian dengan suara penuh memohon.
"Tidak akan, saya tidak akan membiarkan hal itu," tegas Shofia dan semuanya tampaknya tidak bisa melakukan apa-apa. Termasuk Xander. Dia juga tidak ingin sang anak menderita jika pernikahan itu di lanjutkan.
__ADS_1
"Mah. Tidak ada salahnya memberikan kak Abian kesempatan," sahut Asyifa yang harus ikut bicara.
"Mama tidak ingin Zee semakin menderita," sahut Shofia.
"Bagaimana mungkin Zee bisa menderita. Jika ada laki-laki yang ingin berusaha untuk perbaiki semuanya hanya untuknya?" sahut Asyifa.
"Semua orang berhak mendapatkan 1 kali kesempatan. Jika Zee tidak memberikan kesempatan itu pada kak Abian. Lalu apa salahnya. Jika kita yang memberinya kesempatan. Anggap saja kak Abian mempertanggung jawabkan semua perbuatannya kepada Zee dan bagaimana mungkin kita bisa ragu. Karena Asyifa yakin Zee akan bahagia karena menjadi wanita yang di perjuangkan," ucap Asyifa dengan lembut yang berbicara begitu menyentuh membuat Shofia terdiam.
Dari kata-kata Asyifa sebenarnya Asyifa mengaitkan dengan permasalahannya dulu dengan Rafa. Dan Rafa di beri kesempatan dan sekarang hidup Asyifa sangat bahagia yang di cinta Rafa begitu tulus.
"Mah biarkan Abian berusaha untuk memperbaiki segalanya atau bertanggung jawab dengan semua perbuatannya. Apa yang di katakan Asyifa benar semua orang melakukan kesalahan fatal dan berhak mendapatkan kesempatan. Sama dengan aku yang melakukan kesalahan yang sama besarnya dan bahkan lebih besar aku dan keluarga Asyifa memberiku kesempatan dan kenapa mama harus menutup kesempatan itu pada nya," sahut Rafa yang langsung bicara dan menggambarkan dirinya sendiri.
Shofia masih diam dengan pemikirannya yang pasti penuh kebimbangan, "baiklah. Kamu saya beri kesempatan," sahut Shofia yang akhirnya memberikan kesempatan untuk Abian.
"Alhamdulillah," sahut Abian yang merasa lega dan keluarga Abian juga ikut lega mendengarnya.
"Tapi kami tidak akan ikut campur dengan apa yang kamu lakukan nanti kepadanya dan jika Zee juga tidak ingin bersamamu. Itu juga menjadi masalahmu dan kami tidak akan ikut campur," sahut Shofia.
"Saya paham, saya akan berusaha untuk meluluhkan hati Zee," sahut Abian dengan yakin.
"Jangan asal bicara Abian. Kamu harus sungguh-sungguh mengobati luka adikku," sahut Rafa dengan penuh penegasan.
"Saya berjanji akan berusaha," sahut Abian dengan yakin. Orang tua Abian juga lega dengan keputusan keluarga Zee.
Bersambung
__ADS_1