Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 31 Tidak percaya


__ADS_3

"Assalamualaikum Asyifa," sahut Shofia yang menyapa Asyifa karena tidak mendengar suara Asyifa.


"Walaikum salam mah," jawab Asyifa dengan suara seraknya.


"Kenapa menelpon sayang. Ada apa?" tanya Shofia dengan lembut.


Rafa dan Miranda terlihat panik dan Asyifa melihat ke arah Rafa yang mana Rafa juga melihatnya dengan tajam.


"Asyifa kenapa diam? ada apa sayang?" Shofia yang jauh di sana kebingungan dan malah penasaran.


"Asyifa, Asyifa, Asyifa kaget mah," jawab Asyifa dengan air matanya yang jatuh.


"Kaget? Kaget kenapa Asyifa. Apa terjadi sesuatu?" tanya Shofia. Rafa dan Asyifa terus saling melihat dengan tatapan mata Asyifa tajam.


"Tidak mah. Tidak apa-apa. Ini hanya sangat aneh untuk Asyifa. Tidak ada apa-apa mah," ucap Asyifa yang harus berbohong untuk menutupi kelakuan suaminya.


"Benar tidak ada apa-apa, Kamu baik-baik saja kan?" tanya Shofia.


"Iya mah, Asyifa baik-baik saja," jawab Asyifa.


"Alhamdulillah. Lalu di mana Rafa?" tanya Shofia.


"Ada di depan Asyifa bersama....." Asyifa menghentikan kalimatnya ketika melihat Miranda dan Rafa yang sama-sama terkejut.


"Bersama siapa Asyifa?" tanya Shofia.


"Bersama Asyifa," jawab Asyifa yang membuat Miranda langsung menghela napas perlahan. Dia sangat lega dengan Asyifa yang tidak mengatakan apa-apa.


Jantung Rafa dan Miranda berhasil di acak-acak Asyifa.


"Ya sudah sayang kamu istirahat ya. Assalamualaikum," ucap Shofia menutup telpon itu dan Rafa langsung mencengkram tangannya dari Asyifa dan menjatuhkan handphone Asyifa di atas sofa. Lalu Rafa langsung pergi dari hadapan Asyifa.


Dan Miranda menyusul Rafa, saat melewati Asyifa Miranda menyenggol bahu Asyifa. Asyifa yang begitu lemah langsung terjatuh dengan terduduk di lantai dengan air matanya yang mengalir deras dan terdengar suara isakan tangis dari mulutnya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi ya Allah. Bagaimana mungkin aku sudah menikah dan suamiku bersama wanita lain. Apa semua ini ya Allah. Asyifa tau dia sangat tidak menyukai Asyifa. Asyifa berusaha untuk memahami semuanya dan mengalah untuk kebaikan pernikahan kami. Karena tujuan Asyifa menikah hanya untuk ibadah untuk tujuan ke surga. Tetap bagaimana jika di persimpangan ada jalan wanita lain. Asyifa tidak tau haru seperti apa ya Allah. Asyifa tidak mengerti," ucap Asyifa yang memeluk tubuhnya yang menangis sembari mengadu pada Tuhannya.


Dia anak yang ceria yang hidup tidak pernah neko-neko selama ini. Kehidupannya biasa saja dan menjalani dengan kebahagiaan. Pernikahan yang di impikannya justru membuat banyak air mata yang keluar. Belum sampai satu bulan Rafa benar-benar menghancurkan Asyifa dia wanita ceria yang terlalu dini menghadapi ujian pernikahan.


********


Jakarta.


Rania berdiri di depan meja yang tersusun bingkai-bingkai kecil yang berisi foto-foto keluarga kecilnya. Tangannya langsung mengambil foto Asyifa. Tidak tau kenapa air matanya menetes saat mengusap wajah cantik putrinya.


"Apa kamu baik-baik saja nak?" tanya Rania.


Batik seorang ibu sangat kuat. Dia merasa ada sesuatu dan mungkin itu yang membuat air matanya menetes.


"Sayang!" tiba-tiba Rendy memegang pundaknya dan melihat ada air mata di pipi istrinya.


"Kamu merindukan Asyifa?" tanya Rendy.


"Aku tidak tau apakah putriku bahagia. Kenapa aku merasa jika dia ingin sekali di peluk. Aku takut terjadi sesuatu pada Asyifa," ucap Rania dengan mengeluarkan rasa ke khawatirannya.


"Jangan mengkhawatirkan Asyifa. Dia bahkan sekarang sedang berbulan madu. Itu artinya dia sedang bersama suaminya. Jadi pasti dia baik-baik saja," ucap Rendy yang mencoba untuk menenagkan istrinya.


******


New Zealand.


"Rafa kenapa kau jadi memarahiku?" tanya Miranda yang mana mereka berdebat di dalam kamar Rafa.


"Aku sudah mengatakan kau tidak perlu datang kemari," ucap Rafa dengan menaikkan Volume suaranya.


"Kenapa. Kau takut istrimu akan mengadukanmu," ucap Miranda.


"Cukup Miranda!" bentak Rafa, "semua ini juga terjadi padamu. Aku memintamu untuk kita menikah. Tetapi kau pergi dan mengejar kontrakmu itu dan lihat apa yang terjadi aku sudah menikah dengan dia dan itu gara-gara kau," ucap Rafa dengan kesal.

__ADS_1


"Oke aku minta maaf karena tidak bisa menikah dengan kamu. Aku mau menikah dengan mu. Tetapi aku belum siap. Jika aku tidak mencintaimu dan memilih karirku. Aku tidak mungkin kembali kepadamu dan mau bersamamu meski kau sudah menikah. Rafa aku berharap kau sabar denganku dan kau bisa menjalani pernikahan mu dengan dia. Di depan orang tuamu. Dan kita tetap seperti dulu. Aku tidak apa-apa Rafa. Karena aku mempercayai mu," ucap Miranda yang memelankan suaranya.


"Aku pusing. Jangan membahas hal itu. Kepalaku semakin sakit dengan semua masalah yang ada," ucap Rafa meninggalkan Miranda dan keluar dari kamar.


"Kamu mau kemana Rafa!" cegah Miranda.


" Kau istirahatlah. Jika mau menginap di sini," ucap Rafa.


"Lalu kau?" tanya Miranda


"Aku akan tidur di luar," jawab Rafa berbalik badan menuju pintu. Namun Miranda langsung memeluknya dengan erat dari belakang.


"Aku merindukanmu. Mari tidur bersama Rafa. Hatiku sangat sakit Rafa melihat pria yang aku cintai menikahi wanita lain. Aku sangat menderita Rafa. Jadi tolong beri aku ketenangan agar aku mengerti semua ini. Aku tidak cemburu Rafa. Karena mana mungkin aku cemburu dengan wanita seperti itu terlebih lagi kau hanya mencintaiku. Tetapi aku tetap membutuhkan kata-kata pengertian yang lembut dari kamu. Bujukan kamu. Jadi tetaplah di sini bersamaku," ucap Miranda.


Rafa melepas tangan Miranda dari pinggangnya, "istirahatlah," ucap Rafa yang pergi begitu saja.


" Issss kenapa sih Rafa. Tidak mungkin kan dia memikirkan istrinya yang aneh itu," ucap Miranda dengan kesalnya.


***********


Asyifa terbangun dari tidurnya yang mana Asyifa tertidur di lantai di atas sajadah yang masih memakai mukenah.


Dia merasa jauh lebih baik sekarang, setelah tadi malam curhat pada penciptanya sampai sholat subuh dan sekarang Asyifa bangun setelah merasa cukup tertidur.


"Asyifa melihat handphonnya dan melihat panggilan masuk dari ibunya yang sampai begitu banyak. Asyifa melihat jam sudah menunjukan pukul 10 pagi.


"Astagfirullah. Aku ketiduran selama itu," ucap Asyifa mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan mengatur napasnya.


Setelah Asyifa merasa sedikit tenang ketika sudah mengeluarkan isi hatinya kepada Allah. Asyifa langsung berdiri dan membuka mukenahnnya yang beres untuk membersihkan dirinya.


Tidak lama Asyifa siap-siap. Asyifa yang sudah memakai gamis pink favoritenya senada dengan jilbabnya. Langsung keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Asyifa langsung di suguhkan dengan 2 orang yang berada di meja makan yang juga sedang sarapan dan Miranda terlihat menyuapkan Rafa makanan. Miranda sengaja karena melihat Asyifa.


"Selamat pagi!" sapa Miranda dengan santai membuat Rafa melihat ke arah Asyifa yang berdiri di tempatnya. Namun Asyifa tidak menjawab pertanyaan itu dan berjalan menuju kitchen.

__ADS_1


Asyifa langsung menyalakan kompor yang terlihat memasak sesuatu. Asyifa menganggap saja tidak ada orang di sana.


Bersambung


__ADS_2