Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 116


__ADS_3

Bali


Asyifa memang berada di sebuah Vila yang berbaring di Sofa dengan kondisi Asyifa yang terlihat lemah, bahkan terdapat luka di ujung bibir Asyifa dan dahinya juga berdarah yang tidak tau sebenarnya apa yang terjadi pada Asyifa.


Asyifa membuka matanya yang terasa berat perlahan-lahan, mata itu seperti bengkak dan seperti terkena pukulan dengan air mata Asyifa yang menetes dan terasa perih.


"Asyifa!" lirih Abian membuat Asyifa menoleh perlahan kesampingnya dan melihat dengan Rabun Pria yang memanggil namanya. Namun dapat di kenalinnya.


"Kak Abian," lirih Asyifa yang mencoba untuk duduk dan Abian berusaha untuk membantunya.


"Tidak apa-apa kak, Asyifa bisa sendiri," ucap Asyifa yang menolak dan Abian pun tau batasannya dan tidak mungkin menyentuh Asyifa.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Abian yang berjongkok di depan Asyifa yang terlihat khawatir pada Asifa.


"Tidak kak Abian, Asyifa tidak apa-apa sama sekali," ucap Asyifa bohong yang padahal dia terluka sangat parah dan masih mengatakan tidak apa-apa dan Abian Sanga prihatin dengan keadaannya.


"Kamu mau minum tidak?" tanya Abian.


"Boleh kak," sahut Asyifa. Abian langsung menuang air putih dan langsung memberikan pada Asyifa yang pasti membantu Asyifa. Namun tetap menjaga sentuhannya dari Asyifa.


Di waktu yang sama Rafa yang menaiki Taxi langsung berhenti di depan Vila itu yang mana Rafa buru-buru keluar dari dalam Taxi dan memasuki kediaman Abian dan ternyata Miranda bisa-bisanya ada di sana di mana Miranda berdiri tidak jauh dari rumah itu dan tersenyum miring melihat Rafa yang sudah sampai di tempat TKP.

__ADS_1


"Aku tidak percaya Rafa ternyata kamu mengikuti apa yang aku katakan, bagaimana Rafa kamu akan sadar bukan jika aku wanita yang terbaik dan wanita itu sama saja tidak apa-apanya, aku sudah tidak sabar melihat kamu yang meledak-ledak karena Asyifa yang berada di dalam Sana. Aku benar-benar tidak sabar melihat kamu, mendengar kamu yang memaki wanita itu dan juga akan menceraikannya saat itu juga," batin Miranda dengan senyum penuh kemenangannya yang tidak sabaran untuk melihat kelanjutan dari apa yang di rencanakan nya.


Brukk


Rafa langsung membuka pintu itu dengan kuat dan langsung membuat Abian dan Asyifa terkejut dengan Rafa yang melihat jelas kedekatan Abian dan Rafa yang terlihat seperti orang yang ingin berciuman padahal Abian hanya memberi Asyifa minum dan Asyifa yang melihat Rafa langsung terkejut dan Miranda sendiri yang penasaran dengan apa yang terjadi sudah berada di tempat itu yang berada di belakang Rafa dan Miranda menyunggingkan senyumnya saat melihat melihat adegan yang inginkannya terjadi di depan mata Rafa.


"Kak Rafa!" lirih Asyifa dengan suara seraknya. Dia tau Rafa akan salah paham dengan semua ini. Dia tau Rafa sangat membenci Abian dan Asyifa tidak tau harus menjelaskan dari mana. Namun Rafa yang di lihatnya di depannya begitu marah dengan wajah Rafa yang terlihat menahan amarahnya.


Rafa melangkahkan mendekati Asyifa dan Abian di mana Abian sudah menjauh dari hadapan Asyifa.


"Asyifa bisa jelaskan semua ini," ucap Asyifa dengan air matanya yang keluar yang melihat kemarahan Rafa, namun Rafa yang sudah berada di depan Asyifa langsung memeluk Asyifa dengan erat dan itu membuat Asyifa kaget namun sangat membutuhkan pelukan itu dan Miranda kaget dengan reaksi Rafa yang bukan memaki Asyifa atau menghajar Abian malah memeluk Asyifa.


"Kamu tidak apa-apa Asyifa, maafkan aku, aku datang terlambat," ucap Rafa dengan suaranya yang bergetar yang memeluk erat Asyifa yang seakan takut Asyifa kenapa-kenapa. Air mata Asyifa menetes mengalir deras dengan memejamkan matanya yang merasa tenang dengan kehadiran suaminya yang memeluknya sekarang.


Rafa melepas pelukannya dari istrinya dengan memegang ke-2 pipi Asyifa dan menatap penuh sakit melihat wajah Asyifa.


"Maafkan aku Asyifa, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Rafa dengan lembut.


Asyifa geleng-geleng kepalanya yang terlihat lemas, "kak Rafa jangan salah paham, Asyifa dan kak Abian...."


"Shuttttt," Rafa tidak ingin mendengar Asyifa berbicara lagi, "jangan mengatakan apapun kondisi kamu sangat tidak baik, sekarang kita pergi ya," ucap Rafa yang terlihat khawatir dengan Asyifa. Dan Asyifa menganggukkan kepalanya dan Rafa langsung menggendong Asyifa ala bridal Atha dan Asyifa mengalungkan tangannya pada suaminya.

__ADS_1


Dan Rafa melihat ke arah Abian, " Terima kasih," ucap Rafa pada Abian.


"Sama-sama, kamu bawalah lah Asyifa kerumah sakit, tadi aku sudah menghubungi Dokter, tapi belum datang jadi bawalah dia," ucap Abian dengan lembut. Rafa mengangguk dan langsung pergi.


Miranda schok sendiri yang terlihat adem-adem saja antara Abian dan Rafa tidak terjadi baku hantam dan membuat Miranda benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sampai Rafa berada di depannya yang menggendong Asyifa dan melihat sinis Miranda.


Rafa tidak bicara apa-apa yang mungkin merasa tidak perlu bicara apa-apa dengan Miranda dan Rafa lebih peduli dengan kondisi Asyifa yang membutuhkan perawatan medis dan Rafa langsung perhim


"Kurang ajar, ada apa ini sebenarnya kenapa rencanaku berantakan, Rafa!" panggil Miranda yang gila sendiri dengan rencana yang di rencanakannya namun berantakan semuanya.


************


Asyifa dan Rafa berada di dalam Taxi yang mana Rafa dan Asyifa duduk di bangku belakang dengan Rafa yang terus memeluk Asyifa yang mana Asyifa memejamkan matanya. Tidak tau Asyifa tertidur atau Asyifa apa. Tetapi mungkin matanya sangat sulit untuk terbuka karena luka yang di alaminya.


Tidak juga apa yang terjadi pada Asyifa, kenapa tiba-tiba seperti itu. Namun Asyifa terlihat tidak baik dan Rafa sepertinya tau apa yang terjadi pada Asyifa dan makanya dia tidak marah dan bahkan tidak marah dengan Abian sama sekali.


Bahkan baru kali ini Rafa berbicara dengan santai pada Abian dengan mengucapkan terima kasih pada Abian.


Sampai di Villa yang mungkin milik Rafa. Rafa membawa masuk istrinya kedalam Villa dan langsung membawanya kedalam kamar masih tetap menggendong Asyifa ala bridal style dan setelah begitu sampai kamar Rafa membaringkan Asyifa dengan perlahan di atas tempat tidur.


Rafa ingin berdiri namun tangannya di tahan oleh Asyifa, "jangan pergi kak Rafa," ucap Asyifa yang tidak ingin di tinggalkan.

__ADS_1


"Aku hanya menunggu Dokter, kamu jangan takut aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Rafa dengan lembut membuat Asyifa mengangguk-anggukakan kepalanya


Bersambung


__ADS_2