Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 212


__ADS_3

Sekarang kondisi masih tetap sama dengan penuh kesedihan masing-masing dan sejak tadi Asyifa dan Shofia saling menguatkan dengan bergenggaman tangan dengan erat.


"Jangan menangis lagi ya. Kamu harus kuat. Sebentar lagi proses pemindahan Rafa akan selesai. Kita akan bawa Rafa ke Jakarta," ucap Shofia pada menantinya.


Rafa memang akan di rujuk kerumah sakit Jakarta dan Abian juga Ardi yang mengurus keberangkatan Rafa.


"Apa Rafa sudah memberitahu kamu Asyifa tentang apa yang terjadi padanya?" tanya Xander.


"Iya pah kak Rafa memberitahu Asyifa kemarin. Itu pun karena Asyifa memaksa nya yang selama ini perasaan Asyifa tidak enak," ucap Asyifa dengan air matanya kembali menetes.


"Papa tau kamu pasti kaget dengan hal ini sama dengan kita semua Asyifa. Kita semua juga kaget saat Dokter Rendy memberitahu kami," sahut Xander.


"Hal ini sangat di sayangkan pah. Karena dengan kak Rafa menyembunyikan semua ini Asyifa tidak bisa melakukan apa-apa dan bahkan sempat membuat kak Rafa kesakitan. Asyifa merasa bersalah karena tidak tau apa yang terjadi pada suami Asyifa," ucap Asyifa.


"Asyifa sudah nak. Ini semua bukan kesalahan kamu. Kamu Tidka tau apa-apa dan sekarang semuanya akan baik-baik aja. Ayah kamu akan menangani Rafa secepatnya. Jadi kamu jangan khawatir ya nak," ucap Shofia dengan mengusap-usap bahu menantinya.


"Iya kak Asyifa kita berdoa saja. Semoga saja kak Rafa baik-baik saja," sahut Zee. Asyifa menganggukkan kepalanya yang pasti itu juga adalah harapannya untuk suaminya yang semoga baik-baik saja.


"Semuanya sudah selesai," sahut Ardi yang datang bersama dengan Abian.


"Alhamdulillah kalau begitu. Jadi kapan Rafa bisa di pindahkan langsung?" tanya Shofia.


"Dokter mengatakan sekitar 2 jam lagi. Karena semuanya harus di siapkan," jawab Ardi.


"Kita tunggu saja kalau begitu," sahut Xander.


"Asyifa telpon ayah dulu. Agar mempersiapkan segalanya di rumah sakit," sahut Asyifa.


"Tidak perlu Asyifa. Aku sudah menghubungi Dokter Rendy. Jadi semuanya akan baik-baik saja," sahut Abian yang sudah bertindak terlebih dahulu.


"Ya sudah kita juga siap-siap," sahut Shofia yang lain menganggukkan kepalanya dengan mereka yang juga harus buru-buru untuk pergi.

__ADS_1


**********


Suara sirene ambulance kembali terdengar perjalanan dari rumah sakit pertama hingga ke Jakarta. Di mana Rafa yang langsung ndi rujuk dengan kondisi Rafa yang pasti belum sadarkan diri sampai sekarang. Asyifa yang menemani Rafa di dalam mobil ambulan bersama dengan Zee dan juga Abian. Tangan Asyifa tidak akan melepas genggaman tangannya itu dengan suaminya dengan terus menatap wajah nanar suaminya.


Masih teringat di benaknya bagaimana kebahagiaan kecil yang telah mereka lewati bersama, candaan dengan senyum indah yang terpancar. Namun dalam sekejap Allah mengubah semuanya menjadi rasa takut dengan air mata yang mengalir begitu deras.


"Kak Rafa harus kuat ya," ucap Asyifa yang terus memberi semangat pada suaminya dengan air matanya yang mengalir dengan deras.


"Kasihan kak Asyifa. Pasti perasaannya begitu hancur dengan melihat kondisi kak Rafa. Ya Allah kenapa banyak sekali ujian dalam pernikahan mereka dan engkau memberikan sakit kepada kakakku. Apa kak Asyifa sangat begitu engkau muliakan ya Allah sampai engkau terus mengujinya dan sekarang kak Asyifa juga hamil. Bagaimana dia mengatasi semua ini ya Allah," batin Zee yang terus melihat Asyifa yang sangat kasihan pada Asyifa.


********


Rendy dan Rania sama-sama keluar dari rumah dengan buru-buru yang ingin memasuki mobil. Dengan bersamaan datangnya Azka dan Rachel yang pulang sekolah dan heran dengan melihat ke-2 orang tuanya yang tampak buru-buru.


"Assalamualaikum," ucap Azka.


"Walaikum salam," sahut Rania dan Rendy. Azka dan Rachel mencium punggung tangan Rendy dan Rania.


"Kita mau ke rumah sakit Azka. Kakak ipar kamu tiba-tiba drop dan sekarang sedang dalam perjalanan," jawab Rania.


"Ya ampun," sahut Azka yang ikutan khawatir.


"Sudah ya Azka ibu dan ayah pergi dulu ya Kamu di rumah ya," ucap Shania.


"Baik ibu," sahut Azka dengan mengangguk.


"Ayo Rachel kami duluan," sahut Rania.


"Hati-hati Tante," sahut Rachel yang wajahnya juga ikut panik dan melihat kepergian orang tua Azka dengan buru-buru.


"Semoga saja kak rapa tidak apa-apa aku sangat berharap dia baik-baik saja. Ya Allah kasihan sekali kak Rafa," ucap Azka yang terlihat sangat khawatir pada kakak iparnya itu.

__ADS_1


"Kamu tidak ingin kerumah sakit?" tanya Rachel.


"Nanti sore saja. Bukannya kita harus mengerjakan tugas. Besok kita ada ujian," jawan Azka.


"Memang apa yang terjadi Azka. Kenapa orang tua kamu sangat panik dan kak Rafa kenapa drop. Memang dia ada di mana?" tanya Zee yang kelihatan tidak tau apa-apa.


"Aku hanya mendengar dari ayah. Kak Rafa sedang sakit kanker usus," jawab Azka.


" Ya ampun kamu serius?" tanya Rachel yang sangat terkejut.


"Mana mungkin aku bohong Rachel dengan membawa penyakit dan kak Rafa sedang liburan bersama kak Asyifa dan mungkin itu yang membuat kak Rafa tiba-tiba drop," jelas Azka yang hanya menduga-duga saja.


"Ya ampun Azka aku benar-benar tidak percayalah. Kak Rafa mengalami hal terberat itu. Kamu pasti khawatir ya dengan kondisi kak Rafa?" tanya Rachel.


"Memang ada yang tidak khawatir Rachel dengan apa yang terjadi pada kak Rafa. Aku juga khawatir pada kak Asyifa yang pasti sangat sedih dengan hal ini," ucap Azka.


"Azka Tidka apa-apa jika kamu kerumah sakit. Kita belajarnya di tunda saja," sahut Rachel.


"Besok kita ada ujian. Kita belajar sebentar. Nanti aku pasti akan kerumah sakit," sahut Azka.


"Baiklah Azka kalau memang itu mau kamu. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa," jawab Rachel.


"Ya sudah ayo masuk!" ajak Azka Rachel menganggukkan kepalanya.


"Ya Allah semoga saja kak Asyifa baik-baik saja," batin Azka yang sebenarnya lebih memikirkan kakaknya. Maklumlah dia pasti takut sekali kakaknya itu sedih.


***********


Setelah melakukan perjalanan beberapa jam akhirnya mobil ambulans yang membawa Rafa tiba di Jakarta para suster perawat dan beberapa dokter langsung berlari dengan membawa tempat tidur dorong. Mereka cepat-cepat mengeluarkan Rafa dari mobil ambulans memindahkan ke tempat tidur dorong Asifa pun menyusul turun bersama dengan Zee dan juga Abian.


Di mobil berikutnya yang berada di belakang yang juga menyusul mobil xander yang bersama Sophia Sania Ardi dan mereka juga langsung berlari menyusul Rafa dan yang lainnya Asyifa pasti sangat khawatir pada suaminya namun dia tetap berusaha untuk kuat agar suaminya juga bisa kuat dalam kondisi sakitnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2