Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab 78


__ADS_3

Rafa kembali kekamarnya setelah berdiskusi sebentar dengan orang tuanya. Yang pasti solusi belum ada untuk masalah ini. Tetapi papanya tadi tampaknya tidak terlalu memojokkannya sehingga Rafa sedikit bisa semangat.


Dengan memijat pangkal hidungnya Rafa menekan kenopi pintu dan memasuki kamarnya. Pemandangan indah dan teduh langsung di suguhkan di depan Rafa. Jika tadi Asyifa mengajak Rafa untuk sholat Dhuha. Tetapi Rafa tidak sempat mengiyakan atau menolak yang keburu di panggil Zee.


Asyifa yang sudah berniat dan memang sudah biasa langsung melaksanakannya dan Asyifa begitu khusyuk dalam pelaksanaan sholat tersebut.


Rafa menghela napasnya dan melihat sang istri yang sedang sholat. Rafa memperhatikan gerak-gerik Asyifa sholat yang jujur membuatnya seakan tenang. Sampai akhirnya Asyifa mengucapkan salam dan selesai sholat langsung berdoa pada sang penciptanya.


"Ya Allah yang maha pemberi segala petunjuk, pemberi cobaan untuk menguji kamu sebagai ummatmu, Terima kasih untuk ujian ini yang akan mengingatkan kami kepadamu. Masalah yang di hadapi suami hamba, hamba yakin pasti ada jalannya. Hamba meminta pada mu ya Robb untuk di berikan petunjuk, kemudahan agar masala ini cepat selesai. Jangan biarkan orang-orang baik yang sudah begitu percaya pada suami pergi meninggalkannya, bukakan hati mereka serta pandangan mereka pikiran mereka untuk kembali pada suami hamba untuk tidak membatalkan pekerjaan mereka," ucap Asyifa dengan lembut yang berdoa dengan kata-kata yang sangat tulus.


Rafa mendengarnya mungkin sangat tersentuh. Sangat mudah bagi Asyifa dalam penyelesaian masalah. Bagaimana tidak dia selalu melibatkan tuhannya makanya dia begitu tenang.


"Asyifa aku begitu banyak melakukan kejahatan kepadaku. Kata-kata yang kasar yang jelas-jelas di perdengarkan di telingamu, perbuatanku di depan mataku. Tapi dalam keadaan seperti ini. Kau masih mendoakan ku. Sebenarnya kau manusia apa bukan Asyifa," batin Rafa yang lagi-lagi di tampar kenyataan memang dia sangat bodoh selama ini sangat di butakan, anugrah yang di ambil sarinya sehingga terlambat untuk melihat kesempurnaan istrinya yang berhati malaikat.


"Amin!" ucap Asyifa yang selesai berdoa dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan pandangan Asyifa langsung melihat ke arah tempat tidur di mana Rafa duduk di sana yang sedang melamun. Asyifa berdiri menghampiri Rafa dan langsung berlutut di depan suaminya dengan memegang ke- tangan Rafa membuat Rafa melihat ke arah Asyifa.


"Apa papa sangat marah?" tanya Asyifa dengan wajah khawatir nya.


"Marah itu wajar. Tapi tidak terlalu," jawab Rafa.


"kak Rafa harus percaya. Semua masalah ini akan cepat selesai. Asyifa yakin itu," ucap Asyifa dengan lembut dan begitu tulus.


Rafa mengangguk dengan memegang pipi Asyifa, "kenapa kamu harus mendoakan ku. Bukannya seharusnya kamu bahagia dan bersyukur dengan semua keterpurukan yang aku alami," ucap Rafa.

__ADS_1


"Mana ada seorang istri yang akan bahagia ketika suaminya mengalami masalah besar. Jika masih ada yang bisa di lakukan. Maka Asyifa akan melakukannya dan dengan meminta petunjuk dari Allah adalah jalan yang tepat," jawab Asyifa dengan lembut.


Rafa sampai tidak bisa berkata-kata dengan Asyifa yang berhati malaikat. Matanya bisa-bisanya berkaca-kaca dengan kata-kata Asyifa yang sangat tulus yang menyentuh hatinya.


"Kak Rafa harus percaya. Allah akan ada di sisi kita dan akan memberi petunjuk untuk masalah ini dan Asyifa tidak akan pernah lupa untuk terus berdoa dan selalu akan ada di sisi kak Rafa sampai kapanpun dan apapun yang terjadi," ucap Asyifa.


"Terima kasih Asyifa," hanya itu yang bisa di keluarkan Rafa dari mulutnya. Asyifa mengangguk tersenyum. Rafa kemudian mencium kening Asyifa dengan lembut.


"Aku juga akan menyelesaikan masalah ini dan kamu tidak perlu khawatir," ucap Rafa. Asyifa mengangguk dan memeluk suaminya. Rafa juga memeluk Asyifa dengan erat. Pelukan itu lumayan mengurangi rasa penat dan masalah yang di hadapi Rafa. Ya tidak tau saja kenapa Rafa merasa sangat tenang dengan kata lembut istrinya itu.


*********


Miranda berada di dalam Club malam yang sekarang berpesta dengan minum-minum keras sembari merokok dan menari-nari tanpa dosa.


"Kau pasti akan kembali kepadaku Rafa, kita akan kembali bersama. Aku yakin itu. Kau akan datang mengemis cinta kepadaku. Hahahahaahah," Miranda tertawa-tawa dengan setengah kesadarannya yang terus meneguk alkohol tersebut. Semua yang terjadi memang ulahnya, menyebar beritahu palsu dan ada benarnya juga beritanya. Namun di lebih-lebihkan dan itu yang membuat Rafa sulit menghadapinya.


***********


Asyifa merapi-rapikan kamar saat sudah malam hari. Sementara Rafa berada di kamar mandi yang sepertinya sedang mandi karena terdengar suara tumpahan air.


Ting.


Notif dari ponsel Rafa yang berada di atas meja terdengar membuat mata Asyifa melihat ke arah benda tersebut. Tidak hanya sekali bahkan dua kaki yang membuat Asyifa langsung melihatnya.

__ADS_1


Ternyata pesan wa dari Miranda. Asyifa melihat kekamar mandi. Takut merasa salah jika berani membuka ponsel Rafa. Namun sangat penasaran dengan pesan yang 2 kaki di kirim itu untuk Rafa. Dari pada penasaran Asyifa pun langsung membukanya.


..."Hay Rafa sayang, jangan gengsi untuk mencariku dengan masalah yang kamu hadapi. Ayo bertemu aku akan menyelesaikan masalah ini,"...


..."Kita bisa kembali seperti dulu dan berita ini akan aku tuntaskan. Sayang kamu hanya membutuhkan saat ini. Jadi pikirkan karir mu sebagai pengusaha dan aku akan mendampingi mu. Kamu tau kan sayang hanya aku yang bisa membuat nama kamu kembali bersih. aku.menunggu mu sayang see you,". tulisan pesan dari Miranda yang berusahalah mempengaruhi Rafa....


"Astagfirullah. Miranda masih saja berusaha untuk mendekati kak Rafa. Ya Allah jauhkan lah suami hamba dari wanita jahat sepertinya. Tolong lindungi suami hambah," batin Asyifa yang mengkhawatirkan Rafa yang akan kembali terpengaruh dengan Miranda.


Suara air sudah tidak terdengar lagi membuat Asyifa buru-buru meletakkan ponsel Rafa pada tempatnya dan Rafa langsung keluar dari kamar mandi dan Asyifa buru-buru kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Kak Rafa sudah selesai mandi?" tanya Asyifa menghadap Rafa.


"Ya sudah Asyifa juga sudah siapkan pakaian untuk kak Rafa. Kak Rafa ganti bajulah baru setelah itu kita turun untuk makan malam yang lain sudah menunggu," ucap Asyifa dengan lembut.


"Aku makan di kamar saja. Aku sekalian mau mengerjakan berkas-berkas penting jadi makan di sini saja," ucap Rafa.


"Baiklah kak Rafa. Kalau begitu biar Asyifa ambilkan," ucap Asyifa. Rafa mengangguk dengan tersenyum dan Asyifa juga langsung keluar dari kamar untuk menuju meja makan yang mengambil makanan untuk suaminya.


Rafa menghela napasnya perlahan kedepan dan langsung memakai pakaiannya yang sebelumnya sudah di siapkan Asyifa. Setelah selesai memakai pakaian Rafa langsung menuju sofa membuka laptop dan benar-benar langsung mengerjakan banyak pekerjaan.


Ya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Mungkin Rafa juga akan lembur di kamar yang tidak tau sampai jam berapa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2