Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab 83


__ADS_3

Rafa berada di dalam mobil sedang menyetir dan Asyifa yang duduk di sebelahnya yang sejak tadi beberapa kali melihat ke arah Rafa. Namun Rafa tidak melihatnya sama sekali di mana Rafa hanya fokus dalam menyetir. Asyifa juga takut menegur Rafa yang nanti Rafa akan marah lagi.


"Bismillah Asyifa tidak apa-apa kamu coba lagi minta maaf pada kak Rafa," batin Asyifa yang tidak akan menyerah begitu saja sebelum mendapatkan maaf dari Rafa.


"Ka..


Dratt Dratttt, Dratttt


Ponsel Rafa tiba-tiba berdering dan Asyifa tidak jadi menegur Rafa. Di mana Rafa langsung mengangkat panggilan masuk tersebut.


"Ada apa Novi?" tanya Rafa. Yang ternyata menelpon itu adalah Sekretaris Rafa, "baiklah aku akan segera sampai kamu atur semuanya dengan sebaiknya dan iya pastikan media yang datang media yang tidak menjadi provokator," tegas Rafa dalam perintahnya.


"Baiklah kalau begitu," ucap Rafa yang menutup panggilan telpon tersebut dan langsung dan meletakkan ponselnya di tempatnya. Lalu Rafa melihat ke arah Asyifa sebentar.


"Kamu tidak perlu melakukan apa-apa nanti. Jika ada yang bertanya, maka jawab yang sebenarnya. Aku rasa kamu tau harus menjawab apa," ucap Rafa dengan pandangan lurus kedepan.


"Baiklah," sahut Asyifa yang menurut saja.


Tidak lama akhirnya mobil Rafa dan juga menyusul mobil keluarga Rafa berhenti di Perusahaan yang akan di adakan konferensi pers. Baru saja mobil itu berhenti wartawan sudah menyerbu.


Di dalam konferensi pers ada beberapa wartawan yang terpilih yang meliput nantinya yang sudah di siapkan di dalam. Namun karena ini berita yang mencuri perhatian. Jadi wartawan-wartawan yang tidak di undang ikut berdatangan dan menunggu di luar untuk menyerbu Rafa dan keluarganya.


Alasan memilih-milih wartawan karena pasti banyak wartawan nanti yang mengiring opini dan akan melebarkan masalah. Jadi semua tim harus benar-benar detail dalam masalah ini.


Asyifa yang di dalam mobil kebingungan dengan orang yang sangat banyak. Bahkan untuk membuka pintu mobil pun tidak bisa. Karena kerumunan para wartawan.


"Jangan turun dulu!" titah Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya dan Rafa langsung turun dari mobil dan langsung di serbu. Beberapa bodyguard berusaha mengamankan Rafa.

__ADS_1


Sampai terjadi himpit-himpitan. Dan Rafa mendekati pintu mobil Asyifa yang membukakan pintu mobil untuk Asyifa yang membawa Asyifa keluar dari dalam mobil dengan Rafa yang melindungi Asyifa dari kerumunan di mana Asyifa didepan Rafa berjalan dan Rafa memeluknya di belakang yang melindunginya dari sentuhan-sentuhan orang-orang. Huhhhh tidak bisa lewat saking ramainya


"Tuan Rafa tolong penjelasannya. Nona Asyifa, tolong sedikit saja penjelasannya," Rafa dan Asyifa terus di cecar pertanyaan yang membuat Rafa dan Asyifa tidak menjawab apapun.


"Tuan Rafa apa benar pernikahan anda adalah terpaksa?"


"Apa Nona Asyifa menjebak anda sampai Nona Asyifa hamil dan Anda terpaksa menikahinya?"


"Nona Asyifa bagaimana rasanya menjadi orang ketiga dalam hubungan tuan Rafa dan Miranda?"


"Anda adalah sebagai penghalang hubungan mereka. Dan rasanya bagaimana dalam pernikahan tidak di cintai dan suami anda berselingkuh dengan kekasihnya,"


Tidak ada yang berbobot dalam pertanyaan itu, semua memojokkan Asyifa dan Asyifa seakan menjadi salah. Ya itulah gunanya Rafa memilih wartawan yang akan mewawancarainya guna untuk menghindari semua ini yang di ketahui pasti banyak orang-orang Miranda yang sengaja membuat suasana semakin panas dan nama baik Rafa bahkan Asyifa telah hancur.


Apapun yang di pertanyakan mereka tidak satupun di jawab Asyifa dan juga Rafa. Sampai akhirnya Asyifa dan Rafa bisa melewati wartawan yang menyerbu mereka.


*********


"Ayo Rafa kamu harus menyelesaikan masalah ini," ucap Xander.


"Iya pah," sahut Rafa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


"Bismillah kak Rafa," ucap Asyifa memberikan suportnnya. Rafa menganggukkan kepalanya.


Rafa kembali menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu langsung menghampiri tempat yang sudah di siapkan untuknya untuk memberikan klarifikasi. Para wartawan langsung mengambil foto-foto Rafa dengan banyaknya sinar kamera


"Ya Allah engkau berikan kemudahan untuk suami hambah dan lancarkan semuanya. Semoga nama kak Rafa benar-benar bersih ya Allah," batin Asyifa yang hanya berdoa dan berserah diri pada Allah.

__ADS_1


" Selamat pagi semuanya," sapa Rafa dalam basa-basinya, "saya Rafa Alamsyah Madison memohon maaf atas berita yang ada yang membuat kerusuhan dan isu-isu yang semakin lama yang menyebar," ucap Rafa dengan menundukkan kepalanya yang benar-benar meminta maaf.


"Tuan Rafa bisa jelaskan sedikit tentang masalah ini?" tanya seorang wartawan.


"Berita yang ada tidak sepenuhnya benar. Saya memang sudah menikah dan tidak ada yang di tutupi dalam pernikahan kami. Saya menikah dengan Tsmara Asyifa beberapa bulan yang lalu dan saya dan Miranda sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi itu kebenarannya," jawab Rafa.


"Tuan Rafa boleh kami meminta sedikit keterangan dari istri anda?" tanya wartawan.


Rafa diam sesaat dan melihat ke arah Asyifa yang di ujung sana. Shofia menganggukan kepalanya. Mungkin memang ada baiknya Asyifa juga memberikan keterangannya.


"Baiklah," sahut Rafa yang akhirnya swtuju. "Asyifa ayo Kemarilah!" ajak Rafa. Asyifa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


Lalu langsung menghampiri Rafa dengan Bismillah pastinya sampai Asyifa sudah berdiri di samping Rafa. Dengan Asyifa yang berusaha untuk tenang di depan media yang sangat banyak.


"Nona Asyifa bisa sedikit memberikan keterangan dalam pernikahannya dan berapa lama kalian berhubungan sampai memutuskan pernikahan? apakah anda menjadi orang ke-3 dalam hubungan tuan Rafa dan Miranda sebelumnya?" tanya wartawan.


Asyifa melihat ke arah Rafa dan Raha menganggukkan matanya yang menyerahkan pada Asyifa yang ingin menjawab apa. Asyifa mengangguk dengan menarik napasnya dan membuangnya perlahan kedepan.


"Bismillah, assalamualaikum warahmatullahi wa barrakatu," sapa Asyifa sebelum memberikan keterangannya


" Walaikum salam," sahut para wartawan.


"Terima kasih untuk kesempatan ini. Saya Tsamara Asyifa yang berdiri di samping suami saya akan menjawab pertanyaan kalian semua yang pertama saya dan suami saya menikah tanpa berpacaran. Jadi kami tidak berpacaran sama sekali," jawab Asyifa dengan tenang.


"Berarti benar isu tentang perjodohan itu?" sahut salah satu wartawan.


"Saya tidak bisa mengatakan itu namanya perjodohan atau tidak. Tetapi pada memang saya tidak berpacaran dengan kak Rafa. Karena pacaran sendiri haram baginsaya. Yang intinya pada dasarnya mama Shofia yang menjadi ibu mertua saya datang kepada ayah saya untuk melamar saya. Dan saya dan kak Rafa memang tidak saling mengenal sama sekali. Jika ada yang berkata pernikahan kami karena paksaan, perjodohan dan lain-lain. Tetapi bahasa itu sangat tidak tepat yang lebih tepatnya pernikahan kami di atur dalam skenario takdir Allah," jawab Asyifa dengan tutur kata yang lembut.

__ADS_1


Wartawan yang mendengarnya mengangguk-angguk kepala dengan saling melihat yang sepertinya sangat menyukai cara Asyifa berbicara. Sehingga dengan mudah mereka cerna.


Bersambung


__ADS_2