Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode


__ADS_3

Asyifa dan Rafa berada di dalam mobi dengan Rafa yang menyetir.


"Ternyata Azka sangat cepat bertindak. Aku di kalahkan Azka," ucap Rafa yang tidak percaya dengan tindakan Azka yang tidak di duga-duga.


"Kak Rafa benar, aku sudah mulai berpikir tidak enak saat dia menyinggung asik Miranda. Dan jujur aku sangat khawatir dengan apa yang akan di lakukan Azka dan ternyata ini," ucap Asyifa.


"Dia sangat menyayangi mu Asyifa. Jadi sangat wajar jika dia melakukan semuanya untuk mu," sahut Rafa.


Asyifa tersenyum mengangguk, "lalu kalau kak Rafa sayang tidak sama Asyifa?" tanya Asyifa membuat Rafa melihat kearahnya.


"Apa aku harus menjawabnya?" tanya Rafa dengan alisnya terangkat. Asyifa mengangguk yang sepertinya ingin mendapatkan jawaban dari Rafa.


"Aku sangat menyayangimu!" jawan Rafa dengan jujur yang membuat pipi Asyifa memerah dan bahkan bisa-bisa sampai dia akan terbang sampai langit ke-7 dengan kata lembut suaminya.


"Kak Rafa sekarang masalah ini sudah selesai Miranda sudah mendapatkan hukuman dari perbuatannya dan Asyifa benar-benar sangat lega," ucap Asyifa.


"Aku juga sangat lega Asyifa," sahut Rafa.


"Makasih ya kak Rafa sudah ada di sisi Asyifa dan selalu menenagkan Asyifa," ucap Asyifa dengan tulus.


"Sama-sama sayang," sahut Rafa yang mengeluarkan kata mautnya memanggil Asyifa kembali sayang. Rafa paling bisa membuat istrinya itu baper.


"Hmmmm, kak Rafa mau di masakin apa. Asyifa pengen masak hari ini," ucap Asyifa. Sepertinya sangat bahagia. Jadi pengen memasakkan suaminya yang special.


"Kita baru makan," sahut Rafa.


"Iya juga sih. Kalau begitu kak Rafa mau apa?" tanya Asyifa.


"Mau kamu mengatakan jika kamu mencintaiku. Aku bisa berkarat Asyifa menunggu jawabanmu yang begitu lama," ucap Rafa yang membuat Asyifa hanya tersenyum saja.


Rafa harus menghela napasnya yang pasti istrinya itu tidak akan menjawab perasaannya sekarang. Entah sampai kapan Rafa akan terus menunggu.


**********


Sementara Azka dan Rachel terlihat berjalan di melewati banyak rumah-rumah yang mana mereka masuk perkomplekan perumahan.


"Di mana rumah kamu?" tanya Azka.


"Itu!" tunjuk Rachel.


"Oh," sahut Azka yang melihat ruang Rachel yang pasti sangat mewah karena Miranda merupakan model terkenal.


"Ya sudah Azka makasih ya sudah mengantarku. Aku masuk dulu," ucap Rahel yang langsung pergi dari hadapan Azka.


"Rachel tunggu!" panggil Azka.

__ADS_1


"Iya ada apa?" tanya Rachel.


"Makasih ya kamu sudah banyak membantu keluargaku. Aku tidak percaya. Kalau kamu akan datang di persidangan," ucap Azka.


"Aku hanya tidak ingin menyesal. Makanya datangnya di persidangan," jawab Rachel.


"Kamu sangat berjasa Rachel untuk kami. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih," ucap Azka dengan tulus.


"Sama-sama. Ya sudah Azka. Kalau begitu aku masuk dulu!" ucap Rachel. Aska mengangguk dan Rachel langsung memasuki rumahnya dengan Azka yang juga langsung pergi. Karena dia juga harus pulang.


***********


Rafa dan Asyifa pulang kerumah dan di ruang tamu ada Shofia, Shania Ardi Xander Zee dan Ardi yang ada di ruang tamu.


"Assalamualaikum," sapa Rafa dan Asyifa serentak.


"Walaikum salam," sahut semuanya dengan serentak.


"Kalian baru pulang Rafa, Asyifa?" tanya Shofia.


"Iya mah," jawab Asyifa.


"Ya sudah kemari dulu kalian," sahut Shofia. Asyifa dan Rafa mengangguk dan mengambil tempat duduk.


"Begini Rafa. Keluarga pak Danu mengajak kita untuk kekampung nya. Katanya ingin mengundang keluarga kita dan keluarga Asyifa," jelas Shofia.


"Salam rangka apa mah?" tanya Shofia.


"Hanya silaturahmi katanya," jawab Shofia.


"Bagaimana Rafa kamu bisa libur kerja. Hanya 1 hari aja kok," sahut Shania.


"Libur 1 hari aja Rafa. Mas Ardi juga hanya 1 hari liburnya yang penting kita bisa memenuhi undangan mereka," sahut Ardi.


"Iya Rafa. Tidak enak jika menolaknya. Mereka begitu banyak membantu keluarga kita," sahut Xander.


Rafa melihat sang istri dan dari wajah Asyifa sangat kelihatan jika Asyifa juga ingin.


"Baiklah tidak masalah jika hanya 1 hari saja," sahut Rafa yang akhirnya setuju membuat orang-orang bernapas lega.


"Alhamdulillah kalau begitu," sahut Shofia dengan bahagianya.


"Lalu apa ayah dan ibu sudah di beritahu?" tanya Asyifa.


"Sepertinya Abian memberitahu mereka Asyifa," sahut Shania.

__ADS_1


"Begitu rupanya," sahut Asyifa.


"Zee tidak ikut," sahut Zee yang tiba-tiba membuat semua orang kaget dengan pernyataan Zee.


"Kenapa tidak ikut Zee?" tanya Ardi.


"Ada kuliah. Jadi tidak bisa pergi," jawab Zee dengan santai.


"Bukannya besok hari Kammis ya kamu mana ada kuliah," sahut Shania yang sepertinya tau jadwal sang adik.


"Ada kok. Kuliah mendadak," jawan Zee.


"Sudah jangan alasan. Kamu harus ikut. Cuma 1 hari aja," sahut Shofia yang tidak terima tawar-menawar.


"Issss ngapain juga harus ikut yang adanya nanti akan ketemu dengan wanita yang bersama kak Abian. Kak Abian maksud apa sih. Mengatakan jika datang ke Jakarta sendiri. Tetapi apa dia sama Syira dan sekarang keluarga Syira mau ngajak kekampung nya. Mau ngapain coba," batin Zee dengan wajahnya yang di tekuk yang benar-benar bawannya emosian. Karena keluarga Syira yang begitu dekat dengan Abian.


*********


Asyifa berada di dalam kamar yang sedang berada di atas tempat tidur yang bersandar pada ranjang dengan ke-2 kakinya di luruskannya dan terlihat membaca majalah yang sampulnya wanita hamil besar. Mungkin Asyifa sedang melihat-lihat masalah kehamilan.


Tidak lama Rafa keluar dari kamar mandi yang selesai beres-beres dan langsung menghampiri sang istri dengan meletakkan kepalanya di paha istrinya membuat Asyifa kaget dengan apa yang di lakukan Rafa yang seperti begitu manja kepada-nya.


"Kak Rafa ada apa? Mau istirahat?" tanya Asyifa. Rafa mengangguk kepalanya.


"Lalu kenapa di sini. Kenapa tidak di atas bantal saja?" tanya Asyifa heran.


"Memang aku tidak boleh seperti ini kepada istriku?" tanya Rafa


"Boleh sih hanya saja Asyifa heran, tidak biasanya kak Rafa seperti ini," ucap Asyifa.


"Kalau begitu aku akan seperti ini terus," ucap Rafa, "boleh?" tanya Rafa ingin mendengar jawaban Asyifa.


"Boleh kok," sahut Asyifa. Rafa tersebut dan mengusap-usap perut ramping Asyifa dan juga menciumnya membuat Asyifa tersenyum dengan Asyifa yang tidak membaca lagi yang sekarang mengelus-elus kepala suaminya dengan lembut yang berada di pangkuannya itu.


"Kapan anak kita akan lahir?" tanya Rafa yang sepertinya tidak sabaran.


"Masih lama kak Rafa," jawab Asyifa.


"Apa dia menyulitkanmu di dalam sana?" tanya Rafa.


"Tidak kak Rafa. Tidak menyulitkan sama sekali. Justru Asyifa sangat senang menjalani hari-hari Asyifa sebagai ibu muda," ucap Rafa membuat Rafa tersenyum dan kembali mencium lembut perut istrinya.


Rafa memang ingin sekali manja-manjaan dengan Asyifa. Ya gantian mereka yang saling ingin manja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2