
Akhirnya Rafa dan Asyifa pun melaksanakan ibadah umroh dengan khusyuk. Rasa bahagia yang bercampur haru di rasakan Asyifa. Tidak ada yang sia-sia dalam doa dan kesabarannya. Suaminya yang begitu kasar, pemarah dan berkali-kali mengatakan membencinya sekarang berada di sampingnya yang berdoa di depan Ka'bah yang membuat air mata Asyifa tidak henti-hentinya keluar.
Rasa syukur yang di panjatkan pada sang pencipta dengan semua keindahan yang telah di terimanya. Asyifa sudah tidak bisa mengucapkan terimakasih lagi pada sang penciptanya atas semua yang di dapatnya.
Rafa bukan orang yang tidak tau agama. Dia juga paham agama, sholat naik dan membaca Alquran juga pasti bisa. Karena keluarganya sendiri juga sangat dekat dengan pencipta. Apalagi sang ibu yang keturunan ada tokoh agamanya.
Hanya saja kesibukan Rafa dalam pekerjaan, membuat Rafa jauh dari penciptanya. Sholat bolong dan mungkin sudah tidak tau berapa lama Rafa tidak menyentuh Alquran. Apa lagi Rafa semenjak pacaran dengan Miranda. Sudah tidak tertolong lagi Rafa. Rafa semakin jauh dari Tuhannya dan bahkan melawan pada orang tuanya.
Pernikahannya dengan Asyifa pasti membuat Rafa semakin membenci apapun dan Rafa tidak menyukai apapun. Namun tanpa di sadari Hidayah itu datang sendiri dengan hatinya yang terbuka sendiri yang kembali pada jalan lurus. Jalan yang di buka melalui istrinya yang tulus menghadapinya selama ini.
*********
Mereka selesai melakukan ibadah umroh. Yang sekarang ke-2nya sedang makan bersama di atas lantai di mesjid Nabawi dengan mereka yang saling berhadapan dengan bersilah kaki.
Asyifa tidak henti-hentinya sejak tadi mengeluarkan senyumnya yang pasti menunjukkan rasa bahagianya.
"Kamu tidak capek tersenyum saja," ucap Rafa yang ternyata memperhatikan Asyifa.
"Bukannya senyum itu ibadah. Kak Rafa juga tidak salah jika tersenyum biar ibadahnya bertambah juga," ucap Asyifa.
"Kamu terlalu banyak teori ayo makan," ucap Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makan nasi kotak. Tiba-tiba saja Asyifa menyodorkan pada mulut Rafa yang ingin menyuapi Rafa. Rafa menaikkan ke-2 alisnya melihat tingkah Asyifa.
"Maaf kak Rafa," sahut Asyifa malu sendiri yang tidak jadi menyuapin Rafa. Asyifa mungkin hanya refleks saja. Namun Rafa menahan tangan Asyifa dan menjulurkan tangan itu pada mulutnya yang langsung Rafa membuka mulutnya yang menerima suapan itu.
Asyifa tersenyum malu jadinya dengan tingkah yang di lakukannya sendiri.
__ADS_1
"Enak tidak?" tanya Asyifa.
"Bukannya menu makanan kita sama," jawab Rafa.
"Oh iya benar," sahut Asyifa yang menunduk malu Asyifa benar-benar salah tingkah. Ada saja yang di lakuaknnnya yang membuat Rafa gemas. Namun Rafa masih terlihat cool.
"Makasih ya kak Rafa sudah melakukan umroh bersama Asyifa," ucap Asyifa.
"Aku melakukan ibadah umroh itu untuk bertemu dengan Tuhan dan bukan karena kamu. Aku mengajakmu. Itu karena kamu istriku," ucap Rafa yang berbicara begitu lembut. Asyifa hanya mengangguk saja.
Ya ibadah memang di lakukan bukan untuk siapa-siapa. Jawaban Rafa sudah yang paling benar.
"Hmmm, kak Rafa setelah ini kita ke Jabal Rahmah ya," ucap Asyifa.
"Iya sih, tapi itu kan pertemuan nabi Adam dan Siti hawa," ucap Asyifa.
"Iya aku tau. Baiklah setelah selesai makan kita akan kesana," ucap Rafa yang menuruti apapun yang di inginkan istrinya.
"Makasih kak Rafa," ucap Asyifa. Rafa kembali menganggukan kepalanya.
"Ya Allah terima kasih untuk hari ini. Engkau lagi-lagi telah menunjukkan kekuasaan mu. Kau memang Tuhan yang maha cipta. Yang mencipta segalanya. Termasuk hati yang beku yang dapat di cairan. Terima ya Allah untuk semua ini," batin Asyifa dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Aku tidak tau kenapa aku sekarang merasa jauh lebih tenang, perasaan ku tidak gelisah dan sepertinya semua lempang- lempang saja," batin Rafa yang sudah mulai merasakan perbedaan yang di alaminya sesudah dan sebelum kehadiran Asyifa di dalam hidupnya.
**********
__ADS_1
Akhirnya Rafa dan Asyifa Sudah berada di Jabal Rahmah dan Asyifa jika datang ketempat itu selalu mengingat di mana tulisan nama ibu dan ayahnya dan pasti Asyifa tersenyum dengan mengusap nama itu. Sementara Rafa hanya berdiri di belakang Asyifa.
"Dia kelihatan sangat mencintai kedua orang tuanya. Dia begitu selalu mengeluarkan senyum ketulusan saat menyebut nama ayah dan ibunya. Asyifa sejak kecil karakternya sudah di bentuk menjadi seseorang yang yang sangat penyayang, sangat tulus dan sabar. Terbukti dia mempertahankan pernikahan kami," batin Rafa yang semakin lama menyadari dan mengagumi Asyifa. Wanita yang seharusnya tidak pantas untuk di sakiti.
Saat melihat tulisan ke-2 orang tua Asyifa. Tiba-tiba Rafa melihat tulisan nama Asyifa dan ada tulisan di bawahnya yang hanya inisial, sangat bertepatan dengan inisial nama depannya.
"Ini inisial siapa?" tanya Rafa tiba-tiba yang sudah berjongkok di samping Asyifa yang cukup membuat Asyifa kaget.
"Tidak tau juga kak Rafa, Asyifa hanya salah tarik garis. Waktu itu Asyifa ingin membuat inisial A. Namun tiba-tiba saja tertarik dan jadi R," jawab Asyifa apa adanya.
"Lalu inisial A siapa. Apa kamu punya kekasih sebelumnya. Oh aku ingat Agam kali yah," sahut Rafa yang tiba-tiba posesif pada Asyifa.
"Tidak kak Rafa," bantah Asyifa dengan cepat, bahaya kalau bapak negara sudah cemburu.
"Lalu, siapa. Apa ada lagi A. A yang lain," ucap Rafa yang cemburunya sudah tidak tertolong lagi.
"Kak Rafa tidak sama sekali," sahut Asyifa yang lagi-lagi harus klarifikasi sebelum Rafa marah, "Asyifa tidak punya nama siapa-siapa dan waktu itu. Asyifa kepikiran saja. Karena inisial nama Asyifa A. Tapi seperti yang Asyifa katakan salah tarik dan sudah seperti ini," jelas Asyifa.
"Ya sudah kalau kak Rafa harus mempermasalahkan hal itu, biar Asyifa coret saja," sahut Asyifa yang ingin mencoret tulisan itu. Namun Rafa menghentikannya dan mengambil spidol dari tangan Asyifa.
"Suamimu jelas namnya dari huruf R dan bisa-bisanya kamu kepikiran mencoretnya dari pada melanjutkan hurufnya," cicit Rafa yang langsung menambah 3 huruf lagi dan akhirnya menjadi Rafa. Tidak lupa Rafa melingkarinya dengan Love yang membuat Asyifa tersenyum yang tidak menyangka jika Rafa melakukan hal itu.
"Ya Allah. Apa ini memang sudah takdir mu di mana Asyifa yang belum mengenal kak Rafa dan tiba-tiba saja membuat inisial R tanpa sengaja dan senang nama itu terisi dengan nama pria di samping hambah yang tak lain suami hambah sendiri. Apa ini sungguh ketentuan dari mu ya Allah," batin Asyifa yang memang tidak menyangka dengan keharuan itu.
Bersambung
__ADS_1