Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 132


__ADS_3

Akhirnya Asyifa dan Rafa kembali ke Jakarta setelah masalah mereka bisa di katakan 90 persen selesai yang nanti hanya tinggal mengurus masalah Miranda yang pasti di serahkan pada polisi yang penting Asyifa sudah baik-baik aja dan bahkan selamat' sampai Jakarta yang mana mobil mereka sudah sampai di kediaman Rafa


Asyifa, Rafa, Zee, Lulu, Roni dan Dedi juga ikut pulang bersama. Mereka semua keluar dari dalam mobil.


"Kak Rafa ini mobil Ayah. Ayah berarti ada di sini," ucap Asyifa yang khawatir. Mungkin Asyifa takut melihat orang tuanya sedih karena Insiden yang telah di alaminya.


"Iya Asyifa aku memberitahu Tante Rania kalau kita pulang dan pasti mereka menunggu kepulangan kita, makanya datang kemari," sahut Lulu yang ternyata dia yang mengabari orang Asyifa.


"Kak Lulu seharusnya tidak melakukan itu. Ibu sama ayah pasti khawatir pada Asyifa," ucap Asyifa.


"Maaf Asyifa. Tetapi Tante Rania terus mengabariku dan dia terus menanyakan kamu. Karena kalau kamu yang di tanya pasti kamu bilang baik-baik aja dan Tante Rania ingin tau keadaan kamu langsung," ucap Lulu yang memberikan alasannya pada Asyifa.


"Sudahlah Asyifa, orang tua sangat wajar khawatir dengan ananknya dan ibu dan ayah wajar bertanya pada Lulu. Sekarang kita sudah sampai dan ayo masuk dengan melihat kamu yang baik-baik aja pasti mereka akan lega," ucap Rafa yang menenangkan istrinya.


"Iya kak Asyifa, tidak akan terjadi apa-apa kok," sahut Zee.


"Ya sudah sebaiknya sekarang kita masuk!" ajak Rafa yang lain mengangguk dan mereka langsung masuk dengan Rafa yang merangkul bahu istrinya.


"Assalamualaikum!" ucap mereka ketika sudah sampai di dalam rumah.


"Walaikum salam," sahut Rendy, Rania, Shofia, Shania, Xander, Azka dan Ardi.


"Asyifa!" Rania langsung berdiri dari duduknya dan langsung memeluk putrinya itu dan di pastikan Rania pasti menangis dan belum lagi Asyifa juga pasti. Hatinya yang lembut membuat hatinya tersentuh kala pelukan wanita yang di sayanginya terasa begitu sangat khawatir padanya, suara lirihan tangis sang ibu membuatnya merasa bersalah.


"Asyifa tidak apa-apa ibu, Asyifa baik-baik aja," ucap Asyifa yang meyakinkan Rania yang pasti tidak percaya.


Rania melepas pelukan dari anaknya itu dengan memegang ke-2 pipi Asyifa dan mencium keningnya.


"Maafkan ibu ya," ucap Rania yang malah menyalahkan dirinya.


"Kenapa harus minta maaf ibu. Asyifa yang minta maaf sudah membuat ibu dan ayah khawatir," ucap Asyifa mengusap air mata ibunya


"Kamu terluka sayang, kamu pasti mengalami kesulitan saat itu," ucap Rania yang tidak bisa membayangkan bagaimana selanjutnya hal itu.


"Kesulitan itu sudah selesai ibu. Asyifa sudah tidak apa-apa. Ibu bisa lihat sendiri Asyifa baik-baik aja dan semuanya karena kak Rafa. Kak Rafa merawat Asyifa dengan baik ibu," ucap Asyifa.


Rania melihat ke arah Rafa, "makasih ya Rafa kamu sudah menjaga Asyifa, Terima kasih sudah ada di sisi Asyifa," ucap Rania.


"Ibu tidak perlu berterima kasih. Itu sudah kewajiban saya untuk menjaga, melindungi Asyifa," sahut Rafa yang memang kenyataan.

__ADS_1


"Alhamdulillah jika Asyifa sudah baik-baik saja," sahut Rendy.


"Kak Asyifa, Azka janji lain kali akan ikut jagain kak Asyifa biar kelak kak Asyifa tidak akan seperti ini," ucap Azka yang harus pasang badan untuk kakaknya.


"Makasih Azka. Tetapi kak Asyifa sudah tidak apa-apa kok. Kak Asyifa benar-benar sudah baik-baik aja," sahut Asyifa yang pasti selalu mengatakan jika dirinya baik-baik aja.


"Lalu bagaimana Rafa masalah semuanya apa sudah selesai?" tanya Xander.


"Sudah pah, orang-orang yang terlibat sudah di tahan di kantor polisi dan hanya tinggal Miranda yang akan di proses," jawab Rafa.


"Miranda!" pekik Shofia dengan wajah terkejutnya, "Miranda wanita itu?" tanya Shofia memastikan.


"Iya mah, Miranda si wanita jahat itu sebagai pelakunya, dia bekerja sama dengan orang-orang itu untuk berbuat jahat pada wanita itu," sahut Zee.


"Astagfirullah, keterlaluan sekali Miranda," sahut Shania yang tidak habis pikir dengan Miranda yang jahatnya sangat kelewat batas.


"Tapi jangan khawatir Tante kami sudah mengurus masalah ini kok," sahut Lulu.


"Benar Tante dan papa kami juga sudah di proses," sahut Dedi.


"Semoga semua masalah cepat selesai dan mereka mendapat hukuman yang terberat," sahut Rendy.


"Ya sudah sekarang sebaiknya kalian istirahat dulu pasti kalian sangat lelah," ucap Shofia dengan lembut.


"Iya sayang kamu istirahat ya kamu pasti sangat lelah," ucap Rania.


"Iya kak Asyifa, perjalanan di pesawat dan juga sampai kemari sangat melelahkan. Kakak istirahat saja. Nanti takutnya terjadi sesuatu dengan bayi kak Asyifa," ucap Zee dengan santai.


Namun mendengar kata-kata Zee membuat orang kaget dan merasa apakah mereka salah dengar atau tidak.


"Kamu bilang apa barusan Zee?" tanya Shania.


Zee terlihat panik dengan menutup mulutnya yang tampaknya keceplosan bicara, "maaf kak Rafa, kak Asyifa bukan bermaksud mendahului," ucap Zee yang merasa bersalah.


"Mendahului apa sebenarnya dan Zee kamu bilang apa tadi bayi. Maksudnya bagaimana?" tanya Shofia.


"Benar Zee tadi ngomong masalah bayi. Bayi siapa," sahut Lulu yang kelihatannya tidak ada yang tau masalah bayi yang di katakan Zee.


"Asyifa kamu hamil sayang?" tebak Tania yang langsung mengambil kesimpulan.

__ADS_1


Rafa dan Asyifa saling melihat. Mungkin sebenarnya mereka belum mau mengatakan hal itu karena kandungannya juga masih muda.


"Sayang kamu sungguh hamil?" tanya Rania lagi.


"Iya Asyifa sedang mengandung," sahut Rafa yang menjawab pertanyaan semua orang yang penasaran dengan kandungan Asyifa. Semuanya jelas mengejutkan.


Sampai melotot dengan mulut yang menganga dan wajah yang begitu schok.


"Ini sungguhan?" tanya Shofi yang tidak percaya. Asyifa mengangguk tersenyum.


"Alhamdulillah," Rania yang begitu bahagianya langsung memeluk putrinya dan begitu juga dengan Shofia yang begitu bahagia yang ikut memeluk Asyifa dengan erat. Ibu dan mertuanya terlihat begitu bahagia saat mendengar kabar kehamilan Asyifa.


Rafa juga tersenyum begitu lebar. Apa lagi melihat keluarganya bahagia membuat Rafa ikut bahagia. Ternyata kebahagiaan dan senyum mamanya itu sangat simple lalu kenapa Rafa selama ini hanya taunya membuat keluarganya marah dan bahkan terkesan sering bertengkar dengan mamanya.


"Alhamdulillah Asyifa. Kabar kehamilan kamu ini sangat membawa berkah," ucap Shofia yang terharu dengan menantu kesayanganganya yang hamil itu.


"Sayang kamu jaga baik-baik ya kandungannya. Asyifa jadi seorang ibu," ucap Rania harus mewek kembali dengan kehamilan putrinya itu.


"Iya ibu, doain Asyifa ya, supaya kandungan Asyifa baik-baik aja," ucap Asyifa.


"Pasti sayang, ibu pasti akan mendoakan kamu," sahut Rania.


Rendy juga ikut bahagia dan juga memeluk putrinya setelah Rania dan Shofia sudah tidak memeluk lagi putrinya itu.


"Ternyata putri ayah sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dan ayah sendiri akan menjadi kakek, makasih ya sayang," ucap Rendy.


"Iya ayah," sahut Asyifa.


"Itu artinya Azka sebentar lagi juga akan di panggil Om," sahut Azka yang pasti yang paling bahagia.


"Asyifa selamat ya untuk kehamilan kamu. Doain aku supaya cepat-cepat menyusul," ucap Lulu.


"Iya kak Lulu, semoga kak Lulu dan kak Rony secepatnya bisa mendapatkan kepercayaan," sahut Asyifa yang mendoakan sepupunya itu.


"Amin!" sahut semuanya dengan serentak.


Ada hikmah dari inside yang di alami Asyifa. Dan Asyifa telah membawa kabar bahagia pulang kerumah ya itu kabar kehamilannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2