Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 188


__ADS_3

Setelah Abian dan Zee yang akhirnya berbaikan. Akhirnya Zee dan Abian pun pergi bersama-sama ke kantor pengadilan agama untuk mencabut gugatan cerai yang sudah terlanjur di ajukan Zee.


Abian dan Zee sama-sama keluar dari rumah yang dari wajah ke-2nya terlihat masih sangat canggung. Namun pasti ke-2nya sangat bahagia dengan perbaikan dalam rumah tangga mereka.


Abian dan Zee berjalan menuju mobil dan Abian langsung gercep untuk membukan pintu mobil untuk Zee.


"Makasih," ucap Zee yang sedikit canggung.


"Abian!" tiba-tiba terdengar suara wanita yang tampaknya tidak asing membuat Abian dan Zee melihat ke arah suara itu. Siapa lagi jika bukan Syira yang menghampiri Abian dan Zee langsung pasti sudah berubah mood dengan menghela napas kasar yang di diperhatikan Abian.


"Ada apa Syira kamu kemari?" tanya Abian.


"Aku ingin bicara padamu," kawan Syira.


"Kalian bicaralah, aku menunggu di dalam saja," sahut Zee yang malas dengan Syira dan memilih pergi. Namun Abian langsung memegang tangan Zee yang tidak ingin Zee pergi dan membuat langkah Zee terhenti.


"Kamu tetaplah di sini. Kamu tidak bisa pergi begitu saja. Kita suami istri dan kamu tidak bisa meninggalkan ku dengan wanita yang bukan muhrim ku," ucap Abian yang membuat Zee tetap berada di sampingnya dan Zee pasti tidak menyangka dengan apa yang di katakan Abian sementara Syira pasti sangat cemburu dengan apa yang di katakan Abian yang artinya sudah menegaskan hubungannya dengan Zee baik-baik saja.


"Syira aku sudah mengatakan jangan menemuiku lagi. Aku sudah menikah dan hubungan kita tidak ada sama sekali. Aku berharap kamu paham dengan status pernikahan ku. Kamu wanita yang baik aku yakin kamu akan mendapatkan pria yang baik untukmu," tegas Abian dengan lembut bicara.


"Tapi Abian apa ini adik untukku?" tanya Syira yang kelihatan masih tidak menerima dengan keputusan Abian.


"Adil atau tidak adil. Aku tidak bisa mengatakannya Syira. Mungkin kesalahan yang aku lakukan sudah membuatmu terluka. Namun aku juga sudah membuat istriku jauh lebih terluka dan aku hanya ingin memperbaiki apa yang bisa aku perbaiki. Yaitu hubunganku dengan Zee. Hubungan pernikahan kami," tegas Abian. Sepanjang Abian berbicara Zee terus menatap Abian yang pasti tidak percaya dengan semua penegasan Abian di depan Syira dan bahkan di depannya.


"Tapi Abian...."


"Syira aku mohon. Jangan menggangguku lagi bersama istriku. Aku sudah mengatakan sebelumnya kepadamu. Jika aku sudah menyukai Zee sebelum kami menikah dan sekarang aku bahkan sangat mencintainya," ucap Abian membuat Zee yang semakin shock.


Cinta yang di ucapkan Abian langsung di katakan di depannya dan bahkan di depan Syira. Zee tidak sanggup berkata-kata lagi dengan pengakuan Abian yang menggetarkan harinya.


"Aku mohon untuk kamu mengerti semua ini. Jadi jangan mengganggu kami," ucap Abian lagi.


"Baiklah Syira aku rasa sudah cukup dengan semua yang aku katakan. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Aku dan Zee harus pergi. Karena kamu masih ada urusan," ucap Abian, "ayo Zee!" ajak Abian. Zee menganggukkan kepalanya dan memasuki mobil dan Abian tidak mengatakan apa-apa lagi kepada Syira dan langsung pergi dari hadapan Syira menyusul istrinya yang memasuki mobil.


Di dalam mobil Zee tersenyum tipis yang sepertinya hatinya berbunga-bunga dengan kata-kata Abian barusan.


"Kita jalan?" tanya Abian pada Zee. Zee menganggukkan kepalanya dan mereka pun langsung pergi.

__ADS_1


**********


Setelah mencabut gugatan perceraian. Zee dan Abian pun tidak langsung pulang yang mana mereka mampir ke rumah Zee.


"Assalamualaikum!" sapa Zee dan Abian. Shofia dan Asyifa yang mengobrol di ruang tamu melihat kearah pintu.


"Walaikum salam," sahut Shofia dan Asyifa serentak. Namun bengong dengan kedatangan Zee dan Abian.


"Mah," sapa Zee yang menghampiri mamanya dan mencium punggung tangan sang mama dan juga di lakukan Abian dan pasti Shofia semakin bingung sampai saling melihat dengan Asyifa dan wajah Asyifa juga terlihat bingung.


"Kalian berdua datang bersamaan, ayo duduk," sahut Shofia dengan gugup. Zee dan Abian mengangguk dan langsung duduk.


"Rumah kok sepi sekali di mana yang lainnya?" tanya Zee.


"Papa kekantor dan Rafa juga kekantor," sahut jawab Shofia.


"Kak Shania di mana?" tanya Zee.


"Lagi kesekolah Aqqela. Di sekolah Aqela ada kegiatan. Jadi kak Shania dan Ardi lagi menghadiri acara di sekolah Aqela," jawab Asyifa.


"Oh begitu rupanya," sahut Zee mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Dari kantor pengadilan, mencabut gugatan cerai yang di ajukan Zee," jawab Abian.


"Apa itu artinya kalian tidak jadi bercerai?" tangan Asyifa yang memastikan.


"Iya kak Asyifa," jawab Zee.


"Alhamdulillah," sahut Asyifa begitu senangnya dan sangat terharu melihat adik iparnya itu tidak jadi berpisah. Abian dan Zee saling melihat yang tersenyum melihat Asyifa yang sepertinya sangat mendukung rumah tangga mereka.


"Tapi bukannya Abian sudah menalak kamu Zee dan seharusnya jika kalian ingin rujuk kalian harus menikah kembali bukan?" sahut Shofia.


"Tidak perlu Tante. Karena aku hanya menjatuhkan talak satu padanya dalam keadaan emosi dan penuh penyesalan dan aku talak itu sudah batal karena aku dan Zee sudah....." Abian tidak melanjutkan kalimatnya. Sepertinya hal itu tidak perlu di katakannya. Apa lagi Zee jadi mendadak salah tingkah dan Asyifa yang seolah tau tersenyum penuh arti.


"Ya talak itu sudah batal dengan cara syariat Islam yang aku anjurkan dan aku sama Zee tidak perlu menikah kembali," ucap Abian yang membelokkan pembicaraan.


"Mama tidak memikirkan apa-apakan?" tanya Asyifa yang melihat Shofia terlihat kurang yakin dengan Abian dan Zee.

__ADS_1


"Tidak ada Asyifa. Ya Abian pasti mengerti masalah hukum pernikahan dan mama hanya ikut senang dengan keputusan kalian berdua. Mama berharap kalian berdua bisa memulai pernikahan kalian berdua dengan baik, mama sangat berharap kalian bisa saling mencintai dan membangun rumah tangga lebih baik dan yang kemarin-kemarin kalian bisa jadikan sebagai pembelajaran," sahut Shofia dengan doa dan harapannya.


"Makasih sudah memberikan saya kepercayaan," sahut Abian.


"Dan kamu jangan hilangkan kepercayaan keluarga kami Abian. Kami menitip Zee kepada kami untuk kamu bahagiakan," ucap Shofia.


"Itu pasti mah," sahut Abian yang tersenyum.


"Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya pernikahan Zee bisa di selamatkan. Asyifa benar-benar sangat bahagia dengan kabar ini. Semoga saja kedepannya pernikahan mereka semakin membaik dan membawa berkah untuk mereka," batin Asyifa yang telah menjadi orang yang paling bahagia dalam pernikahan Zee dan Abian.


*********


Asyifa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe putih dan rambut yang basah yang masih terurai panjang. Asyifa kaget dengan suaminya yang sudah pulang.


"Kak Rafa sudah pulang?" tanya Asyifa menghampiri sang suami dengan mencium punggung tangan suaminya dan Rafa juga mencium kening Asyifa.


"Iya Asyifa," jawab Rafa.


"Kok tumben kama segini sudah pulang?" tanya Asyifa yang memang masih jam 8 malam. Belakangan ini Rafa selalu pulang di atas jam 10 malam.


"Aku tidak ingin istriku mengeluh padaku. Jadi aku pulang cepat," jawab Rafa membuat Asyifa tersenyum.


"Kak Rafa sudah sholat?" tanya Asyifa.


"Sudah sayang," jawab Rafa dengan lembut.


"Sudah makan juga?" tanya Asyifa lagi.


"Sudah sayang, aku tadi makan dengan klien dan setelah itu langsung pulang," jawab Asyifa.


"Makan di mana?" tanya Asyifa.


"Di Restaurant Jepang yang kalau kamu ingat yang kita kemarin pernah ke sana waktu ulang tahun kamu," jawab Rafa.


"Kliennya cowok apa cewek?" tanya Asyifa yang sepertinya posesif membuat Rafa tersenyum miring.


"Cewek," jawab Rafa yang terus melihat wajah istrinya yang mulai datar dan terbesit kecemburuan.

__ADS_1


"Kemarin katanya sama Asyifa. Waktu di Restaurant itu. Asyifa doang yang akan bersama kak Rafa di sana. Wanita satu-satunya. Ini apa. Belum juga sampai sebulan sudah bawa wanita lain juga," sahut Asyifa dengan wajah cemberutnya yang melihat kelain arah dan kelihatan marah pada Rafa. Namun Rafa tersenyum dengan istrinya kalau sedang posesif begitu menggemaskan.


Bersambung.


__ADS_2