Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode.


__ADS_3

Danu, istrinya dan juga Syira menjamu tamu mereka dengan baik yang mempersilahkan mereka duduk di teras dan Masya Allah mereka langsung kagum dengan melihat keindahan desa tersebut. Karena posisi mereka yang tinggi. Mereka pasti mengagumi ciptaan sang maha pencipta yang tidak bisa di ukur dengan tolak ukur manusia.


"Tempat ini sangat bagus pak Danu," sahut Rendy yang memuji.


"Benar sekali mata kami di manjakan dengan keindahan ini," sahut Rania menambahi.


"Alhamdulillah kalau begitu. Kalau kalian semua suka datang ke desa kami. Tetapi bukan sombong ya pak. Nanti saya akan tunjukkan tempat-tempat yang indah-indah lagi," sahut Danu.


"Ya ampun kami pasti sangat merepotkan kalau begitu," sahut Shofia.


"Tidak merepotkan sama sekali dengan kedatangan kalian di sini sudah suatu kebahagiaan untuk keluarga kami. Jadi tidak ada yang merepotkan," sahut Sarah


Tidak lama Syira datang bersama seorang wanita paruh baya yang membawa beberapa makanan dan pasti juga minuman yang mungkin wanita yang bersama Syira adalah pekerja di rumah mereka.


"Mari silahkan di minum!" ucap Syira dengan ramah.


"Ya ampun repot-repot sekali nak Syira," sahut Willo.


"Tidak repot Tante. Justru kami minta maaf ya, kalau hanya bisa menghidangkan seadanya saja," sahut Syira yang merendahkan diri.


"Ini justru sudah berlebihan Syira," sahut Shania.


"Ya sudah mari kita nikmati kue khas desa C dan juga minumannya," ucap Sarah mempersilahkan.


Mereka mulai menikmati makanan dan minuman yang di hidangkan sembari mereka mengobrol dengan santai.


"Kamu mau coba ini Zee," ucap Abian yang tiba-tiba menawarkan Zee kue yang berwarna merah yang tidak tau apa itu.


"Oh boleh kak," sahut Zee yang langsung mengambilnya dengan tersenyum. Sedari tadi jantungnya Zee bergetar hebat dengan perlakuan Abian di luar dugaannya. Padahal ada Syira dan tidak biasanya Abian tidak dekat dengan Syira. Bahkan tidak berbicara sama sekali dan Syira juga sangat memperhatikan Abian dan Zee dengan eksperesi Syira yang tidak bisa di tebak.


"Bagaimana apa enak?" tanya Abian.


"Iya sangat enak," jawab Zee.


"Itu terbuat dari tepung beras dan juga di kasih kelapa," jelas Abian yang memberitahu komposisi dari kue tersebut.


"Kak Abian kok tau. Apa kak Abian sering menekannya?" tanya Zee.


"Ini makanan khas dari desa ini. Dan aku dulu lahir di desa ini," ucap Abian yang cukup membuat Zee kaget dengan matanya yang terbuka lebar.


"Sungguh kak Abian asli desa ini?" tanya Zee yang masih tidak percaya.


"Iya. Nanti aku tunjukkan sama kamu di mana rumah ku dulu," ucap Abian dan Zee mengangguk dengan bahagianya pastinya. Itu berarti setelah ini dia dan Abian akan jalan-jalan. Ya kembali lagi tidak ada yang sia-sia untuk Zee ikut ke desa wanita yang masih membuat Zee bingung siapa wanita itu. Syira yang ada hubungan apa dengan Abian.

__ADS_1


**********


Shania sedang menidurkan Aqela di kamar. Sejak sampai tadi Aqela begitu lelah dan ingin istrirahat dan Shania harus menemani putrinya itu dulu.


"Sayang kamu kalau mau jalan-jalan ikut yang lain pergi aja. Biar aku yang jagain Aqela. Lagian aku juga harus menyelesaikan beberapa pekerjaan ku," sahut Ardi yang mulai membuka laptopnya.


"Tidak apa-apa mas, aku temani Aqela aku, Lagian juga capek," jawab Shania.


"Ya sudah kalau begitu," sahut Ardi.


"Mas mau makan tidak?" tanya Shania.


"Tidak usah, sudah kenyang tadi," sahut Ardi.


"Ya sudah kalau begitu mas lanjut kerja aja," ucap Shania. Ardi menganggukan kepalanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya dan Shania pun mulai tertidur hanya karena menidurkan sang anak.


*********


Danu benar-benar mengajak tamu-tamumya untuk berkeliling desa. Namun mereka semuanya berpencar setelah tadi sudah sama-sama memperkenalkan desa tersebut dengan segala budaya dan keindahannya.


Untuk Rendy dan Xander Danu mengajaknya ke tempat perkumpulan masyarakat yang bersosialisasi dengan masyarakat dan juga mengajak Rendy dan Xander ke rumah sakit yang ada di sana dan pasti Rendy juga memberikan ilmunya.


Orang-orang di desa tersebut sangat ramah dan sangat menerimanya Rendy dan Xander bahkan mendengarkan beberapa ilmu dari Rendy. Karena Rendy yang merupakan Dokter yang paling terkenal. Dan Rendy juga tidak pelit untuk berbagi ilmu pada suster dan dokter-dokter muda yang bekerja di rumah sakit itu.


Kalau Sarah sedang mengajak Shofia, Willo dan Rania ke tempat perkebunan. Di mana perkenalkan Shofia dan Rania kepada ibu-ibu yang sedang memetik hasil panen. Ibu-ibu tersebut juga sangat ramah. Bahkan mengajak Shofia dan Rania untuk ikut berkebun dengan memetik sayuran dengan ilmu yang mereka pelajaran.


Untuk Syira mengajak, Asyifa, Rafa, Lulu, Roni, Dedi, Abian dan Zee memetik buah stauberry di kebun yang sangat luas itu.


Asyifa tampak bahagia yang bisa memetik buah strawberry dengan Rafa memegang kantin kecil dan Asyifa yang memetiknya dengan mereka yang berjongkok.


"Akkkk!" Asyifa langsung menyodorkan hasil panen pertamanya ke mulut sang suami.


"Langsung di makan tanpa cuci," ucap Rafa.


"Ya ampun kak Rafa. Ini justru sangat nikmat. Lihat langsung dari pohonnya. Jangan komplain buruan atuh di makan," ucap Asyifa yang mendesak suaminya.


Dan mau tidak mau Rafa langsung memakannya. Namun dahinya langsung mengkerut dengan ekspresi kecut.


"Asem?" tanya Asyifa. Rafa mengangguk dengan ekspresi yang sama yang sepertiny sangat asem.


"Benarkah! kok bisa sih asem," sahut Asyifa heran.


"Ya bisalah Asyifa. Kamu memberiku yang belum matang," ucap Rafa.

__ADS_1


"Tidak mungkin kak Rafa," sahut Asyifa yang memetik lagi dan langsung memakannya dan ekspresi Asyifa biasa-biasa aja.


"Enak kok manis kok," sahut Asyifa dengan santai.


"Kamu pasti bohong. Mana mungkin manis," sahut Rafa.


"Serius kak Rafa. Nih Asyifa makan lagi!" Asyifa pun langsung memakan lagi dan tetap ekspresinya sangat menikmati.


"Kalau begitu coba aku rasa," sahut Rafa yang tanpa permisi langsung mencium bibir Asyifa yang membuat Asyifa terkejut dengan matanya yang terbelalak kaget yang tiba-tiba di serang suaminya.


"Ternyata memang manis," ucap Rafa setelah selesai mencium bibir Asyifa dengan Rafa mengusap bibit Asyifa dengan jarinya dan menetap wajah shock sang istri.


"isssss kak Rafa," Asyifa langsung memukul Rafa, "Tempat umum juga masih aja kayak gitu," ucap Asyifa kesal.


"Tidak ada orang Asyifa. Jadi aman terkendali," ucap Rafa dengan mengedipkan matanya yang menggoda sang istri.


"Isss tetap apa. Bagaimana kalau...."


"Ada yang lewat dari atas. Helikopter begitu, atau burung-burung yang berterbangan begitu," sahut Rafa yang memotong pembicaraan sang istri karena memang sudah tau apa yang akan di katakan istrinya.


"Sudah-sudah kita petik lagi. Awas ya kalau kak Rafa jahil lagi," ucap Asyifa dengan wajah cemberutnya.


"Aku tidak bisa janji," sahut Rafa dengan tersenyum.


"Issss kak Rafa," sahut Asyifa. Dan Rafa hanya tersenyum yang sangat suka menggoda istrinya. Karena itu memang adalah hobinya.


Sementara Roni dan Lulu yang juga memetik buah strawberry bersama dengan Syira.


"Ini sangat luas Syira. Kira-kira buahnya akan di ekspor ke mana?" tanya Lulu.


"Ke Luar kota. Termasuk Jakarta juga," jawab Syira.


"Bagaimana dengan pekerja di sini. Apa semua asli orang sini atau ada yang dari Luar Kota?" tanya Roni.


"Ada yang asli dari sini dan juga ada Luar kota," jawab Syira.


"Oh begitu ternyata. Perawatan sangat bagus dan buah-buahannya juga sangat bagus, Aku tidak percaya bisa melihat buah strawberry yang sangat banyak dan rasanya juga sangat manis," ucap Lulu.


"Alhamdulillah jika kalian sangat suka tempat ini. Pasti menjadi kebanggaan sendiri untuk kami," ucap Syira yang tersenyum lebar.


"Makasih ya Syira sudah di ajak ketempat ini!" ucap Lulu.


"Sama-sama," sahut Syira.

__ADS_1


"Kak Abian di mana ya kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi," batin Syira yang baru kepikiran dengan Abian.


Bersambung


__ADS_2