
"Aku tidak pernah sengaja melakukan apapun kepadamu. Tetapi itu sudah menjadi ketentuan Allah. Jadi jangan menyalahkanku. Aku juga tidak tau. Kalau kalian akan ada di sana dan semua yang terjadi sudah rencana Allah," jawab Asyifa dengan tenang.
"Jangan berceramah di sini dan iya lalu apa kau harus mengakui dirimu sebagai istri Rafa," sahut Miranda.
"Itu adalah kenyataan. Aku memang istri kak Rafa. Dan jika kalian punya hubungan. Lalu kenapa kalian tidak mengatakan hubungan kalian. Kalian sendiri sadar jika hubungan itu salah dan menutupinya, tidak berani mengatakannya," sahut Asyifa. Membuat Miranda terdiam dengan tangannya yang terkepal.
"Kau jangan sok tau. Bukan berarti aku tidak mengakui Miranda di depan mereka. Jadi kau merasa paling di akui. Kau dengar aku Asyifa. Aku mengakui dirimu sebagai istri ku di sana. Itu juga untuk harga diriku. Jadi kau jangan kepedean Asyifa," sahut Rafa membuat Miranda mendengus dengan senyuman di mana Rafa membela dirinya.
"Kau dengar itu. Jangan kepedean. Kau itu wanita yang tidak di anggap sama sekali. Apa katamu. Hubungan kami salah. Bukan hubungan kami yang salah. Tetapi kau sendiri yang salah yang berada di antara kami," ucap Miranda dengan tersenyum penuh kemenangan.
Asyifa terdiam dan mungkin hanya perlu menghelus dada dengan apa yang mereka lakukan. Pria dan wanita yang tidak tau malu.
"Asyifa apa kau akan tetap satu mobil dengan kami. Kau tau kan kami pasangan kekasih yang artinya kau hanya hanya akan menonton kemesraan kami di sini. Jadi keluarlah dari mobil sebelum mata mu yang suci itu melihat sesuatu yang tidak seharusnya kau lihat," sahut Miranda.
"Jika tidak punya harga diri maka lakukan," sahut Asyifa menjawab dengan santai dan bahkan menantang yang melihat ke arah Rafa.
"Kau menantang ku," sahut Rafa yang terlihat emosi yang terpancing dengan kata-kata Asyifa.
"Jika kau yang bicara seperti itu aku memakluminya. Tetapi kamu," Asyifa melihat ke arah Rafa, "aku baru tau kamu mendapat gelas master dan masih ingin melakukan yang memalukan itu maka lakukan lah. Itu artinya hanya sia-sia saja pendidikan mu di Harvard yang seperti kau ucapkan tadi," ucap Asyifa membuat Rafa terkejut dengan keberanian Asyifa dan semakin marah dengan Asyifa.
"Berani sekali kau mengatakan itu. Apa kau sedang mengguruiku. Menantangku. Kau merasa wanita paling sempurna sampai berani bicara seperti itu kepadaku. Kau pikir dengan kata-kata seperti iti. Aku takut kepadamu dan akan mendengarkan ceramahmu itu," ucap Rafa menekan suaranya dengan menatap tajam Asyifa.
"Aku tidak sedang berceramah. Aku hanya berharap kak Rafa itu punya rasa malu dan tidak melakukan apa yang di katakannya," sahut Asyifa dengan santai.
__ADS_1
Rafa mendengus dengan senyuman yang merasa dirinya sedang di gurui Asyifa.
"Kau benar-benar mengujiku Asyifa. Kau pikir aku peduli kepadamu, peduli dengan perkataan mu. Kau wanita sok suci yang aku begitu muak melihatmu. Jangan kau pikir dengan apa yang kau katakan membuatku mendengarkanmu. Jika kau mengatakan itu makan akan aku aku tunjukkan kepadamu siapa aku sebenarnya," ucap Rafa membuat Asyifa heran.
"Apa maksud kakak?" tanya Asyifa.
" Aku ingin melihat bagaimana matamu yang sok suci itu menanggapi apa yang akan aku lakukan di dalam mobil ini yang sebelumnya Miranda menyuruhmu pergi bukan dan kai bertahan dan maka akan kau lihat," ucap Rafa membuat Asyifa semakin heran dan Miranda di belakang sana sedang tersenyum puas.
" Kau sungguh sangat ingin bukan di sentuh olehku. Tetapi sebelum itu kau harus melihat dulu bagaimana cara seorang Pria menyentuh wanita. Dan aku bisa melihat ke munafiknya di wajahmu," ucap Rafa membuat Asyifa tidak mengerti apa yang di katakan Rafa.
Rafa tiba-tiba keluar dari mobil yang ternyata masuk kembali kedalam mobil dan ternyata ketempat Miranda.
Asyifa terkejut saat Rafa membuka jasnya dan melonggarkan dasinya yang sepertinya akan melakukan hal yang tidak-tidak dengan Miranda.
Tidak ingin mengotori penglihatannya membuat Asyifa membuka pintu mobil namun ternyata Rafa menguncinya.
Mereka sungguh akan berzina di dalam mobil yang di saksikan Asyifa. Ya 2 manusia itu memang tidak punya pikiran yang sanggup melakukan hal seperti itu.
Asyifa mengalihkan pandangannya dan berusaha keluar dari mobil itu. Tapi tidak bisa. Rafa benar-benar sangat biadap dengan apa yang di lakukannya.
"Buka pintu mobilnya, kalian benar-benar keterlaluan," teriak Asyifa yang berusaha membuka pintu mobil dengan air matanya yang sudah keluar.
Rafa tidak peduli dengan Asyifa dia benar-benar sungguh di luar batas yang ingin bercinta dengan wanita lain di depan istrinya.
__ADS_1
Tangan Miranda dengan lincah membuka kancing kemeja Rafa satu persatu dan Miranda yang tersenyum penuh kemenangan dengan Miranda yang ingin mencium kembali bibir Rafa lagi karena Miranda sangat menikmati jika Rafa benar-benar akan bercinta di depan Asyifa. Karena urat malu ke-2nya sudah hilang.
"Tolong Asyifa mah!"
" Apa itu Asyifa!" tiba-tiba terdengar suara Shofia yang membuat Rafa menghentikan kegilaannya yang mana Rafa terkejut mendengar suara yang dapat di kenalnya itu dan melihat ke arah Asyifa. Ternyata Asyifa melakukan vidio Call dengan Shofia.
"Asyifa!" Lirih Rafa yang benar-benar terkejut dengan tindakan Asyifa yang mengadukan langsung dan bahkan memperlihatkan perbuatannya pada mamanya.
"Apa yang harus Asyifa lakukan mah. Asyifa tidak tau apa-apa. Dia wanita yang mengatakan dirinya Miranda dan menginap di Apartemen kami. 1 kamar dengan kak Rafa dan bahkan hari ini Meraka melakukan itu di dalam mobil dan sengaja melakukannya saat Asyifa ada dan mengunci Asyifa di dalam mobil," ucap Asyifa dengan suaranya yang bergetar yang memang mengadu kepada ibu mertuanya.
Miranda dan Rafa benar-benar terkejut dengan dengan tidak percaya Asyifa langsung bertindak seperti itu dan Miranda sudah panik dengan kata-kata Asyifa sangat jelas membawa namanya pada orang tua Rafa.
" Rafa!" teriak Shofia dengan suaranya penuh penekanan yang juga melihat anaknya bercumbu dengan wanita lain.
"Anak kurang ajar, apa yang kau lakukan?" teriak Shofia.
Air mata Asyifa sudah mengalir deras. Sangat sakit pastinya. Namun dia sungguh menyesal telah memberitahu Shofia yang pasti Shofia lebih terkejut. Namun dia tidak ingin berada di neraka yang melihat perzinaan suaminya.
"Berani sekali kau melakukan itu Asyifa," ucap Rafa dengan suara rendahnya yang sangat masih schok dengan keberanian Asyifa.
Asyifa mematikan panggilan telpon itu dan melihat ada benda keras di bawah jok mobil dan Asyifa mengambilnya dan langsung memukulkan pada kaca mobil sampai pecah berkeping-keping membuat Rafa terkejut.
Di mana Asyifa juga langsung membuka pintu mobil dari luar dan langsung keluar dari mobil itu dengan berlari. Rafa dengan napasnya yang naik turun melihat kepergian Asyifa. Dia sudah berantakan yang hampir bercinta dengan Miranda di depan Asyifa.
__ADS_1
"Arggh!" umpat Rafa mengusap kasar wajahnya.
Bersambung