Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 163.


__ADS_3

SMA Harapan Jaya.


Azka yang berjalan di koridor sekolah sembari bermain ponselnya yang tidak tau apa yang di kerjakannya. Sepertinya hanya melihat-lihat artikel atau menscroll tiktok hanya Azka yang tau.


"Kamu ini bagaimana sih Rachel!" suara seorang guru dari suatu ruangan terdengar membuat Azka menghentikan langkahnya.


Azka terlihat berdiri di tempatnya dengan penuh pemikiran dan Azka yang penasaran langsung melangkah mendekati pintu dengan mengintip yang mana ternyata Rachel sedang berhadapan dengan guru dengan Rachel yang menunduk dengan ke-2 tangannya yang saling bertautan.


"Rachel, ngapain dia di sana?" batin Azka yang penasaran.


"Maafkan saya Bu, saya belum bisa membayar uang sekolah saya," ucap Rachel.


"Rachel sekolah ini tidak bisa memberikan gratisan pada kamu. Kamu pikir sekolah ini punya nenek moyang kamu. Kalau tidak mampu sekolah di tempat yang mahal jangan sekolah di sini. Jangan sok-sokan menjadi orang kaya," ucap guru wanita tersebut yang memarahi Rachel.


"Maaf Bu tapi kakak saya sedang dalam masalah dan tidak ada uang untuk membayar biaya sekolah saya, saya juga tidak punya tabungan Bu dan jangankan bayar uang sekolah untuk sehari-hari makan saja sulit Bu," ucap Rachel yang mengeluhkan keadaannya.


"Kamu itu jangan curhat sama saya. Kalau kamu tidak bisa membayar uang pendidikan kamu. Kamu bisa di keluarkan dari sekolah. Carilah sekolah yang cocok dengan Ekonomi kamu," tegas guru yang bicara apa begitu pedas.


"Saya mohon Bu. Jangan keluarkan saya dari sekolah ini. Saya masih ingin sekolah di sini," ucap Rachel mulai menangis dengan memohon pada gurunya itu.


"Ya makanya bayar uang pendidikan kamu. Kalau tidak mau di keluarkan," tegas sang guru.


Azka yang di depan pintu mendengar semuanya bagaimana teman 1 kelasnya itu sedang mengalami kesulitan dalam biaya pendidikan. Wajah Azka terlihat simpatik pada Rachel. Mungkin Rachel tidak bisa membayar pendidikannya karena Miranda yang berada di penjara dan tidak ada biaya untuk kehidupan Rachel yang memang tinggal sendiri.


Setelah menghadap guru. Rachel kembali masuk kedalam kelas dengan wajah lesuhnya yang tidak bersemangat untuk berbuat apa-apa. Azka yang duduk di bangkunya melihat bagaimana Rachel yang berjalan menuju tempat duduknya yang berada paling sudut dekat jendela.


Rachel di kenal gadis diam dan cuek di kelasnya. Bahkan tidak ada temannya dan Rachel sering menyendiri dengan semua keluh kesah yang di hadapinya di pendam sendiri. Rachel meletakkan kepalanya di atas meja dengan pipi kanannya yang menempel dan kebetulan Rachel mengarah pada Azka yang duduk di bangku paling depan.


jelas Azka yang memperhatikannya bisa di lihat Rachel. Namun Azka langsung mengalihkan pandangannya dan Rachel tidak ada respon sama sekali dan tidak berpikir apa-apa. Dia malah memejamkan matanya agar bisa berpikir bagaimana untuk menyelesaikan permasalahanya yang ada di sekolah.


Azka kembali melihat kebelakang, melihat ke arah Rachel yang sudah memejamkan mata. Azka menghela napasnya melihat telannya itu dalam kesulitan. Namun tidak bisa berbagi dengan teman-temannya.


*********


"Ayolah ayah berikan Rachel beasiswa agar dia tidak di berhentikan dari sekolah," bujuk Azka pada Rendy.

__ADS_1


Sepulang sekolah Azka langsung merengek seperti anak kecil yang meminta ayahnya untuk membantu Rachel.


"Ibu, ayo katakan pada ayah untuk mengeluarkan uangnya untuk pendidikan seorang murid yang masih ingin bersekolah," ucap Azka yang juga membujuk Ibunya.


"Azka ayah itu bukan yayasan sekolah kamu. Mana bisa ayah memberikan beasiswa pada Rachel. Kamu itu jangan ada-ada aja," ucap Rendy.


"Ya kalau begitu ayah langsung bayar aja uang sekolahnya sampai dia lulus sekolah," ucap Azka dengan ide barunya.


"Azka walau ayah kamu melakukan itu. Apa teman kamu tidak akan tersinggung. Belum tentu Rachel juga mau menerimanya. Ibu lihat dia anaknya juga sangat diam dan sepertinya sangat tidak menginginkan orang lain untuk mencampuri urusannya," ucap Rania dengan berdasarkan penelitiannya saat pertama kali melihat Rachel.


"Ya habisnya bagaimana lagi Bu, dia sedang kesulitan dan aku yakin dalam masa-masa seperti ini pasti dia akan menerimanya," sahut Azka.


"Tetapi semuanya tidak semudah itu Azka," sahut Rendy.


"Lalu bagaimana dong ayah untuk biaya pendidikannya. Bukannya kita mempunyai rezeki. Lalu apa salahnya memberikan sedikit kepadanya. Itu juga di gunakan untuk pendidikannya," ucap Azka yang benar-benar begitu niat membantu Rachel.


Randy dan Rania sebenarnya sangat bangga dengan Azka yang terlihat memikirkan teman satu sekolahnya dan bahkan ikut prihatin. Ya orang tua mana yang tidak bangga dengan putranya itu.


"Assalamualaikum!" sapa Asyifa dan Rafa yang berkunjung kerumah orang tuanya.


"Walaikum salam," sahut semuanya serentak.


"Ibu," Asyifa dan Rafa langsung menyalam Rania dan Rendy juga Azka dan pasti Asyifa memeluk ibunya dan ibunya mencium kening putrinya dengan lembut.


"Ada apa ini, wajah Azka kenapa di tekuk seperti ini dan kenapa belum ganti seragam sekolah?" tanya Asyifa yang sudah duduk dan langsung memerhatikan wajah adiknya itu.


"Dia sedang galau karena temannya," sahut Rendy.


"Oh iya memang ada apa Azka, kenapa sampai galau segala?" tanya Asyifa.


"Kakak tau Rachel bukan?" tanya Azka.


"Hmmm, adiknya Miranda," sahut Asyifa. Azka menganggukkan kepalanya.


"Ada apa dengannya?" tanya Asyifa heran.

__ADS_1


"Dia sedang mengalami kesulitan kak. Karena kakaknya Miranda yang berada di penjara, ekonomi keluarga berantakan dan bahkan biaya pendidikan Rachel terbengkalai dan bahkan nyaris di keluarkan dari sekolah. Kalau tidak bisa membayar uang sekolahnya," jelas Azka.


"Astagfirullah Al Azdim, sampai seperti itu!" ucap Asyifa yang tidak percaya dengan cerita Azka.


"Iya kak Asyifa. Jadi Azka minta ayah untuk biayain sekolahnya Rachel agar pendidikannya tidak terbengkalai. Kasihan dia jika harus putus sekolah," ucap Azka dengan wajah senduh nya.


"Kak Asyifa, kakak juga bantulah Rachel, kan Rachel banyak membantu kita. Dia juga sudah membuat kakaknya masuk penjara dan ini resiko yang di dapatkannya," ucap Azka.


"Suka ya Azka," sahut Rafa tiba-tiba membuat Azka kaget dan semua orang melihat heran kearah Rafa yang mengeluarkan celetukan itu.


"Maksudnya apa?" tanya Azka.


"Hufffff, seorang Pria bisa-bisanya berpikir keras seperti itu kepada seorang wanita. Apa lagi namanya kalau tidak main hati," sahut Rafa dengan menatap Azka curiga.


"Kak Rafa ini bicara apa sih," sahut Azka yang terlihat panik


"Wajahnya santai aja jangan memerah seperti itu," goda Rafa yang membuat semua orang hanya tersenyum geleng-geleng. Sangat lucu melihat Azka yang jadi salah tingkah.


"Udahlah kak Rafa. Aku itu masih sekolah. Nggak usah melarikan pembicaraan. Kalau tidak mau membantu," ucap Azka dengan kesal.


"Kalau masih sekolah kenapa. Bukannya cinta-cinta masa-masa SMA itu jauh lebih menyenangkan," goda Rafa lagi.


"Astagfirullah kak Rafa benar-benar ya. Kak Asyifa kenapa sih dapat suami yang di pikirannya jelek seperti itu. Bukannya menjadi contoh bagi orang yang lebih muda. Malah mengarahkan hal-hal yang tidak baik," ucap Azka dengan kesal.


"Ampun suhu yang paling tau," sahut Rafa yang membuat semuanya semakin tersenyum dengan Azka yang di goda Rafa.


"Sudah-sudah kalian jangan berdebat lagi. Rafa kasian Azka. Kamu jangan menggodanya seperti itu," sahut Rendy. Rafa tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya pada Azka yang membuat Azka semakin naik darah.


"Baiklah Azka. Ayah akan coba bicara pada yayasan sekolah kamu untuk menangani masalah Rachel dan semoga ada jalan keluarnya dan Rachel bisa melanjutkan pendidikannya," ucap Rendy yang mengambil keputusan yang juga akan membantu Rachel.


"Alhamdulillah, makasih ayah," sahut Azka yang terlihat sangat bahagia dengan dukungan sang ayah.


"Asyifa lihat wajah Azka begitu bahagia ketika Rachel di bantu, kamu pasti bisa menjabarkan perasaannya sekarang ini bagaimana," sahut Rafa yang masih aja menggoda Azka.


"Kak Rafa sudah ah, kasihan Azka," sahut Asyifa yang juga tidak tega adiknya di jahili Rafa.

__ADS_1


Randy dan Rania hanya menggelengkan kepala saja melihat Azka dan Rafa. Lumayan untuk hiburan bagi mereka.


Bersambung


__ADS_2