
Di subuh hari yang begitu dingin yang memang sangat enak. Kalau harus melanjutkan tidur ketimbang untuk melaksanakan kewajiban untuk sholat subuh tetapi tidak untuk Asyifa yang tetap melaksanakan sholatnya dengan khusyuk.
Dinginnya di subuh hari membuat Rafa juga terbangun. Padahal tadi malam dia tidur larut malam. Namun Rafa ternyata terbangun di subuh hari.
Dengan perlahan matanya terbuka. Ya tadi malam Rafa juga tidur di atas tempat tidur di samping Asyifa. Asyifa juga saat bangun terkejut. Karena semenjak menikah itu pertama kali mereka untuk mereka tidur 1 ranjang.
Karena Rafa sudah membuka matanya. Rafa langsung melihat kesebelahnya yang ternyata kosong. Rafa langsung melihat kedepan dan mendapati Asyifa yang sedang sholat.
Rafa duduk dan bersandar pada kepala ranjang. Bukannya ikut melaksanakan sholat dia malah memperhatikan Asyifa yang sholat. Sampai Asyifa mengucapkan salam dan juga tidak lupa berdoa.
Asyifa selesai sholat dan Rafa masih melihatnya tanpa Asyifa sadari. Asyifa membuka mukenahnnya sembari berdiri. Namun langsung di kagetkan dengan Rafa yang sudah bangun. Hampir membuat Asyifa jantungan dengan tangannya yang memegang dadanya.
"Ada apa. Kau pikir aku hantu," sahut Rafa dengan sinis.
"Bu_bu_bukan begitu kak, Asyifa kaget saja. Kak Rafa tiba-tiba bangun," sahut Asyifa yang berbicara terbata-bata yang masih sangat shock.
"Oh jadi kau ingin aku tidur selamanya begitu," sahut Rafa dengan sinis. Asyifa langsung geleng-geleng dengan cepat.
"Tidak kok siapa yang mengatakan itu," sahut Asyifa.
"Alasan saja," cicit Rafa
"Kakak tidak sholat?" tanya Asyifa.
"Sekarang mulai berani menyuruhku," sahut Rafa dengan wajah kesalnya.
"Asyifa tidak menyuruh. Hanya bertanya kak," sahut Asyifa.
"Ngeles aja," ucap Rafa dengan kesal.
"Kau ambil aku air minum!" titah Rafa.
"Baiklah," sahut Asyifa yang meletakkan terlebih dahulu mukenahnnya dan baru keluar dari kamar untuk mengambil air putih untuk suaminya. Karena di dalam kamar tidak ada persediaan sama sekali.
Rafa pun menuruni ranjang dan memasuki kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Tidak lama Rafa keluar dari kamar mandi dan Asyifa juga sudah kembali dengan membawa segelas air putih dan sepiring kue jagung.
"Ini kak!" ucap Asyifa yang berdiri di depan Rafa dan Rafa mengambil air putih itu lalu meneguknya dan mengembalikan gelas yang masih tersisa air pada Asyifa.
"Kakak juga coba ini," ucap Asyifa menyodorkan Rafa makanan itu.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Rafa.
"Ini kue kukus jagung, ini sangat enak," ucap Asyifa.
"Aku menyuruh mengambil air minum. Bukan mengambil makanan," ucap Rafa ketus.
"Tapi ini enak kak. Ini makanan favorit di rumah ini. Setiap subuh ini pasti sudah selesai di masak. Kakak harus mencobanya," ucap Asyifa.
"Tidak perlu!" tolak Rafa yang pergi dari hadapan Asyifa.
"Sebentar saja kak Rafa," ucap Asyifa yang langsung mendekati Rafa dan sangat berharap Rafa memakannya, "cobalah sedikit saja," bujuk Asyifa.
"Kenapa kau harus memaksaku Asyifa!" ucap Rafa dengan kesal.
"Tidak memaksa kak Rafa. Aku hanya ingin kakak mencobanya," ucap Asyifa.
Rafa menghela napasnya dan akhirnya mencoba apa yang diinginkan Asyifa. Asyifa tersenyum melihat Rafa yang memakannya.
"Enak bukan?" tanya Asyifa.
"Biasa aja," sahut Rafa dengan ketus.
"Masa iya sih," sahut Asyifa.
"Tetapi aku tidak menyukainya," ketus Rafa. Asyifa hanya menghela napas saja.
"Aku mau berolah raga," ucap Rafa yang langsung keluar dari dalam kamar.
Asyifa mengangkat ke-2 bahunya, "aku yakin kak Rafa pasti bohong," batin Asyifa yang merasa kue kukus jagung itu pasti sangat cocok di lidah Rafa. Hanya saja. Rafa gengsi untuk mengatakannya.
**************
Rafa pun berolahraga di sekitar komplek perumahan Asyifa. Hanya lari pagi saja dan kebetulan ini juga hari Sabtu. Rafa sepertinya santai karena tidak libur kerja.
Rafa lari-lari santai yang tiba-tiba Azka juga sedang berolahraga dan sudah berada di sampingnya yang juga berlari santai.
"Hay kak Rafa," sapa Azka dengan tersenyum. Namun Rafa tidak menanggapi dan fokus lari.
"Apa aku sangat menyebalkan?" tanya Azka.
__ADS_1
"Memang aku mengatakan sesuatu?" tanya Rafa sinis.
"Tidak sih. Tetapi aku melihat kak Rafa begitu kesal pada ku," ucap Azka.
"Bagus jika mau sadar," ucap Rafa dengan pelan tidak tau Azka mendengarnya atau tidak.
"Aku minta maaf kak Rafa," ucap Azka membuat Rafa menoleh kearahnya dan mereka tetap berlari tanpa berhenti
"Kenapa kau minta maaf?" tanya Rafa.
"Kesalahan yang aku lakukan kemarin. Aku benar-benar minta maaf dengan kata-kata Ku Sungguh aku tidak bermaksud untuk berbicara seperti itu. Maaf jika apa yang aku katakan menyinggung kakak," ucap Azka dengan tulus meminta maaf pada Rafa.
"Jadi kau menyadari kesalahanmyu," sahut Rafa yang menghentikan larinya dan Rafa juga sehingga mereka berhadapan dengan keringat membasahi mereka dan napas tidak beraturan.
"Aku mengakui kesalahanku dan meminta maaf pada kak Rafa," sahut Rafa dengan tersenyum.
"Bagus jika kau mengakui kesalahanmu dan next aku tidak ingin kau mengatakan, atau mengeluarkan kata-kata seperti itu," ucap Rafa.
"Jadi benar kak Rafa marah. Karena apa yang aku katakan?" tanya Azka dengan menaikkan 1 alisnya pada Rafa.
"Apa maksud mu?" tanya Rafa.
"Jika kak Rafa tersinggung apa itu artinya memang terjadi pada kakakku," ucap Azka yang perminta maafan yang di lakukannya menjebak Rafa.
"Kak Asyifa datang kekamarku dan menyuruhku untuk meminta maaf. Aku pikir kak Asyifa hanya parno yang mengira kak Rafa tersinggung. Tetapi ternyata kak Rafa benar-benar tersinggung dengan apa yang aku katakan dan jika tersinggung itu artinya kakakku benar-benar tidak bahagia," ucap Azka dengan matanya yang menelisik menatap Rafa seakan mencari tau kebenarannya dan Rafa kembali emosi yang akan berhadapan dengan bocah SMA.
"Apa yang terjadi pada kak Asyifa?" tanya Azka.
"Azka aku jarang bicara kepadamu. Aku juga tidak suka dengan kau yang terlalu mencampuri rumah tanggaku. Kakakmu sudah menikah denganku yang artinya apapun yang terjadi di antara kami. Tidak seharusnya kau campuri," tegas Rafa bicara pelan. Namun terkesan sangat memperingati Rafa.
"Tetapi dia anak yang baik. Dia juga selama ini bahagia dan jelas aku tidak akan membiarkan ada yang menyakitinya. Walau itu suaminya sendiri," ucap Rafa menegaskan.
"Lalu kau mau apa," sahut Rafa menantang Azka.
Azka menyunggingkan senyumnya dan melangkah mendekati Rafa yang tidak takut dengan Rafa.
"Jika kak Asyifa hanya menderita saat bersama pria yang salah. Aku hanya mengingatkan. Jika banyak Pria di luar sana yang berlomba-lomba untuk membahagiakannya. Jika di tanya aku mau apa. Aku tidak menjawabnya sekarang. Karena jawabanku berdasarkan tindakan kak Rafa," ucap Azka dengan santai bicara dan setelah itu Azka langsung pergi dari hadapan Rafa dengan tersenyum yang seolah menantang Rafa dan tidak takut dengan Rafa sama sekali.
Rafa berdiri di tempatnya dengan mengepal tangannya yang di pastikan begitu emosi dengan Azka yang sangat berani kepadanya. Rafa hanya bisa menahan amarahnya dengan wajahnya memerah dan napasnya yang tidak teratur.
__ADS_1
Azka meminta maaf hanya karena Asyifa menyuruhnya dan dia juga sekalian ingin tau apa yang terjadi dan sepertinya Azka sudah bisa menebak. Kakaknya dan kakak iparnya itu tidak baik-baik saja.
Bersambung