
Rachel yang tetap berdiri di tempatnya yang begitu terkejutnya mendengar perkataan Azka yang tidak menyangka.
"Kak Rafa menikahi kakakku secara sah dengan agama dan juga sah secara hukum dan kakakku tidak pernah menghancurkan hubungan kakak mu dan juga kak Rafa," ucap Azka menjelaskan yang pasti membela sang kakak.
Rachel pun membalikkan tubuhnya dan saling melihat dengan Azka.
"Kamu adiknya kak Asyifa?" tanya Rachel yang benar-benar kaget.
"Iya aku adiknya kak Asyifa dan kamu tau masalah yang terjadi sekarang. Kakakmu telah menyerang kak Asyifa dengan bekerja sama dengan ini dan itu kau tau kan betapa jahatnya kakakmu," ucap Azka yang tidak segan-segannya mengatakan apa adanya.
"Rachel aku hanya ingin mengatakan kepadaku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kak Asyifa. Dia tidak salah apa-apa dan tidak pernah bersalah. Dia hanya seorang wanita yang di nikahi tanpa merebut siapapun. Dia tidak jahat dia wanita baik. Dia hanya seorang istri yang berusaha untuk menjaga keluarganya. Kamu adiknya kak Miranda yang seharusnya kamu tau apa yang terjadi dan kamu juga bisa bijak sebagai adik," ucap Aska.
"Apa maksud kamu?" tanya Rachel.
"Kamu tau masalah yang terjadi dan aku yakin kamu juga tau kebenarannya dan aku berharap kamu tidak memihak kejahatan," ucap Azka dengan tegas dan Azka menghela napasnya dan langsung pergi dari hadapan Rachel.
Rachel masih berdiri di tempatnya dengan penuh dengan kaget dengan apa yang di katakan Azka.
"Jadi Azka adik iparnya kak Rafa dan dia juga mengenal kak Miranda," batin Rachel yang benar-benar terkejut dengan pengakuan Azka yang secara tiba-tiba.
***********
Rafa yang sedang mengobrol bersama dengan Abian yang mana Rafa mengajak Abian untuk mengobrol di ruangannya.
"Aku sudah menemui pengacara yang akan membantu kasus Asyifa dan semauanya akan berjalan dengan lancar," ucap Abian.
"Makasih ya Abian kamu banyak membantuku dan juga Asyifa," ucap Rafa.
"Santai aja Rafa. Aku tidak melakukan apa-apa. Dan apa yang aku lakukan itu sudah seharusnya," ucap Abian.
"Tapi apa kita akan menang di persidangan?" tanya Rafa dengan wajahnya yang penuh keraguan.
"Kita berdoa saja tetapi aku yakin kita pasti bisa mengalahkannya," sahut Abian.
"Tapi kita tidak bisa anggap remeh Miranda. Dia itu sangat licik dan sangat banyak kekuasaan dia akan memanfaatkan profesinya untuk menenangkan kasus ini," ucap Rafa dengan wajahnya yang penuh rasa khawatir.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan Rafa. Tetapi kita juga harus yakin dan kamu juga harus meyakinkan Asyifa agar dia juga tenang," ucap Abian yang menyarankan Rafa.
"Iya kamu benar," sahut Rafa.
toko-tok-tok-tok.
Tiba-tiba pintu di ketuk.
"Masuk!" sahut Rafa dari dalam dan sang pengetuk pintu pun langsung membuka pintu dan ternyata adalah Zee.
"Zee!" sahut Rafa dan Zee cukup heran dengan adanya Abian di dalam ruangan kakaknya itu.
__ADS_1
"Kak Abian!" sapa Zee. Abian hanya tersenyum mengangguk.
"Ada apa Zee kamu datang kemari?" tanya Rafa.
"Oh ini kak Zee bawaain kakak makan siang yang di buatkan kak Asyifa. Kak Asyifa tidak bisa mengantarkan ya," jawab Zee.
"Oh begitu," sahut Rafa. Zee mengangguk dan meletakkan bekal yang di bawanya di atas meja dan kalau ada Abian pasti fokus Zee itu selalu berpindah pada Abian.
"Zee kamu kenapa?" tanya Rafa yang melihat adiknya itu pelongo-pelongo saja mungkin karena gugup karena ada Abian.
"Aku, aku tidak apa-apa kok," sahut Zee yang salah tingkah.
"Apa ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Rafa.
"Hah mau di sampaikan, oh tidak ada kok," jawab Zee yang benar apa adanya.
"Lalu kamu masih mau di sini?" tanya Rafa yang.
"Kak Rafa apa-apaan sih. Apa harus dia bertanya seperti itu," batin Zee yang adanya malu di depan Abian dan Abian hanya tersenyum saja.
"Hmmm, ya sudah kalau begitu Zee pergi dulu," ucap Zee yang lebih baik pergi dari pada dia semakin salah karena ada Abian.
"Ya sudah," sahut Rafa.
"Kak Abian permisi!" ucap Zee pamit.
"Hmmm, sekalian aja kita keluar bersama kebetulan aku juga sudah selesai ngobrol dengan Rafa," ucap Abian yang jelas membuat Zee bertambah gugup yang pasti mereka berdua nanti akan berjalan berdampingan.
"Iya Abian makasih ya, kamu sudah meluangkan banyak waktu kamu," ucap Rafa.
"Iya santai aja," sahut Abian yang berpelukan dengan Rafa.
"Ayo Zee!" ajak Abian. Namun Zee malah terlihat bengong sibuk dengan lamunannya membuat Rafa dan Abian saling melihat.
"Zee!" tegur Rafa dengan menyenggol adiknya itu.
"Hah! iya kenapa?" tanya Zee dengan gugup.
"Kamu nggak dengar Abian memanggil kamu," ucap Rafa.
"Oh gitu, ya udah ayo," ajak Zee yang semakin salah tingkah. Abian hanya tersenyum dan Rafa geleng-geleng dengan kelakuan sang adik.
********
Zee dan Abian berada di dalam lift dan terlihat Zee yang dek-dekan berdiri di samping Abian. Kalau Abian sih biasa aja, kelihatan tenang dan terlihat santai-santai aja.
"Hmmm, kak Abian kapan kembali dari Bali?" tanya Zee basa-basi.
__ADS_1
"2 hari yang lalu," jawab Abian.
"Kak Abian kembali sendiri?" tanya Zee membuat Abian heran dengan pertanyaan Zee dengan dahinya yang mengerut.
"Maksudnya?" tanya Abian.
"Ya itu pertanyaannya," jawab Zee.
"Ya sendiri, memang mau kembali sama siapa lagi?" tanya Abian bingung.
"Ya siapa tau kembali dengan seseorang," sahut Zee.
"Seseorang siapa?" tanya Abian.
"Yang special mungkin," jawab Zee.
"Maksudnya?" tanya Abian bingung.
"Lupakan kak tidak ada apa-apa kok," sahut Zee dengan tersenyum.
"Zee jaga sikap kamu, kenapa juga kamu itu bertanya menjurus seperti itu. Kamu ya Zee benar-benar ya Zee," batin Zee merasa dia sangat berlebihan dalam bertanya yang sebenarnya Zee seperti mengorek informasi dari wanita yang dekat dengan Abian.
**********
Asyifa sedang memakaikan dasi pada suaminya. Namun Rafa yang memperhatikan wajah Asyifa tampak murung dengan Asyifa yang hanya fokus dengan dasi yang di pakaiannya pada suaminya. Tanpa melihat Rafa.
"Ada apa Asyifa?" tanya Rafa. Asyifa mengangkat kepalanya dan wajahnya berhadapan dengan suaminya.
"Bagaimana jika hasil keputusan sidang hari tidak membuat Miranda bersalah," ucap Asyifa yang ternyata itu yang di khawatirkannya
"Kita serahkan semuanya kepada pengacara. Mereka sudah bekerja keras dan apapun hasilnya itu hasil kerja keras mereka dan kebenaran akan terungkap. Mau Miranda sehebat apa dan kita tidak punya bukti yang kuat. Tetapi percayalah kebenaran akan datang pada kita," ucap Rafa yang mencoba untuk menenangkan istrinya.
Asyifa hanya diam, dia jelas sangat khawatir dan apa yang di katakan suaminya belum bisa membuatnya tenang dan Rafa sang suami langsung memeluk Asyifa. Memberikan Asyifa pelukan hangat dalam ketenangan.
"Jangan khawatir Asyifa dia tidak akan lolos. Percaya padaku," ucap Rafa.
"Makasih kak Rafa sudah melakukan banyak hal untuk Asyifa. Kak Rafa juga banyak meluangkan waktu untuk menyelesaikan masalah ini, makasih kak Rafa," ucap Asyifa dengan air matanya yang keluar.
"Itu sudah seharusnya aku lakukan Asyifa. Kamu itu istriku, dan aku tidak akan membiarkan ada yang menyakitimu dan semampuku aku akan melakukan banyak hal untukmu," ucap Rafa. Asyifa mengangguk dan melepas pelukannya dari Rafa. Rafa mencium kening Asyifa.
"Sekarang kita kepersidangan ya," ucap Rafa. Asyifa mengangguk dengan menggengam tangan istrinya dan langsung pergi bersama istrinya keluar dari kamar.
Keluarga Rafa dan Asyifa sudah menunggu yang mana mereka pasti ikut ke pengadilan untuk mengikuti jalannya sidang. Begitu melihat Asyifa turun Rania langsung memeluk putrinya itu.
"Semua akan baik-baik aja Asyifa percaya pada ibu. Allah tidak pernah tidur kamu akan mendapat keadilan. Percaya sayang," ucap Rania yang memberi suport pada Asyifa.
"Iya ibu makasih ibu sudah mendoakan Asyifa," ucap Asyifa yang memeluk erat sang ibu.
__ADS_1
"Ya sudah sekarang kita pergi yuk. Kita sudah hampir terlambat," ucap Xander yang lain mengangguk dan mereka pun pergi menuju persidangan.
Bersambung