Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 180


__ADS_3

Akhirnya Zee di larikan kerumah sakit dan persidangan di tunda. Zee sedang berada di ruang gawat darurat dan sementara keluarga yang lainnya menunggu di depan ruangan tersebut dengan wajah penuh ketegangan yang pasti panik dengan Zee yang berada di sana.


Apa lagi Shofia yang pasti jauh lebih panik dan sejak tadi tidak bisa renang yang pasti sangat terkejut dengan kondisi Zee yang seperti itu. Shania hanya berusaha untuk menenangkan sang mama yang mana dia sendiri juga sebenarnya tidak bisa tenang sama sekali.


Lucky dan Vanya sendiri juga pasti khawatir dengan keadaan Zee yang tiba-tiba seperti sama seperti Abian juga yang pastinya yang begitu khawatir dengan keadaan Zee yang seperti itu.


"Aku hanya berharap semuanya baik-baik saja. Apa yang terjadi padamu Zee kenapa kau tiba-tiba seperti ini. Aku sungguh takut Zee," batin Abian yang sejak tadi menghela napas saja yang tidak pernah bisa tenang. Karena begitu takut jika Zee yang masih menjadi istrinya itu sampai kenapa-kenapa.


Tidak lama akhirnya pintu ruangan UGD di buka dan ternyata yang menangani Zee adalah Rendy. Dokter Rendy ayah dari Asyifa.


"Ayah bagaimana keadaan Zee?" tanya Asyifa yang pasti juga sangat khawatir pada asik iparnya itu.


"Iya Dokter. Apa agak saya baik-baik saja?" tanya Shofia yang semakin dek-dekan.


"Zee masih butuh perawatan yang intensif," jawan Rendy.


"Memang apa yang terjadi padanya?" tanya Xander.


"Kelelahan, pikiran yang tidak tenang dan makan yang tidak teratur sehingga Zee mengalami gejala tipes," jawab Rendy yang pasti mengejutkan semua orang.


"Ya Allah Zee, kenapa kamu bisa sampai seperti ini. Apa yang terjadi pada kamu selama ini sampai kamu mengalami hal ini," ucap Shofia dengan air matanya yang keluar yang benar-benar tidak percaya dengan semua yang di alami putrinya dan pasti itu karena menikah dengan Abian dan Abian sendiri merasa bersalah dengan keadaan Zee.

__ADS_1


Jelas dia orang yang patut di salahkan dalam hal ini. Karena bagaimanapun tidak di salahkan. Zee selama ini tidak pernah mengalami masalah yang berlebihan atau seperti apapun. Namun kaki ini masalahnya harus seperti itu dan bagaimana Abian yang tidak seharusnya di salahkan.


*********


Zee sekarang mendapatkan perawatan serius untuk kondisinya yang sampai sekarang Zee tidak sadarkan diri.


Sementara Shofia terus menangis di pelukan Xander yang mereka duduk di salah satu bangku.


"Apa yang di alami Asyifa terjadi pada putri kita. Kita memaksakan kehendak kita untuk menikahkan Asyifa dan Rafa dan selama ini Asyifa mendapat banyak perlakukan yang tidak baik dari Rafa dan kita punya Putri yang sama dengan Asyifa. Hanya saja Asyifa sangat kuat dan Zee tidak dan pasti semua yang di alami Zee di alami Asyifa terlebih dahulu. Pah apa ini kesalahan ku yang membuat semuanya seperti ini," ucap Shofia yang menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Zee.


"Mah. Jangan pernah mengaitkan masalah Zee dengan Asyifa dan Rafa dulu. Semua masalah yang terjadi itu sudah di atur dengan takdir dan ini bukan kesalahan siapa-siapa. Rafa juga tidak salah dalam hal ini," ucap Xander yang selalu berpendapat bijak dalam setiap apapun.


"Anak kita pasti begitu menderita pah selama ini," ucap Shofia.


Pembicara Xander dan Shofia didengarkan oleh Rafa yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Ya aku memang yang salah. Bukan hanya Zee yang menderita sekarang. Tetapi mama dan juga papa dan semua itu karena kesalahan ku. Tetapi semua ini tidak adil. Aku yang berbuat. Lalu kenapa adikku yang menjadi korban. Ya Allah aku mohon jangan berikan Zee menanggung semuanya. Dia tidak salah dan tidak seharunya mengalami masalah seperti ini. Aku mohon ya Allah untuk kebesaran mu dan keadilan untuk Zee," batin Rafa yang hanya bisa berdoa kepada sang penciptanya atas masalah yang di hadapinya dan juga keluarganya.


*********


Abian yang penuh dengan merasa bersalah dengan Zee memasuki ruangan Zee dan duduk di samping Zee dengan memegang tangan Zee. Menatap nanar wanita yang tidak sadarkan diri itu yang terlihat sangat pucat.

__ADS_1


"Maafkan aku Zee. Aku tidak bisa menentukan hatiku dan membuatmu menderita. Aku memang jatuh jati padamu saat kita mulai dekat saat di Mekkah. Namun aku tidak bisa bereksperesi untuk menunjukkan rasa suka ku kepadamu. Tidak ada yang tau Zee orang tuaku merencanakan pernikahan dengan Syira dan saat itu aku juga tidak bisa mengatakan jika ada wanita lain yang sudah mengisi hatiku. Dan aku membiarkan semuanya berjalan seperti itu,"


"Sampai akhirnya semua kembali berjalan seperti itu dan kita malah semakin dekat dan perasaan ku semakin tidak bisa aku kendalikan. Dan aku ingin mengetahui perasaan mu kepadaku dengan memberi tahu hubungan ku dengan Syira saat itu. Aku hanya ingin tau tanggapan mu Zee,"


"Tetapi masalah terjadi dan jujur aku begitu kecewa kepadamu Zee. Karena kau diam saja saat itu seakan membenarkan apa yang terjadi di antara kita. Seakan ikut menjatuhkan fitnah padaku. Aku menikahi mu karena hal itu. Dan sekarang kau mengalami semua ini karena pernikahan dan keadaan yang aku ciptakan sendiri,"


"Aku benar-benar pengecut yang hanya bisa membuatmu menderita. Maafkan aku Zee," batin Abian yang mengutarakan semua yang di hatinya kepada wanita yang pasti tidak dapat mendengar suara Abian. Wajah Abian terlihat memang sangat penuh penyesalan yang tidak bisa di gambarkan penyesalannya seperti apa.


"Kenapa repot-repot untuk berada di sini?" tiba-tiba terdengar suara dingin yang membuat Abian sedikit kaget dan melihat kebelakangnya dan ternyata itu Rafa.


"Rafa!" lirih Abian yang melepas tangannya dari Zee dan berdiri dari tempat duduknya dan menghadap Rafa.


"Apa tujuanmu untuk berada di sini?" tanya Rafa dengan suara dinginnya yang begitu membenci Abian.


"Zee masih sah sebagai istriku dan aku masih suaminya dan aku tidak harus menjelaskan atau menjawab tujuanku untuk ada di sini," jawab Abian.


"Kau mengatakan dirimu suami setelah kau jatuhkan talak padanya di depan semua orang. Kau masih mengatakan kau itu sebagai suami setelah kau menghancurkan dirinya," ucap Rafa menekan suaranya.


"Aku akan rujuk dengan Zee. Aku akan bertanggung jawab dengan semua yang aku lakukan. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan. Begitu juga dengan aku yang akan memperbaiki semuanya," ucap Abian dengan tegas.


"Kau percaya diri sekali," sahut Rafa.

__ADS_1


"Aku memang sangat percaya dan akan membuktikannya," jawab Abian membuat Rafa dan Abian saling menatap dengan tajam.


Bersambung


__ADS_2