Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab. 49


__ADS_3

Rafa yang selesai berolahraga langsung kembali kerumah dan langsung memasuki kamar yang mana Asyifa sedang berada di kamar yang sedang bersih-bersih.


"Kak Rafa sudah selesai olahraga?" tanya Asyifa.


"Menurutmu," jawab Rafa dengan kesal.


"Oh begitu, ya sudah kak Rafa mandi saja. Setelah itu kita sarapan," ucap Asyifa.


"Kita langsung pulang," sahut Rafa.


"Tapi kak. Apa salahnya sarapan sebentar," ucap Asyifa.


"Kau mendengarku apa tidak. Kita langsung pulang. Aku muak di sini," ucap Rafa yang kembali emosi.


"Baiklah kalau begitu," sahut Asyifa yang lebih baik mengalah dari pada dia ribut dengan Rafa. Rafa pun langsung memasuki kamar mandi untuk bersih-bersih. Karena tidak mungkin pulang dalam keadaan berkeringat seperti itu.


"Kenapa lagi sih kak Rafa," batin Asyifa yang tidak bisa menebak kelakuan dari suaminya yang sangat cepat berubah-ubah yang membuat Asyifa bingung.


Rafa berada di dalam kamar mandi sangat terlihat begitu kesal. Dia bahkan mengingat kata- kata Azka yang seperti ancaman untuknya.


"Dia pikir aku takut kepadanya. Bocah ingusan yang sok tau. Apa dia tidak tau. Justru kakaknya lah yang menghancurkan segalanya. Kehidupanku," umpat Rafa mengepal tangannya yang masih emosi dengan kata-kata Azka tadi.


************


Asyifa dan Rafa sudah kembali ke kediaman Rafa. Yang mana hanya 1 hari saja mereka mereka menghabiskan waktu di rumah orang tua Asyifa dan pasti banyak terjadi Drama di sana. Bagaimana Azka, Rafa yang terlibat perang dingin. Bahkan saat saling bertatapan sangat terlihat ke-2nya saling tidak menyukai.


Azka hanya takut kakaknya kenapa-kenapa dan Rafa yang kesal dengan Azka. Pasti karena Azka mencampuri urusannya. Dan apa lagi Azka menantang Rafa, memberi ancaman membuat Rafa bertambah marah.


Setelah beberapa hari di rumah. Hari ini mereka sedang berada di dalam mobil yang bukan hanya Rafa dan Asyifa yang berada di dalamnya.


Ada Ardi yang menyetir dan Xander duduk di depan di sebelah Ardi. Dan di tengah ada Shofia, Zee, Shania dan Aqela. Sementara Rafa dan Asyifa berada di paling belakang yang terlihat duduk dengan berdekatan. Karena memang sangat sempit.


"Kita mau kemana sih nenek?" tanya Aqela yang sepertinya tidak tau tujuan mereka untuk pergi kemana.


"Kita mau jalan-jalan Aqela. Ini kan hari libur. Jadi kita hari ini mau beraktivitas. Bukannya Aqela sudah lama tidak jalan-jalan," jawab Shofia.


"Benarkah?" tanya Aqela.


" Benar dong Aqela masa iya bohong," sahut Zee.


"Lalu Om Rafa ikut?" tanya Aqela melihat ke belakang dan Rafa hanya bermain handphone saja.


"Aqela sudah melihat Om Rafa di dalam mobil bersama kita. Jadi itu tandanya Om Rafa ikut," sahut Shania.


"Oh iya benar. Kok tumben," sahut Aqela dengan menepuk jidatnya yang pasti tidak percaya jika Rafa ikit..Asyifa hanya tersenyum melihat Aqela begitu menggemaskan.


"Jangan di bilang tumben, nanti Om Rafa berubah pikiran," bisik Zee.


"Oke Tante Zee," sahut Aqela dengan menutup mulutnya. Aqela sangat menggemaskan membuat Asyifa tidak henti-hentinya tersenyum.


"Dia tersenyum. Apa dia tidak menyadari. Dirinya juga seperti itu, bahkan lebih parah," batin Rafa yang mengingat Asyifa sewaktu kecil.


"Mama senang akhirnya kita semua bisa jalan-jalan bareng. Rafa kamu itu harus sering-sering ambil cuti di kantor biar kita bisa liburan seperti ini," ucap Shofia.


"Iya," sahut Rafa dengan datar yang memang seperti itulah Rafa.


"Memang mau kemana liburannya," batin Asyifa yang kelihatannya juga tidak tau kemana tujuan keluarga itu.


Ardi terus menyetir dan terlihat kurang fokus yang mengambil tekongan dan membuat mobil tidak searah dan membuat semua orang yang di dalam mobil mepet kekiri begitu juga dengan Asyifa yang akhirnya jatuh kepelukan Rafa yang begitu dekat dengan Rafa.


Bukannya Rafa melepasnya malah saling melihat dengan Asyifa yang membuat ke-2nya hanya berada di dunia sendiri dan yang lainnya hanya mengontrak saja.


Hanya beberapa detik saja dalam mereka berpelukan dan setelah itu mereka saling melepas dan sama-sama ke-2nya melepas dan terlihat sama-sama membuang napas kedepan yang ke-2nya benar-benar begitu gugup. Tiba-tiba saja harus menjadi sangat canggung.


********


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di daerah pantai yang mana di sana banyak orang yang latihan berkuda, ada juga latihan menembak dan banyak olah raga yang cukup menantang yang di lakukan di sana.


Selain di daratan. Di lautan ada yang menaiki skeaboat dan lain-lain yang begitu mencuri perhatian.


Rafa sendiri hanya mengikuti saja. Ya sebenarnya ini bukan pertama kali mereka kemari. Karena area tempat itu adalah area yang bisa di katakan rutin di kunjungi keluarga itu untuk reflesing dan mengikuti berbagai olah raga yang keren-keren.

__ADS_1


Rafa berjalan dengan ke-2 tangannya di sakunya dengan kaca mata hitamnya agar tidak silau sama sekali dan Asyifa berada di di sampingnya.


"Asyifa keluarga kami sering kemari. Kebetulan yang punya tempat ini adalah teman papa," ucap Xander yang melihat kebelakang karena dia berjalan di depan Asyifa dan Rafa.


"Begitu rupanya. Tempatnya bagus dan sangat banyak orang-orang hebat yang melakukan kegiatan yang sangat ekstrim dan itu menjadikan nilai plus tersendiri di mata Asyifa," ucap Asyifa.


"Ya begitulah, oh iya papa dengar dari mama. Kamu juga bisa naik kuda ya," ucap Xander.


"Benarlah pah. Mama pasti tidak bohong," sahut Shofia.


"Iya pah, menaiki bisa," sahut Asyifa yang selalu merendah.


"Wau Aqela mau naik kuda kalau begitu," sahut Aqela yang begitu hebohnya ketika melihat orang berkuda.


"Nanti ya sayang jangan naik sembarangan nanti papa yang akan menemani dan mengajari Aqela," sahut Ardi.


"Memang papa bisa?" tanya Aqela.


"Tidak juga sih," sahut Ardi senyum cengengesan.


"Lalu bagaimana mau mengajari Aqela. Aqqelakan juga mau di ajari naik kuda supaya bisa seperti mereka," tunjuk Aqela yang melihat beberapa Pria yang menaiki kuda di pinggir pantai dan terlihat keren.


"Harus belajar dulu Aqela supaya bisa seperti mereka," sahut Zee.


"Baiklah Aqela akan belajar. Tetapi tidak dengan papa. Karena papa tidak bisa," sahut Aqela dengan lancarnya bicara.


"Iya sayang," sahut Shania.


"Tuan Xander," tiba-tiba ada Pria yang memakai topi Koboy yang menghampiri mereka.


"Tuan Axel," sahut Xander yang langsung bersalaman dan berpelukan dengan Pria itu.


"Saya menunggu kedatangan kalian dan sepertinya menambah satu orang," ucap Axel dengan tersenyum yang sudah melepas pelukan dari Xander.


"Iya ini Asyifa menantu di rumah kami. Asyifa ini tuan Alex yang mempunyai tempat ini teman papa," ucap Xander menjelaskan dan juga memperkenalkan pada Asyifa. Karena Asyifa yang belum kenal.


"Asyifa," sapa Asyifa dengan menyatukan tangannya yang tidak bersalaman langsung karena bukan muhrim.


"Makasih Om untuk kedatangannya," sahut Asyifa tersenyum ramah.


"Sama-sama. Rafa istri kamu cantik sekali. Kamu sangat beruntung," ucap Alex mengedipkan matanya dengan menepuk bahu Rafa.


Setia orang yang bertemu Asyifa. Pasti selalu mengatakan Rafa beruntung. Namun Rafa entah sampai kapan sadarnya. Asyifa hanya tersenyum saja dengan pujian-pujian yang di dapatkannya. Walau sebenarnya di sangat tidak nyaman.


"Om Alex!" tiba-tiba suara wanita memanggil dengan manja membuat Alex melihat ke belakangnya.


Wanita yang memakai dress merah sampai ke mata kakinya tanpa lengan itu dengan belahan di bagian pahanya sampai pahanya yang terlihat seksi. Wanita itu tak lain Miranda yang mengejutkan Shofia dan yang lainnya.


Wanita yang memakai topi pantai itu tersenyum lebar seperti tidak punya rasa malu.


"Miranda kamu sudah selesai?" tanya Alex.


"Kenapa juga ulat keket ini ada di sini," batin Shofia rasanya ingin menjambak-jambak Miranda dan Asyifa hanya berusaha untuk tenang dengan melihat wanita yang katanya kekasih suaminya itu.


"Bukannya ini Miranda mantanya kak Rafa," batin Zee yang pertama kali bertemu Miranda secara langsung.


"Sudah om, tinggal kita langsung pemotretan saja kru dan yang lainnya juga sudah selesai," sahut Miranda tersenyum.


"Baguslah kalau begitu. Oh iya Miranda kenalkan ini teman Om dan ini anak-anaknya dan ini Miranda pasti kalian tau dia ini model internasional dan sekarang kebetulan bekerja sama dengan kami untuk menjadi model di kuda-kuda saya," jelas Alex. Membuat Shifa hanya menanggapi dengan sinis yang merasa tidak penting apa tujuan wanita itu di sana.


"Kebetulan saya sudah mengenal mereka dan bahkan tadi juga saya mau kemari sudah berpamitan pada Rafa," ucap Miranda dengan tidak tau malunya dan bahkan sekarang semakin berani bicara padahal ada keluarga Rafa.


Shofia langsung melihat ke arah Rafa. Anak itu tadi tidak banyak penolakan pas di ajak pergi dan Shofia di pastikan berpikiran jika Rafa mau kemari karena ada Miranda. Asyifa hanya diam saja dengan kata-kata Miranda. Bahkan Asyifa tidak melihat wanita itu sama sekali.


"Anak ini benar-benar, jadi dia bisa- berjanji menemui wanita ini di sini," batin Shofia menatap Rafa kesal. Dan Miranda tersenyum pada Asyifa yang seolah mengejek Asyifa.


"Oh bagus kalau sudah saling mengenal," sahut Alex.


"Ya ampun untung saja wanita ini tidak jadi kakak iparku," batin Zee yang terlihat tidak suka pada Miranda.


"Kalau begitu ayo Miranda. Kita lakukan pemotretan dan tuan Xander mari nikmati seperti biasanya," sahut Alex.

__ADS_1


"Baik," sahut Xander.


"Rafa aku pemotretan dulu ya," sahut Miranda berpamitan tanpa dosa pada Rafa yang benar-benar tidak tau malu dengan keluarga Rafa yang ada di sana.


"Mari tuan Xander," sahut Alex yang juga berjalan terlebih dahulu.


Shofia langsung melihat kearah Rafa dengan tatapan ingin menerkam Rafa.


"Kamu masih berhubungan dengannya?" tanya Shofia dengan sinis.


"Apa sih mah," sahut Rafa.


"Jadi dia berpamitan dulu pada kamu untuk datang ketempat ini. Dan kamu mau aja di ajak tanpa beribu alasan. Hanya karena ada dia di tempat ini. Kenapa hah? Kamu mau melihat penampilannya yang terbuka itu yang sekarang sedang di potret orang-orang iya," ucap Shofia yang memarahi Rafa.


Asyifa hanya diam saja. Dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Karena memang seperti itulah suaminya itu.


"Papa juga marah sama kamu Rafa. Kamu bukan anak kecil yang harus di ingatkan setiap waktu. Kamu ini benar-benar membuat mama kamu hanya emosi saja dengan kelakukan kamu. Kamu benar-benar mau membuat mama kamu semakin sakit hah. Apa yang kamu lakukan ini juga menyakiti orang tua kamu sendiri," ucap Xander yang juga kecewa dengan Rafa.


"Rafa kamu itu sudah menikah. Kamu seharusnya mengharagai istri kamu," ucap Shania.


"Kenapa kalian jadi menyalahkanku," sahut Rafa.


"Lalu salah siapa," sahut Shofia.


"Assalamualaikum!" tiba-tiba keributan itu berhenti ketika mendengar suara salam yang merdu dari seorang Pria yang membuat mereka melihat Pria tampan yang sangat adem itu.


"Walaikum salam warahmatullahi wabarokatu," sahut semuanya dan pasti heran dengan Pria yang menyapa mereka.


"Kak Abian," sahut Asyifa yang mengenali Pria itu dan membuat yang lainnya semakin heran dengan Asyifa yang tersenyum pada Abian dan Rafa terus terlihat mengintimidasi saat melihat Pria yang di kenali istrinya itu.


"Asyifa," sahut Abian dengan ramah, "kamu apa kabar?" tanya Abian.


"Alhamdulillah Asyifa baik-baik saja," sahut Asyifa.


"Siapa Asyifa?" tanya Shofia.


"Mah kenalin, ini kak Abian. Ini itu anak dari Tante Vanya dan Om Lucky yang kebetulan adalah orang yang menjaga Asyifa kalau Asyifa sedang di Luar Negri dan kak Rafa sendiri pernah bertemu dengan orang tuanya dari kak Abian," ucap Asyifa dengan ramah memperkenalkan Pria tampan itu pada keluarganya.


"Halo Tante salam kenal," sapa Abian dengan ramah dan sangat sopan.


"Oh iya Hallo salam kenal dari kami. Kami keluarga barunya Asyifa," sahut Shofia dengan ramah.


"Iya kak Abian, ini suami Asyifa dan ini keluarga kak Rafa yang juga keluarga Asyifa," sahut Asyifa menjelaskan sedikit.


"Iya Asyifa kakak sudah tau dari mama. Jika kamu sudah menikah dan sangat senang bisa bertemu dengan kamu di tempat seperti ini," ucap Abian yang begitu tulus menatap Asyifa. Tidak tau kenapa Rafa terlihat kesal melihat 2 orang itu yang saling melihat dengan senyum indah di wajah mereka.


"Jadi ini Pria yang waktu itu di cerita pasangan suami istri itu," batin Rafa yang terus mengamati Abian, cara bicaranya dan cara melihat pada istrinya.


"Memang kenapa kak Abian bisa ada di sini?" tanya Asyifa heran.


"Kebetulan kakak itu menjadi pelatih kuda di sini," jawab Abian.


"Oh iya benarkah," sahut Asyifa dengan wajah terkejutnya.


"Om pelatih kuda," sahut Aqela.


"Benar anak cantik," sahut Abian.


"Kalau begitu boleh dong Aqela di ajari naik kuda," sahut Aqela dengan semangatnya.


"Pasti boleh. Tapi ilmu om tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kak Asyifa. Dia itu seniornya dan sangat ahli dalam berkuda,," sahut Abian dengan lembut yang memuji Asyifa bahkan memuji sembari menatap Asyifa membuat Rafa mendengus kasar.


"Kak Abian jangan berlebihan, Asyifa tidak seperti itu," sahut Asyifa yang kembali merendah.


Rafa yang ada di situasi itu mendengus dengan kasar yang sangat tidak suka melihat interaksi kedekatan Asyifa dengan Abian yang ternyata ekspresi Rafa yang seperti itu di perhatikan oleh Zee.


"Kak Rafa ini seperti orang yang sedang cemburu. Dia sadar nggak sih kalau dia itu terlihat begitu cemburu pada kak Asyifa dan Pria ini," batin Zee yang heboh sendiri dengan melihat ekspresi kesalnya sang kakak.


Sementara, Shofia, Xander, Shania dan Ardi tersenyum saja. Shofia memang tidak marah-marah lagi. Karena ada Abian yang kelihatannya sangat baik dan mampu membuat mereka tenang dan tidak marah-marah pada Rafa lagi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2