
"Asyifa kau ingin memasak. Padahal aku menyisihkan sarapan untukmu," sahut Miranda.
Asyifa tidak menjawab dan melanjutkan pekerjaannya dan tidak lama selesai. Asyifa menata di piring dan langsung mengambil air putih meninggalkan dapur itu dengan . membawa piring dan juga segelas air putih.
"Dia ternyata wanita yang sombong," ucap Miranda pada Rafa. Rafa tidak menanggapi perkataan Miranda dan melihat ke arah Asyifa kemana Asyifa pergi.
Asyifa duduk di teras di dekat kolam renang yang melihat langsung ke lautan di mana Rafa melihat aktifitas Asyifa di sana dari dingding cermin. Asyifa yang sebelum menikmati sarapannya berdoa terlebih dahulu. Lalu mulai makan.
"Kau merasa bersalah padanya!" tegur Miranda yang membuat Rafa mengalihkan pandangannya dari istrinya yang di sana.
"Rafa dia yang sudah membuat kau menderita. Jika pernikahan itu tidak di terimanya. Kau tidak mungkin seperti ini. Jadi seharusnya kau memberinya pelajaran tanpa sedikit rasa kasihan padanya. Dia adalah orang ketiga di dalam hubungan kita. Jadi jangan kasihan sedikitpun padanya," tegas Miranda.
"Aku sedang makan Miranda. Jadi jangan menceritakan hal yang tidak penting di depanku," ucap Rafa dengan suara dinginnya.
*********
Setelah menikmati sarapannya. Asyifa terlihat keluar rumah. Namun di perhatikan Rafa.
"Mau kemana kau?" tanya Rafa.
"Ingin keluar?" jawab Asyifa dengan dingin melanjutkan langkahnya.
"Aku tau ingin keluar. Tetapi apa kau tidak bisa menjawab kemana kau pergi," ucap Rafa dengan tegas.
"Bukannya kamu sendiri yang mengatakan. Semalam adalah hari pertama dan terakhir kita bersama untuk menunjukkan bukti pada keluarga kalau kita baik-baik saja dan setelah itu kamu bilang kita masing-masing sampai pulang. Lalu apa yang salah," ucap Asyifa dengan lembut.
"Kau berani mengingatkanku," sahut Rafa menekan suaranya.
__ADS_1
"Aku tidak mengingatkan siapa-siapa. Aku hanya pergi sebentar untuk menenangkan diriku. Aku terbiasa hidup tenang dan apa yang terjadi tadi malam tidak biasa bagiku. Aku sungguh terkejut dengan semua kejadian ini. Apa lagi terlihat harus bersandiwara, aku juga harus berbohong. Melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan. Itu hal yang baru bagiku. Jadi butuh ketengan menganalisis semuanya," ucap Asyifa.
"Jangan sok suci di hadapanku. Kau seakan manusia yang tidak pernah melakukan dosa," ucap sahut Rafa sinis.
" Aku permisi. Assalamualaikum," ucap Asyifa menundukkan kepalanya dan langsung pergi yang tidak ingin berdebat lagi dengan Rafa.
"Berani sekali dia pergi begitu saja. Tanpa aku selesai bicara. Pergilah aku tau kau itu hanya gadis kuno. Aku ingin melihat kau bisa pulang apa tidak," batin Rafa meremehkan Asyifa.
Bagi Rafa Asyifa gadis kuno dan mungkin rumahan. Untuk ke Luar Negri bisa saja ini yang pertama kali untuk Asyifa. Jadi Rafa membiarkannya pergi tanpa pengawasan biar Asyifa akan pusing sendiri yang tidak bisa pulang dan hanya akan pulang kalau dia menghubungi Rafa dia sangat menginginkan Asyifa kesulitan sendiri.
***********
Dunia baru bagi Asyifa. Tidak mudah untuk memahaminya. Wanita 20 tahun itu duduk di salah satu bangku yang ada di bawah pohon yang dedaunannya sedang berguguran. Tangannya yang memegang pulpen mengukir tulisan di dalam buku yang sepertinya Diary.
Pernikahan yang aku bayangkan. Jauh dari apa yang menjadi kenyataannya. Aku selalu meminta padamu. Untuk jodoh yang di segerakan kepadaku. Agar aku menyempurnakan ibadahku dan bisa saling beribadah dengan imanku. Di mana dia memimpin sholat di depanku dan mengajariku apa yang tidak aku ketahui. Di mana dia harus mengkritik ku ketika aku salah.
Ya Allah apa aku terlalu menginginkan banyak hal. Apa aku terlalu seraka yang hanya ingin semua keindaha. Apa ini adalah hukuman yang engkau berikan kepadaku. Atau ini ujian dari mu. Ujian pertama dalam pernikahan ku.
Asyifa bingung ya Allah harus melakukan apa. Asyifa takut menjadi istri durhaka jika terus melawan kata-katanya. Asyifa juga takut jika akhirnya Asyifa berhenti dan mengingkari pernikahan ini. Pernikahan suci yang Asyifa minta kepadamu. Asyifa takut ya Allah.
Tetapi Asyifa juga tidak mungkin bertahan ya Allah. Apa ada seorang istri yang bisa menerima perlakuan suaminya. Apa ada seorang istri yang akan tahan dengan suaminya yang bersama wanita lain yang bukan muhrimnya yang tinggal 1 atap. Apa Asyifa tidak boleh mengeluh untuk hal itu.
Air mata mengiringi setiap kalimat yang di tulis Asyifa di dalam Diarynya. Asyifa menarik napasnya perlahan kedepan dan membuang napasnya kedepan.
Asyifa melihat lurus kedepan menendang indahnya pemandangan di depannya
"Banyak orang lain Asyifa yang pasti ujian rumah tangga yang lebih berat yang di hadapinya. Tujuanmu menikah untuk mencari keridhoan bukan untuk yang lain. Kau sering membaca kisah Aisyah. Istri Fir'aun yang hidupnya selama di dunia tidak pernah bahagia dengan perlakuan suaminya. Dia wanita yang sabar dan sangat kuat menghadapi suaminya dan Allah menghadiahkan rumah indah di surga untuknya. Asyifa kamu harus lebih bersabar. Karena semua sudah ketentuan ilahi," batin Asyifa yang mencoba untuk memahami keadaan pernikahannya.
__ADS_1
*********
Miranda dan Rafa terlihat berjalan-jalan yang memasuki gedung.
"Kamu ngapain mengajak aku kemari Miranda?tanya Sean heran.
"Rafa hari ini kita bertemu dengan Om Lucky," jawab Miranda.
"Om Luky siapa?" tanya Rafa heran.
"Om Luky itu salah satu yang memiliki bisnis fashion di Selandia baru. Jadi aku ada janji sama Om Luky dan istrinya. Aku ingin bicara dengannya. Siapa tau nanti Om Luky bisa menjadikan ku Brand ambassador salah satu fashionnya," jelas Miranda sembari berjalan berdampingan dengan Rafa.
"Hanya sepertinya saja. Kenapa tidak mengatakan sejak tadi," sahut Rafa.
"Yang pentingkan kamu sudah tau sekarang. Kamu harus temani aku ya. Kamu kan pengusaha siapa tau aja dengan mengenal kamu nanti Om Luky juga bisa mempertimbangkan ku," ucap Miranda. Rafa mengangguk saja.
Rafa dan Miranda pun akhirnya menemui Luky yang mana mereka janji makan siang yang sudah di siapkan di gedung yang tak lain Perusahaan Luky. Salah satu wanita mengantarkan pasangan kekasih itu menemui Luky.
"Om Luky!" sapa Miranda dengan semangatnya. Pria yang bernama Luky tersebut yang tadinya duduk menjadi berdiri menyambut para tamunya.
"Miranda!" sahut Luky dengan ramah dan mereka saling berjabat tangan.
"Maaf Om kami terlambat," ucap Miranda.
"Tidak terlambat Miranda. Kamu selalu bicara rendah hati," sahut Lucky membuat Miranda tersenyum dan Lucky memperhatikan pria yang di samping Miranda.
"Oh iya kenalin Om. Ini Rafa," Miranda yang peka langsung memperkenalkan Rafa.
__ADS_1
Bersambung