Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab 135


__ADS_3

Rafa ternyata sedang ngobrol-ngobrol dengan papanya dan selesai mengobrol-ngobrol dengan Xander. Rafa langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Namun apa yang terjadi saat membuka pintu tiba-tiba saja pintunya tidak bisa di buka.


"Di kunci!" ucap Rafa dengan dahinya yang mengkerut dengan pintu yang terkunci yang pasti membuat Rafa heran.


"Asyifa! Asyifa kamu kunci pintunya?" tanya Rafa yang mengetuk-ngetuk pintu. Namun Asyifa belum membukanya sampai cukup lama Rafa mengetuk dan memanggil nama istrinya yang akhirnya Asyifa membukanya dengan wajah Asyifa yang cemberut.


"Kenapa di kunci?" tanya Rafa.


"Takut masuk orang," jawab Asyifa ketus dan langsung beralih dari hadapan Rafa yang tidak mau bicara banyak dan lagi-lagi hal itu membuat Rafa heran dengan Asyifa yang seperti ada sesuatu.


"Kenapa dia?" batin Rafa yang memasuki kamar dan Rafa melihat wajah Asyifa yang kelihatan di tekuk. Saat Asyifa melewati Rafa Rafa langsung memegang tangannya.


"Kamu kenapa?" tanya Rafa lembut.


"Memang Asyifa kenapa?" tanya Asyifa balik.


"Wajah kamu kenapa di tekuk. Apa ada yang salah?" tanya Rafa dengan sedikit menunduk untuk melihat jelas wajah istrinya yang begitu asem.


"Hey di tanya kenapa malah diam?" tanya Rafa dengan memegang dagu Asyifa dan mengangkatnya agar sejajar dengannya.


"Kak Rafa yang kenapa beberapa hari seperti menghindari Asyifa. Katanya Asyifa nanti tidak nyaman. Sepertinya bukan Asyifa yang tidak nyaman dengan kak Rafa. Tetapi kak Rafa yang tidak nyaman pada Asyifa," ucap Asyifa dengan jujur apa adanya yang mengeluhkan apa yang di rasakannya.


Rafa tersenyum mendengarnya yang juga sebenarnya menahan ngakak dengan keluhan sang istri yang mana sang istri begitu menggemaskan kalau lagi marah.


"Asyifa mau tidur!" ucap Asyifa yang melepaskan tangannya dari Rafa. Namun Rafa tiba-tiba menggendong dirinya ala bridal style yang membuat Asyifa kaget dengan apa yang di lakukan suaminya dan Rafa mendudukkan tubuh sang istri di atas meja rias membuat Asyifa kaget dan Rafa sedikit membungkuk agar wajahnya sejajar dengan sang istri.


"Asyifa katakan kepadaku apa selama ini kamu itu berbohong?" tanya Rafa dengan menyantap dalam-dalam istrinya.


"Ma_ma_maksud kak Rafa apa?" tanya Asyifa gugup.


"Apa kamu sedang bekerja sama dengan Zee untuk mengerjaiku?" tanya Rafa. Asyifa kaget mendengarnya dengan menelan salivanya.


"Kenapa diam Asyifa. Katakan sesuatu?" tanya Rafa.

__ADS_1


"Maaf kak Rafa," ucap Asyifa yang menunduk yang mengakui kesalahannya.


"Jadi benar jika kamu itu sedang berbohong?" tanya Rafa ingin memastikan. Asyifa mengangguk yang jujur.


"Tapi tidak semuanya kak Rafa," ucap Asyifa.


Rafa mengangkat dagu istrinya dan kembali mensejajarkankan wajahnya pada istrinya lalu ke-2 tangan Rafa yang di letakkan di pinggir meja.


"Katakan Asyifa yang mana yang bohong dan yang mana yang tidak bohong!" ucap Rafa.


"Kak Rafa, waktu awal-awal kita ada di Bali semua yang Asyifa lakukan dengan ini dan itu atau tidak mau di peluk kak Rafa, di cium atau apapun itu benar-benar apa adanya. Asyifa juga tidak mengerti kenapa Asyifa seperti itu dan itu sungguh apa adanya yang memang nyata tidak suka dengan parfum kak Rafa. Tetapi ternyata saat Asyifa di nyatakan positif hamil Asyifa melihat di artikel. Jika itu ternyata bawaan wanita hamil muda. Jadi yang pertama-tama itu benar kak Rafa," jelas Asyifa dengan serius yang menceritakan lada suaminya.


"Lalu?" tanya Rafa yang ingin mendengar lanjutannya.


"Setelah Asyifa hamil Asyifa bercerita dengan Zee dengan semua yang Asyifa rasakan dan tiba-tiba Zee memberikan Asyifa ide untuk melakukan hal aneh yang katanya ingin menguji kesabaran kak Rafa dan kepedulian kak Rafa pada Asyifa," ucap Asyifa dengan pelan yang takut Rafa marah dengan kejujurannya. Namun Rafa sepertinya sangat tertarik mendengar kejujuran istrinya.


"Lalu yang mana yang benar dan yang kamu sengaja?" tanya Rafa dengan alisnya yang terangkat.


"Lalu apa lagi?" tanya Rafa.


"Asyifa sebenarnya sudah menerima parfum kak Rafa. Tidak masalah bagi Asyifa, karena awal-awal memang mual. Tetapi karena ingin menguji kak Rafa Asyifa bohong dan di Mall juga itu rencana Asyifa dan Zee," jelas Asyifa dengan jujur sejujur-jujurnya.


"Jadi kamu ingin menguji suamimu, kamu ingin melihat suamimu apa sangat peduli atau tidak?" tanya Rafa.


"Maafkan Asyifa kak Rafa Asyifa tidak bermaksud untuk bertingkah seperti itu, kak Rafa sungguh Asyifa menyesal melakukannya," ucap Asyifa yang mengakui kesalahannya.


"Jadi kamu menyesal?" tanya Rafa. Asyifa mengangguk apa adanya.


"Lalu kenapa tadi menutup pintu?" tanya Rafa dengan alisnya yang terangkat.


"Asyifa kesal dengan kak Rafa yang tidak masuk kamar. Asyifa gelisah sendirian Asyifa ingin tidur dan rambutnya di elus-ekus kak Rafa. Tetapi kak Rafa malah tidak masuk kamar. Kak Rafa seperti sengaja melakukannya kak Rafa menghindari Asyifa. Asyifa," ucap Asyifa yang jujur dengan perasaannya yang tidak bisa jauh-jauh dari suaminya.


"Memang apa yang kamu inginkan?" tanya Rafa lagi.

__ADS_1


"Tadikan Asyifa sudah katakan," jawab Asyifa.


"Hmmm, begitu rupanya," sahut Rafa dengan santai saja.


"Kak Rafa marah ya pada Asyifa dengan apa yang Asyifa lakukan?" tanya Asyifa dan Rafa menganggukan kepalanya.


"Kak Rafa maaf dengan apa yang Asyifa lakukan. Asyifa benar-benar sangat menyesal kak Rafa," ucap Asyifa yang apa adanya yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan Asyifa selain minta maaf pada suaminya itu.


"Kak Rafa jangan marah!" ucap Asyifa dengan lembut yang membujuk suaminya.


"Aku tidak marah Asyifa, aku tau kamu itu masih meragukanku dalam hal seperti itu makanya kamu mengatakan ini dan itu, aku sangat tau dengan keinginan kamu," ucap Rafa.


"Jadi kak Rafa tidak marah lagi pada Asyifa?" tanya Asyifa.


"Iya," jawab Rafa.


Rafa mendekatkan wajahnya pada Asyifa dan mencium lembut kening Asyifa dan Asyifa tidak menolak sama sekali.


"Apa kamu merindukanku?" tanya Rafa. Asyifa langsung memeluk Rafa dengan erat yang sepertinya Rafa sudah tau jawabannya istrinya.


Rafa juga mengusap-usap rambut Asyifa seperti yang di inginkan Asyifa. Dan Rafa kembali menggendong Asyifa ala bridal style dan membuat Asyifa kaget lagi, namun tangannya mengalung di leher suaminya dan Rafa mengangkatnya ke atas ranjang, membaringkan Asyifa dengan lembut di atas ranjang yang membuat Asyifa gugup apa lagi dengan tatapan suaminya yang begitu dalam kepadanya dan terlihat ada gairah di mata itu.


"Apa kak Rafa ingin melakukan itu?" tanya Asyifa gugup. Rafa menganggukkan kepalanya, dia sangat merindukan sang istri dan mana mungkin tidak menggunakan kesempatan itu.


"Tapikan Asyifa sedang hamil dan bukannya kata dokter bisa bahaya jika melakukan hal itu?" tanya Asyifa dengan pelan yang sangat hati-hati yang takut suaminya kecewa. Karena dia juga mengingat apa yang di katakan Dokter.


"Kak Rafa jangan marah pada Asyifa. Asyifa tidak ingin mengatakan hal itu sebenarnya. Namun Asyifa hanya tidak mau bayi kita kenapa-kenapa dan jujur Asyifa juga sebenarnya....." sahut Asyifa.


"Sebenarnya apa?" tanya Rafa dengan alisnya terangkat.


"Apa yang kak Rafa inginkan Asyifa juga ingin namun Asyifa juga takut," sahut Asyifa dengan wajahnya yang memerah dengan apa yang di katakannya. Namun Asyifa langsung malu begitu saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2