Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 87


__ADS_3

"Kamu tidak ingin menerimanya?" tanya Rafa yang terlihat Asyifa diam tanpa mengeluarkan kata apa-apa.


"Bukan begitu kak Rafa, Asyifa hanya kaget saja. Kak Rafa tiba-tiba membelikan Asyifa ponsel," jawan Asyifa.


"Bukannya aku mengatakan kepadamu. Jika ini untukmu. Aku sengaja membelikannya kepadamu karena aku telah merusak ponselmu dan sungguh Asyifa aku tidak bermaksud melakukannya. Aku tidak bisa mengendalikan diriku. Kau terlalu emosi. Karena sangat mengkhawatirkan mu. Tempat yang kamu datangi bukanlah yang aman dan aku kesal karena kamu tidak mengangkat telpon ku. Di saat begitu banyak masalah kamu malah mencari masalah yang bisa saja menjadi efek besar," ucap Rafa dengan lembut bicara pada Asyifa.


"Jadi kak Rafa menyesal karena sudah merusak handphone Asyifa?" tanya Asyifa dengan hati-hati.


"Iya aku sangat menyesal melakukannya. Mungkin ponsel kamu sangat penting," ucap Rafa.


"Benar sih, soalnya banyak data-data penting di sana dan Asyifa juga berusaha untuk memperbaikinya dan maaf ya kak Rafa kalau Asyifa memperbaikinya tanpa minta izin lagi pada kak Rafa. Karena kak Rafa kemarin tidak mau bicara dengan Asyifa dan Asyifa harus buru-buru memeprbaikinya karena data penting untuk acara wisuda Asyifa nanti ada di sana," ucap Asyifa yang bicara sedikit takut-takut.


"Tidak apa-apa," jawab Rafa yang tidak marah dengan hal itu, "lalu bagaimana apa datanya aman?" tanya Rafa yang khawatir.


"Iya aman kok, Asyifa tinggal susun aja dan nanti mau di pindah ke laptop aja. Dan ponsel Asyifa bodynya rusak parah memang," jawab Asyifa.


"Ya sudah aku sudah membelikan mu yang baru, maka gunakan dengan baik," ucap Rafa.


Asyifa mengangguk dengan mengambil kotak yang di pegang Rafa, "Asyifa buka ya," ucap Asyifa.


Rafa menganggukkan kepalanya dan langsung membuka kotak ponsel itu. Handphone yang sangat cantik berwarna blue yang membuat Asyifa tersenyum. Yang pasti bukan tersenyum karena apa yang di berikan. Tetapi karena siapa yang memberikannya.


"Kamu suka?" tanya Rafa.


Asyifa menganggukkan kepalanya.


"Makasih kak Rafa. Ini cantik sekali. Asyifa menyukainya," ucap Asyifa dengan matanya yang berbinar.


"Syukurlah kalau kamu menyukainya. Kamu gunakan ponsel itu dengan baik," ucap Rafa.


"Iya kak Rafa, sekali lagi terima kasih, Hmmm dan ini hadiah pertama dari kak Rafa," ucap Asyifa dengan tersenyum malu-malu. Rafa mendengarnya mendengus dengan tersenyum.


"Dan oh iya kak Rafa, Asyifa boleh mengatakan sesuatu tidak?" tanya Asyifa.


"Katakanlah," ucap Rafa.


"Kak Rafa tadi mengatakan menyesal melakukannya dan tau jika itu salah. Lalu kenapa kak Rafa tidak minta maaf pada Asyifa, maksud Asyifa kak Rafa tidak pernah minta maaf pada Asyifa," ucap Asyifa yang sepertinya sangat menginginkan Rafa harus meminta maaf padanya.

__ADS_1


Benar juga sih. Selama ini Rafa banyak berubah, dan sering mengakui salahnya. Namun untuk meminta maaf Rafa tidak pernah sama sekali dan Rafa juga mendengar kata-kata itu terdiam yang apa dia masih terlalu keras atau gengsi untuk minta maaf atas segala kesalahannya yang di lakukannya.


"Hmmm, sudahlah lupakan saja. Asyifa berterima kasih sekali lagi atas ponselnya," ucap Asyifa yang lebih baik mengalihkan. Karena ekspresi wajah Rafa sudah berubah menjadi datar.


"Kak Rafa kalau begitu Asyifa keluar dulu. Asyifa mau menyiapkan sarapan dulu. Dan ini hadiah pertama dari kak Rafa. Asyifa sangat bahagia," ucap Asyifa dengan tersenyum dan langsung pergi dari hadapan Rafa. Namun Rafa menahan tangannya dan menarik pinggang Asyifa membuat Asyifa mendekat pada Rafa sampai menabrak dada Asyifa dengan Asyifa yang begitu dek-dekan yang tidak berani menatap Rafa dengan pandangan Asyifa yang kesana-kemari.


Namun Rafa menatapnyanya dengan memegang dagu Asyifa yang mensejajarkankan wajah Asyifa pada wajahnya.


"Asyifa kamu mengatakan itu hadiah pertama dari ku bukan?" tanya Rafa.


Asyifa menganggukkan kepalanya, "iya kak Rafa," jawan Asyifa dengan gugup yang menatap Rafa.


"Kalau begitu aku juga menginginkan hadiah pertama darimu," ucap Rafa dengan kata-kata yang penuh arti membuat Asyifa bingung.


"Memang kak Rafa mau hadiah apa?" tanya Asyifa yang menanggapi serius dari kata-kata Rafa.


"Aku menginginkan mu," jawab Rafa yang to the point. Asyifa menelan salavinanya mendengar kata-kata Rafa. Asyifa pasti mengerti apa yang di katakan Rafa dan itu hanya semakin membuatnya gugup dan kembali mengalihkan pandangannya ke lain tempat untuk mengurangi rasa gugupnya.


Di tengah ke gugupannya. Asyifa mendapat kecupan lembut di keningnya yang pasti Rafa menciumnya, "aku harus kekantor Asyifa. Aku sarapan di luar saja, dan iya aku akan pulang lebih awal nanti.Dan itu artinya kamu...." Rafa sengaja tidak melanjutkan kalimatnya yang membuat Asyifa semakin gugup.


"Baiklah, aku pergi dulu!" Rafa langsung pergi dengan tersenyum pas yang melihat istrinya seperti itu. Ya bagaimana tidak puas. Karena dia menggoda Asyifa yang membuat Asyifa salah tingkah.


"Ya ampun Asyifa melupakan hal itu. Lalu apa yang harus Asyifa lakukan. Kak Rafa sudah memintanya dan bukannya itu haknya kak Rafa dan kewajiban Asyifa. Lalu Asyifa harus mulai dari mana," gerutu Asyifa yang kebingungan.


Hal seperti itu pasti sangat tabu untuk Asyifa dan juga sangat polos dan tidak mengerti apa-apa masalah hubungan ke intiman. Asyifa hanya takut kalau Rafa yang adanya marah nanti kepadanya.


**********


Rafa di kantornya sibuk mengerjakan banyak pekerjaan di dalam ruangannya. Dengan menandatangani banyak dokumen. Ya pelan-pelan Rafa bisa mengembalikan keadaan Perusahaan. Itu berkat Klarifikasi Karin yang membuat nama baiknya kembali bersih.


toko-tok-tok-tok


"Masuk!" perintah Rafa dari dalam ruangannya.


"Bapak manggil saya?" tanya Novi yang membuka pintu dan masih berdiri di depan pintu.


"Masuklah Novi," sahut Rafa, Sekretaris Rafa pun melangkah masuk dan berdiri di hadapan Rafa.

__ADS_1


"Ada apa ya pak?" tanya Novi.


"Saya minta sama kamu tolong carikan bunga mawar, pokoknya apa saja yang indah yang di sukai wanita dan iya kamu tulis ini di kartu ucapannya. Ingat tulis yang cantik," ucap Rafa dengan serius yang menunjukkan kertas pada Novi. Novi mengambilnya dari atas meja dan sempat membaca sedikit tulisan tangan itu pada intinya banyak nama Asyifa di sebutkan.


"Ingat ya harus perfect," tegas Rafa yang sepertinya bunga itu untuk Asyifa.


"Baik pak," sahut Novi mengangguk-angguk dengan ekspresi wajah heran. Mungkin Novi merasa aneh. Kalau atasannya itu tiba-tiba begitu. Itu malah terkesan menggelikan.


"Dan satu lagi," sahut Rafa yang ternyata belum selesai.


"Ada apa lagi pak?" tanya Novi.


"Kamu juga jangan lupa balikkan minuman susu strawberry yang banyak dan ingat harus strawberry jangan blueberry," ucap Rafa. Fix semuanya itu untuk Asyifa. Karena itu kesukaan Asyifa.


"Baik pak," sahut Novi dengan ekspresi penuh tanya.


"Jangan salah ya Novi, strawberry bukan blueberry. Ingat itu buah yang berbeda dan bukan sama, hanya belakangnya yang sama. Jadi jangan sampai salah," tegas Rafa.


"Ya memang itu buah yang berbeda pak. Bahkan sangat jauh beda dan tidak satu spesies dan mirip-mirip juga tidak ada," sahut Novi yang tidak perlu di kasih tau dengan rinci. Dia juga tau buah itu berbeda.


"Oh begitu, ya siapa tau aja nanti kamu salah. Saya hanya mengingatkan saja," sahut Rafa.


Pasti Rafa mengingat ngambeknya Asyifa waktu itu. Karena perkara Rafa salah beli minum dan dengan keras kepalanya Rafa mengatakan 2 minuman itu sama saja. Karena sama-sama ada berry nya dan sekarang tidak mau mengulang kesalahan itu.


"Baiklah pak, kalau begitu saya akan siapkan semuanya," ucap Novi.


"Hmmmm, cepatlah. Jangan lama-lama ya. Soalnya saya hari ini pulang cepat," ucap Rafa .


"Tapi bapak ada meeting nanti malam," ucap Novi mengingatkan Rafa.


"Kamu Cancel saja," sahut Rafa dengan seenaknya bicara.


"Baiklah pak kalau begitu," sahut Novi yang mengangguk-angguk saja.


"Kalau begitu saya permisi pak," ucap Novi.


"Hmmmm," Rafa menjawab dengan deheman saja dan Novi pun langsung keluar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2