Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 229


__ADS_3

Pertanyaan Dedi tidak langsung di jawab Syira. Dan Syira hanya menunduk dengan memegang pakaiannya yang sepertinya sangat bergetar atau mungkin sangat takut dengan situasi yang di hadapinya


"Cukup Dedi kebenaran apa lagi yang ingin kamu ketahui. Semuanya sudah jelas. Jika kamu telah menodai anak saya. Kamu jangan seperti orang yang tidak merasa bersalah sama sekali. Kamu sudah menghancurkan hidup putri saya," ucap Sahila yang penuh penekanan yang memojokkan Dedi.


"Ini tidak benar. Ini adalah fitnah," tegas Dedi.


"Ya Allah apa yang terjadi sebenarnya. Apa benar itu. Tetapi bukannya kak Dedi sudah menjelaskan apa yang terjadi lalu kenapa Syira tiba-tiba datang dan mengatakan hal itu," batin Asyifa yang terlihat juga bingung dengan situasi yang di hadapinya.


"Mah percaya padaku mah. Ini semua tidak benar mah, aku tidak melakukan apa-apa pada Syira. Seperti apa yang di katakan Syira," ucap Dedi yang mencari pembelaan.


"Kamu terus saja mengelak dan tidak mau mengakui. Kamu itu benar-benar bajingan ya Dedi, putri saya sudah menjadi korban. Kau itu benar-benar," bentak Danu yang emosinya semakin membuladak dan bahkan menghampiri Dedi dengan menarik kerah baju Dedi dan ingin memukul Dedi dan langsung di cegah Rendy dan pasti yang lainnya juga, Rafa dan Abian juga ikut melerai agar tidak terjadi kekerasan.


"Tolong jangan pakai kekerasan pak Danu. Ini kita bisa bicara baik-baik ," ucap Rendy yang tidak ingin ada kekerasan yang terjadi.


"Ini tidak bisa di bicarakan dengan baik. Karena dia tidak mau mengakuinya," bentak Danu yang emosinya tidak dapat terkendali.


"Tolong semuanya tenang Mohon Syiria ayo bicara. Apa yang sebenarnya terjadi Syira. Apa benar yang kamu katakan tentang Dedi dan juga kehamilan kami dan kamu Dedi kamu juga jujur apa yang terjadi. Kita bicara baik-baik dengan kepala dingin," ucap Rania yang berusaha untuk membuat suasana tenang.


"Syira ayo bicara dengan jujur Syira," ucap Rania.


"Syira mengangkat kepalanya dan melihat semua orang yang ada di sana. Namun Syira tidak berani melihat Dedi.


"Apa yang aku ceritakan pada mama dan papa adalah kebenarannya. Jika yang terjadi memang kenyataannya anak yang aku kandung anak Dedi," ucap Syira yang membuat semua orang terkejut dan termasuk Dedi sampai membulat sempurna yang begitu terkejut mendengar apa yang di katakan Syira.

__ADS_1


"Astagfirullah," lirih Asyifa yang sangat terkejut. Rafa juga terkejut dan langsung fokus melihat ke arah Dedi.


"Apa maksud kamu Syira?" tanya Dedi dengan suaranya yang tertahan.


"Kamu tidak bisa mengelak dan aku juga tidak bisa menyembunyikan semua ini dari mama dan papa tentang apa yang terjadi di antara kita," ucap Syira dengan air matanya yang menetes.


Dedi mendengarnya sampai tidak bisa berkata-kata dengan mendengus kasar dan mengusap wajahnya kasar dengan napas beratnya yang terhembus dan langsung melihat ke arah Willo sang mama yang menatapnya dengan tajam dengan sorot mata yang penuh dengan kekecewaan.


"Mah, aku tidak...."


Plakkk.


Dedi langsung mendapat tamparan di pipinya dari Willo yang membuat semua orang terkejut.


"Kak Willo tenang dulu," sahut Rania yang berusaha meredakan emosi Willo. Sementara Dedi hanya pasrah dengan memegang pipinya yang memerah.


"Kamu masih mengatakan ini tidak benar. Mana mungkin kamu ingin menikahinya. Jika bukan kamu sendiri yang menghamilinya. Perbuatan kamu sangat memalukan, kamu berzina dengannya di mana otak kamu Dedi!" teriak Willo yang memukul-mukul dada Dedi yang meluapkan emosinya dan Dedi hanya diam yang seolah tidak bisa memberikan penjelasan atas apa yang terjadi.


"Mama benar-benar tidak habis pikir dengan kamu Dedi. Kamu mengarang cerita untuk menutup perbuatan maksiat kamu. Kamu seolah menjadi pahlawan dan semuanya karena memang perbuatan bejat kamu. Mama tidak habis pikir dengan kamu. Kamu itu sama saja seperti papa kamu yang suka berbuat maksiat," kecam Willo menunjuk-nunjuk Dedi dengan tangisan Willo dengan kekecewaan seorang ibu.


"Kak tenang dulu, kakak harus tenang kendalikan emosi kakak," ucap Rania dengan lembut dengan mengusap-usap lengan Willo.


"Astagfirullah," lirih Willo dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya dengan mengatur napasnya dengan perlahan mencoba untuk tenang.

__ADS_1


Syiria hanya diam dan Dedi sekarang melihat kearah Syira. Yang mana Syira langsung mengalihkan pandangannya dan tidak berani menatap Dedi. Mata Dedi berkaca-kaca saat mamanya harus menangis di depannya. Sementara Asyifa memperhatikan Dedi dan juga Syira dengan wajah Asyifa yang tidak dapat di percaya.


"Wanita itu memang tidak pernah benar, sudah menggangu rumah tangga putriku dan sekarang malah hamil," batin Shofia yang mengelus-elus dada seolah amit-amit dengan Syira.


"Kita bicara baik-baik. Jangan ada emosi dam bicaralah dengan kepala dingin. Pak Danu Bu Sahila. Mari duduk dan kita bicarakan ini. Ibu sangat mengejutkan untuk kami semua termasuk saya yang pasti bertanggung jawab untuk masalah Dedi karena mereka keluarga kami. Jadi mari bicara baik-baik," ucap Rendy yang mencoba membuat suasana tenang.


"Apa lagi yang harus di bicarakan. Semuanya sudah jelas. Putri kami telah mengandung anaknya dan kita tidak perlu tau dengan detailnya kenapa hal itu terjadi. Karena itu sangat memalukan dan kami sangat terpukul sebagai orang tua yang putrinya di nodai laki-laki brengsek sepertinya dan kami hanya ingin pertanggung jawaban untuk Syira dan anaknya. Jika tidak ada pertanggung jawaban maka masalah ini akan saya bawa ke Rana hukum," tegas Danu dengan memberikan ancaman.


Apa yang di katakan Danu sungguh mengejutkan semua orang termasuk Syira sendiri yang juga sangat terkejut mendengarnya yang takut. Bagaimana jika masalah mereka akan di bawa ke hukum.


"Jangan khawatir kami akan bertanggung jawab. Dia akan menikahi anak kalian," sahut Willo yang langsung dengan keputusannya.


"Mah," lirih Dedi.


"Cukup!" sahut Willo dengan mengangkat tangannya.


"Bukannya kamu ingin bertanggung jawab kan. Kamu sampai mengarang cerita panjang lebar seakan-akan tidak berdosa, seakan-akan menjadi pahlawan dan sekarang ini yang kamu mau, menikah dengannya," tegas Willo yang tidak dapat berkata banyak lagi dan Willo langsung pergi dari keramaian itu.


"Mah," panggil Lulu yang menyusul Willo yang harus menenangkan Willo.


Rendy hanya menghela napas yang juga penuh dengan kebingungan dan melihat ke arah Dedi yang memejamkan matanya dengan hembusan napas beratnya.


"Kenapa semuanya seperti ini. Kenapa aku mendapatkan fitnah sekejam ini. Cobaan apa ini. Kenapa dia yang aku percaya bisa melakukan semua ini," batin Dedi yang tidak sanggup melihat kenyataan yang sangat menyakitkannya. Semua orang akan menganggapnya begitu buruk dengan perbuatan yang tidak di lakukannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2