
Asyifa yang berada di samping suaminya yang duduk dengan tangannya yang terus memegang tangan Rafa dan mata Asyifa yang terus menatap Rafa yang masih memejamkan matanya.
Sampai akhirnya mata Rafa terbuka perlahan dan kembali melihat sang istri.
"Ada apa sayang?" tanya Rafa yang melihat kesedihan di wajah istrinya. Asyifa geleng-geleng kepala untuk menjawab pertanyaan suaminya itu.
"Lalu kenapa melihatku seperti itu?" tanya Rafa.
"Apa tidak boleh Asyifa melihat kak Rafa seperti ini?" tanya Asyifa balik.
"Boleh. Tidak ada yang melarang," jawab Rafa dengan tersenyum, "kamu sudah sarapan?" tanya Rafa.
"Asyifa bagaimana mau sarapan kalau kak Rafa saja sudah tidak bisa makan," ucap Asyifa yang memang beberapa hari ini Rafa makan sangat sedikit. Karena jika makan sangat sakit dan Rafa hanya mendapatkan tenaga dari suntikan obat saja.
"Tapi kamu sedang mengandung anak kita. Jika kamu lalai makan. Kasihan anak kita, dia butuh makan. Jadi ibunya tidak boleh keras kepala," ucap Rafa yang mengingatkan istrinya. Asyifa diam tanpa menjawab apa-apa.
"Sayang kamu tidak boleh lalai dalam makan. Nanti Allah akan mencabut nikmat makan itu. Sama seperti aku yang nikmatnya sudah di cabut. Jadi kamu tidak boleh tidak makan ya," ucap Rafa membuat Asyifa menganggukkan kepalanya yang harus menurut pada suaminya.
Krekkk.
Pintu kamar ruangan itu tiba-tiba di buka dan memperlihatkan Rendy, Rabia, Shofia, Xander, Zee dan Abian yang memasuki ruangan itu dan langsung mendekati Rafa.
Shofia langsung memegang pipi Rafa, "kamu baik-baik aja?" tanya Shofia.
__ADS_1
"Iya mah, aku baik-baik saja. Hanya lemas saja dan iya mah apa mama bawa makanan. Asyifa belum sarapan tolong pantau istriku untuk lebih memperhatikan kesehatannya," ucap Rafa yang sangat mencemaskan istrinya.
Shofia melihat kearah Asyifa dengan memegang pipi Asyifa yang melihat kesedihan di wajah Asyifa.
"Kamu sarapan ya," ucap Shofia. Asyifa mengangguk dengan berat tidak akan ada riasanya makanan yang di makannya ketika suaminya tidak bisa makan.
"Ayo kak Asyifa, Zee bawa sarapan untuk kakak," sahut Zee yang mengajak Asyifa untuk duduk di Sofa dan Asyifa menurut saja semua kembali lagi demi kesehatannya dan Asyifa tidak boleh menolak.
"Rafa dengan keadaan kamu dan semua yang sudah tim Dokter lakukan untuk kamu. Kamu akan operasi besok pagi," ucap Rendy yang tiba-tiba menyampaikan operasi itu.
Asyifa yang mendengarnya langsung menunduk dengan air mata yang menetes. Dia sebelumnya sudah di beri tahu ayahnya masalah operasi Rafa yang terpaksa di lakukan agar tidak menyiksa Rafa dan resiko yang di ambil sangat besar dan bagi Asyifa di sanalah dia kembali di uji sang penciptanya di uji seberapa ikhlas dirinya.
Rafa tidak mengatakan apa-apa dan hanya menoleh kearah istrinya dari sela-sela orang-orang yang berdiri di samping Rafa yang membuat Rafa tidak bisa melihat jelas istrinya di sana.
"Kita serahkan semua kepada Allah ya Rafa. Ini jalan terakhir untuk kamu dan semoga saja Allah memberikan kesembuhan, di angkatnya penyakit kamu dan kamu masih di berikan kesempatan yang banyak. Kita berserah ya nak. Karena kita hanya milik Allah," ucap Shofia yang berusaha tegar yang padahal dia juga sangat hancur, takut, dan tidak bisa membayangkan jika operasi itu akan gagal. Mungkin Shofia hanya bisa bicara sekarang. Namun kedepannya pasti tidak dapat di ketahuinya bagaimana nanti apa dia akan Ikhlas atau tidak.
"Mama sudah memaafkan kamu. Ibu dan anak sangat biasa terlibat salah paham dan bagi mama kamu anak yang baik," ucap Shofia dengan air matanya yang menetes.
"Rafa juga minta maaf pada papa. Rafa sangat banyak salah," ucap Rafa.
"Jangan meminta maaf Rafa. Kamu tidak salah sama sekali. Kita keluarga dan sudah saling memaafkan satu sama lain," sahut Xander dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Mah, makasih sudah memberiku kesempatan bertemu dengan Asyifa. Mama telah memberiku kesempatan bisa memiliki istri seperti Asyifa. Dia sangat cantik seperti bidadari, sangat lembut dan begitu baik. Makasih mah sudah membuatku menjadi anak yang paling beruntung bisa bersama wanita yang begitu sempurna," ucap Rafa yang matanya melihat kearah Asyifa yang duduk dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang di pastikan Asyifa menangis tanpa suara dan Zee hanya berusaha menguatkan Asyifa dengan mengusap bahu Asyifa.
__ADS_1
"Dokter Rendy. Ibu Rania maaf saya jika saya pernah menyakiti putri kalian. Saya tidak pernah bersyukur bisa di beri kesempatan saat bersamanya. Saya membuat air matanya kerap kali jatuh. Saya membuat dia menangis. Tetapi tidak sekalipun dia mengadu atau mengeluh maaf kan saya yang sudah menyakitinya," ucap Rafa dengan air matanya yang juga jatuh dari pelupuk matanya.
"Rafa kami sudah jauh-jauh hari memaafkan kamu. Bagi kamu kamu tetap menantu terbaik kami yang memberikan putri kami kebahagiaan. Jadi kamu tidak perlu meminta maaf lagi," ucap Rendy dengan bijak sana dalam berbicara.
"Aku menitipkan Asyifa kepada kalian semua. Jangan biarkan dia sedih. Walau aku tau dia sangat kuat. Namun tetap saja dia sangat rapuh. Tolong jaga dia dengan baik dan aku sangat mencintainya," ucap Rafa yang terus melihat Asyifa.
Perkataan suaminya yang seakan sebuah perpisahan membuat dada Asyifa terasa sangat sesak dia ingin berteriak sekencang-kencangnya namun tertahan. Bagaimana perasaannya sekarang yang benar-benar bimbang dengan banyak pertimbangan yang tidak mudah di tentukannya.
Rafa sendiri juga tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Karena semua yang terjadi sudah di terimanya dan dia ikhlas walau hal terberat yang terjadi. Namun harus meninggalkan istrinya apa itu juga membuatnya cukup kuat dan apa bisa melakukannya. Hanya pasrah dan berserah diri pada ilahi itu yang sekarang di lakukan Rafa.
************
Asyifa menangis sengugukan di salah satu bangku dengan ke-2 tangannya yang menutup wajahnya dengan Asyifa yang begitu terisak. Tidak lama tiba-tiba sebuah tangan mengusap pundak Asyifa dan membuat Asyifa melihat siapa yang duduk di sampingnya.
"Ayah!" Asyifa langsung memeluk ayahnya ketikan ayahnya yang menghampirinya.
"Ayah mengerti perasaan kamu seperti apa sayang. Ayah tau kamu sangat takut, sangat sedih dan ini tidak mudah untuk kamu. Ayah tau sayang apa yang ada di hati kamu," ucap Rendy.
"Asyifa mohon ayah tolong sembuhkan kak Rafa, tolong ayah selamatkan kak Rafa," pinta Asyifa dengan terisak di pelukan ayahnya. Dia benar-benar rapuh saat ini.
"Ayah akan berusaha semampu ayah Asyifa. Ayah akan melakukan yang terbaik untuk Rafa . Tetapi tetap sayang hanya Allah yang memberikan kesembuhan dan kita sebagai manusia hanya bisa berserah diri dan mempercayakan pada ilahi," ucap Rendy yang mengarahkan putrinya.
"Ayah. Asyifa tidak akan tau bagaimana nanti hidup Asyifa tanpa kak Rafa. Asyifa tidak akan bisa melakukan apa-apa ayah. Asyifa takut ayah," ucap Asyifa.
__ADS_1
"Iya sayang ketakutan ini juga pernah ayah rasakan. Tetapi ayah berserah diri dan sama dengan kamu harus lebih kuat dan tawakal," ucap Rafa dengan memeluk erat Asyifa yang memberikannya ketenangan pada Asyifa. Hanya seorang ayah cinta pertama putrinya yang bisa menenangkan Asyifa di saat kerapuhan yang di alaminya.
Bersambung