
Kedatangan Rachel membuat semua orang heran. Karena tidak mengenal siapa Rachel termasuk Asyifa yang juga heran dengan hadirnya Rachel.
"Siapa wanita itu? kenapa dia tiba-tiba datang dan ekspresi Miranda seperti itu. Miranda tampak shock dan takut. Apa mereka saling mengenal?" batin Asyifa dengan penuh tanya saat melihat kedatangan Rachel di persidangan.
"Dia adiknya Miranda. Apa yang di lakukannya?" batin Rafa dengan penuh kebingungan.
"Maaf anda siapa?" tanya pak hakim.
"Saya adalah saksi dari kak Asyifa," jawab Rachel yang membuat Miranda terbelalak kaget dengan tangannya yang terkepal.
Asyifa, Rafa dan Abian dan juga pengacara saling melihat. Perasaan mereka tidak menghadirkan saksi dan bahkan tidak mengenal wanita itu.
"Pak Danu apa ini saksi kalian? Namun tidak terdaftar adanya saksi dari kalian," ucap Pak hakim.
Abian dan Danu saling melihat dan Abian menganggukkan kepalanya.
"Benar Pak hakim nona.."
"Rachel," sahut Rachel memperkenalkan namanya.
"Iya benar, nona Rachel ini adalah saksi kami. Mohon maaf sekali karena tidak ada laporan sebelumnya itu karena ini sangat mendadak," jelas Danu.
"Baiklah kalau begitu saksi silahkan duduk!" titah pak hakim. Rachel menghela napasnya dan langsung duduk. Rachel terlihat sangat gugup. Tetapi berusaha untuk tidak melihat Miranda yang pasti sekarang marah dan tidak tau apa yang mau di lakukan nya.
"Baik silahkan!" sahut hakim. Danu pengacara Asyifa langsung menghampiri Rachel yang sudah duduk di tempatnya dan Rachel pun memberikan beberapa bukti yang di milikinya pada pengacara Asyifa.
"Apa yang mau di lakukan anak itu. Awas kau Rachel," batin Miranda yang terus menatap tajam Rachel.
"Baiklah pak hakim. Atas apa yang terjadi pada nona Asyifa sangat berhubungan dengan nona Miranda, berikut bukti-buktinya. Bukti pesan dari kedua belah pihak Nona Miranda dan supir Taxi palsu tersebut," ucap Danu yang langsung menunjukkan lewat monitor layar dan memang apa adanya ada chat antara Miranda dan supir Taxi itu.
Asyifa begitu lega melihatnya. Namun Miranda mengepal tangannya yang menahan amarahnya dengan adiknya yang membongkar semua kejahatannya.
"Dan ada juga voice not dari nona Miranda dan Bram," lanjut pengacara yang menunjukkan bukti berikutnya.
"Rafa sedang ada di Luar Negri dan Zee baru saja pulang. Asyifa ada di bandara dan aku sudah mengatur supir Taxi untuk membawa Asyifa pergi dan kau langsung melaksanakan rencana kita," ucap Miranda.
..."Baiklah. Masalah itu gampang. Aku sudah lama mengincar Asyifa. Jika dulu aku tidak bisa menikmati tubuh ibunya. Maka kali ini anaknya tidak akan aku lepaskan. Tidak di bayar pun aku tidak masalah yang penting aku bisa menikmatinya sepuasku," Bram....
"Astagfirullah," lirih Rania yang begitu sakit mendengar kata-kata Bram.
__ADS_1
"Kamu tenang ya," Rendy suaminya hanya berusaha untuk menenangkan istrinya.
Rafa juga rasanya ingin menghajar Bram namun Shofia yang duduk di sampingnya berusaha menahan anaknya yang penuh dengan Amarah itu.
"Dan ini juga ada beberapa bukti-bukti foto-foto Nona Miranda keluar dari lantai dan ruangan di mana nona Asyifa di sekap dan juga beberapa foto yang lainnya," ucap Danu yang menunjukkan foto-foto Miranda, supir Taxi dan juga Bram.
"Dan nona Rachel silahkan berbicara apa lagi yang kamu ketahui!" titah pengacara itu. Rachel mengangguk dan berdiri.
"Saya Rachel adik dari kak Miranda. Kak Miranda memang berniat untuk mencelakakai kak Asyifa. Agar membuatnya berpisah pada suaminya,"
"Rachael diam kamu!" bentak Miranda berdiri dari tempat duduknya.
"Mohon tenang ini persidangan!" sahut pak hakim mengetuk palu.
"Dan saya saksi bagaimana kejahatan kakak saya terhadap kak Asyifa dan sebagai adik memohon maaf atas terlambatnya saya datang," ucap Rachel dengan bijak berbicara dengan menundukkan kepalanya.
Azka yang melihat Rachel yang akhirnya menjadi saksi dan membongkar kejahatan Miranda tersenyum melihat ke arah Rachel.
"Baiklah pak hakim semua sudah jelas. Jika Nona Miranda bersalah," sahut Danu.
Asyifa menghela napasnya yang benar-benar begitu lega dengan kehadiran saksi yang membuat Miranda di nyatakan bersalah.
"Baiklah kalau begitu sidang akan kita lanjutkan 1 jam kemudian," ucap Pak Halim ketuk palu dan langsung pergi. Semua orang berdiri dari tempat duduknya dan Miranda langsung menghampiri Rachel.
"Maaf nona Miranda dia klien saya," ucap Danu yang berusaha untuk melindungi Rachel.
"Tapi dia adikku, kau benar-benar keterlaluan!" Miranda ingin menampar Rachel. Namun di cegah Rafa dan tim Asyifa pasti berusaha untuk melindungi Rahel.
"Hentikan Miranda!" bentak Rafa.
"Apa yang kalian lakukan kepadanya hah! kalian meracuci pikiran Rachel untuk melawanku," ucap Miranda dengan kemarahannya.
"Tidak ada yang meracuni pikiran Rachel kak. Tapi Rachel hanya tidak ingin kakak sampai seperti itu. Kakak itu sangat jahat dan terus mengganggu hubungan orang lain," ucap Rachel.
"Jangan sok tau kamu!" teriak Miranda.
"Kamu jangan teriak-teriak Miranda. Kamu bisa di masukkan penjara sekarang juga. Kamu sudah terbukti bersalah. Bukannya bertobat malah yang lain-lain yang kamu lakukan kamu itu benar-benar," ucap Shofia.
"Sudah-sudah, kita jangan meladeninya ayo kita keluar dari tempat ini dan kembali lagi nanti," sahut Xander.
__ADS_1
Mereka semua sepakat dan langsung pergi meninggalkan Miranda yang pasti mereka akan membawa Rachel. Karena takut di serang Miranda.
"Sial! Rachel mau kemana kamu. Rachel!" teriak Miranda seperti orang gila dan Miranda juga memukul meja hanya pengacaranya yang berusaha untuk menenangkan Rachel yang seperti kesetanan.
**********"
Akhirnya persidangan selesai. Miranda di nyatakan bersalah dan mendapatkan hukuman penjara atas tindakan penganiayaan dan pasti supir Taxi dan Bram juga mendapat tuntutan hukum yang besar dan Asyifa yang merasa lega sekarang sedang di peluk Rafa yang mana Rafa juga sangat bahagia yang mana sang istri mendapat keadilan.
Keluarga Asyifa dan keluarga Rafa dan pastinya Abian dan yang lainnya ikut terharu melihat pasangan suami istri itu yang berpelukan dengan erat.
"Alhamdulillah akhirnya masalah ini selesai," ucap Rania yang juga sangat bahagia.
Asyifa dan Rafa saling melepas pelukan mereka dan Asyifa melihat Rachel dan kemudian Asyifa langsung menghampiri Rachel.
"Makasih ya Rachel kamu sudah banyak membantu kami. Makasih sudah hadir di persidangan dan memberikan bukti yang kuat," ucap Asyifa.
"Aku hanya berusaha mengungkap kebenaran dan setelah mendengar apa kata Azka. Aku tidak bisa tinggal diam dan hanya menonton kejahatan kak Miranda," ucap Rachel.
"Azka kamu kenal Azka?" Tanya Rendy yang pasti semuanya juga bingung.
"Ayah Rachel ini teman 1 sekolah dan 1 kelas Azka," sahut Azka yang cukup membuat semua orang kaget.
"Benarkah? ya ampun," sahut Asyifa.
"Iya dan aku datang kemari. Karena Azka menceritakan semuanya dan memintaku untuk menjadi saksi dan memberikan bukti-bukti yang aku punya. Awalnya aku tidak berani karena aku mengenal siapa kakakku. Tetapi aku bertekad kuat untuk kebenaran," jelas Rachel.
"Masya Allah, kenapa kamu berbeda sekali dengan kakak mu," sahut Shofia yang bangga sekali dengan adik Miranda.
"Rachel kamu sudah sangat banyak membantu keluarga kami. Kami benar-benar sangat berterima kasih," sahut Shania. Rachel hanya mengangguk dengan tersenyum saja.
"Untuk pak Abian, pak Danu kami juga berterima kasih untuk kerja keras kalian," sahut Xander yang tidak lupa pada pengacara dan Abian yang bukan hanya menyelamatkan menantunya. Tetapi juga mengurus kasusnya sampai selesai.
"Sama-sama Pak Xander, pak Rendy. Saya sudah lama mengenal Abian, putri saya dan Abian sangat dekat. Jadi sangat wajar saya membantu Abian," sahut Danu dan pasti mendengarnya Zee sangat tidak suka.
" Abian adalah keluarga kami. Jadi itu artinya semua yang ada di sini juga keluarga kami," sahut Syira dengan tersenyum.
"Siapa juga yang mau jadi keluarga mu," batin Zee dengan wajah kesalnya.
"Ada sebaiknya kita makan bersama sebelum pulang," ajak Xander.
__ADS_1
"Boleh-boleh itu ide yang bagus," sahut Rendy dan semuanya setuju untuk melaksanakan makan bersama.
Bersambung