
Mentari pagi kembali tiba. Masih di rumah Willo yang sekarang mereka melaksanakan sarapan seperti biasanya. Asyifa, Rafa, Rendy, Rania, Azka dan Rachel masih ada di rumah Willo yang ikut untuk sarapan bersama Lulu, Rony, Willo dan Dedi.
Namun suasana sarapan terasa sangat hening tanpa ada obrolan sama sekali. Tidak ada yang berani membuka obrolan. Dan Dedi juga hanya diam yang sampai detik ini belum bicara berdua dengan mamanya.
"Asyifa Tante minta tolong sama kamu. Kamu temani Lulu ya untuk mencari seserahan untuk melamar wanitanya," sahut Willo yang mulai bicara. Namun pembicaraan itu cukup membuat orang-orang yang ada di meja makan itu terkejut termasuk Dedi yang langsing melihat mamanya.
"Kak apa kakak yakin langsung memutuskan hal itu?" tanya Rania dengan pelan yang memegang lengan Willo.
"Rania Rendy, aku juga meminta bantuan untuk kalian berdua untuk membantu semua prosesnya dan termasuk kamu Rendy yang pasti menjadi wali keluarga ini. Mohon bantuan kalian," ucap Willo yang to the point dan tegas yang tidak ingin basa-basi lagi atau penjelasan ini dan itu.
"Kak Willo kita belum mendengarkan cerita dari Dedi. Jangan mengambil keputusan yang nantinya menyulitkan Dedi," sahut Rendy.
"Sebelum wanita itu datang untuk meminta pertanggung jawaban. Dedi sudah dulu sangat ingin cepat-cepat menikahi wanita itu. Jadi menikahlah dengannya sesuai yang kamu mau. Walau tidak sesuai dengan skenario yang kamu ciptakan," tegas Willo dengan dingin yang menatap putranya.
"Aku berani bersumpah mah, aku tidak melakukan perbuatan maksiat itu pada Syira," tegas Dedi dengan menekan suaranya yang tetap membela dirinya.
Parrr, suara pukulan meja terdengar kuat membuat denting sendok terdengar yang membuat semua orang terkejut dengan apa yang di lakukan Willo.
"Diam kamu!" bentak Willo menunjuk Dedi.
"Astagfirullah kak, tenang dulu kak," ucap Rania berusaha membuat Willo tenang.
"Kamu sudah membuat mama malu, membuat mama kecewa. Dedi keluarga kita memang bukan pada dasarnya keluarga yang baik, yang sok suci dan mama mengakui mama bukan orang sok suci. Tetapi mama berusaha belajar dari kesalahan, bertaubat dan memperbaiki diri dan terus mengajarkan kamu dan Lulu untuk menjadi orang yang baik dan di bekali ilmu agama seperti Asyifa dan Azka. Mama ingin kalian seperti mereka. Mama hanya menjadi orang tua kalian satu-satunya dan papa kalian di luaran sana sama bejatnya seperti kamu dan mama berusaha tidak satupun dari kalian berdua yang mengikuti tabiatnya,"
"Kamu pikir dengan pergaulan kamu yang suka balapan yang kamu katakan hanya hobi dan kamu tidak meninggalkan kewajiban kamu sebagai orang beriman. Kamu pikir mama bangga hah! pergaulan kamu sudah kelewatan dan kakek kamu terus membela kamu. Jangan-jangan bukan hanya Syira saja. Atau masih banyak wanita lain yang ber zina dengan kamu!" ucap Willo yang marah pada Dedi dengan semua ungkapan uneg-unegnya dengan air matanya yang menetes.
__ADS_1
Karena permasalahan Syira Dedi juga mendapat pemikiran buruk dari mamanya dan bahkan tuduhan sana-sini.
"Kamu juga jangan minum alkohol," tuduh Willo.
"Kak sudah kak. Jangan terus menuduh Dedi seperti itu. Hal itu belum tentu benar," ucap Willo.
"Aku gagal mendidik anakku. Kamu sama saja seperti ayahmu. Sama-sama bejat dan lakukan pertanggung jawaban itu dan jangan bicara pada mama lagi," tegas Willo yang kehilangan kesabarannya dan langsung berdiri dari tempat duduknya yang langsung pergi.
"Kak!" panggil Rania dan Willo tetap pergi.
Dedi menunduk dengan kedua telapak tangannya berada di wajahnya yang pasti air mata Dedi juga keluar dan Rafa di sampingnya hanya menepuk-nepuk bahu Dedi.
"Astagfirullah. Ya Allah apa mungkin ini fitnah. Fitnah itu sangat kejam ya Allah. Berikan keluarga kami solusi dan kebenaran atas apa yang terjadi ya Allah. Kasihan kak Dedi yang terpojok dan dia juga kebingungan yang tidak tau itu kebenarannya atau tidak. Ya Allah hanya petunjukmu yang mampu untuk mengubah segalanya," batin Asyifa yang juga tidak bisa memecahkan masalah ini dan hanya bisa berdoa pada Allah.
**********
"Yakin ini rumah Syira?" tanya Lulu.
"Ya alamatnya ini. Kak Abian memberi alamatnya pas," kawan Asyifa.
"Ya sudah kita masuk aja dan bicara baik-baik kepadanya dan semoga saja Syifa jujur dan kebenarannya kak Dedi tidak berkaitan dengan apa yang terjadi padanya," ucap Lulu.
"Insyallah, semuanya akan di perlancar. Jika niat kita tulus," sahut Asyifa.
"Kalian aja yang masuk. Aku di mobil saja," sahut Zee.
__ADS_1
"Kok gitu Zee?" tanya Asyifa.
"Hmmm, tau sendiri lah aku masih malas dan tidak mau melihatnya dan lagian nanti kalau kami bertemu masalahnya jadi lain lagi. Jadi nanti aja lah," sahut Zee.
"Ya sudah kalau begitu. Kalau kamu memang tidak mau masuk. Aku akan masuk sama Lulu. Kami tunggu sini ya," ucap Asyifa yang juga tidak ingin memaksa adik iparnya.
"Oke," sahut Zee
Akhirnya Lulu dan Asyifa pun langsung turun dari mobil dan mereka memasuki pekarangan rumah Syira. Mereka memang ingin bicara pada Syira dan berharap Syira bisa bercerita dengan apa yang terjadi sebenarnya.
********
Lulu dan Asyifa di sambut baik oleh Sahila ibu Syira dan bahkan Sahila juga memanggil Syira untuk menemui Asyifa dan Lulu dan pasti tadi sempat ada penolakan bagi Syira. Namun mau tidak mau Syira pun menemui ke-2 orang itu.
"Kalian untuk apa datang kemari?" tanya Syira yang duduk di depan Lulu dan Asyifa dan ibu Syira sudah pergi.
"Maaf jika kami mengganggu Syira. Masalah kemarin sangat membuat terkejut keluarga kami dan sampai sekarang kami masih bertanya-tanya dengan kebenaran masalah itu," Icao Asyifa dengan lembut.
"Kedatangan kalian kemari ingin menyuruhku untuk mengubah pernyataan jika anak yang aku kandung bukan anak Dedi. Itu tujuan kalian datang," Icao Syira yang sudah tau asal-usulnya.
"Bukan begitu Syira," sahut Asyifa.
"Lalu jika bukan itu untuk apa lagi. Kalian tidak mendengar apa yang di katakan papaku kemarin. Jika Dedi tidak mau bertanggung jawab dengan perbuatannya. Masalah ini akan di bawa ke Rana hukum," ucap Syira memberikan ancaman.
"Syira kamu tenang dulu," ucap Asyifa.
__ADS_1
"Aku itu heran ya sama kamu ya Asyifa. Kamu luka jika bukan karena papa. Masalah kamu dan Miranda tidak akan selesai. Kamu tidak berterima kasih dengan papa yang membantu kasus kamu dan malahan kalian juga sampai merebut Abian dariku dan sekarang kamu juga membela keluargamu yang jelas-jelas dia sudah membuatku seperti ini. Kita itu sama-sama wanita Asyifa. Kamu itu seharusnya mengerti perasaan ku," ucap Syira yang malah marah-marah pada Asyifa sampai membuat Asyifa tidak bisa bicara lagi dan Lulu sejak tadi memang hanya diam saja.
Bersambung.