Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 70


__ADS_3

Rafa dengan perlahan membaringkan istrinya yang masih tertidur di dalam gendongannya. Dengan perlahan tangan Rafa membuka peniti di jilbab Asyifa untuk membuka jilbab Asyifa dan di lakukannya dengan penuh kelembutan dengan hati-hati tanpa membangunkan Asyifa sama sekali.


Setelah jilbab itu terlepas. Rafa meletakkan di sembarangan dan menarik selimut sampai ke dada Asyifa. Tidak lupa Rafa membelai-belai rambut Asyifa lalu mencium kening Asyifa dengan lembut. Sangat manis ciuman itu yang begitu tulus dari Rafa.


Saat Rafa ingin pergi.Tanhannya tiba-tiba tertarik dan Asyifa bergeser miring dan langsung memeluk Rafa yang seolah dia tidak ingin suaminya itu pergi jauh-jauh darinya. Rafa tersenyum dan tidak melepas pelukan itu. Rafa langsung memeluk kembali yang akhirnya merebahkan diri di samping Asyifa dan memeluk Asyifa dengan erat dengan senyum di wajahnya tidak pernah tinggal dan lagi-lagi Rafa mencium pucuk kepala Asyifa dengan lembut.


"Terima kasih untuk hari ini," kata itu berhasil keluar dari mulut Rafa yang mengartikan hari ini sangat special untuknya. Di mulai dari pagi ada hal manis yang terjadi, Asyifa membuatkannya bekal, proyek yang batal terkalahkan kembali dan manisnya kedekatan mereka saat di kantor Rafa.


Walau ada bumbu drama dari munculnya Miranda. Namun tampaknya Rafa sangat menikmati harinya. Sehingga kata itu di keluarkannya. Walau dalam keadaan Asyifa yang tertidur. Ya itu artinya masih ada gengsi sedikit-sedikit.


**********


Mentari pagi kembali tiba. Hari ini tampak sangat cerah dengan udara yang sejuk. Lebih enak untuk tertidur karena cuaca yang mendukung. Namun tidak Rafa bagaimanapun pun dia harus bekerja. Apa lagi Rafa sedang menangani proyek besar. Di mana Rafa berdiri menghadap jendela yang sedang memakai jam tangannya.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka. Asyifa juga baru selesai mandi dengan cantiknya memakai gamis biru muda kesukaannya. Namun Asyifa belum memakai jilbab karena rambutnya yang masih basah yang terurai indah. Melihat suaminya yang bersiap-siap. Asyifa langsung menghampirinya.


"Ehemmm, kak Rafa!" tegur Asyifa berdehem membuat Rafa menoleh kebelakang.


"Ada apa?" tanya Rafa sembari memakai jam tangannya tanpa melihat istrinya yang cantik itu.


"Hmmm, itu, Asyifa sudah selesai datang bulan," ucap Asyifa tiba-tiba membuat Rafa menghentikan pekerjaannya dan langsung mengangkat kepalanya melihat kearah Asyifa dengan alisnya yang terangkat.


Cukup kaget Rafa dengan laporan Asyifa yang sepertinya kode-kode untuknya. Ya Asyifa juga tidak tau apa yang di pikirkannya bisa-bisanya harus memberi informasi pada Rafa.


"Lalu?" tanya Rafa dengan menatap Asyifa penuh selidik. Namun terlihat dari wajah Rafa sepertinya Rafa menyembunyikan senyumnya


"Ya Asyifa hanya_ hanya memberitahu saja," sahut Asyifa mendadak gugup dengan menggaruk lehernya yang tidak gatal sama sekali.


"Kenapa harus memberitahuku?" tanya Rafa.


"Ya siapa tau kak Rafa, mau, mau...."


"Mau apa....?" tanya Rafa yang tampaknya gemas dengan Asyifa.


"Mau tau. Mau tau," jawab Asyifa dengan cepat, "ya sudah Asyifa mau turun dulu, mau buat sarapan," ucap Asyifa salah tingkah dan langsung pergi dari hadapan Rafa sebelum menjadi orang lebih bodoh lagi.


"Asyifa tunggu!" panggil Rafa. Asyifa memejamkan matanya saat Rafa memanggilnya. Namun Asyifa berusaha untuk tenang dengan membuang napasnya perlahan kedepan.

__ADS_1


"Ada apa kak?" tanya Asyifa.


"Kamu ingin keluar tanpa memakai jilbab?" tanya Rafa.


"Astaga Asyifa lupa," sahut Asyifa baru sadar. Saking linglung nya dia benar-benar lupa dengan hijabnya.


"Asyifa akan pakai jilbab dulu," sahut Asyifa dengan gugup dengan penuh salah tingkah yang langsung menuju lemari mencari jilbabnya. Melihat tingkah Asyifa membuat Rafa mendengus kasar dengan mengeluarkan senyumnya.


Sangat menghibur di lagi hari bagi Rafa. Ya Asyifa memang ada-ada saja. Ngasih kodenya langsung to the point dan dari wajah Rafa terlihat Rafa sepertinya bahagia dengan kabar itu. Terbukti dari senyum Rafa yang berbeda.


Namun berbeda dengan Asyifa yang menciptakan kebodohan sendiri yang sekarang benar-benar linglung yang baru-baru mengambil salah satu jilbabnya dan berdiri di depan cermin untuk memakai jilbabnya. Namun tiba-tiba tangannya di pegang yang membuat darah Asyifa berdesir hebat.


Asyifa melihat dari cermin yang ternyata Rafa berdiri di belakangan dengan memegang tangan Asyifa yang mengambil peniti.


"Rambutmu belum kering," ucap Rafa dengan suara seraknya dan langsung dan Rafa membalikkan tubuh Asyifa menghadap dirinya. Rafa mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut Asyifa.


Tiupan hair dryer itu semakin membuat Asyifa merinding dengan menunduk yang tidak berani melihat Rafa. Namun sepertinya Rafa benar-benar sengaja ingin melakukan hal itu. Agar Asyifa semakin gugup. Rafa bahkan mengangkat dagu Asyifa agar wajah itu tidak terus melihat kebawah.


"Aku ada di depanmu bukan di lantai," ucap Rafa yang menatap Asyifa dengan dalam. Huhhhhh jantung Asyifa mau berhenti berdetak dengan tatapan suaminya dan sentuhan suaminya yang hanya pada rambutnya.


Siapa suruh mancing-mancing. Sekarang tau rasa sendiri kan tidak bisa berkutik sama sekali. Yang benar-benar bagai patung di depan Rafa dengan perasaan yang tidak karuan.


"Kenapa? ada masalah. Bukannya aku terbiasa melihatmu dan bukannya tidak akan berdosa karena melihat istri sendiri," ucap Rafa dengan menaikkan alisnya berbicara pada istrinya.


"Tapi Asyifa gugup kak," ucap Asyifa jujur dengan perasaannya yang mampu membuat Rafa tertawa. Justru itu yang di inginkannya Asyifa yang gugup dengan pipi memerah dan itu sangat mengemaskan bagi Rafa.


"Sudah selesai," ucap Rafa yang selesai mengeringkan rambut Asyifa.


"Makasih kak Rafa," ucap Asyifa yang langsung pergi. Namun Rafa langsung menarik tangannya dan membuat Asyifa heran dan Rafa menarik pinggang Asyifa sehingga Asyifa menabrak dada bidangnya membuat Asyifa semakin gugup. Apa lagi dengan Rafa yang kembali memegang dagunya dan wajah mereka kembali sejajar dengan Asyifa kembali gugup dengan tatapan Rafa.


"Apa kau sudah tidak sabaran untuk menghabiskan waktu bersamaku?" tanya Rafa dengan suara seraknya membuat mata Asyifa melotot.


"Apa maksud kak Rafa. Tidak kok," bantah Asyifa.


"Lalu kenapa harus memberitahu ku?" tanya Rafa.


Asyifa langsung mendorong dada Rafa dan lepas dari Rafa.


"Sudah Asyifa katakan. Tidak ada maksud apa-apa," sahut Asyifa dengan gugup yang membuat Rafa kembali tersenyum dengan istrinya yang semakin salah tingkah.

__ADS_1


"Argggg sudahlah, Asyifa mau buat sarapan dulu," sahut Asyifa buru-buru keluar dari kamar dan tidak lupa memakaikan jilbabnya. Sebelum nanti Rafa membuat ini dan itu lagi yang membuatnya mati gaya.


"Dasar bocil," gumam Rafa geleng-geleng dengan kelakukan istrinya. Padahal Rafa senang itu dengan kabar bahagia dari Asyifa. Yang masa tamu istrinya sudah selesai. Ya jangan-jangan Rafa juga langsung ingin melakukan hal tertunda. Namun sayang pekerjaannya membuatnya harus bersabar. Masih ada waktu. Namun sebentar kode-kode dari Asyifa sudah sangat tepat masuk sasaran tadinya.


**************


Setelah selesai sarapan. Asyifa mengantarkan suaminya menuju mobil seperti biasa kekantor. Sebenarnya tidak biasa. Baru 2 kali Asyifa melakukan hal itu.


"Ini bekalnya jangan di lupa di makan," ucap Asyifa dengan semangatnya dan Rafa menganggukkan kepalanya. Asyifa langsung mencium punggung tangan Rafa.


"Selamat bekerja," ucap Asyifa. Rafa kembali mengangguk dan tanpa di minta Asyifa. Rafa mencium lembut kening Asyifa membuat Asyifa tersenyum lebar.


"Tunggu aku pulang!" bisik Rafa di telinga Asyifa. Hal itu membuat Asyifa melebarkan matanya yang sepertinya mengerti dengan maksud Rafa. Asyifa malah bengong dan membuat Rafa mengecup bibir itu yang membuat Asyifa semakin terkejut. Rafa tertawa dan pergi begitu saja dari hadapan istrinya yang masih shock.


Asyifa harus mendapat gelar ratu terkejut. Dan Rafa sangat menikmati semua itu.


tin tin tin tin tin.


Suara klakson Rafa membuat Asyifa terkejut dan melihat ke arah Rafa. Tanpa di sadari nya suaminya sudah memasuki mobil dan melambai sebelum menjalankan mobil itu. Setelah kepergian Rafa Asyifa membuang napasnya perlahan kedepan dengan memegang dadanya yang bergetar hebat.


"Kak Rafa benar-benar membuat Asyifa dek-dekan saja," gumam Asyifa yang buru-buru memasuki rumah.


*************


Rafa berada di dalam ruangannya yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Namun di tengah pekerjaannya tiba-tiba di kertas berisi tulisan itu terlihat wajah Asyifa yang tersenyum yang tadi menegurnya saat Asyifa selesai mandi.


Mulai tidak waras Rafa yang bisa-bisanya mengkhayalkan Asyifa.


"Arghh Rafa! kau benar-benar gila!" umpat Rafa dengan mengacak-acak rambutnya frustasi.


Konsentrasi Rafa benar-benar di habiskan untuk Asyifa, di mana tadi pagi tingkah Asyifa yang sangat menggemaskan dan membuat Rafa sebenarnya tadi menahan diri.


"Kenapa jam lama sekali berputarnya," umpat Rafa bolak balik melihat jam di pergelangan tangannya. Rafa sudah tidak sabaran tampaknya ingin pulang kerumah untuk menemui istrinya.


"Rafa kau jangan gila. Kau benar-benar ya Rafa," Rafa memijat kepalanya yang terasa berat.


Dia benar-benar bisa gila jika semuanya tidak di tuntaskannya. Asyifa benar-benar sudah membuatnya menjadi orang bodoh. Hanya karena laporan Asyifa yang seperti itu mampu membuat Rafa seperti orang gila.


Rafa bekerjapun sudah tidak fokus lagi yang beberapa kali memikirkan Asyifa dan belum lagi bayangan Asyifa terus muncul di pikirannya yang membuat Rafa lama-lama pindah ke rumah sakit jiwa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2