Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 80


__ADS_3

"Untuk apa kalian menemuiku. Aku tidak punya kepentingan dengan kalian," ucap Miranda dengan wajah sangarnya.


"Lalu kamu punya kepentingan dengan siapa. Dengan kak Rafa," sahut Asyifa, "kamu dengar Miranda. Aku tau semua yang terjadi akibat perbuatan kamu dan menggunakan kesempatan ini untuk membuat kak Rafa harus tunduk pada kamu dengan kamu mengirim pesan padanya dan apa menyuruhnya datang dan mengiming-imingikan masalah ini akan selai," ucap Asyifa.


"Lalu kenapa jika iya aku melakukannya?" memang itu tujuanku. Karena aku yakin Rafa akan datang," sahut Miranda tanpa dosa.


"Kak Rafa tidak mungkin datang untuk menemui wanita seperti kamu," sahut Zee.


"Calon adik iparku jangan bicara seperti itu. Lembutlah bicara. Aku ini calon kakak ipar kamu," sahut Miranda dengan tersenyum pada Zee.


"Aku tidak sudi punya kakak ipar licik seperti mu. Kau itu tidak ada apa-apanya di bandingkan kak Asyifa dan keluarga kami tidak sudi menerima mu," sahut Zee dengan tegas, dengan kata-kata yang pedas yang membuat Miranda mengepal tangannya.


"Jika kau bukan adiknya Rafa. Aku pasti sudah menyobek mulutmu itu," sahut Miranda sinis.


"Kau pikir aku takut kepadamu," sahut Zee maju selangkah yang menantang Miranda dengan tatapan mata yang tajam pada Miranda yang juga Miranda menatapnya dengan melotot yang ingin menerkam Zee.


"Zee sudah," Asyifa mencegah sebelum terjadi keributan panas. Karena Zee dan Miranda sama-sama terbakar Amara.


"Zee, kamu tidak ada gunanya banyak bicara kepadanya. Karena dia tidak akan mengerti," sahut Asyifa.


"Diam kau Asyifa!" sentak Miranda menekan suaranya.


"Aku akan diam. Jika kau berhenti mengganggu keluargaku. Miranda kak Rafa adalah suamiku. Jangan sampai aku 2 kali harus mendatangi mu untuk memperingati mu. Aku tidak akan membiarkan mu bertindak terlalu jauh," ucap Asyifa dengan penuh penegasan dan penekanan pada Miranda.


"Kau mengancamku. Kau pikir kata-kata mu mempan untukku," sahut Miranda dengan tersenyum miring, "kau dengarkan aku gadis bodoh. Aku seorang aktris yang sangat terkenal dan dengan perkataan ku yang hanya satu baris mampu membuat seseorang hancur. Kau bisa melihat efek dari apa yang aku lakukan. Rafa yang kau katakan suamimu itu menanggung akibatnya dan aku yang harus menyarankan kepadamu untuk kau pulang dan suruh suamimu menemuiku, maka masalahnya akan selesai," ucap Miranda.


"Kau benar-benar sangat licik Miranda. Kau telah membuat fitnah besar pada kak Rafa. Kau keterlaluan Miranda Allah pasti membalas perbuatanmu," ucap Asyifa membuat Miranda tertawa mengejek.


"Jangan berceramah di sini Asyifa. Sana ke mesjid. Kau pikir aku peduli dengan menciptakan semua kebohongan itu. Aku sudah mengatakan nama besarku bisa membuat Rafa kehilangan kekuasaannya. Jadi ini hanya permulaan dan aku akan melakukan lagi hal yang lebih besar sampai Rafa menceraikan mu dan menikah denganku," ucap Miranda dengan tajam.


Zee mendengarnya benar-benar sudah emosi yang rasanya ingin menerkam Miranda

__ADS_1


"Bagaimana Asyifa siapa yang paling hebat di antara kita aku apa kamu. Yang pasti aku. Dan aku akan jadi pemenangnya," ucap Miranda dengan menyunggingkan senyumnya.


"Picik!" umpat Zee.


"Adik ipar jangan berkata kasar lagi, apa mau kamu juga mengalami kesulitan nantinya. Aku rasa kamu tidak akan mau. Jadi sebaiknya kamu mulai berteman denganku," ucap Miranda.


"Aku lebih baik tidak punya teman dari pada harus berteman dengan wanita sepertimu. Kau itu melakukan cara licik dengan mengarang cerita dan menuduh kak Rafa. Kau akan mendapatkan balasannya," sumpah serakah keluar dari mulut Zee.


"Aku tidak takut. Karena aku model terkenal, punya kekuasaan di dunia entertainment dan semua orang sangat mempercayai ku," sahut Miranda dengan tersenyum penuh kemenangan yang menyombongkan dirinya.


Zee rasanya ingin menarik rambut Miranda. Namun Asyifa yang melihat reaksi Zee langsung memegang tangan Zee.


"Sudah Zee ayo kita pergi. Biarlah dia mau melakukan apa. Jika kita sebagai manusia sudah memperingatinya dan dia tidak menerima itu. Maka biar Allah yang akan membalasnya," ucap Asyifa.


"Huhuhuhu, ceramah, ceramah, dan ceramah," Miranda bernyanyi sembari melihat-lihat kukunya.


"Ayo Zee kita pergi!" ajak Asyifa yang menarik tangan adik iparnya.


"Kurang ajar, berani sekali dia mendatangi ku dan menceramahiku. Dia sudah merasa paling hebat mengguruiku. Kau datang ke kandang macan Asyifa. Lalu apa kau pikir kau bisa lolos," gumam Miranda dengan tersenyum miring.


Miranda memasuki kamarnya kembali dan mengambil hanphonnya dan terlihat menelpon seseorang dengan tersenyum miring sembari berbicara.


"Kau akan berakhir di tempat ini. Aku ingin melihat bagaimana sucinya dirimu itu," batin Miranda yang merencanakan sesuatu untuk Asyifa. Dengan mudah Miranda mendapatkan ide dan langsung menghubungi seseorang.


**********


Asyifa dan Zee berjalan melewati koridor-koridor penginapan tersebut yang ingin kembali pulang.


"Seharunya kak Asyifa tadi menamparnya," ucap Zee yang kesal sendiri.


"Tidak ada gunanya. Jangan mengotori tangan kita untuk wanita seperti dia," jawab Asyifa.

__ADS_1


"Tapi dia itu keterlaluan kak. Kakak dengar sendiri. Dia sengaja memfitnah kak Rafa karena hanya ingin kak Rafa bersamanya. Seharusnya mama tadi ikut. Siapa mulutnya itu benar-benar di robek mama," umpat Zee dengan kesalnya.


"Kakak tau kamu pasti kesal dengan Miranda. Kita berserah saja pada Allah dan semoga kak Rafa bisa melewati semua ujian ini dan dia tidak terpengaruh dengan Miranda," ucap Asyifa dengan harapannya yang penuh.


"Aku juga berharap seperti itu. Wanita itu sangat jahat," sahut Zee.


"Ayo kita cepat pulang. Nanti kak Rafa mencari kita," ucap Asyifa. Zee mengangguk.


Saat mereka berjalan tiba-tiba ada 3 pria yang berjalan di depan mereka yang mengarah pada mereka dan 3 pria itu langsung menghalang jalan Asyifa dan Zee. Membuat Asyifa dan Zee saling melihat.


"Maaf tuan tolong beri kami jalan," ucap Asyifa dengan lembut.


"Hanya satu jalan untuk wanita ini. Namun kamu tidak. Bagaimana kalau jalannya ke surga dunia," sahut salah satu Pria itu dengan menatap Asyifa dengan tatapan nakal.


"Apa maksud kalian. Jangan menggangu kami. Minggir," sahut Zee.


"Nona. Kamu silahkan lewat. Tetapi wanita ini harus bersenang-senang dengan kami dulu," sahut pria yang satunya yang berniat jahat dengan Asyifa.


"Maaf tolong jangan ganggu kami," sahut Asyifa yang berusaha untuk tenang dengan melewati pria-pria itu. Namun salah satu Pria itu memegang pergelangan tangan Asyifa membuat Asyifa kaget.


"Tolong lepaskan!" sentak Asyifa.


"Nanti dulu Nona, kita bersenang-senang dulu. Kamu datang kemari bukannya untuk bersenang-senang," ucap pria itu yang semakin mendekati Asyifa. Asyifa jadi panik begitu juga dengan Zee yang melihat Asyifa di ganggu 3 pria itu.


"Lepaskan aku! jangan macam-macam dengamu!" bentak Asyifa berusaha untuk melepaskan tangannya dari pria-pria itu namun pegangan itu sangat kuat.


"Kak Asyifa, bagaimana ini," batin Zee yang kaget dengan mereka mendekati Asyifa membuat Asyifa di himpit dinding dan Zee tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan salah satu dari mereka ingin menarik jilbab Asyifa.


Untung tidak jadi kala tangan kekar langsung menahan tangan itu. Siapa lagi jika bukan Rafa yang datang tepat waktu dan Rafa langsung menghempas kasar tangan yang berani menyentuh istrinya dan pasti langsung memukul pria itu membuat Asyifa dan Zee kaget. Namun lega dengan datangnya Rafa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2