
"Jangan asal bicara kalian semua. Aku tidak pernah menjadi orang ketiga yang adanya dia yang menjadi orang ke-3 di dalam hubunganku dan Athar. Dia, wanita itu yang sudah menghancurkan hubunganku dan aku tidak pernah memfitnah siapapun. Justru kaulah yang memfitnah ku," sahut Miranda yang membantah apa yang di tuduhkan kepadanya. Padahal itu bukan yang di tuduhkan, tetapi kebenarannya.
"Aku tidak menuduhmu Miranda. Dan aku berbicara berdasarkan fakta dan jika orang-orang yang ada di sini tidak percaya. Baiklah. Akan aku tunjukkan kebenarannya. Supaya masalah ini clear dan nama suami saya bisa bersih karena memang semua karena tuduhan dari wanita itu," ucap Asyifa.
Miranda heran dengan kata-kata Asyifa dan bukan hanya Miranda saja. Rafa juga bingung dengan maksud Asyifa.
"Zee Kemarilah!" perintah Asyifa. Zee mengangguk dengan tersenyum yang menghampiri Rafa, Asyifa dan Miranda.
"Ayo Zee kamu tunjukkan kepada mereka semua tentang kebenarannya!" titah Asyifa.
"Baik kak Asyifa," sahut Zee yang terlihat melangkah menuju laptop dan memasukkan memori kedalam laptop yang membuat Miranda bingung.
"Apa yang mau di lakukan wanita itu," batin Miranda dengan penasaran sampai akhirnya rasa penasaran Miranda terjawab saat muncul di layar proyektor di mana Miranda yang terekam saat berbicara yang di temui Asyifa dan Zee.
Melihat hal itu membuat Miranda terkejut dengan matanya yang terbuka lebar yang sangat jelas dalam rekaman Vidio itu Miranda mengatakan kelas sengaja melakukan semuanya, memprovokasi orang-orang atau media untuk memfitnah Rafa. Agar kembali kepadanya.
Para wartawan saling berbicara dengan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Miranda sebagian dari mereka juga menyoroti berita itu. Sementara Zee dan Asyifa saling melihat dengan mereka yang sama-sama tersenyum.
Mungkin Asyifa tidak selemah itu. Sengaja tidak mengeluarkan kata-kata kasar atau bertindak kasar yang seharusnya bisa saja dia menampar Miranda saat itu. Namun Asyifa bermain cantik yang hanya memancing Miranda dan mengontrol dirinya dan juga mengontrol Zee yang sudah emosi saat itu.
Hasilnya sangat sempurna di mana Zee dan Asyifa merekam semuanya dan kebenaran terungkap pada media membuat Miranda panas dingin sekarang.
Rekaman itu menjelaskan semuanya kebusukan Miranda dan membuat Miranda panik yang tidak bisa berkutik lagi sampai akhirnya rekaman itu telah selesai.
"Jadi sekarang semuanya sudah jelas dengan apa yang kalian lihat. Jika siapa dia sebenarnya yang berniat jahat pada suami ku. Dan kenapa saya menemuinya itu karena dia telah mengirim pesan pada suami saya untuk bernegosiasi. Saya tidak menjelaskan panjang lebar lagi karena semuanya sudah jelas, jadi kalian semua bisa menilainya," hack Asyifa dengan tenang dengan santainya bicara dan sembari tersenyum.
"Miranda. Aku berharap setelah ini kamu benar-benar jera. Aku harus mengatakan kepadamu. Aku tidak pernah merebut kak Rafa dari mu dan pernikahan kami sangat tidak berpengaruh dengan isu-isu yang kau ciptakan. Begitu juga dengan yang lainnya, aku juga mengatakan jika kami baik-baik saja dan untuk semua orang yang meragukan suami saya dengan adanya berita palsu ini. Saya benar-benar mohon untuk kebijakan kalian semua untuk profesional. Karena suami saya tidak salah," tegas Asyifa di hadapan semua orang.
Sepenjang Asyifa berbicara Rafa hanya terus melihat Asyifa saja. Mungkinkah kagum atau apa tidak ada yang tau. Yang jelas hari ini Asyifa telah menyelamatkan Rafa lagi.
"Sebelum mengakhiri semua ini saya juga ingin meminta maaf pada suami saya. Maaf karena pergi tanpa izin bukan tidak percaya jika kak Rafa bisa menyelesaikan masalah ini. Tapi saya hanya sebagai istri yang mencoba untuk melakukan sesuatu yang berguna," ucap Asyifa dalam ucapan terakhirnya yang melihat kearah suaminya.
__ADS_1
Prok prok prok prok prok
Asyifa mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari semua wartawan, keluarga Rafa terlihat sangat bangga pada Asyifa. Mereka sangat terharu dan benar-benar sangat beruntung punya menantu seperti Asyifa.
Rafa juga terlihat seperti itu yang sejak tadi tidak berkedip untuk tidak menatap Asyifa.
"Sial," umpat Miranda mengepal tangannya dan langsung pergi.
Salah seorang wartawan melihat kepergian Miranda dan langsung mengejar untuk mendapatkan keterangan. Namun wartawan yang lain juga melihatnya dan mereka menyerbu Miranda sekarang.
Asyifa dan Zee saling melihat dan mereka berpelukan seakan merasa lega karena usaha mereka tidak sia-sia sama sekali.
"Kak Asyifa keren!" ucap Zee dalam pelukan kakak iparnya itu.
"Kamu juga sangat keren Zee," sahut Asyifa yang sangat berterima kasih lada adik iparnya yang sangat banyak membantunya.
*********
"Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk Rafa kedepannya. Agar dia terhindar dari fitnah-fitnah yang lainnya," ucap Rendy.
"Iya sayang. Aku juga berharap seperti itu. Semoga saja dia dan Asyifa kedepannya bisa sama-sama kompak dalam menyelesaikan masalah," sahut Rania.
"Aku bangga sekali dengan kakak ku yang cantik itu. Memang sangat sulit punya kakak yang pintar. Dia sangat keren," puji Azka yang juga melihat berita itu.
"Alhamdulillah masalah bisa terselesaikan dan Rafa bisa kembali bekerja dengan baik dan kerugian Perusahaan yang di kelola Rafa semoga bisa teratasi dan investor2 kembali datang kepadanya. Karena jelas Rafa hanyalah korban sana," ucap Rendy.
"Mama hanya berharap hubungan Asyifa dan Rafa semakin baik. Karena dengan adanya masalah ini," sahut Rania.
"Aku juga berharap kak Rafa benar-benar bisa memperlakukan kak Asyifa dengan baik," batin Azka yang selalu berharap yang terbaik untuk sang kakak.
**********
__ADS_1
Setelah klarifikasi yang terungkap dan Miranda menjadi sasaran para wartawan dan pasti karir Miranda di ambang kehancuran karena telah melakukan fitnah kejam.
Asyifa, Rafa, Zee, Shofia, Xander, Shania dan Zee sekarang keluar dari Perusahaan yang mungkin ingin pulang.
"Asyifa makasih ya untuk semua yang kamu lakukan!" ucap Xander dengan tulus berbicara pada menantunya itu.
"Papa tidak perlu berterima kasih. Asyifa tidak melakukan apa-apa dan iya Zee juga ikut bertindak dan kalau ingin berterima kasih sama Zee juga," sahut Asyifa.
"Iya pah. Ayo berterima kasih lada Zee," sahut Zee.
"Iya Zee papa juga mengucapkan terima kasih untuk kamu. Papa bangga sama kamu," sahut Xander mengusap-usap kepala putrinya itu.
"Mama juga bangga sama kamu Zee," sahut Shofia.
"Siapa dulu Zee," sahut Zee yang menyombongkan dirinya, kalau sudah di puji. Jadi suka menjadi-jadi.
"Apapun itu sekarang semua masalah sudah selesai dan semoga keuangan Perusahaan akan membaik setelah ini," ucap Xander.
"Aku akan mengatasi semuanya pah," sahut Rafa.
"Rafa kamu harus berikan istrimu hadiah. Dia sangat menyelamatkan kamu dan juga Perusahaan," sahut Ardi.
"Iya Rafa jangan pelit-pelit," sahut Shania. Asyifa hanya menunduk. Belum mendapat maaf dari suaminya. Jadi Asyifa juga tidak mau berharap apa-apa. Bahkan dia juga takut. Kalau apa yang di lakukannya salah. Namun Rafa hanya diam dengan melihat terus ke arah istrinya.
"Ya sudah sekarang kita sebaiknya pulang. Mama akan memasak banyak untuk merayakan hari yang bahagia ini," ucap Shofia.
"Wau itu kabar yang jauh lebih bahagia," sahut Shofia.
"Ya sudah kita pulang sekarang dan untuk masalah hadiah. Biar Rafa yang mengurusnya. Apa yang ingin di berikannya pada Asyifa," sahut Xander. Yang lain mengangguk-angguk kepala.
Bersambung
__ADS_1